Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 156

Uang Pecahan 100 Ribu Berhamburan di Jalan Kota Medan

0
Uang 100 Ribu
Ilustrasi
Beredar video uang pecahan Rp 100 ribu yang berhamburan di jalanan Kota Medan. Dalam video itu terlihat warga mungutin uang yang berserak. Diketahui uang itu dari kantong plastik yang jebol milik pria paruh baya yang melintas dengan sepeda motor.

Uang pecahan Rp 100 ribu yang berhamburan di jalan itu jumlahnya cukup banyak. Oleh warga, uang itu lalu dikumpulkan ke dalam sebuah kantong plastik hitam.

lokasi uang yang berhamburan itu tepatnya di Jalan Imam Bonjol, sebelah Kantor Bank Sumut dan Hotel Danau Toba.

“Hujan duit ke jalanan Medan, kejadian di Jalan Imam Bonjol depan hotel. Diduga uang terjatuh saat melintas,” tertulis dalam unggahan tersebut.

Ada pula video lain yang merekam seorang pria helm hitam sedang memegang kantong plastik hitam berisi uang yang sudah dikumpulkan. “Bantu… Bantu, balikkan… balikkan,” bunyi suara warga dalam video tersebut.

Seorang satpam di lokasi, S Situmeang, mengatakan kejadian dalam video itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tadi.

Uang 100 ribu
Potongan video ketika warga membantu ngutipin uang dari jalan

“Katanya tadi sekitar jam 1 lewat gitu,” kata S Situmeang, Senin (18/9/2023).

S Situmeang mengatakan, uang pecahan Rp 100 ribu yang berhamburan itu berasal dari kantong plastik milik pria paruh baya yang mengendarai sepeda motor.

“Kata teman saya tadi ada naik sepeda motor agak separuh baya lah, pakai plastik, jebol plastiknya,” ujarnya.

Warga lalu membantu memunguti uang itu hingga terkumpul sesuai dengan jumlahnya semula. “Dikutipin orang, cuma bapak itu tahu, kembali lagi sama dia uangnya, pecahan Rp 100 ribu semua, jumlahnya nggak tahu kita,” pungkas S Situmeang.

Ketika uang sudah terkumpul, pengendara sepeda motor BK 5129 AKW langsung meninggalkan lokasi.

Namun S Situmeang tidak mengetahui hendak kemana pria itu membawa uang sebanyak itu menggunakan plastik kresek.

“Langsung pergi dia setelah mengumpulkan uang,”ucapnya. (As/dt/red)

Sampan Bawa BBM Curian Terbakar di Belawan

0
Sampan
Ilustrasi
Sampan bermesin terbakar di Paluh Batam, Lingkungan 15, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Minggu (17/9/2023) sore.

Sampan itu dijadikan transportasi untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) curian dari pipa Pertamina.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa namun sampan bermesin beserta muatannya, ratusan liter BBM jenis pertalite musnah terbakar. Sementara awak sampan lompat ke laut menyelamatkan diri.

Terbakarnya sampan bermesin di kawasan Paluh Batam, Bagan Deli Belawan, terjadi beberapa jam setelah lima rumah warga di Kampung Kurnia, Lingkungan VIII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan terbakar, Minggu siang.

Lurah Belawan Bahari, Daniel Saut Saroh Simanjuntak menyebut, api berasal dari tumpukan BBM yang telah terkemas di salah satu rumah warga yang rencananya hendak dijual. Namun BBM belum sempat terjual sudah terbakar.

Pencurian BBM itu dikabarkan diorganisir oleh seorang warga Lorong Veteran, Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan.

Aksi pencurian BBM disebutkan warga berlangsug malam hingga pagi hari. Minyak yang dicuri dari pipa Pertamina sebelumnya dibolongi dengan menggunakan bor dan dipasang klepnya agar mudah dibongkar pasang.

Sampan
Keadaan sampan ketika di lahap sijago merah

BBM tersebut setelah dicuri, diangkut dengan menggunakan jeriken serta kantungan plastik berukuran besar yang kemudian di antar ke penadahnya.

