KARO – Aktiva.news | Gelombang kekecewaan kini tengah menyelimuti berbagai elemen masyarakat di Tanah Karo. Pemicunya adalah adanya kesan bahwa oknum politisi di tingkat pusat seolah memberikan pembelaan atau mencoba melindungi dugaan pelaku korupsi dalam pusaran kasus video profil desa yang menjerat Amsal Sitepu.
​Merespons dinamika tersebut, masyarakat Karo menegaskan sikap solid di belakang Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo. Isu mengenai rencana Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI terkait kasus ini justru memicu kekhawatiran masyarakat akan adanya upaya pelemahan penegakan hukum di daerah.

​”Kami sangat kecewa jika ada politisi Senayan yang justru terkesan pasang badan untuk oknum yang diduga merugikan negara. Korupsi adalah kejahatan luar biasa, jangan dipolitisasi. Biarkan proses hukum berjalan murni di Kejari Karo,” tegas perwakilan tokoh masyarakat Karo.
​Suntikan Motivasi untuk Kejari Karo
​Di tengah sorotan nasional dan potensi tekanan politik, elemen masyarakat Karo memberikan suntikan motivasi terkuat bagi Korps Adhyaksa di Karo. Masyarakat meminta Kepala Kejaksaan Negeri Karo beserta jajaran jaksa penyidik untuk tidak gentar sedikit pun.
​”Jangan pernah surut melangkah! Rakyat Karo mengawal penuh Kejari Karo. Hukum tidak boleh kalah oleh lobi politik atau viralnya opini. Tuntaskan perkara ini demi rasa keadilan masyarakat di Bumi Turang,” seru elemen kepemudaan dalam sebuah pernyataan sikap.
​Masyarakat mengingatkan kembali pentingnya integritas dan jati diri jaksa sebagai pengawal hukum (Adhyaksa).
Kekuatan Kejari Karo tidak terletak pada restu elite politik, melainkan pada kebenaran materiil dan dukungan hati nurani rakyat Karo.
​Dengan tuntasnya kasus ini secara adil, diharapkan anggaran dana desa dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat untuk pembangunan dan kesejahteraan, bukan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
​”Kejari Karo, Tegakkan Keadilan Walau Langit Runtuh! Sikat Korupsi Tanpa Pandang Bulu”
(Rossi)

