Trump-Zelenskyy Adu Mulut di Gedung Putih Soal Kesepakatan Mineral

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menuduh pemimpin Ukraina terlibat dalam ‘tur propaganda’.

Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, yang bertujuan untuk mengamankan kesepakatan yang akan memungkinkan Amerika Serikat mengakses hak mineral langka Ukraina, berubah menjadi adu mulut antara kedua pemimpin tersebut. Trump mengancam Zelenskyy, “Anda akan membuat kesepakatan atau kami keluar.”

Dalam sebuah pernyataan di media sosial setelah pertemuan tersebut, Trump mengindikasikan kesepakatan yang diusulkan itu batal. “Saya telah memutuskan bahwa Presiden Zelenskyy tidak siap untuk Perdamaian jika Amerika terlibat, karena dia merasa keterlibatan kami memberinya keuntungan besar dalam negosiasi,” tulis Trump.

“Dia tidak menghormati Amerika Serikat di Ruang Oval yang terhormat. Dia bisa kembali ketika dia siap untuk Perdamaian.”

Percakapan yang disaksikan oleh puluhan wartawan Amerika dan Ukraina di Ruang Oval, menjadi memanas sekitar 40 menit setelah Zelenskyy mengangkat isu invasi Rusia ke Krimea pada tahun 2014.

Wakil Presiden AS JD Vance langsung mengkritik Zelenskyy, menuduhnya melakukan “tur propaganda.”

“Saya pikir tidak sopan bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval untuk mencoba meributkan hal ini di depan media Amerika,” katanya kepada Zelenskyy.

Baik Vance maupun Trump menuduh pemimpin Ukraina tidak berterima kasih atas bantuan yang diterima negaranya dari Washington.

“Anda tidak punya kartu saat ini,” kata Trump, dengan nada yang meninggi saat Zelenskyy mencoba membantahnya. “Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang. Anda mempertaruhkan Perang Dunia III.”

Zelenskyy meninggalkan Gedung Putih lebih awal tanpa berpartisipasi dalam konferensi pers bersama yang dijadwalkan.

Kesepakatan mineral langka

Sebelum pertemuan berakhir, Trump mengatakan bahwa ia hampir menandatangani kesepakatan dengan Zelenskyy.

“Kami memiliki sesuatu yang merupakan kesepakatan yang sangat adil, dan kami berharap untuk masuk dan menggali, menggali, menggali, dan bekerja serta memperoleh sebagian mineral langka,” kata Trump kepada Zelenskyy yang tampak tidak nyaman.

Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan untuk kepemilikan bersama dan pengelolaan dana rekonstruksi pascaperang untuk Ukraina, yang mana Ukraina akan mengalokasikan 50 persen dari pendapatan masa depan dari sumber daya alam negara tersebut.

Trump menggambarkan perjanjian mineral ini sebagai sejenis “backstop” guna menggantikan jaminan keamanan di mana Amerika Serikat memberi dukungan garis belakang bagi pasukan perdamaian Ukraina pasca perang dengan Rusia.

“Itu artinya kami akan berada di dalam, dan itu adalah komitmen besar dari Amerika Serikat,” katanya.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan “komitmen keuangan jangka panjang untuk pengembangan Ukraina yang stabil dan makmur secara ekonomi.” Perjanjian tersebut tidak secara langsung merujuk pada upaya untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina atau tentang pengaturan keamanan di masa mendatang, selain dari satu baris: “Pemerintah Amerika Serikat mendukung upaya Ukraina untuk memperoleh jaminan keamanan yang diperlukan untuk membangun perdamaian abadi.”

Di luar kesepakatan mineral, Trump tidak berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan apa pun guna mendukung pasukan penjaga perdamaian Eropa untuk menegakkan gencatan senjata di masa mendatang antara Ukraina dan Rusia — tuntutan yang diajukan oleh Prancis, Inggris, dan sekutu NATO lainnya.

“Saya tidak suka berbicara tentang penjagaan perdamaian sampai kita mencapai kesepakatan,” kata Trump dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris Kier Starmer pada hari Kamis di Gedung Putih.

