Beranda blog Halaman 45

AFC Raih Juara Liga Futsal Nusantara 2025, Pemkab Asahan Apresiasi dan Dukung Penuh ke Liga Pro

0

Kebanggaan besar kembali hadir untuk Kabupaten Asahan. Asahan Futsal Club (AFC) di bawah manajer Iwa Risfa Lubis berhasil menorehkan sejarah dengan menjuarai Liga Futsal Nusantara 2025 usai mengalahkan Raybit FC dengan skor meyakinkan 4-1 di partai final yang berlangsung di GOR Bung Karno, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (10/8/2025).

Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah AFC untuk melaju ke Liga Pro Futsal Indonesia 2025 yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi dunia olahraga Asahan, mengingat ini adalah kali pertama AFC menembus kompetisi futsal tertinggi di tanah air.

Pelatih kepala AFC, Akhmad Riansyah, S.Pd., bersama asisten pelatih Rudi Hartadi Siregar, Rinaldi, S.Pd., M.Pd., serta official M. Nazli Alfitra dan Misli M. Noor, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah semua strategi yang disiapkan berjalan dengan baik dan diterapkan dengan sempurna oleh para pemain di lapangan,” ujarnya.

Kapten tim, Diki Wahyudi, yang akrab disapa Bobo, mengungkapkan kebanggaannya bisa mempersembahkan tropi juara untuk masyarakat Asahan. “Dari awal penyisihan hingga final kami belum pernah kalah. Ini semua berkat doa, dukungan, dan semangat dari seluruh masyarakat Asahan, termasuk Bupati, Forkopimda, dan para sponsor,” ucapnya.

Menanggapi prestasi ini, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. bersama Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.AP. memberikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami bangga dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim, pelatih, dan manajemen AFC. Kemenangan ini adalah bukti kerja keras, kebersamaan, dan dedikasi luar biasa yang membawa nama Asahan berkibar di tingkat nasional. Pemkab Asahan akan terus mendukung langkah AFC menuju Liga Pro agar prestasi ini bisa berlanjut di level yang lebih tinggi,” ungkap Bupati.

Wakil Bupati Asahan menambahkan bahwa keberhasilan AFC menjadi inspirasi bagi generasi muda Asahan untuk berani bermimpi dan berprestasi. “Kami berharap semangat juang dan sportivitas AFC dapat menjadi teladan, bahwa dengan kerja keras dan disiplin, mimpi besar bisa terwujud,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, AFC bukan hanya mengharumkan nama Kabupaten Asahan, tetapi juga membuka peluang besar bagi perkembangan olahraga futsal di daerah. Pemkab Asahan berkomitmen memberikan dukungan pembinaan berkelanjutan agar semakin banyak atlet muda Asahan yang mampu bersaing di panggung nasional dan internasional. (As)

Bupati Asahan Berhasil Amankan Proyek Strategis RS Regional dari Kemenkes

0

Pemerintah Kabupaten Asahan kembali mencatat capaian penting di bidang kesehatan. Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., sukses memastikan Kabupaten Asahan menjadi salah satu daerah yang akan mendapatkan pembangunan Rumah Sakit Regional Lengkap Berkualitas dari Kementerian Kesehatan RI.

Audiensi resmi ini dilaksanakan pada Senin, 11 Agustus 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, dan diterima langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, beserta jajaran. Kehadiran Bupati Asahan bersama para kepala daerah lainnya merupakan tindak lanjut dari surat resmi Gubernur Sumatera Utara terkait percepatan program prioritas pemerintah pusat di bidang kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan menyambut positif dan memberikan dukungan penuh terhadap usulan pembangunan RS Regional Kawasan Pantai Timur yang akan berlokasi di Kabupaten Asahan. Rumah sakit ini direncanakan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan lengkap dengan fasilitas unggulan, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Asahan dan sekitarnya.

