Beranda blog Halaman 258

Pencuri Lembu di Deli Serdang Tewas, Mobil Dibakar

0
Pencuri Lembu
Ilustrasi
Dua pencuri lembu tewas dihajar massa di lahan garapan hutan tua, Dusun II, Desa Pasar VI Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (31/3/2023).

Kapolsek Beringin, AKP Doni Simanjuntak, menjelaskan, awalnya sekira pukul 03.30 WIB, jelang waktu sahur, Warsih (72), warga Dusun Teratai, Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, terbangun dari tidurnya.

“Korban ini terkejut melihat lembu di dalam kandang di samping rumahnya tinggal satu, padahal korban punya dua ekor. Kemudian korban melihat ada mobil yang mencurigakan, dan berteriak maling-maling!” kata Doni Simanjuntak.

Teriakan Warsih didengar pelaku. Seketika pelaku memacu mobil Daihatsu Xenia yang mereka kendarai dengan kecepatan tinggi.

Warga pun yang mendengar teriakan korban, juga langsung berhamburan keluar rumah dan mengejar mobil yang dikendarai pelaku sambil berteriak, maling, maling!

Teriakan warga yang mengejar pelaku itu, semakin membuat warga menjadi ramai.

Setibanya di lahan garapan hutan tua, Dusun II, Desa Pasar VI Kualanamu, Kecamatan Beringin, warga berhasil menghadang mobil yang dikendarai pelaku.

Melihat warga sudah berkerumun, kedua pelaku menghentikan laju mobilnya dan keluar untuk melarikan diri.

Melihat itu, warga mengejar kedua pelaku. Sebagian lagi, mengamankan mobil Xenia berisi satu ekor lembu milik korban, Warsih.

Naas bagi kedua pelaku, mereka tertangkap warga dan langsung dihakimi. Hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian. Sedangkan, warga lainnya membakar mobil Xenia yang digunakan pelaku untuk mengangkut lembu hasil curian milik korban.

Petugas Polsek Beringin yang mendapat informasi tersebut bergegas untuk mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad kedua pelaku ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs H Amri Tambunan.

Dari lokasi, petugas menyita barang bukti seekor lembu betina warna merah, satu unit mobil Xenia yang dibakar massa, dua plat mobil BK 1040 ZM dan BK 1962 JS yang diduga palsu.

“Untuk identitas kedua pelaku masih dalam penyelidikan,” sebut AKP Doni.

Antusias, Masyarakat Padati Operasi Pasar Murah di Pasar Sumbul

0
DAIRI– Ratusan warga Sumbul memadati Pasar Sumbul dalam Operasi Pasar Murah yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Dairi bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Pembantu Kabanjahe, Selasa (28/3/2023).

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Lipinus Sembiring menyampaikan kegiatan ini bertujuan menjagaparahnya pangan dan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kita menyediakan 300 paket dan mencoba menjaga ketersediaan dan stabilitas di tengah masyarakat. Harapannya harga-harga tidak naik dan tidak memberatkan masyarakat,” kata Lipinus.

Lebih lanjut Lipinus menyampaikan mekanisme pelaksaan pasar murah dilakukan dengan mengunjungi pasar-pasar tradisional dan memfasilitasi bulog untuk menjual barang stabilitas pangan.

“Kita memberikan nomor antrean kepada masyarakat dan mereka langsung membayar sesuai dengan harga yang telah dipersyaratkan. Setelah itu masyarakat dapat memperoleh pangan yang dibutuhkan untuk menghadapi lebaran,” ujar Lipinus.

Salah seorang warga, Renti Roslina Sinaga merasa senang dengan adanya operasi pasar murah ini. Ia menyebutkan, harga yang lebih murah sangat membantu bagi masyarakat.

“Sangat senang dengan kegiatan ini. kalau biasanya beli beras 10 kilogram harganya 160 ribu. Tapi ini, kami sudah dapat 10kg beras, 2 liter minyak dan 2 kilogram gula cuma bayar 148 ribu,” kata Renti.

Renti menambahkan, kegiatan ini sangat meringankan masyarakat terutama saat kondisi ekonomi yang tidak stabil.

“Sekarang harga jual petani sangat murah, tapi bahan makanan sangat mahal. Jadikan kalau ada pasar murah pasti sangat membantu,” ujar Renti.