“Kelompok pencurian BBM dari pipa Pertamina itu sudah terorganisir dan diduga melibatkan oknum penjaga pipa,” ungkap warga yang minta namanya disamarkan. (As/mdn/red)

Bus Penumpang PAS Terjun Ke Sungai Menewaskan Suami Istri Belum Ditemukan

0
Bus PAS
Gambar mobil PAS bernomor pintu 176 saat beroperasional dan ketika belum masuk ke dalam jurang dan dibawa derasnya air sungai.
Pencarian bus PAS bernomor pintu 176 yang terjun bebas ke dalam jurang dan hanyut terbawa derasnya aliran Sungai Lae Renun masih terus dilakukan oleh tim dari Basarnas bersama BPBD, Senin (18/9/2023).

Tim dari Basarnas Sumut juga melakukan pencarian bus PAS itu ke dalam sungai dengan menggunakan tali dan alat pelacak untuk mengetahui lokasi keberadaan bus serta para penumpangnya.

Camat Gunung Sitember, Jonathan Ginting mengatakan, pencarian sudah dilakukan oleh tim Basarnas sejak kemarin sore, namun belum membuahkan hasil.

“Pencarian sudah kita lakukan sejak kemarin sore, namun belum membuahkan hasil sampai dengan hari ini, ” ujar Jonathan, Senin (18/9/2023).

Dikatakannya, lokasi jatuhnya bus tersebut berjarak 200 dari lokasi jembatan, tempat pencarian bus dan kedua penumpangnya.

“Lokasi jatuh awalnya itu di Dusun Lau Kinapan, kira kira 200 meter dari lokasi tempat kita melakukan pencarian ini,” ungkapnya.

Lanjutnya. “Karena biasanya kalau ada yang hanyut dari sini, itu biasanya dapatnya di Desa Mangan Moli. Nanti kami juga akan mengarah ke sana,” jelasnya.

Adapun kendala di lokasi pencarian yakni kondisi medan yang curam dan arus sungai sangat deras sehingga membuat petugas kesulitan melakukan pencarian.

“Medannya ini yang sulit arus sungainya deras, dan kedalaman sungai mencapai 30 meter. Jadi ini jadi satu kendala bagi tim, dan juga tebingnya ini curam. Jadi akses untuk ke sungai itu hampir tidak ada,” katanya.

Angkutan terjun Sungai

Dirinya pun berharap kepada masyarakat untuk harap bersabar dan meminta doa agar korban yang sedang dalam proses pencarian segera dapat ditemukan.

“Kami dari pemerintah akan terus melakukan pencarian dan juga mohon doa kepada seluruh warga, agar usaha ini dapat tercapai,” harapannya.

Diketahui korban suami istri dalam kejadian itu yakni Tuppak Ompusunggu Aritonang (61) dan Sri Sihombing (60), 2 penumpamg yang terjun ke Sungai Lae Renun bersama mobil angkutan CV PAS di Dusun Lau Kinapan, Desa Baru Gugun, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Polsek Binjai Berhasil Amankan Bandar Narkoba Di Dalam Rumahnya

0
Narkoba
Binjai- Sesuai dengan komitmen Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi memberikan atensi terhadap para Kapolres sejajaran Polda Sumut agar tindak dan sikat habis para bandar narkoba di wilayahnya masing-masing.

Mendapatkan informasi dari masyarakat sering kerap terjadi transaksi narkoba di Gg Setia Dusun III Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Polsek Binjai langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Disitu, pihak kepolisian melakukan penggeledahan dirumah salah satu terduga bandar narkoba berinisial MR(48) dan hasil penggeledahan, polisi menemukan barang haram tersebut sebanyak 2 paket diduga jenis sabu.

Kanit Reskrim Polsek binjai IPDA P. SITANGGANG saat dikonfirmasi membenarkan adanya melakukan penangkapan terhadap terduga bandar narkoba di Gg setia dusun III pada jumat (15/09/23).