Bupati Asahan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas komitmen Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Ini adalah keberhasilan bersama. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kita akan memiliki rumah sakit berkualitas tinggi yang tidak hanya melayani masyarakat Asahan, tetapi juga kabupaten/kota di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara. Ini akan menjadi lompatan besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan,” ujar Bupati.

Pembangunan RS Regional Asahan ini akan menjadi bagian dari strategi besar pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan mengurangi beban rumah sakit rujukan di kota besar, sekaligus meningkatkan akses layanan medis spesialis di daerah.

Pemerintah Kabupaten Asahan memastikan akan mempersiapkan lahan, dukungan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi pembangunan rumah sakit ini. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Asahan dalam membangun sektor kesehatan, sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan masyarakat Asahan yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (As)

Peringatan HKG PKK ke-53 Dorong Keluarga Tangguh dan Sejahtera di Sumut

0

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmen memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan masyarakat, melalui peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di Grand Mercure, Kota Medan.

Mengusung tema nasional “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan penguatan program PKK yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu, menekankan bahwa gerakan PKK harus berkesinambungan dan berbasis aksi nyata, meliputi peningkatan gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi rumah tangga, serta penguatan pendidikan karakter.

Sejumlah agenda prioritas yang ditekankan antara lain:
– Penguatan ketahanan pangan keluarga dan penanganan stunting.
– Peningkatan gizi balita dan kesehatan ibu.
– Pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM.
– Penguatan peran keluarga sebagai pusat pendidikan karakter generasi muda.

Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, bersama jajaran ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Kehadiran Ny. Yusnila menjadi momentum memperkuat sinergi antara TP PKK Kabupaten Asahan dan TP PKK Provinsi, khususnya dalam implementasi 10 Program Pokok PKK di tingkat daerah. Fokus kerja sama diarahkan pada percepatan penurunan stunting, penguatan peran perempuan dalam ekonomi keluarga, serta peningkatan literasi keluarga di Asahan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Bayarin Yunus Tanjung, mengapresiasi kontribusi PKK dalam menggerakkan masyarakat di berbagai sektor. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, kader PKK, dan mitra kerja menjadi kunci keberlanjutan program.

“Ke depan, tantangan semakin kompleks. Sinergi pemerintah daerah dengan TP PKK harus terus diperkuat agar gerakan ini mampu beradaptasi dan menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.

Dengan membawa hasil pembahasan dan strategi implementasi dari forum ini, TP PKK Kabupaten Asahan diharapkan dapat mengakselerasi program pemberdayaan keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera di wilayahnya. (As)

Pengibaran Bendera Merah Putih di Air Terjun Simonang-Monang Sambut HUT ke-80 RI

0

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), kawasan Wisata Air Terjun Simonang-Monang di Desa Perkebunan Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, dipenuhi warna Merah Putih.
Sabtu (09/08/2025).

Sebanyak 500 bendera Merah Putih dikibarkan di area wisata, termasuk satu bendera raksasa berukuran panjang 80 meter dan lebar 80 centimeter yang membentang megah di antara gemuruh air terjun.

Pengibaran bendera ini dihadiri oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Dandim 0208/Asahan, Kapolres Asahan, mewakili Kajari Asahan, mewakili Danlanal TBA, mewakili Danyon 126/KC, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para Asisten, Staf Ahli, Camat se-Kabupaten Asahan, Ketua dan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Dim 0208 Asahan Korcabrem 022 PD I/BB, Ketua Bhayangkari Cabang Asahan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Asahan, Forkopimcam Bandar Pulau, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa pengibaran bendera ini bertujuan untuk menghidupkan kembali daya tarik wisata Air Terjun Simonang-Monang. “Tujuan pengibaran bendera di wisata Air Terjun Simonang-Monang ini untuk membangkitkan kembali destinasi ini. Kita kembalikan lagi kejayaannya”. Ungkapnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. “Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu jua. Ayo kita membangun bangsa ini dimulai dari Kabupaten Asahan”. Tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga kelestarian di tempat kita sehingga keindahan tetap terjaga”. Tutupnya.