Lebih lanjut, Renti menyampaikan harapannya agar Operasi Pasar dapat dilakukan setiap minggu dan jumlah paket diperbanyak lagi sehingga meringankan masyarakat.

Sebagai informasi, kegiatan operasi pasar pembicara oleh Bupati Dairi Eddy Berutu, Ketua Penggerak PKK Romy Mariani Simarmata – Ny. Eddy Berutu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Iwan Taruna Berutu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi Parlindungan Sihombing dan Tim Penataan Pasar Sumbul. (as)

 

26 Orang Pejabat Administrasi Dilantik, Sekda Budianta Minta ASN Loyal dan Wujudkan Visi Misi Dairi Unggul

0
DAIRI– Bupati Dairi, Eddy Berutu melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Budianta Pinem melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan, 26 orang pejabat Administrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi, (29/3/2023) di Aula Setdakab Dairi.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jonny Hutasoit, Kaban BKPSDM Dairi, Junihardi Siregar, Kadis Pendidikan Dairi, Fatimah Boang Manalu, Kadis PUTR Dairi, Masaraya Berutu, Kadis Sosial, Charles Bancin dan Kadis Kominfo Dairi Anggara Sinurat.

Budianta Pinem dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja diambil sumpah/janji jabatannya menjadi pejabat Administrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi. Budianta berpesan untuk seluruh ASN yang baru dilantik untuk tetap patuh, loyal dan setia kepada bangsa dan negara serta pimpinan.

“Sesuai dengan undang-undang No. 5 tentang ASN, Bupati Dairi adalah pembina kepegawaian untuk itu, apa yang kita kerjakan monologiatasnya kepada Bupati, sehingga kita harus patuhi regulasi aturan beliau seperti visi misinya untuk mewujudkan Dairi Unggul dan mensejahterakan masyarakat dalam harmoni Keberagaman,” ujarnya.

Budianta juga meminta kepada seluruh ASN yang baru dilantik untuk memberikan dedikasi dan pengabdian total serta selalu dapat menunjukkan sikap tauladan, abdi rakyat dan bisa dicontoh orang lain

“Bekerja harus total untuk mendukung visi misi seperti yang disampaikan Bupati Dairi, selain itu ASN harus berikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, tunjukkan bahwa ASN merupakan tauladan ditengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Budianta juga meminta kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk segera menyesuaikan diri ke tempat yang baru.

“Segera temui pimpinan yang baru, minta petunjuk apa yang harus dikerjakan, sehingga target untuk percepatan kegiatan dan penyerapan anggaran dapat segera terpenuhi,” katanya.

Adapun nama-nama pejabat administrasi yang baru dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya adalah Imelda Siburian sebelumnya sekretaris pada Kecamatan Siempat Nempu Hulu menjadi Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, Marina Mangihut Ito Sinaga sebelumnya menjabat Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan non formal pada Dinas Pendidikan menjadi Sekretaris Dinas Sosial.

Jhonnikolas Silalahi sebelumnya Kabid Bina Marga pada PUTR menjadi Kabid Rehabilitasi Sosial, Herni Rosni sebelumnya analisis kesehatan pada Dinas Kesehatan menjadi Kasubag Umum dan Kepegawaian di Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana

Selanjutnya, Hotliana Lumbanbatu sebelumnya Kasubbag umum pada PUTR menjadi Kasubbag Perencanaan, program dan pelaporan keuangan di Diskominfo, Makaryos Sagala sebelumnya menjabat Kabid Sumber Daya Air di PUTR menjadi Kabid Bina Marga di PUTR.

Erwin Sitorus sebelumnya Kabid Perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah pada Bappeda menjadi Kabid perumahan dan kawasan permukiman di PUTR, Agung Prasetyo sebelumnya Kabid perumahan dan kawasan permukiman di PUTR menjadi Kabid Sumber Daya Air di PUTR.

Selanjutnya, Sandra Berliana Situmeang sebelumnya Kasubbag Perencanaan program, pelaporan dan keuangan di BPBD menjadi Kasubbag umum di PUTR. Roida Marbun sebelumnya analisis tata usaha pada PUTR menjadi Kasubbag keuangan dan aset PUTR. Parsaulian Sagala sebelumnya bendahara pada PUTR menjadi Kasubbag tata usaha UPT. Peralatan PUTR.