” Mendapatkan informasi tentang keberadaan seorang laki berinisial M.R. (48) yang mana perbuatan M.R. sudah meresahkan dilingkungannya mengingat M.R. diketahui oleh masyarakat sebagai bandar narkoba,” kata Kanit Reskrim Polsek Binjai Ipda P. Sitanggang.

Mendapatkan informasi tersebut, sambungnya bersama anggota langsung bergerak menuju lokasi dan sesampainya di TKP tim mendapatkan M.R. saat itu sedang berada di dalam rumahnya di gg. setia dusun III desa perdamaian kecamatan binjai kabupaten langkat.

” Kemudian pihak kepolisian melakukan penggeledahan di dirumah terduga M.R. sehingga ditemukan barang bukti 2 paket diduga jenis sabu dan di lakukan introgasi terhadap terduga, ia mengakui bahwa barang bukti yang di perlihatkan oleh petugas tersebut adalah miliknya.” sambungnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu : 1 (satu) tempat kosmestik, 2 (dua) buah plastik klips transparan yang diduga sabu berat brutto 6,89 gram, 5 (lima) buah kantong klip transparan kosong, 1 (satu) buah dompet warna coklat, 2 (dua) buah pipet/sekop, 1(satu) buah timbangan elektrik, 1 (satu) buah Handphone merek Vivo, 1 (satu) buah Handphone merek Samsung, Uang sebesar Rp. 90.000 (sembilan puluh ribu rupiah)

Dan untuk pelaku sudah kita serahkan ke Sat Reskrim Polres Binjai untuk dilakukan pemeriksaan, adapun pasal yang dipersangkakan terhadap M.R. melangar pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun, Tegas Ipda P Sitanggang.

(ST)

Pura-pura Belanja Pria Terekam CCTV Curi Tas Berisi Uang Jutaan di Medan Helvetia

0
CCtv
Ilustrasi
Seorang pria terekam kamera pengawas CCTV mencuri tas berisikan uang sebesar Rp.7 Juta rupiah di satu toko kelontong Jalan Setia Luhur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Dalam rekaman CCTV itu terlihat pelaku datang ke toko kelontong menggunakan helm dan masker. Lalu, pria bermasker itu berpura-pura belanja membeli sesuatu.

Tampak dalam rekaman CCTV, pelaku mengalihkan perhatian penjaga toko dan meminta untuk mengambil sesuatu dari dalam gudang.

Lalu, ketika penjaga toko itu masuk, dengan cepatnya pelaku langsung mengambil sebuah tas di balik meja kasir.

Setelah itu, ia pun langsung lari ke arah luar dan pergi menggunakan sepeda motor dan membawa kabur tas yang dicurinya.

Menurut Miske, penjaga toko, aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu (9/9/2023) sekira pukul 21.45 WIB.

Waktu itu, tokonya memang hendak tutup dan pelaku datang berpura-pura mau membeli sterofom nasi dan roti burger.

“Saat itu aku lagi di dalam, di panggil mau nanya tempat nasi (Sterofom). Dia pakai helm sama masker, ya kita layani nggak ada curiga sama sekali,” kata Miske dilansari dari Tribun Medan, Senin (18/9/2023).

Miske menyampaikan, pelaku sempat mencoba mengalihkan perhatian agar bisa mencuri tas yang telah diincarnya ketika masuk ke dalam toko.

CCTV
Pelaku ketika datang ke Toko korban

“Dia juga nanya-nanya roti burger, dia minta diambilkan yang baru dari dalam gudang. Waktu saya ambil, dia langsung lari. Saya sudah enggak bisa ngejar lagi, di sini pun nggak ada orang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelaku berhasil membawa kabur tas dan di dalamnya terdapat uang dengan sebesar Rp 7 juta.

Saat ini, kasus tersebut pun sudah dilaporkan ke polisi dan berharap pelaku segera ditangkap.

“Pelaku satu orang saja, badannya tegap besar hitam. Pakai motor Supra lama warna biru. Kaburnya ke arah Jalan Kapten Muslim. Uang yang dicurinya itu gaji kami, memang rencananya mau disetor ke bank,” pungkasnya.

