KABANJAHE – Dinas Pendidikan Karo dinilai mandul dalam memperhatikan kelayakan fasilitas sekolah. Sorotan tajam ini mencuat setelah kondisi salah satu ruangan belajar di SD Negeri 040449 Kabanjahe ditemukan terlantar dan rusak parah layaknya sebuah gudang.
Ruangan di sekolah yang kerap dikenal dengan sebutan SD 7 Kabanjahe tersebut dinyatakan sama sekali tidak layak digunakan karena tidak memberikan kenyamanan bagi siswa.
Bobroknya fasilitas pendidikan ini terkuak saat wartawan mengambil foto dokumentasi dan melakukan konfirmasi di lokasi pada Rabu, 17 Juni 2026. Alih-alih mendapat penjelasan yang tenang, Kepala Sekolah SD Negeri 040449, Riahta, justru merespons dengan emosi yang meledak.

“Ini sudah kami usulkan, ini berapa tahunnya, ini direhab pak, jadi itu yang kami usahakan,” kata Kepala Sekolah, Riahta Br Karo sambil meluapkan emosi.
Sekolah yang sering dikenal dengan SD 7 ini yang memiliki ruangan kelas layaknya gudang tersebut diakui sudah berulang kali dilaporkan. Riahta mengatakan dirinya sudah mengajukan surat resmi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, tetapi sampai sekarang perbaikan tersebut belum juga direalisasikan.
“Udah kami konfirmasi ke kantor bupati” Terang kepala sekolah SD 7.
Birokrasi yang lamban membuat pengajuan perbaikan ini berjalan di tempat. Riahta menerangkan, Dinas Pendidikan sudah mengetahui bahwa salah satu ruangan perlu perbaikan fisik dan laporan resmi pun sudah menumpuk di meja dinas.
“Sudah tahu dinas, sudah masuk laporan kita kesana pak, sudah diajukan pemusnahan ini ke kantor bupati” ujarnya sembari menunjuk ruangan kamar mandi guru tersebut.
Fasilitas rusak di SD Negeri 040449 Kabanjahe ini menjadi bukti nyata lambatnya respons pemerintah daerah. Riahta mengeluhkan bahwa perjuangan meminta perbaikan ini sudah ia lakukan selama 4 tahun berturut-turut. Karena tidak ada hasil, ia merasa tidak mampu lagi menghadapi jalan buntu birokrasi tersebut.
“Kalo bisa, bapak buatkan, supaya bisa dibangun bupati,” Kata Riahta.
Ketidaktegasan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo terlihat dari belum adanya keputusan pasti untuk merenovasi ruang kelas itu. Sebaliknya, pihak sekolah hanya terus-menerus diminta untuk menahan diri.
“udah kubilang, sabar kata orang itu” terang Riahta.
Di akhir konfirmasi, ketegangan sempat memuncak. Di satu sisi, Kepala Sekolah berharap media bisa mendesak Bupati Karo untuk membangun sekolahnya. Namun disisi lain, ia melontarkan ancaman keras kepada jurnalis agar namanya tidak disangkut pautkan.
“Kenapa? bisa kam ajukan? ajukan, mantap kali angkat tangan jempol kami semua nanti pak kalo bisa bapak buatkan supaya bisa dibangun bupati,” harap kepala sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, ruang kelas di SD 7 Kabanjahe yang menyerupai gudang tersebut masih dibiarkan terlantar, memicu pertanyaan besar terkait kemana perginya prioritas anggaran pendidikan di Kabupaten Karo.
Penulis: Armansyah