Selanjutnya, Ferry Gorma Naibaho sebelumnya Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan pada BPBD menjadi Kabid perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah Bappeda, Wandi Bron Tumanggor sebelumnya kabid kedaruratan dan logistik Bappeda menjadi Kabid perekonomian SDA, infrastruktur dan kewilayahan Bappeda.

Hasudungan Leo Natalia Sianturi sebelumnya kabid perekonomian SDA, infrastruktur dan kewilayahan Bappeda menjadi Kabid kedaruratan dan logistik pada BPBD, Frans Sion Bakkara sebelumnya Kabag Pengadaan barang dan jasa pada sekretariat daerah menjadi Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD. Gunung Sinulingga sebelumnya Kasubbag Perencanaan, program pelaporan dan keuangan pada Diskominfo menjadi Kasubbid Rekonstruksi BPBD.

Selanjutnya, Bertha Nababan sebelumnya penyusun rencana pengendalian anggaran pada bagian administrasi pembangunan sekretariat daerah menjadi Kasubbag Perencanaan program pelaporan dan keuangan pada BPBD, Bahtiar Lingga sebelumnya Kasubbid Rekonstruksi BPBD menjadi analisis tata usaha BPBD.

Mariady Simanjorang sebelumnya kabid rehabilitasi sosial pada Dinsos menjadi sekretaris Dinas Pendidikan. Viddon Rajagukguk sebelumnya kasi kelembagaan dan Sapras SD Dinas Pendidikan menjadi Kabid pembinaan SD pada Dinas Pendidikan. Tiamin Siregar sebelumnya analisis kurikulum dan pembelajaran Dinas Pendidikan menjadi kasi kelembagaan Sapras SD pada Dinas Pendidikan. Agel Siregar sebelumnya sekretaris Dinas Pendidikan menjadi sekretaris dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa.

Rosianti Pasaribu sebelumnya analisis objek wisata pada Disparbudpora menjadi sekretaris di dinas pertanian, ketahanan pangan dan perikanan. Angelius Henry Sigalingging sebelumnya sekretaris di dinas pertanian, ketahanan pangan dan perikanan menjadi Kabid pembinaan dan pengembangan SDM di BKPSDM.

Rickson Panggabean sebelumnya perencana ahli muda pada Dinas lingkungan hidup menjadi Kabid penataan dan penataan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada dinas lingkungan hidup. Hanna Rut Debora Napitupulu sebelumnya Kasubbag keuangan dan aset di PUTR menjadi kasi kesejahteraan rakyat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu dan Sumihar Siregar sebelumnya kasi kesejahteraan pada kecamatan Siempat Nempu Hulu (Ybs pensiun TMT 1/4/2023). (Nid)

 

Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting, Bupati Eddy Berutu: Angka Stunting di Dairi Terus Menurun

0
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Berutu mengatakan angka stunting di Kabupaten Dairi setiap tahun mengalami penurunan.

Bupati menyebut angka prevalensi stunting di Dairi tahun 2020 sebesar 18,35%, menurun menjadi 15,13% di tahun 2021, dan menurun lagi di tahun 2022 menjadi 13,24%.

Hal ini disampaikan Bupati Eddy Berutu pada penilaian kinerja kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2022 di Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention Medan, Rabu (29/3/2023).

Dari 8 aksi konvergensi, kata Bupati, beberapa aksi yang sudah dilakukan di antaranya aksi pertama analisis situasi telah membentuk tim koordinasi penurunan stunting (TPPS) Dairi tahun 2021, TPPS kecamatan dan desa, tim pendamping keluarga, kader pembangunan manusia dan pendamping PKH.

“Terdapat 10 kecamatan yang mengalami penurunan stunting. Kecamatan Siempat Nempu Hilir menjadi daerah yang tinggi angka stunting, yakni sebesar 25,98%. Kecamatan Sitinjo menjadi daerah yang terendah angka stunting yakni sebesar 5,55%, ujar Eddy Berutu di hadapan para panelis.

Menurut Bupati, yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting yakni intervensi perangkat daerah di desa lokus stunting. Selain itu, dinas kesehatan melakukan pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, edukasi pemberian tambahan asupan gizi pada balita gizi kurang.