Kegiatan diawali dengan penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis kepada Kepala Desa se-Kecamatan Bandar Pulau oleh Bupati Asahan bersama Forkopimda dan tamu kehormatan. (As)

Serahkan DBH, Gubernur Sumut Tekankan Kolaborasi Bupati dan Wali Kota untuk Perkuat Layanan Dasar dan UHC

0

Pemerintah Kabupaten Asahan menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2025 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan resmi yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan. Penyerahan DBH disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Utara. Untuk Kabupaten Asahan, DBH diterima langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si.

DBH merupakan bagian dari mekanisme transfer fiskal provinsi kepada kabupaten/kota yang bersumber dari pendapatan pajak daerah dan retribusi. Dana ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan prioritas dan pelayanan dasar. Di Kabupaten Asahan, DBH difokuskan untuk memperkuat pembiayaan sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, serta reformasi tata kelola dan digitalisasi layanan publik.

Salah satu fokus utama penggunaan DBH adalah mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Saat ini, tingkat cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Asahan telah mencapai sekitar 85% dari total penduduk. Dukungan fiskal dari DBH menjadi bagian penting untuk mendorong percepatan kepesertaan penduduk melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah. Pemanfaatan DBH juga diarahkan untuk memenuhi belanja wajib dan mendukung keberlanjutan pembangunan strategis, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan efektivitas belanja daerah. Langkah ini mencerminkan sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempercepat pencapaian target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Asahan.

Penyaluran DBH ini sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah Pemkab Asahan: “Asahan Sejahtera, Religius, Maju dan Berkelanjutan,” dengan menempatkan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama dalam kebijakan fiskal dan pembangunan.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Arifin Sinaga, M.H; Kepala Bapperida Kabupaten Asahan; Kepala BKAD Kabupaten Asahan; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Asahan; Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan; dan Kabag Umum Setdakab Asahan. (As)

Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Asahan Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

0

Dalam upaya mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Asahan terus menggencarkan program-program strategis berbasis partisipasi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan revitalisasi pasar tradisional dan penguatan nilai-nilai sosial budaya, selaras dengan visi Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter serta misi meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat.

Sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar kegiatan gotong royong massal di sejumlah titik strategis, seperti Pasar Bakti, Pasar Inpres, dan Pasar Kartini Kisaran.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan pasar, tetapi juga menjadi simbol solidaritas sosial dan kepedulian masyarakat terhadap ruang publik. Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.A.P, yang hadir mewakili Bupati Asahan H. Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa gotong royong adalah bagian dari kepribadian bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan.

“Gotong royong adalah bagian dari identitas bangsa Indonesia. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga. Dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar, kita turut mendukung sektor UMKM serta menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif,” ujar Wakil Bupati.

Wabup juga menjelaskan bahwa pasar tradisional memiliki posisi strategis dalam mendukung perputaran ekonomi lokal. Oleh karena itu, menciptakan pasar yang bersih dan tertata menjadi bagian penting dalam program pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Asahan.

“Pasar yang bersih dan nyaman akan meningkatkan kepercayaan pembeli, memperkuat daya saing pedagang, dan secara langsung berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, kegiatan gotong royong ini juga bertujuan mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan, serta melestarikan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretaris DPRD Kabupaten Asahan, sejumlah Kepala dan Sekretaris OPD, para Camat, Lurah, serta tokoh masyarakat dan warga setempat yang turut aktif dalam aksi bersih lingkungan tersebut.
(As)

Pemkab Asahan Gandeng BWSS I dan Perum Jasa Tirta I Perkuat Tanggul Sungai Asahan

0

Pemerintah Kabupaten Asahan terus menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi ancaman banjir yang selama ini membayangi sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Teluk Dalam dan Simpang Empat. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui perbaikan tanggul Sungai Asahan yang ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.AP, pada Selasa (05/08/2025).

