Beranda blog Halaman 28

Bupati Asahan Apresiasi Peran Yayasan Wakaf Hajjah Rohana dalam Pembangunan Pendidikan

0

Kisaran (9/11/2025) — Suasana penuh kekeluargaan tampak menyelimuti Gedung Yayasan Hajjah Rohana di Jalan William Iskandar, Mutiara Kisaran, Minggu malam. Dalam momen tersebut, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., hadir langsung untuk mengikuti peringatan Milad ke-6 Yayasan Wakaf Hajjah Rohana Berbagi, yang berlangsung khidmat dan meriah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolres Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Camat Kisaran Timur, para lurah, tokoh agama, jamaah, serta masyarakat yang memadati aula dengan antusias.

Ketua Yayasan Wakaf Hajjah Rohana, Hj. Nuraini, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas enam tahun perjalanan yayasan sejak berdiri pada 5 September 2019. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan yang dijalankan yayasan. “Kami berkomitmen untuk terus menjadi wadah berbagi dan berbuat baik bagi masyarakat melalui kegiatan yang berlandaskan nilai keikhlasan, pendidikan, dan kepedulian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Irwansyah Pane, M.K.M., memberikan apresiasi atas dedikasi yayasan dalam memperkuat dunia pendidikan di daerah. Ia berharap lembaga pendidikan yang dikelola yayasan dapat menjadi pusat pembentukan karakter dan pengembangan wawasan generasi muda. “Sekolah ini bukan hanya kebanggaan masyarakat Asahan, tetapi juga Sumatera Utara. Mari bersama menjadikannya rumah pendidikan yang mencerdaskan, sekaligus menanamkan nilai moral dan religius,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Asahan menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-6 Yayasan Wakaf Hajjah Rohana Berbagi serta memberikan apresiasi atas kiprah yayasan dalam membangun pendidikan yang berakar pada iman dan takwa. “Pendidikan yang kuat secara spiritual dan intelektual akan melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menjauhi pengaruh negatif seperti geng motor maupun perilaku menyimpang. Insyaallah, ilmu yang ditanamkan di sini akan menjadi amal jariyah bagi para pengajar dan pahala yang terus mengalir untuk almarhumah pendiri yayasan,” ungkapnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan tausiyah dan sesi dialog interaktif bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad (UAS), Lc., D.E.S.A., Ph.D., melalui program “Jamaah Bertanya, Ustadz Menjawab”. Dalam kesempatan itu, juga digelar lelang amal barang milik UAS, di mana seluruh hasilnya akan digunakan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di Yayasan Wakaf Hajjah Rohana Berbagi.

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan makna. Pemerintah Kabupaten Asahan berharap agar keberadaan lembaga pendidikan berbasis wakaf seperti Yayasan Hajjah Rohana dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing, religius, dan berkarakter, sejalan dengan visi #AsahanSejahteraReligiusMajuBerkelanjutan. (As)

Bupati Asahan Ikuti Advokasi Penguatan Pembangunan PPPA se-Sumatera Utara

0

Medan — Bupati Asahan, H. Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Advokasi Penguatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) se-Sumatera Utara yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat malam,7 November 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Staf Ahli I TP PKK Provinsi Sumatera Utara, unsur Forkopimda Sumut, kepala daerah kabupaten/kota, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., menegaskan komitmen Pemprov Sumut dalam meningkatkan perlindungan bagi perempuan dan anak. Ia mengungkapkan bahwa upaya kolaboratif yang dilakukan selama ini telah menunjukkan hasil positif.

“Kami memiliki komitmen kuat dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bahkan, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) berhasil turun dari 0,425 menjadi 0,399 pada tahun 2024,” ujarnya.

Surya menambahkan, isu perlindungan perempuan dan anak masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Sinergi antara lembaga perlindungan, dunia pendidikan, dan aparat penegak hukum sangat penting agar perlindungan yang diberikan benar-benar menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas capaian yang diraih dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ia menyebut Sumut sebagai salah satu provinsi yang berhasil memperoleh Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2023.