Hal lainnya yang dilakukan dinas pertanian melakukan pendampingan bagi kelompok masyarakat pekarangan pangan lestari (PPL) dalam peningkatan dan pemanfaatan pekarangan rumah di 26 desa lokus.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Plt Kadis Pemdes Leonardus Sihotang, Kepala Bappeda Aryanto Tinambunan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Ruspal Simarmata, dan Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik. (Nid)

Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran, Bupati Dairi: Pemerintah Hadir Dalam Keadaan Apapun

0
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyerahkan bantuan kepada korban bencana kebakaran di Desa Siulok, Kecamatan Siempat Nempu, Selasa (28/3/2023).

“Saya atas nama pribadi Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu turut prihatin dan merasakan musibah yang menimpa lae Horas silaban dan Ibu Boru Manalu. Kehadiran saya sebagai Bupati Dairi menunjukkan bahwa pemerintah hadir ke masyarakat dalam keadaan apapun dan akan selalu tanggap,” kata Bupati.

Seperti diketahui, rumah Horas Silaban/Br Manalu, warga Desa siulok, Kecamatan Siempat Nempu mengalami musibah kebakaran pada minggu 26 Maret lalu, menimbulkan korslet arus listrik.

Pemerintah kecamatan dan juga Bupati Dairi Eddy Berutu Menyerahkan bantuan sebagai bentuk rasa kepedulian serta sedikit meringankan penderitaan keluarga yang tentunya sangat bersedih dan ikut prihatin atas apa yang terjadi

“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Desa Siulok ini, yang sudah ikut membantu keluarga Bapak Horas Silaban saat mengalami musibah seperti ini. Ini sangat bagus di mana kita harus saling membantu sesama,” kata Bupati.

Eddy Berutu melanjutkan kita memang kadang diberikan ujian oleh Yang Maha Kuasa, untuk melihat kesetiaan kita kepada-Nya. “Tetap kuat, Laeku Silaban dan keluarga. Semoga di balik semua musibah ini ada rencana indah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucap Bupati Eddy Berutu.

Bantuan yang diberikan seperti bahan bangunan dan santunan kepada keluarga korban.

Sebagai informasi, keluarga korban saat ini sedang tinggal di rumah saudaranya sambil menunggu tempat tinggal mereka dibangun kembali.

Pemyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Ketua PKK Romi Mariani Eddy Keleng Ate Berutu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Camat Siempat Nempu, dan Kepala Desa Siulok. (Nid)

 

Pandangan Hukum Permasalahan PT Rendi Permata Raya dengan Masyarakat Singkuang di Madina

0
Rendi
Prinsip pengelolaan dan pemanfaatan terhadap bumi dan kekayaan alam Indonesia haruslah ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.

Maka dari itu pengelolaan dan penguasaan tanah dan air diatur ketat dalam UUD 1945 dan juga Undang-Undang serta aturan-aturan turunan lainnya.

Negara selaku pengelola dari kekayaan alam Indonesia menjadi satu-satunya pihak yang memiliki kewenangan untuk mendistribusikan pengelolaan kekayaan alam tersebut.

Apakah akan dikelola langsung oleh instansi dan Badan-Badan Usaha milik negara atau didistribusikan kepada pihak lain apakah itu pihak swasta maupun warga negara perorangan yang memang memiliki kebutuhan dan kemampuan untuk mengelola sumber daya alam tersebut.

Keseluruhan dari praktek distribusi pengelolaan kekayaan alam tersebut harus dan hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Lalu bagaimana praktek dari distribusi pengelolaan itu, apakah sudah terjadi keseimbangan antara pengelolaan oleh pemodal swasta dan warga negara perorangan dalam hal ini petani penduduk setempat yang memang menggantungkan kehidupan dan ekonomi keluarganya dari hasil bumi lewat cara berkebun atau petani.

Sejatinya pihak pemodal swasta yang mendapatkan izin untuk mengelola tanah milik negara untuk menjadi perkebunan tidak bisa lepas dari tanggung jawab untuk mendistribusikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada petani.

Sebagai wujud dari usaha pencapaian kesejahteraan bersama bukan hanya mengeruk keuntungan sepihak dan meninggalkan petani dan penduduk setempat dalam kemiskinan akut. Semangat inilah yang diatur pemerintah dalam UU Perkebunan dan Permentan No 26 tahun 2007.

