Rasa Takut Berlebihan di Kesendirian, Mengenal Kondisi Autophobia

Autophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap kesendirian. Ketakutan ini umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis di masa kecil. Jika tidak segera diatasi, autophobia bisa berdampak negatif pada produktivitas dan kehidupan sosial penderitanya.

Autophobia atau monophobia diartikan sebagai perasaan cemas atau takut berlebih yang dirasakan seseorang saat sendirian.

Tidak hanya sendiri secara fisik, tidak jarang rasa takut ini juga muncul ketika penderitanya merasa diabaikan atau tidak dicintai oleh orang di sekitarnya.

Dalam kondisi serius, penderita autophobia memerlukan pendampingan khusus. Namun, ada pula yang hanya membutuhkan keberadaan orang lain dalam satu ruangan yang sama atau di dalam rumah agar tidak merasa sendiri.

Mengenal Penyebab Autophobia
Autophobia termasuk dalam jenis fobia spesifik. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu:

1. Pengalaman traumatis
Pengalaman traumatis yang dialami saat masih kanak-kanak bisa menjadi pemicu seseorang mengalami autophobia. Pengalaman tersebut bisa berupa kematian orang tersayang, perceraian orang tua, atau sering diabaikan oleh orang tua. Rasa trauma yang dialami bisa berbekas dalam pikiran dan terbawa hingga dewasa.

2. Gangguan kepribadian
Gangguan kepribadian tertentu juga bisa menjadi pemicu autophobia. Misalnya, orang yang memiliki gangguan kepribadian dependen sangat takut jika ditinggalkan atau mengalami penolakan. Hal ini membuat perasaan tidak berdaya dan tidak mampu kerap muncul ketika penderitanya sendirian.

3. Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan umum adalah kondisi ketika seseorang cemas secara berlebihan terhadap situasi tertentu, seperti takut memikirkan masa depan atau cemas akan kematian. Orang dengan gangguan ini memiliki kecenderungan mengalami autophobia karena pikiran tersebut kerap muncul saat sendiri.

4. Faktor genetik
Tidak bisa dihindari, kecenderungan untuk merasa takut dan cemas berlebihan dapat diwariskan dari orang tua. Ini karena selama hidup, manusia akan belajar dari orang-orang di sekitarnya.

Ketika melihat anggota keluarganya memiliki ketakutan terhadap situasi tertentu, seperti kesendirian, tanpa sadar anggota keluarga lainnya bisa mengembangkan rasa takut akan hal yang sama.

5. Faktor biologis
Autophobia juga dapat disebabkan oleh faktor biologis pada sistem saraf di otak. Saat ada ancaman, otak akan secara alami membantu tubuh untuk menghindari malapetaka, misalnya dengan meningkatkan denyut jantung dan kontraksi otot guna menyiapkan tubuh untuk berlari.

Nah, situasi atau benda tertentu yang sebenarnya aman dan tidak berbahaya bisa saja dianggap sebagai ancaman oleh sebagian orang saat sendirian hingga akhirnya memicu kecemasan berlebihan.

Gejala Autophobia
Sama halnya dengan beberapa penderita fobia lain, penderita autophobia juga menyadari bahwa ketakutan dan kecemasan yang dirasakan tidaklah masuk akal.

Namun, penderitanya tetap tidak bisa mengendalikan reaksi fisik yang muncul ketika berada dalam situasi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa gejala fisik yang muncul pada penderita autophobia:

Berkeringat
Gemetar
Menggigil
Sesak napas
Detak jantung meningkat
Nyeri dada
Mual
Sakit perut
Pusing atau pingsan
Telinga berdenging
Kebingungan

Mengatasi Autophobia
Tidak hanya gejala fisik, ketakutan yang muncul akibat autophobia juga bisa berdampak pada kemampuan penderitanya menjalani aktivitas fisik, misalnya ketika pergi ke sekolah dan bekerja. Namun, tidak perlu khawatir, autophobia umumnya dapat diatasi dengan psikoterapi.

Ini adalah jenis penanganan yang sering digunakan untuk mengatasi autophobia:

Terapi pemaparan
Ketika melakukan terapi ini, psikiater akan membantu penderita autohobia untuk menghadapi sumber ketakutan. Awalnya, penderita akan diajak untuk berjalan beberapa meter keluar rumah dan berdiri sejenak di luar.

Kegiatan ini dilakukan berulang kali hingga tingkat toleransi terhadap ketakutan bertambah. Selanjutnya, jarak dan waktu akan ditingkatkan secara perlahan seiring dengan berkurangnya rasa takut penderitanya terhadap kesendirian.

Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif adalah perpaduan dua jenis terapi, yaitu terapi perilaku dan terapi kognitif. Pada sesi terapi ini, psikiater akan mencari tahu masalah dan faktor pemicu dari rasa takut yang dialami penderita autophobia.

Setelah itu, psikiater akan membantu mencari jalan keluar untuk mengatasi dan mengubah pandangan penderita terhadap fobia yang dimiliki.

Obat-obatan
Penggunaan obat biasanya diperlukan untuk mengendalikan gejala autophobia yang muncul selama sesi terapi. Beberapa jenis obat yang dapat diresepkan dokter meliputi antidepresan dan obat penenang. Namun, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter.

Hidup dengan kecemasan dan ketakutan berlebihan akan kesendirian tentu tidaklah mudah. Bagi penderita autophobia, kebahagiaan dan produktivitasnya sangat tergantung dengan keberadaan orang lain.

Namun, tidak perlu khawatir jika Anda merasa memiliki gejala autophobia dan jangan ragu untuk mencari bantuan ke psikolog atau psikiater. Hal terpenting adalah yakinlah bahwa Anda bisa pulih bila menjalani terapi dengan baik

Ditinjau oleh : dr. Airindya Bella

Berita Untuk Anda

Terpopuler

Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2026

Karo – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr....

Polres Karo Ungkap Kasus Curas Sebabkan Korban MD, Dua Tersangka Diamankan

Karo - Polres Karo mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan...

PD MIO Karo Tegaskan Unggahan yang Kaitkan Nama Brigjen Pol (Purn) dr. Antonius Ginting 100% Hoaks

*Masyarakat Pendukung akan Menuntut Kebenaran Secara Hukum dan Secara...

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Bupati Karo Dorong Percepatan Realisasi

Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr....

Puluhan Buruh Korban PHK Geruduk BRI Kanwil Medan, Menuntut Hak Pesangon yang Tak Kunjung Usai

MEDAN – Puluhan buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja...

Bambang Sah Nahkodai DPD FTI 1973 Sumut Periode 2026–2031, Kibarkan Roda-Roda Organisasi di Daerah

DPD FTI 1973 Sumatera Utara resmi memiliki kepemimpinan baru....

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bupati Asahan Tutup FSQ 2026, Dorong Pembinaan Generasi Muda Berbasis Iman dan Takwa

ASAHAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari,...

Keluarga Besar PBB PAC Percut Sei Tuan Akan Mengelar Perayaan Natal dengan Thema “Satu Rasa, Satu Jiwa, Bersaudara di Dalam Kasih Kristus”

Medan | Dalam rangka memperingati kelahiran Yesus Kristus, Keluarga Besar Pemuda Batak Bersatu Pimpinan Anak Cabang (PBB PAC) Kecamatan Percut Sei Tuan dalam waktu...

Merasa Namanya Disalahgunakan, Perwakilan Warga Berastepu Laporkan Dugaan UU ITE ke SPKT Polres Tanah Karo

Kabanjahe — Warga eks pengungsi Desa Berastepu, Sinabung, kembali mengambil langkah hukum tegas dengan mendatangi Markas Kepolisian Resort Tanah Karo pada hari Jumat (2/10/26)....

Aksi Unjuk Rasa Berujung Laporan Polisi: Warga Eks Pengungsi Sinabung Tuntut Pertanggungjawaban Hukum atas Ujaran Kebencian

Kabanjahe — Puluhan perwakilan warga eks pengungsi Sinabung yang didampingi oleh penasehat hukum Nhovtrakapta Putra Kaban, S.H., secara resmi membuat laporan pengaduan ke Sentra...

Tim Monitoring KPK Kunjungi Asahan

ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menerima kunjungan Tim Monitoring Pemenuhan Capaian Indikator Calon Percontohan Kabupaten/Kota Ber-Aksi di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Kamis (01/10/2026). Kegiatan...

NCW Harapkan Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah

Sekretaris Jenderal Nasional Corruption Watch (NCW) Rechan Nazar menaruh harapan besar kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat penegakan hukum dan memberantas...

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karo Gelar Upacara di Halaman Kantor Bupati

Karo – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar...

Puluhan Buruh Korban PHK Geruduk BRI Kanwil Medan, Menuntut Hak Pesangon yang Tak Kunjung Usai

MEDAN – Puluhan buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...