Tiga Mahasiswa Indonesia di Mesir Dideportasi Karena Berkelahi

0
Mahasiswa deportasi
Ilustrasi
Tiga warga negara Indonesia (WNI) di Mesir dideportasi ke tanah air. Mereka merupakan mahasiswa yang lagi menjalani studi di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir.

Insiden kekerasan itu terjadi karena perselisihan antarmahasiswa Indonesia usai turnamen futsal Cordoba Cup di Kairo, Mesir pada Juli 2023 lalu. Perselisihan tersebut berujung aksi kekerasan dan perusakan.

Ketiga Mahasiswa yang dideportasi itu berinisial AM, AF, dan MC. Mereka merupakan berasal dari Sulawesi.

“Rangkaian insiden tersebut menyebabkan pihak berwenang Mesir melakukan langkah pengamanan terhadap tiga WNI pada 27 Agustus 2023.

Ketiganya dideportasi ke Tanah Air pada 10 September 2023, sesuai yurisdiksi hukum yang dimiliki Mesir,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha dalam keterangannya, Jumat, 15 September 2023 lalu.

Judha mengungkapkan, Kedutaan Besar RI (KBRI) Kairo pada Juli lalu melaporkan bahwa telah terjadi tindakan kekerasan antara sejumlah mahasiswa Indonesia dari dua ikatan kekeluargaan di Mesir, yaitu Kelompok Studi Walisongo asal Jawa Tengah dan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Kendati begitu, KBRI pun lantas melakukan berbagai upaya pengayoman dan perlindungan WNI sejak awal kejadian. Salah satu langkah yang ditempuh dengan memfasilitasi mediasi antara pihak yang bertikai sebanyak dua kali.

Kemudian, mengadakan pertemuan Duta Besar RI dengan pihak kekeluargaan sebanyak empat kali, melibatkan peran Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Mesir dalam proses komunikasi dengan berbagai kelompok kekeluargaan, dan melakukan akses kekonsuleran terhadap tiga WNI yang diamankan.

Selanjutnya, memastikan pemenuhan hak-hak tiga WNI sesuai hukum yang berlaku di Mesir, memberikan layanan dokumen kekonsuleran, dan memfasilitasi pemulangan dan ketibaan di Tanah Air.

“Dalam melakukan pengayoman dan perlindungan, KBRI Kairo juga bersikap imparsial serta berpegang pada prinsip-prinsip perlindungan sebagaimana diatur dalam Permenlu Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perlindungan WNI di Luar Negeri,” katanya

“Perlindungan ini tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata serta dilakukan sesuai hukum negara setempat dan hukum kebiasaan internasional,” sambungnya.

Judha juga menegaskan bahwa KBRI Kairo tidak memihak pihak manapun dan hanya melakukan tugas-tugas perlindungan tanpa mengambil alih tanggung jawab pidana dan perdata, yang dilakukan sesuai dengan hukum negara setempat.

Mahasiswa deportasi
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha

“Kasus perkelahian kekerasan ini kerap terjadi di Mesir. Ini tentu jadi perhatian bersama untuk mengatasi akar masalahnya agar rantai kekerasan ini dapat kita putus,” ucapnya.

Lebih lanjut, Judha mengimbau para WNI, khususnya pelajar dan mahasiswa di Mesir, untuk menciptakan suasana kondusif dan selalu menjaga kerukunan sesama masyarakat Indonesia. “Segala bentuk kekerasan fisik akan memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku di Mesir,” kata Judha.

Menurut informasi, perkelahian itu terjadi setelah turnamen futsal Cordoba Cup di daerah Gamaleya, Kairo, Mesir. Korbannya adalah seorang mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah yang diduga diserang oleh sejumlah mahasiswa Indonesia asal Sulawesi yang tergabung dalam ikatan KKS.

Sementara itu, ketiga WNI tersebut sempat diamankan oleh otoritas Mesir pada 27 Agustus lalu sebelum akhirnya dideportasi. Mereka telah tiba di Indonesia pada 3 September 2023 lalu.