Mengapa ada kewajiban penyertaan petani dalam pengelolaan HGU tersebut? Karena hanya dengan cara itulah praktek distribusi manfaat tanah dan kebun dapat dibagi kepada penduduk setempat yang sejatinya merupakan stakeholder paling berhak untuk menjadi pihak yang mendapatkan izin mengelola tanah tersebut.

Praktek pemberian HGU kepada pemodal swasta yang datang dari luar sejatinya sudah mempersempit kalau tidak boleh dikatakan mematikan sebagian besar hak dari petani dan kelompok tani untuk mengelola tanah yang mereka alami dan tunggui selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun secara turun temurun.

Apa yang terjadi di desa singkuang dapat dikatakan sebagai gambaran kecil bagaimana distribusi kekayaan negara dalam hal ini tanah dan izin pengelolaannya yang dikeluarkan lewat HGU ternyata selama belasan tahun tidak membawa manfaat apa-apa bagi petani dan kelompok-kelompok tani di desa singkuang.

PT. Rendi PErmata Raya yang sudah berdiri selama 14 tahun di Desa Singkuang yang artinya sudah selama 14 tahun juga PT. Rendi Permata Raya mengelola HGU di kawasan desa Singkuang. Selama 14 tahun tersebut pula PT. Rendi PErmata Raya sudah mengeruk keuntungan dari usaha perkebunan yang dioperasikan di atas lahan HGU di kawasan desa Singkuang tersebut.

Sebagai perusahaan perkebunan sawit dengan izin pengelolaan HGU (Hak Guna Usaha) tentu saja PT. Rendi Permata Raya tidak terlepas dari kewajiban untuk mengeluarkan sebagian dari hak pengelolaan HGU nya untuk dikelola oleh petani dan kelompok tani dari penduduk desa Singkuang dalam bentuk kebun plasma.

Dan pembangunan kebun plasma ini juga menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari PT. Rendi Permata Raya yang tidak boleh dibantah dan dielakkan.

Penolakan pembangunan kebun plasma yang diperuntukan bagi petani dan kelompok tani dari desa singkuang bukan hanya melanggar ketentuan permentan, namun juga dapat diduga menjadi sebuah tindak kejahatan yang dilakukan secara terencana.

Karena efek dari penolakan perusahaan perkebunan pengelola izin HGU untuk membangun kebun plasma bukan hanya hilangnya kesempatan bagi petani dan kelompok tani dari warga setempat untuk mengelola kebun tapi juga merupakan tindakan perampasan dari kekayaan negara dan pemiskinan terhadap warga masyarakat setempat yang merupakan stakeholder langsung dari tanah yang dikelola HGU nya tersebut.

Terhadap PT RendiPermata Raya yang sudah beroperasi selama 14 tahun mengelola HGU di desa singkuang ternyata sampai saat ini tidak merelasikan kewajibannya untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat petani dan kelompok tani di Desa Singkuang sesuai tuntutan dari Permentan Nomor 26 Tahun 2007 angka 11, dimana perusahaan perkebunan pengelola izin Hak Guna Usaha dikenai kewajiban untuk membangun kebun untuk masyarakat sekitar paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan.

Tapi apa yang terjadi di lapangan?
PT. Rendi Permata Raya tela nyata-nyata dengan arogan menolak untuk melaksanakan kewajibannya tersebut. Dengan cara menolak untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat petani dan kelompok tani dari masyarakat Desa Singkuang sekitarnya.

Tindakan penolakan dan arogansi dari PT. Rendi PErmata Raya ini adalah karakter buruk dari modal swasta yang hanya mau mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari usaha yang dilakukan tapi menolak untuk mendistribusikan manfaat pengelolaan lahan tersebut bagi peningkatan kesejahteraan dari petani dan masyarakat sekitar lahan HGU yang kesempatan untuk bertani dan kebun sudah dirampas oleh perusahaan tersebut.

