Proses Lelang Pengadaan Barjas di Kota dan Kabupaten Bekasi Diwarnai Praktik “Ijon”

JAKARTA – Praktik dugaan kongkalikong dalam proses tender proyek pengadaan barang dan jasa (Barjas) di Pemkot dan Pemkab Bekasi, kembali mencuat.

Hal tersebut menyusul temuan Nasional Corruption Watch (NCW), terkait dengan indikasi kejanggalan dalam sejumlah proses lelang proyek barang dan jasa yang berlangsung sepanjang tahun 2024 hingga 2025.

Kasus tersebut kini menimbulkan pertanyaan publik tentang transparansi dan integritas sistem pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan catatan NCW, terdapat ratusan dokumen tender terbuka di Kota dan Kabupaten Bekasi, diduga ada praktik yang mencurigakan dan dilakukan secara berulang, seperti pemenang tender yang berasal dari perusahaan dengan koneksi kuat ke pejabat tertentu.

Selain itu, penawaran harga yang tidak kompetitif, hingga dugaan adanya peserta tender ‘boneka’ atau perusahaan pendamping yang hanya ikut untuk formalitas.

“Berdasarkan catatan NCW di lapangan, ditemukan sejumlah tender dengan jumlah peserta yang terbatas dan pemenangnya berasal dari kelompok rekanan yang itu-itu saja,” ujar Herman, Sabtu (12/7/2025).

Pihaknya juga menemukan adanya bukti hukum yang mengarah pada pelanggaran pidana, pola-pola ini patut dicermati lebih lanjut oleh aparat penegak hukum dan lembaga pengawas.

Sebab, proses lelang yang curang dalam pengadaan barang dan jasa memiliki potensi besar untuk tindak pidana korupsi.

Hal ini karena lelang yang tidak adil dapat merugikan negara dan menguntungkan pihak tertentu, serta melibatkan penyalahgunaan wewenang dan manipulasi.

“Proses lelang yang diatur dalam proses pengadaan barang dan jasa di Kota dan Kabupaten Bekasi, sudah menjadi rahasia umum, dan dari tahun ke tahun peserta lelangnya pun itu-itu saja,” kata Herman.

“Terkait dengan adanya kejanggalan dan dugaan pemenang lelang proyek yang sudah diatur, NCW berharap agar KPK, Kejaksaan, dan juga LKPP, segera turun ke Kota dan Kabupaten Bekasi,” tambah Herman.

Sejumlah kalangan kontraktor yang tak mau disebutkan identitasnya juga menyampaikan keresahannya terkait dengan praktik kotor oknum pejabat Kota dan Kabupaten Bekasi.

Ia mengaku sulit bersaing dalam proses tender karena merasa pemenang sudah diatur sejak awal.

“Kami sering ikut tender, tapi seperti sudah ada yang punya. Kadang dokumen kita dinyatakan tidak memenuhi syarat padahal semuanya lengkap. Bahkan pemenang tender itu jauh sebelumnya sudah berinvestasi melalui sistem “ijon” dengan calon kepala daerah tertentu saat musim pilkada 2024 lalu,” ujar salah satu kontraktor.

Herman menambahkan, bahwa NCW telah mengantongi sejumlah nama perusahaan yang memiliki hubungan kedekatan dengan kepala daerah baik di Kota dan Kabupaten Bekasi yang saat Pilkada 2024 lalu diduga ikut menyuplai dana dan guna menyukseskan calon tertentu.

“Kami sudah kantongi beberapa perusahaan. Dan di antaranya yang saat ini sebagai pemenag lelang proyek di Kota dan Kabupaten Bekasi. Modus yang dilakukan oleh sejumlah kontraktor tersebut mengikutsertakan perusahaan “boneka” guna meloloskan salah satu perusahaan. Dan ini sudah jelas-jelas pelanggaran berat,” kata Herman.

Oleh karena itu, NCW beserta sejumlah perusahaan yang mengaku dirugikan dalam proses lelang di Kota dan Kabupaten Bekasi telah menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) guna menindaklanjuti adanya dugaan kongkalikong dalam proses lelang yang dinilai tak sehat.

Selain itu, NCW juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen perusahaan dan mengantongi sejumlah nama pejabat di Pemkot dan Pemkab Bekasi yang diduga ikut terlibat dalam proses lelang yang dinilai menguntungkan pihak tertentu.

“Dalam waktu dekat kami akan menyerahkan sejumlah alat bukti dan sejumlah nama yang siap dijadikan saksi dalam kasus dugaan korupsi ke KPK, Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri, terkait dengan pengadaan barang dan jasa di Kota dan Kabupaten Bekasi,” ungkap Herman. (As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang ke Karo

Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang...

Kasus Koperasi KMGR Berbuntut Panjang, PDIP Karo Jadwalkan Pemanggilan Ulang Kader Terlapor

Kabanjahe — Polemik dugaan penahanan dana simpanan buruh tani...

Bambang Sah Nahkodai DPD FTI 1973 Sumut Periode 2026–2031, Kibarkan Roda-Roda Organisasi di Daerah

DPD FTI 1973 Sumatera Utara resmi memiliki kepemimpinan baru....

Bupati Karo Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2026 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo

Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr....

Agen Pertanian Diduga Bawa Kabur Ratusan Juta Uang Petani dan Pemilik Gudang, Dilaporkan Ke Polres Karo

Kabanjahe-Wanita berinisial N.G warga desa Kuta Julu kecamatan Tigapanah...

Keracunan MBG Berulang di Kabupaten Karo, Nyawa 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka Terancam

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten...

PD FJPK Sumut Siap Bangun Soliditas Organisasi Lewat Temu Ramah

Medan - PD FJPK Sumut resmi memulai langkah pembentukan...

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Kasus Koperasi KMGR Berbuntut Panjang, PDIP Karo Jadwalkan Pemanggilan Ulang Kader Terlapor

Kabanjahe — Polemik dugaan penahanan dana simpanan buruh tani di Koperasi Serba Usaha (KSU) Mega Gotong Royong (KMGR) yang menyeret nama anggota DPRD Karo...

Aksi Spontanitas Buruh Tani Berbuntut Panjang, Ketua Koperasi KMGR Lusia Sukatendel Mendadak Kumpulkan Pengurus Se – Kabupaten Karo

Karo — Pasca aksi spontanitas yang digerakkan oleh anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Mega Gotong Royong Bersama Karo (KMGR) dari Desa Bintang Meriah di...

Bupati Karo Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2026 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo

Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menyampaikan Nota Pengantar Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas...

Bupati Asahan Apresiasi Peran Baznas Bantu Masyarakat

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kontribusi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan dalam mendukung berbagai program sosial dan...

Bupati Asahan Luncurkan Inovasi ASTABRATA

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., resmi meluncurkan inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan)...

Wabup Asahan Buka Silaturahmi Pimpinan Baznas se-Sumatera Utara

KISARAN – Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., membuka kegiatan silaturahmi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Sumatera Utara di Pendopo Rumah Dinas Bupati...

Bambang Sah Nahkodai DPD FTI 1973 Sumut Periode 2026–2031, Kibarkan Roda-Roda Organisasi di Daerah

DPD FTI 1973 Sumatera Utara resmi memiliki kepemimpinan baru. Bambang, S.H., M.H. sebagai ketua Dan didampingi oleh Sekjend nya Andra Riyas Sembiring sah menahkodai...

Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang ke Karo

Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang ke Karolah menjalani perawatan dan pemantauan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Febiona...