Selain itu, Arifah juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Kabupaten Deliserdang menempati kategori tertinggi (Nindya), disusul Kota Medan, Labuhanbatu Utara, Tebingtinggi, Labuhanbatu, dan Serdangbedagai (kategori Madya). Sementara itu, Binjai, Asahan, Batubara, Tapanuli Selatan, Karo, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Padanglawas Utara meraih kategori Pratama.

“Kami berterima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah menerapkan kebijakan pembangunan berperspektif perempuan dan anak. Ini merupakan langkah nyata menuju Indonesia yang ramah bagi semua,” ujarnya.

Usai kegiatan, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar yang hadir bersama Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan, Edi Sukmana, menyampaikan bahwa advokasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah terhadap isu kesetaraan gender dan perlindungan anak.

“Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam memperluas jangkauan perlindungan bagi perempuan dan anak, melalui edukasi masyarakat serta pengembangan desa ramah perempuan dan layak anak,” tuturnya.

Bupati juga menilai kegiatan ini sebagai sarana strategis untuk memperkuat koordinasi antar daerah.

“Forum ini menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kerja sama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi perempuan dan anak di tingkat lokal,” pungkasnya. (As)

Bupati Asahan Dukung Penuh Pengembangan Energi Terbarukan di Sumatera Utara

0

Medan — Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan dukungannya terhadap percepatan transisi energi nasional melalui partisipasi aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan di Provinsi Sumatera Utara untuk Mendukung Transisi Energi Nasional” yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa,(6/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), para kepala daerah se-Sumatera Utara, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor energi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di kawasan Sumatera Utara.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., yang hadir langsung pada kesempatan tersebut, menyatakan bahwa Pemkab Asahan siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan energi hijau.

“Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung penuh pelaksanaan program energi terbarukan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Bupati usai kegiatan FGD.

Lebih lanjut, ia mencontohkan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 di Kecamatan Aek Songsongan sebagai bukti nyata kontribusi daerah dalam mendukung energi bersih.

“PLTA Asahan 3 yang baru diresmikan oleh Presiden RI beberapa waktu lalu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kini, penerangan sudah menjangkau hingga pelosok desa di Asahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PerindagESDM) Provinsi Sumatera Utara Fitra Kurnia, S.E., M.Si., dalam sambutannya mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan bahwa provinsi ini memiliki potensi besar dalam pengembangan energi air.

“Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Mini Hidro (PLTA/PLTM) di Sumatera Utara sangat besar. Berdasarkan RUPTL 2024–2033, ditargetkan penambahan kapasitas sekitar 586 megawatt,” ujarnya.

Ia juga berharap Kementerian ESDM terus mendorong pengembangan PLTA/PLTM di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut) guna memperkuat diversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap gas bumi.

“Melalui FGD ini, kami berharap muncul rekomendasi konkret yang dapat mempercepat realisasi pengembangan energi baru terbarukan di Sumatera Utara,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menekankan pentingnya peran strategis Sumatera Utara dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Sumatera Utara memiliki peran besar dalam pasokan listrik nasional. Potensi energi baru terbarukan di provinsi ini luar biasa dan dapat mendukung tercapainya swasembada energi,” jelasnya.

Eniya juga menyampaikan harapan agar sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin solid dalam mewujudkan pemerataan energi.

“Kami menargetkan, sesuai arahan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, pada tahun 2030 seluruh masyarakat Indonesia sudah menikmati listrik. Dengan akses listrik yang merata, kesejahteraan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat pasti meningkat,” pungkasnya. (As)

Pemkab Asahan Tegaskan Dukungan terhadap Program Nasional Tiga Juta Rumah

0

Kisaran — Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Nasional Tiga Juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui Rapat Tindak Lanjut Program Tiga Juta Rumah, yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan pada Kamis (6/11/2025) di Aula Dinas PUTR.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., dan turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, serta perwakilan dari Dinas PUTR.
Sejumlah lembaga perbankan, di antaranya Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank BTN, Bank BRI, dan Bank BNI, juga hadir sebagai mitra strategis dalam penyediaan akses pembiayaan perumahan bagi MBR.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara pada 28 Oktober 2025, yang membahas percepatan pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah di tingkat provinsi. Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Asahan menegaskan kesiapan dan keseriusannya dalam mendukung program nasional ini melalui penguatan sinergi antarperangkat daerah serta kerja sama dengan lembaga keuangan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Rianto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.