Kunjungan ini merupakan arahan langsung dari Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si, sebagai bentuk pengawasan dan kehadiran pemerintah dalam memastikan bahwa proyek strategis tersebut berjalan lancar dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal perlindungan terhadap kehidupan warga. Sungai Asahan memiliki potensi besar menimbulkan banjir jika tidak ditangani serius. Kita tidak ingin ribuan hektar kebun sawit kembali terendam seperti sebelumnya,” tegas Rianto.

Sungai Asahan diketahui menjadi muara air dari Danau Toba. Jika tanggul mengalami kerusakan, air akan meluap ke kawasan hilir, termasuk Desa Sungai Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, yang sebelumnya sempat terdampak cukup parah. Sedikitnya 2.000 hektar kebun sawit warga dilaporkan terendam akibat jebolnya tanggul di masa lalu.

Perbaikan tanggul ini menjadi bukti kolaborasi konkret antara Pemerintah Kabupaten Asahan, Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS I) sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR, dan Perum Jasa Tirta I (PJT I) sebagai BUMN pengelola sumber daya air nasional yang juga bertanggung jawab atas pengelolaan wilayah Sungai Toba–Asahan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan BWSS I dan Jasa Tirta I yang telah bekerja cepat dan serius menangani permasalahan ini. Harapan kami, masyarakat sekitar juga mendukung penuh pengerjaan ini agar tidak ada hambatan di lapangan,” ujar Rianto.

Selain sebagai bentuk tanggap darurat terhadap potensi banjir, proyek ini juga sejalan dengan upaya jangka panjang pemerintah untuk melakukan konservasi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Toba–Asahan secara menyeluruh.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi Plt Kepala BPBD Kabupaten Asahan yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati, perwakilan dari BWSS I, tim teknis PJT I, mewakili Camat Teluk Dalam, Kepala Desa Teluk Dalam, serta tokoh masyarakat dan perangkat desa.

Dengan adanya sinergi lintas lembaga ini, Pemkab Asahan berharap permasalahan banjir tidak lagi menjadi siklus tahunan yang menakutkan bagi warga, tetapi bisa diubah menjadi model penanganan bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan. (As)

Pemkab Asahan Bagikan Bendera Merah Putih

0

Di tengah lalu lintas pagi yang ramai, Rabu (6/8/2025), Pemerintah Kabupaten Asahan membagikan bendera Merah Putih langsung ke tangan warga. Tidak ada panggung besar, tidak ada acara formal. Bupati Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. dan Wakil Bupati Rianto, S.H., M.A.P., bersama unsur Forkopimda, berdiri di trotoar depan Kantor Dinas Perpustakaan membagikan satu per satu bendera kepada pengendara dan pejalan kaki.

“Kalau hari ini masih banyak rumah tidak memasang bendera, mungkin bukan karena tidak mau. Bisa jadi mereka tidak punya. Maka kita bantu,” ujar Bupati tanpa seremoni.

Gerakan ini bukan bagian dari agenda formal HUT ke-80 Republik Indonesia. Pemerintah melihat bahwa antusiasme warga terhadap simbol negara makin meredup. Karena itu, daripada menggelar acara seremonial, mereka memilih langsung turun ke lapangan.

Sebanyak 3.250 bendera dibagikan—hasil gotong royong OPD dan dukungan swasta lokal. Dibagikan tidak hanya di kota, tapi juga ke desa, objek wisata, rumah veteran, komunitas pelajar, dan 14 perwakilan etnis di Asahan.

“Kita ingin bendera Merah Putih kembali hadir di depan rumah warga. Bukan hanya di kantor pemerintah,” ujar Ahmad Nizar Simatupang, S.T., Kepala Badan Kesbangpol Asahan.

Menanggapi ramainya bendera-bendera fiksi yang viral, seperti bendera bajak laut dalam serial One Piece, Bupati menjawab singkat tapi tajam:
“Silakan orang suka anime, itu hiburan. Tapi jangan sampai bendera fiksi dikibarkan lebih tinggi dari Merah Putih.”