Terhadap permasalahan di atas maka tindakan dari warga masyarakat Desa Singkuang untuk menggugat dan mengadukan PT. Rendi Permata Raya tersebut ke Pemerintah Kabupaten Madina, Komisi Pengawas Persaingan Usaha hingga DPRD Madina merupakan langkah yang tepat dan harus mendapat dukungan dari seluruh pihak di Kabupaten Madina khususnya dan umumnya seluruh elemen pemerhati keadilan dan kesejahteraan bagi petani yang menjadi korban dari kesewenang-wenangan Pengusaha Perkebunan.

Apabila PT Rendi PErmata Raya tetap menolak untuk melaksanakan kewajibannya membangun kebun plasma dari minimal 20% hak mengelola lahannya maka sudah sangat layak pemerintah mengambil sikap tegas untuk mencabut izin operasional perusahaan tersebut dan mencabut HGU nya dari desa Singkuang.

Karena tindakan perusahaan yang hanya mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari kekayaan alam negara tanpa komitmen untuk mendistribusikan keuntungan yang diperoleh kepada masyarakat sekitar adalah tindakan pengkhianatan terhadap tujuan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini.

Kehadiran perusahaan yang mengeruk keuntungan dan menguras kekayaan alam tanpa membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sudah sangat layak dimusnahkan dari bumi Indonesia raya ini.

Bagaimana tanggapan Pemerintah dan instansi yang terkait?
Sebagaimana kita ketahui warga desa Singkuang sudah melakukan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan dari PT Rendi PErmata Raya ini.

Sekitar 371 Petani Plasma Singkuang melakukan unjuk rasa ke pemerintahan kabupaten MAdina menggugat lemahnya pemerintah kabupaten ketika berhadapan dengan pengusaha seperti PT. Rendi Permata Raya ini.

Seolah pemerintah kabupaten tiba-tiba menjadi impoten dan tidak dapat menekan pengusaha untuk melaksanakan kewajibanya menyediakan dan membangun kebun plasma bagi petani dan kelompok tani di desa Singkuang.

Kecurigaan bahwa pemerintah kabupaten sudah impoten dan “masuk angin” karena proses gugatan warga terhadap PT Rendi Permata Raya ini sudah beberapa kali difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Namun berulang kali pertemuan tersebut tidak ada hasil yang terwujud, karena perusahaan tidak memberikan kepastian tentang kapan dan bagaimana mereka akan menunaikan kewajibannya kepada masyarakat.

Dan lebih buruk lagi, pemerintah Kabupaten Mandailing Natal tidak punya nyali dan ketegasan untuk menindak PT Rendi Permata Raya.

Pemerintah kabupaten Mandailing Natal maupun Bupati Mandailing Natal kami anggap tidak tegas dalam memberikan sanksi dan hukuman terhadap PT. Rendi Permata Raya yang mengelola 3,741 Ha lahan HGU (Hak Guna Usaha) sejak 2005.

Masyarakat sudah terlalu diam dan sabar dalam menghadapi kesewenang-wenangan perusahaan tersebut tentu tidak bisa selamanya diam dan membiarkan apa yang menjadi hak mereka dirampas begitu saja.

DPRD Kabupaten Mandailing Natal dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal harusnya menjaga marwahnya di depan pengusaha.

Karena PT Rendi Permata Raya sudah terikat komitment dengan PEmerintah dalam bentuk MOU untuk merealisasikan kebun plasma tersebut. Tapi sampai tidak terjadi realisasi dari MOU tersebut selayaknya pemerintah kabupaten dan DPRD yang lebih dulu merasa tertampar karena MOU yang dikangkangi tersebut.

Dan sudah seharusnya menindak perusahaan tersebut dengan minimal penghentian sementara operasional perusahaan sampai perusahaan menyelesaikan tanggung jawab pembangunan plasma yang sudah belasan tahun mereka abaikan.

Bila hal tersebut tidak dilakukan juga maka sudah selayaknya ijin operasional dan ijin HGU PT Rendi Permata Raya dicabut sepenuhnya.

Bila Pemerintah Kabupaten dan DPRD tetap dalam sikap gamang seperti ini, maka patut diduga arogansi perusahaan ini terjadi karena mereka sudah berhasil menundukan pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Eskalasi gugatan layak ditempuh oleh petani masyarakat desa singkuang kepada lembaga politik yang lebih tinggi baik di tingkat provinsi maupun ke pemerintahan pusat.