“Pemerintah Kabupaten Asahan siap bersinergi untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Melalui rapat tersebut, beberapa langkah strategis disepakati, antara lain pemetaan lahan potensial, pendataan calon penerima manfaat, serta sinkronisasi skema pembiayaan antara pemerintah daerah dan pihak perbankan.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Asahan bertekad memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional penyediaan tiga juta unit rumah, sekaligus memastikan masyarakat di Asahan memperoleh hunian yang layak, aman, dan berkeadilan sosial. (As)

Bupati Asahan Buka Sosialisasi Implementasi DTSEN untuk Perkuat Basis Data Kesejahteraan Sosial

0

Kisaran — Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Sosial melaksanakan Sosialisasi Implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun Anggaran 2025 di Ballroom Hotel Antariksa Kisaran. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Asahan, H. Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., serta dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Asahan Asrul Wahid, S.E., M.Si., para pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, dan pendamping sosial dari seluruh wilayah Kabupaten Asahan,(6/11/2025).

Dalam laporannya, Asrul Wahid menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan mengenai pentingnya satu basis data sosial ekonomi yang valid dan terintegrasi. Menurutnya, DTSEN menjadi fondasi utama dalam memastikan penyaluran bantuan sosial dan program kesejahteraan berjalan tepat sasaran dan efisien.

“Sosialisasi ini juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam melakukan pemutakhiran dan pemanfaatan data sosial secara terpadu di tingkat daerah,” ungkapnya. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 560 peserta yang terdiri dari unsur OPD, camat, kepala desa/lurah, operator SIKS-NG, pendamping PKH, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Sosial RI. Para narasumber memaparkan berbagai materi, di antaranya integrasi data antarinstansi, pemanfaatan data kependudukan dalam sistem DTSEN, dan pentingnya sinkronisasi antara data pusat dan daerah untuk memperkuat kebijakan sosial berbasis bukti.

Dalam arahannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa penerapan DTSEN merupakan langkah strategis nasional dalam membangun kebijakan sosial yang adil, transparan, dan berbasis data akurat.

“Selama ini penyaluran bantuan sosial masih sering menghadapi kendala ketidaktepatan sasaran. Dengan DTSEN, pemerintah dapat mengintegrasikan berbagai sumber data lintas kementerian dan lembaga, sehingga kebijakan penyaluran bantuan bisa lebih tepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Bupati juga mendorong seluruh peserta untuk berperan aktif dalam proses pemutakhiran data di wilayah masing-masing.

“Keberhasilan DTSEN bergantung pada sinergi semua pihak, mulai dari desa hingga instansi teknis di daerah. Mari bersama kita dukung dan laksanakan pemutakhiran data dengan akurat untuk menghasilkan data kemiskinan dan kesejahteraan sosial yang valid di Kabupaten Asahan,” pungkasnya. (As)

PKK Asahan Perkuat Pemberdayaan Keluarga Lewat Empat Prestasi di Tingkat Provinsi

0

Kisaran — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan kembali menorehkan prestasi gemilang pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Dari lima kategori lomba yang diikuti, TP PKK Asahan berhasil membawa pulang empat penghargaan utama, menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat program pemberdayaan keluarga di tingkat daerah,(6/11/2025).

Empat penghargaan tersebut meliputi:

Juara I Tertib Administrasi (Kecamatan Teluk Dalam – Desa Perkebunan Teluk Dalam)

Juara I IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) (Puskesmas Kecamatan Aek Songsongan)

Juara I UP2K PKK (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) (Kecamatan Pulo Bandring – Desa Bunut Sebrang)

Juara Harapan I PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja) (Kecamatan Setia Janji – Desa Urung Pane)

Keempat capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas pelaksanaan program PKK yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan tata kelola administrasi, penguatan layanan kesehatan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi produktif di tingkat rumah tangga.

Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas dedikasi seluruh kader PKK di berbagai tingkatan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh kader PKK yang dengan tulus menjalankan peran di lapangan. Prestasi ini membuktikan bahwa gerakan PKK memiliki kontribusi besar dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan berdaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi TP PKK Asahan untuk terus berinovasi dalam melaksanakan berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi keluarga, serta pembinaan pola asuh anak dan remaja.

Dengan semangat kolaborasi dan konsistensi dalam setiap kegiatan, TP PKK Kabupaten Asahan berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, sehat, dan mandiri. (As)

Pemkab Asahan Lakukan Pemutakhiran IKK dan LPPD 2025 untuk Dorong Kinerja Pemerintahan Berkualitas

0

Kisaran — Guna memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Pemutakhiran Indikator Kinerja Kunci (IKK) sekaligus Sosialisasi Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (6/11) di Aula Melati Kantor Bupati Asahan.

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Regulasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam menilai kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara nasional.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., serta dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, dan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka di Aula Melati dengan partisipasi daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rianto menegaskan bahwa proses pemutakhiran IKK dan penyusunan LPPD bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting dalam menilai dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah secara objektif dan terukur.

“Capaian LPPD merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Dibutuhkan sinergi, konsistensi, dan ketepatan data dalam setiap indikator yang dilaporkan,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya, LPPD Kabupaten Asahan Tahun 2023 memperoleh skor 3,2983 dengan kategori ‘Kinerja Sedang’. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan capaian menjadi kategori ‘Kinerja Tinggi’ pada tahun 2025 melalui optimalisasi pemenuhan 126 Indikator Kinerja Kunci (IKK) urusan pemerintahan dan 6 IKK Kinerja Makro Daerah.

Selain membahas pemutakhiran indikator dan penyusunan teknis laporan, kegiatan tersebut juga memuat sesi penyelarasan kebijakan strategis daerah, termasuk paparan dari narasumber Kementerian Dalam Negeri terkait langkah konkret pengendalian inflasi daerah tahun 2025.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap seluruh perangkat daerah dapat memahami dengan baik mekanisme penyusunan laporan kinerja yang akurat, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Asahan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendukung terwujudnya visi daerah yaitu “Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri.” (As)

Pemkab Asahan, Baznas, dan BBPVP Medan Bersinergi Wujudkan Masyarakat Produktif dan Mandiri

0

Kisaran — Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan menutup kegiatan Tailor Made Training (TMT) Program Ekonomi–Asahan Sejahtera yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan,6 November 2025 .

Program ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta daya saing ekonomi masyarakat melalui pelatihan vokasi terpadu dan bantuan sarana usaha produktif.

Kegiatan pelatihan difokuskan pada lima bidang keterampilan yang memiliki prospek ekonomi tinggi, yaitu pangkas pria, pangkas wanita, perbengkelan, menjahit, dan teknisi AC. Selain pelatihan teknis, peserta juga memperoleh bantuan sarana usaha serta jaminan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha mereka setelah pelatihan selesai.

Bupati Asahan, H. Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan berbasis penempatan kerja seperti TMT merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.
“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, BBPVP, dan dunia usaha, kita tidak hanya memperkuat keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Kepala BBPVP Medan, Faried Abdulrahman Nur Yuliono, S.STP., M.M., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemkab Asahan dan Baznas Asahan. Ia menilai kolaborasi ini merupakan salah satu yang terbaik di Sumatera Utara.
“Kerja sama antara Baznas dan Pemerintah Kabupaten Asahan dapat menjadi teladan bagi daerah lain. Melalui pelatihan vokasi dan pemberdayaan masyarakat, kita tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga menumbuhkan pelaku usaha baru yang siap bersaing di dunia industri,” ungkapnya.