Polres Tanah Karo Ringkus 14 Tersangka Narkoba Dalam Sepekan

0
Polres Narkoba
Dalam sepekan terakhir, Satresnarkoba Polres Tanah Karo berhasil mengungkap 11 laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas peredaran narkoba diwilayah hukumnya.

Dari 11 laporan itu, Kapolres Tanah Karo, AKBP Wahyudi Rahman telah mengamankan sebanyak 14 orang pelaku. Dimana, seluruh pelaku diamankan dari berbagai lokasi di wilayah hukum Polres Tanah Karo.

“Dari adanya laporan yang kita terima, kita berhasil mengamankan sebanyak 14 orang pelaku,” ujar Wahyudi didampingi Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Henry D Tobing, di Mapolres Tanah Karo, Kabanjahe, Minggu (17/9/2023).

Dijelaskan Wahyudi, pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara yang meminta semua jajaran Polres untuk menindak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

“Dari adanya arahan ini, kita dari Polres Tanah Karo melakukan tindakan penegakan hukum secara masif khusus mengenai segala tindak pidana penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Dari seluruh pelaku yang diamankan kali ini, Wahyudi menjelaskan setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut para pelaku ini masuk ke dalam kategori bandar dan pengedar. Bahkan, dari 14 orang pelaku yang diamankan diketahui salah satunya adalah wanita.

“Dari 14 pelaku, 13 di antaranya wanita dan satu orang lagi merupakan wanita. Bahkan, salah satu pelaku yang kita amankan merupakan residivis atau sudah pernah menjalani hukuman yang juga terkait narkoba,” ungkapnya.

Dari seluruh pelaku, personel Satreskoba Polres Tanah Karo berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya narkotika jenis sabu seberat 10,29 gram, dan narkotika jenis ganja seberat 1.021,74 gram. Dari interogasi yang dilakukan, mayoritas para pelaku mendapatkan barang haram ini dari wilayah Kota Medan.

“Ada juga barang bukti yang kita dapat narkotika jenis ganja yang masih ditanam oleh pelaku, sebanyak 42 batang,” katanya.

Saat ini, para pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Tanah Karo untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku akan dipersangkakan dengan pasal 114 ayat 2 dan 1, pasal 112 ayat 2 dan 1, dan pasal 111 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. (As/red/tr)

 

Mobil Angkutan Umum PAS Terjun Ke Sungai Lae Renun, 2 Orang Tewas

0
Angkutan terjun Sungai
Mobil mini bus angkutan umum dengan merek PAS bernomor pintu 176 terjun terjun bebas ke Sungai Lae Renun dekat Lau Kinapan, Desa Batu Gungun, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Minggu (17/9/2023).

Akibat peristiwa itu 2 orang tewas dan satu orang penumpang lainnya mengalami luka-luka.

“Penumpang yang tewas adalah suami-istri, bernama Tupak Opung Sungguh dan Siti br Sihombing (60) warga Simpang Tiga Desa Bukit Lau kersik,” kata Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo.

Sedangkan satu orang penumpang yang selamat atas nama Risnawan br Lumban Gaol (20), warga Dusun Simpang Tiga, Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember.

“Risnawan hanya mengalami luka-luka, dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis,” sebut AKP SP Siringoringo.

Kapolsek menjelaskan, supir mini bus, Bani Silaban (30), warga Desa Laumil, Kecamatan Tigalingga. Dari keterangan sopir, kecelakaan tersebut bermula saat ia menghentikan mobilnya hendak menaikan penumpang di Dusun Lau Kinapan, Desa Batu Gungun.

Sopir kemudian turun dan bertanya kepada penumpang yang akan naik apakah ada barang yang mau diangkat. Dimana pada saat itu posisi mobil sedang hidup mesin, dan sopir masih sempat menarik rem tangan mobil.

Namun, tiba-tiba mobil bergerak sendiri, diduga rem tangan tidak mampu menahan beban mobil sehingga mobil meluncur lurus ke jurang hingga terjun ke Sungai Lae Renun dan kemudian tenggelam.

Sebelum terjun ke sungai, salah satu penumpang atas nama Risnawan sempat menyelamatkan diri dengan cara melompat dari dalam mobil mini bus.