Ditulis Oleh Ronald Syafriansah SH. Advokat & Putra Daerah Pantai Barat Mandailing

Berharap Jadi Desa Binaan Hatinya PKK Terbaik Se- Sumut, Ketua PKK Dairi Serahkan Bantuan ke Desa Pasi

0
DAIRI – Desa Pasi, Kecamatan Berampu telah ditetapkan menjadi desa binaan Hatinya PKK melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu. Atas penunjukan tersebut, Tim Penggerak PKK Dairi melakukan pembinaan secara bertahap agar desa tersebut dapat menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Pembinaan dirangkai dengan pembagian bantuan dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Selasa (28/3/2023).

Pada kegiatan tersebut, Romy Mariani mengatakan Desa Pasi sebagai desa binaan Hatinya PKK diharapkan mampu memberikan dampak kepada warganya. Dampak yang dirasakan adalah seluruh warga menjadi hidup sehat dengan berbagai bantuan yang diserahkan pemerintah.

“Ini bukan akhir, harus ada hasilnya, harus dikembangkan dan dukungan dari pemerintah harus terus berkesinambungan. Desa ini sudah kami lihat bersih, berarti gotong royong tetap dijalankan. Partisipasi masyarakat tetap diperlukan, semoga ini menjadi berkah bagi masyarakat Desa Pasi sehingga masyarakatnya sejahtera,” kata Romy Mariani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Robot Simanullang yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan pihaknya sangat fokus terhadap Desa Pasi sebagai desa binaan.

Sebagai bentuk dukungannya, Robot menyampaikan dinas pertanian akan menyerahkan bantuan. Bantuan tersebut berupa benih ikan lele sebanyak 5.500 ekor, bawang merah 200 kg, itik sebanyak 120 ekor umur 3 bulan serta bibit sayur bayam dan kangkung.

Setelah menerima bantuan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pasi Mardawati Sullam Manik menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan PKK Dairi bersama dengan dinas pertanian.

“Terima kasih juga dukungan dari Ketua PKK Dairi, yang selalu memberikan perhatian kepada desa ini. Kepada masyarakat, mari kita manfaatkan dukungan ini dengan baik agar harapan kita desa ini menjadi desa terbaik di Sumatera Utara,” ujarnya yang didampingi Camat Berampu Ramadhayani Berampu.

Dalam pembinaan ini, Romy Mariani bersama PKK Desa Pasi melakukan tanam bersama bawang merah di taman PKK Desa Pasi. Selain itu, dilakukan juga penaburan benih ikan lele di kolam warga. (Nid)

 

Gelar Pasar Murah di Sumbul, Bupati Eddy Berutu: Tekan Inflasi dan Menjaga Harga Kebutuhan Pokok Stabil

0

DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di Pasar Sumbul, Selasa (28/3/2023).

Menurut Bupati, operasi pasar ini untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan serta menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat, terutama pada bulan puasa tahun ini.

Bupati menambahkan operasi pasar murah ini jadi salah satu langkah strategis menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok tidak melambung tinggi.

“Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu warga ekonomi menengah ke bawah guna mendapat bahan pangan murah dan terjangkau,” kata Bupati.

“Saya senang bisa hadir di sini. Tadi saya mendapat masukan dari warga agar kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Segala masukan akan kami bahas bersama dinas terkait dan bagian perekonomian,” kata Bupati menambahkan.

Pasar murah inipun ramai diserbu warga ber-KTP Kecamatan Sumbul. Elisahti boru Girsang contohnya. Ibu rumah tangga ini mengaku bersyukur pemerintah menggelar pasar murah ini sambil berharap kegiatan serupa bisa digelar berkelanjutan.

“Kami bersyukur atas kegiatan ini, terima kasih Pak Bupati telah menggelar pasar murah ini. Maunya setiap pasar di hari Selasa bisa diadakan dan bisa dilakukan berkelanjutan,” katanya sambil tertawa.

Operasi pasar murah tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Dairi bersama Bulog Medan. Pasar murah ini menjual beberapa kebutuhan pokok seperti Beras 10 kg, gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 kg dalam satu paket dengan harga Rp. 148 ribu.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perindagkop Iwan Taruna Berutu, Kadis Perhubungan Parulian Sihombing, Tim dari Bulog Medan, serta tim PD Pasar Sidikalang. (Nid)

 

Polsek Sekayu Amankan Miras di Operasi Pekat Musi 2023

0
Polsek
Muba – Untuk menjaga umat muslim beribadah dibulan suci Ramadhan dan menindaklanjuti operasi pekat Musi 2023 yang sedang berlangsung saat ini, Polsek Sekayu Polres Musi Banyuasin menggelar razia di warung-warung yang diduga menjual minuman keras.