Gerakan ini berlangsung hingga 15 Agustus dan akan menjangkau seluruh kecamatan. Tidak ada pemaksaan, hanya ajakan. “Kalau Merah Putih tidak lagi kita hormati, lalu siapa yang akan menjaga simbol negara ini?” tutup Bupati. (As)

GPM Jadi Strategi Pemkab Asahan Stabilkan Harga dan Lindungi Warga

0

Pemerintah Kabupaten Asahan mulai melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah taktis menstabilkan harga dan memperkuat ketahanan pangan di tengah naiknya harga bahan pokok, khususnya beras. GPM ini menyasar seluruh kecamatan di Asahan dan dimulai dari Kecamatan Kota Kisaran Barat.

GPM merupakan intervensi pasar berskala kabupaten yang dirancang untuk memberikan akses langsung kepada masyarakat terhadap bahan pangan strategis dengan harga lebih rendah dari pasaran. Kebijakan ini menjadi bentuk respons cepat terhadap fluktuasi harga yang berisiko memperberat beban pengeluaran rumah tangga, terutama jelang peringatan HUT ke-80 RI.

Berlangsung di halaman Kantor Camat Kota Kisaran Barat, pelaksanaan GPM perdana ini ditinjau langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, M.AP, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, SH, M.IP, Ketua PN Kisaran Yanti Suryani, SH, M.H, Wakapolres Asahan Kompol Slamet Riyadi, SH, M.H, Manager Bulog Wilayah Sumatera Utara, jajaran Forkopimda yang mewakili, Camat se-Kabupaten Asahan, para Lurah, serta mitra usaha penyedia bahan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan, Ali Muqhofar, S.Sos., M.A.P, menjelaskan bahwa GPM menyediakan beras SPHP, beras medium dan premium, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga produk UMKM lokal, dengan harga rata-rata 15–25 persen lebih murah dari pasar umum. GPM juga menggandeng berbagai pihak seperti Perum Bulog Cabang Kisaran, PT. Sintong Abadi, PT. Jampalan Baru, pengusaha telur, dan pelaku UMKM yang berkomitmen menyalurkan barang secara langsung tanpa rantai distribusi panjang yang menyebabkan kenaikan harga.

Pelaksanaan GPM akan berlangsung di 17 titik kecamatan secara bergilir hingga akhir Agustus, dengan fokus kepada lokasi-lokasi padat penduduk dan wilayah yang rentan terdampak lonjakan harga pangan. Bupati Asahan juga menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan jangka pendek seperti GPM, tetapi juga disiapkan kebijakan jangka menengah berupa pembangunan cetak sawah seluas 1.200 hektar di Kecamatan Silau Laut untuk memperkuat produksi beras lokal.

“Kami ingin hadir bukan hanya saat harga naik, tapi juga menyiapkan pondasi agar Asahan bisa mandiri secara pangan. Kami mendorong masyarakat untuk menanam bahan pangan rumah tangga dari pekarangan sendiri,” ujar Bupati. (As)

FSQ Asahan 2025 Ditutup: Wabup dan Ketua DPRD Sepakat Qasidah Harus Hidup di Tengah Masyarakat

0

Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2025 resmi ditutup pada Senin malam (4/8/2025) oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, M.AP di Lapangan Sepak Bola Perkebunan Pulahan, Kecamatan Air Batu. Penutupan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini menjadi penegasan bahwa seni qasidah bukan hanya sekadar ajang lomba tahunan, tetapi harus menjadi bagian hidup dari budaya dan dakwah masyarakat Asahan.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, MKM, Sekretaris Daerah, perwakilan Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, dan masyarakat Air Batu yang turut memadati area kegiatan hingga akhir acara.