Pertemuan pertama di Gedung Putih

Trump dan Zelenskyy telah melakukan berbagai pertemuan tatap muka sebelumnya, tetapi pertemuan hari Jumat adalah pertemuan pertama mereka di Gedung Putih. Awal bulan ini, keduanya berbicara melalui telepon, menyusul pembicaraan telepon Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sejak menjabat, Trump telah meningkatkan tekanannya terhadap Ukraina, dan dengan keliru menyatakan bahwa Kyiv memulai perang dengan Rusia dan menyebut Zelenskyy sebagai “diktator.”

Ia juga telah mengulangi klaim bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan $350 miliar untuk perang Ukraina — angka yang jauh melampaui jumlah yang dicatat oleh Departemen Pertahanan dan kelompok pengawas antarlembaga yang melacak alokasi dana Amerika Serikat untuk Ukraina.

Sementara itu, Trump tengah melakukan negosiasi langsung dengan Rusia tanpa melibatkan Kyiv atau sekutu Eropa, dan dalam pembelaannya mengatakan hal itu sebagai “akal sehat” ketika berbicara dalam konferensi pers.

Ia menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “sangat maju” tetapi memperingatkan bahwa hanya ada sedikit waktu untuk mengamankan kesepakatan guna mengakhiri perang. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Putin akan “menepati janjinya” dan tidak melancarkan agresi lebih lanjut terhadap Ukraina jika kesepakatan damai antara Moskow dan Kyiv tercapai.

 

Berita Untuk Anda

Terpopuler

Tim Cobra Polres Karo Bekuk Pelaku Pencurian Mobil Canter, Diamankan di Pancur Batu

Karo - Gerak cepat Tim Cobra Satreskrim Polres Karo...

Agen Pertanian Diduga Bawa Kabur Ratusan Juta Uang Petani dan Pemilik Gudang, Dilaporkan Ke Polres Karo

Kabanjahe-Wanita berinisial N.G warga desa Kuta Julu kecamatan Tigapanah...

IMKA Minta Bupati Tertibkan Tempat Hiburan Malam

*Diskotik Bukan Budaya Karo Yang Dapat Merusak Generasi Muda* ​Kabanjahe...

Cara Mengatasi Perut Buncit dan Bahayanya

Perut buncit tidak hanya berpengaruh pada penampilan, namun juga...

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bupati Asahan Tekankan Sinergi Daerah dalam Pembahasan Revisi UU Pemerintahan Daerah

KISARAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri Rapat Rekomendasi Kebijakan Masukan Revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah di...

Wakil Bupati Asahan Buka Sosialisasi Penanganan Terpadu Gigitan Hewan Penular Rabies

KISARAN – Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., membuka Sosialisasi Protokol Tata Laksana Pasca Gigitan Terpadu pada Gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Aula...

Bupati Asahan Lepas Atlet Renang Berlaga di Indonesia Open 2026

KISARAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., melepas atlet renang asal Kabupaten Asahan, Giony Ruben Dwinov Siahaan, yang akan mewakili Sumatera Utara...

Wakil Bupati Asahan Buka Kemitraan Usaha Mikro, Dorong Produk Lokal Masuk Ritel Modern

KISARAN – Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., membuka Kegiatan Pemberdayaan Melalui Kemitraan Usaha Mikro Tahun 2026 di Aula UPTD BLK Kabupaten Asahan, Jalan...

Pemkab Asahan Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

KISARAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Asahan, Rabu (28/10/2026). Wakil Bupati Asahan,...

Kapolda Sumut Paparkan 4 Program Prioritas, Perkuat Sinergi Polisi Bersama Masyarakat

MEDAN — Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri bersama masyarakat melalui empat program prioritas yang...

Pimpin Rakorpem Oktober 2026, Wakil Bupati Asahan Tekankan Integritas dan Optimalisasi Anggaran

KISARAN – Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) Kabupaten Asahan Bulan Oktober 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan,...

Bunda PAUD Asahan Buka Peragaan Manasik Haji Cilik, Diikuti 1.243 Anak

KISARAN – Bunda PAUD Kabupaten Asahan melalui Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Lily Evi Zainal Arifin, secara resmi membuka Peragaan Manasik Haji Cilik...