Kali ini, Personil Polsek Sekayu merazia warung manisan milik Cemi Lala yang berada di kelurahan Kayuara kecamatan Sekayu pukul 23.30 Wib, Senin (27/03/2023).

Hasil temuan dalam razia tersebut ternyata selain menjual barang-barang manisan warung tersebut juga menjual minuman keras (miras).

Minuman keras yang ditemukan di warung tersebut 26 botol besar anggur merah dan 53 botol kecil anggur merah.

Kapolres Muba AKBP Siswandi, S.Ik., SH., MH., melalui Kapolsek Sekayu AKP Suvenfri SH., membenarkan temuan miras saat melakukan razia.

“Ya, pada malam tadi kami bersama anggota melakukan razia di warung-warung yang diduga menjual minuman keras, ada beberapa warung yang kami razia, namun yang kami temukan di warung manisan milik Cemi Lala di kelurahan Kayuara yang kami temukan ada menjual minuman keras,” Jelas Suvenfri.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meminimalisir penyakit masyarakat terlebih saat bulan suci Ramadhan, juga menindak lanjuti dari pada operasi pekat Musi 2023 yang sedang berlangsung saat ini, yang salah satu sasaran dari operasi tersebut adalah minuma keras.

Polsek

“Kegiatan ini masih tetap berlanjut, dan bukan hanya miras saja yang menjadi sasaran, tetapi judi, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya akan kami lakukan penindakan, “Ujar Suvenfri.

Terpisah Cemi Lala menerangkan bahwa barang berupa minuman keras tersebut didapat dari membeli dari sopir mobil box yang tidak tahu namanya.

“Per dus anggur merah botol besar seharga Rp. 660.000,- dan anggur merah botol kecil Rp. 650.000”. Tutupnya. (Berry)

Selama Tiga Hari CDI Entertain Telah Bagikan 2100 Paket Takjil Kepada Masyarakat Kota Binjai

0
Bagikan Takjil
BINJAI | Pembagian Takjil Di Hari Ketiga, CDI Entertain bersama team membagikan 1000 paket makanan dan minuman kepada pengendara di sekitar lampu merah tugu, Selasa (29/03/2023) sekira pukul 17.00 wib sore.

Pembagian Takjil terakhir ini berbeda dengan menu makanan yang sebelumnya, kali ini Takjil yang dibagikan ada beberapa jenis makanan dan minuman untuk masyarakat menjelang berbuka puasa.

“Hari ini, terakhir kami dari CDI Entertain membagikan takjil kepada masyarakat, dan ada sekitar 1000 Takjil makanan dan minuman yang telah kami bagikan, dan total keseluruhan selama tiga hari ini sekitar 2100 Takjil yang telah dibagikan ke masyarakat kota Binjai, semoga dengan pembagian Takjil gratis ini bermanfaat bagi yang menjalankan ibadah puasa,” ucap Putra Perangin-angin di sela pembagian Takjil.

Pria yang akrab disapa Putra ini mengungkapkan, aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat. Di antaranya, pemulung, pengemudi ojol dan pengguna jalan lainnya.

“Harapannya kedepan, CDI Entertain semakin sukses terus dan tetap solid, dan mudah mudahan Tahun kedepannya kita masih bisa berbagi Takjil lagi,” pungkasnya.

Bagikan takjil

Sementara itu, Amri(49) salah seorang warga mengatakan, mengucapkan terima kasih banyak kepada CDI Entertain atas Takjil gratis yang telah diberikan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, semoga CDI Entertain sukses terus dan kepada pemilik CDI semoga rezekinya bertambah dan diberikan kesehatan selalu, Amin,” ungkap Amri.

Selanjutnya, setelah pembagian Takjil, seluruh team CDI Entertaint dan CDI Lovers mengadakan berbuka puasa bersama.

“CDI Entertain Selalu Dihati”

(S.T)