Dalam laporannya, Ketua Panitia II FSQ 2025 yang juga Asisten Administrasi Umum, Drs. Muhilli Lubis, MM menyampaikan bahwa pelaksanaan FSQ berlangsung sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2025 dan berjalan lancar berkat dukungan lintas sektor, khususnya masyarakat Kecamatan Air Batu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperkuat warisan seni Islami yang mengajarkan nilai, moral, dan spiritualitas.

Ketua DPRD Asahan dalam sambutannya menyampaikan bahwa seni qasidah adalah bagian dari syiar Islam yang menyampaikan pesan moral secara santun dan damai. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini layak mendapat dukungan penuh, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dalam bentuk kebijakan yang mendorong pembinaan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, qasidah adalah alternatif penting di tengah derasnya hiburan yang sering kali kosong nilai. “Seni seperti inilah yang membentuk peradaban. Ini bukan soal perlombaan, ini soal membentuk watak dan kesadaran,” ujarnya.

Wakil Bupati Asahan dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa FSQ harus menghasilkan dampak yang nyata di masyarakat. Ia menyebut bahwa kegiatan ini akan sia-sia bila tidak menyentuh kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ia menekankan perlunya keterlibatan lintas pihak untuk memastikan bahwa seni qasidah tidak hanya hidup di panggung festival, tetapi juga hadir di rumah, sekolah, masjid, dan ruang-ruang komunitas. Ia juga menegaskan bahwa juara dalam FSQ belum tentu langsung menjadi wakil Asahan di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Pemkab akan melakukan seleksi dan pemusatan latihan (TC) untuk menyaring tim terbaik, baik dari segi kualitas seni maupun kekuatan pesan dakwah yang dibawa.

Wabup juga menyampaikan pesan kepada para peserta yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berkecil hati. Ia mengajak seluruh peserta terus berlatih dan menjaga niat ikhlas dalam melestarikan seni Islami, karena bukan piala yang terpenting, melainkan nilai yang dibawa dan diwariskan.

Di akhir acara, Wakil Bupati menyerahkan langsung piala Juara Umum kepada Kecamatan Kota Kisaran Barat yang sukses tampil dominan dalam beberapa kategori. Masyarakat Air Batu sebagai tuan rumah juga mendapat apresiasi khusus atas keramahan, partisipasi aktif, dan suasana kekeluargaan yang diciptakan selama kegiatan berlangsung.

Berikut daftar pemenang FSQ Asahan 2025:

Group Rebana Klasik Remaja Putri
Juara I Kecamatan Kota Kisaran Barat, Juara II Kecamatan Air Joman, Juara III Kecamatan Sei Kepayang, Harapan I Kecamatan Air Batu, Harapan II Kecamatan Simpang Empat, Harapan III Kecamatan Buntu Pane.

Group Rebana Klasik Remaja Putra
Juara I Kecamatan Kota Kisaran Barat, Juara II Kecamatan Air Joman, Juara III Kecamatan Buntu Pane, Harapan I Kecamatan Air Batu, Harapan II Kecamatan Rahuning, Harapan III Kecamatan Pulau Rakyat.

Group Rebana Klasik Dewasa Putri
Juara I Kecamatan Sei Dadap, Juara II Kecamatan Teluk Dalam, Juara III Kecamatan Silau Laut, Harapan I Kecamatan Meranti, Harapan II Kecamatan Aek Songsongan.

Group Rebana Klasik Dewasa Putra
Juara I Kecamatan Air Batu, Juara II Kecamatan Kota Kisaran Barat, Juara III Kecamatan Tanjung Balai, Harapan I Kecamatan Sei Dadap, Harapan II Kecamatan Teluk Dalam, Harapan III Kecamatan Sei Kepayang Barat.

Penutupan FSQ tahun ini bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar: memastikan qasidah tetap hidup, berkembang, dan mengakar di tengah masyarakat sebagai bentuk dakwah yang indah dan membumi. Seperti yang disampaikan Wabup dan Ketua DPRD, seni Islami ini adalah jalan sunyi yang lembut, namun kuat dalam membentuk jiwa yang beriman dan berbudaya. (As)