Program Ekonomi–Asahan Sejahtera menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berorientasi hasil dan berkelanjutan. Pendekatan yang diterapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga memastikan peserta terhubung dengan ekosistem usaha yang nyata. Dengan demikian, program ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan. (As)

TP PKK Kabupaten Asahan Raih Prestasi di Jambore Kader PKK se-Sumatera Utara 2025

0

Medan — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Jambore Kader PKK se-Sumatera Utara Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Mercure, Medan, pada 4–6 November 2025.

Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh TP PKK Provinsi Sumatera Utara tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dalam jambore ini, para kader berkompetisi dalam berbagai lomba, di antaranya Parade Medley, Senam Kreasi CTPS, Cerdas Cermat, Ekspose Peningkatan UP2K PKK, serta Lomba Masak Serba Ikan.

Berdasarkan Surat Tugas Nomor 41/ST/PKK.KAB/X/2025, TP PKK Kabupaten Asahan secara resmi mengirimkan delegasi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Hasilnya, TP PKK Kabupaten Asahan berhasil meraih dua penghargaan, yakni Juara I Lomba Masak Serba Ikan dan Juara Harapan III Lomba Cerdas Cermat.

Prestasi tersebut menjadi cerminan komitmen dan kerja keras para kader PKK dalam mengaktualisasikan 10 Program Pokok PKK sekaligus menggali potensi lokal melalui kreativitas dan kolaborasi tim.

Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, yang hadir langsung mendampingi peserta bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan Ny. Juni Rianto, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para kader.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras, kekompakan, dan semangat seluruh kader PKK Asahan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kontribusi nyata bagi kesejahteraan keluarga di Kabupaten Asahan,” ujar Ny. Yusnila Indriati Taufik usai menerima penghargaan.

Melalui kegiatan jambore ini, TP PKK Kabupaten Asahan berharap dapat memperkuat jaringan antar kader se-Sumatera Utara serta terus berperan aktif dalam membangun keluarga yang berdaya, sejahtera, dan mandiri. (As)

Bupati Asahan Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Menjaga Ketahanan dan Penyaluran Bantuan Pangan

0

Kisaran — Pemerintah Kabupaten Asahan terus menunjukkan keseriusan dalam memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat. Hal itu ditegaskan Bupati Asahan, H. Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyaluran Bantuan Pangan Periode Oktober–November 2025 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang diikuti aparatur desa dan kelurahan se-Kabupaten Asahan tersebut bertujuan memberikan pemahaman teknis bagi petugas yang akan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat. Melalui bimtek ini, pemerintah daerah berupaya memastikan distribusi bantuan berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Dalam arahannya, Bupati Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang wajib terpenuhi bagi seluruh warga, baik dari segi ketersediaan, keamanan, maupun keterjangkauannya. Pemerintah Kabupaten Asahan, kata Bupati, berkomitmen menjaga ketahanan pangan daerah dengan mengelola cadangan pangan pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat miskin serta keluarga yang rentan terhadap kerawanan pangan.

“Bantuan pangan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk menjaga daya beli dan menekan potensi inflasi di daerah,” ujarnya.

Bupati menambahkan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 9 Tahun 2023, penerima bantuan pangan adalah masyarakat miskin dan keluarga yang mengalami kerawanan pangan serta gizi. Tahun 2025 ini, sebanyak 40.780 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Asahan akan menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan secara bertahap.

Melalui pelaksanaan bimtek tersebut, para aparatur desa dan kelurahan diharapkan mampu menjalankan tugas dengan profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Asahan, Gusdi Prasmana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap pelaksanaan program bantuan pangan. Menurutnya, sinergi antara Bulog dan Pemkab Asahan selama ini berjalan dengan baik dan menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa dari Pemkab Asahan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gusdi Prasmana juga berpamitan karena akan menjalankan tugas baru di Perum Bulog Cabang Lampung Utara.

Kegiatan Bimtek ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., para asisten, Kepala Bapperida, sejumlah Kepala OPD teknis, para camat, lurah dan kepala desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta seluruh peserta dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Asahan. (As)