“Naas, kedua penumpang yang merupakan suami istri tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut terjun ke dalam sungai bersama mobil minibus,” terang AKP SP Siringoringo. (As/red/mbs)

Viral Video Guru SMPN 15 Medan Diintimidasi Kepala Sekolah dan Gaji Ditahan

0
Gaji guru
Viral video yang menunjukkan sejumlah guru SMP Negeri 15 Medan mengeluh karena diduga diintimidasi oleh kepala sekolah, Tiurmaida Situmeang

Dalam video itu para guru mengaku gajinya ditahan oleh kepala sekolahnya sembari menangis. Mereka yang sedang berada di ruangan guru itu terlihat memegang amplop putih yang berisikan sebuah surat.

Seorang guru dalam video menceritakan jika mereka mendapat surat panggilan, namun menurutnya panggilan tersebut tidak mendasar

Kenapa kami dipanggil Pak Kabid, gaji kami ditahan sampai saat ini kami belum gajian,” sebutnya dalam video.

Seorang guru bernama Cony Jeany Francis menuturkan Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Medan, Tiurmauda Situmeang, melakukan penahanan gaji karena sentimen pribadi.

“Kalau sejauh ini yang saya tahu dia karena sentimen pribadi. Ibu itu tidak suka dibongkar keburukannya. Dia mencari cara lagi bagaimana menekan saya. Dibuat lah itu menahan gaji,” kata Cony kepada wartawan, Sabtu (16/9/2023).

Cony juga menuturkan Tiurmaida kerap melakukan perbuatan perploncoan terhadap guru di depan murid dan orang tua murid. Bahkan Tiurmaida pernah memanggil pengawas dari dinas pendidikan secara tiba-tiba untuk mempermalukan para guru.

“Oh kami dipermalukan. Di depan murid-murid. Di depan orang tua siswa. Pengawas sengaja ditelepon untuk datang untuk mensupervisi kami tiba-tiba. Kami dipermalukan. Kata-kata kasar, hinaan, ejekan,” jelasnya.

Selanjutnya, Tiurmaida diduga melakukan penggelapan dengan menyewakan kantin dengan harga Rp 7,5 juta per tahun. Dari penuturan Cony, sebanyak 6 orang menyewa kantin itu. Dari uang sewa itu, Tiurmaida mendapatkan Rp 45 juta. Namun pengalihan uang tersebut tidak diketahui para guru.

Padahal, lanjut Cony, sistematis uang sewa kantin selama ini diurus oleh koperasi sekolah yang telah berbadan hukum. Sebelum itu, pihak penyewa kantin hanya perlu membayar Rp 25 ribu per hari.

“Ada kantin di sini. Tiga lokasi kantin. Biasanya itu kantin dikelola oleh koperasi (sekolah). Nah tapi sejak ibu itu di sini, di bulan Juni. Beliau sudah memberi aba-aba sama pengelola kantin bahwasannya uang kantin itu tidak lagi diserahkan kepada pengurus koperasi.

Beliau yang ambil alih. Ada tiga lokasi, tiap lokasi itu ada dua orang. Jadi satu orang dia kutip Rp 7,5 juta. Untuk ketiganya dia terima Rp 45 juta per satu Juli, untuk satu tahun.

Sebelumnya sewa kantin itu hanya dilakukan hanya ketika hari sekolah. Kalau hari libur nggak dikutip,” akunya.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 15 Medan, Suhartini, pun menyebutkan memang ada keterlambatan gaji. Seluruh guru di SMPN 15 Medan tertahan gajinya karena Tiurmaida tak mau menandatangani persetujuan gaji.

“Gaji, yang satu gaji itu memang semuanya terlambat. Karena bendahara kami memang ada urusan pindah kerja, pindah tugas ke Palembang, dan SK-nya itu baru turun tanggal per 1 September. Apakah karena itu saya juga kurang tahu,” kata Suhartini.

Kemudian Suhartini pun mengaku terkait intimidasi tersebut benar adanya. Dirinya sendiri pun bahkan menyaksikan intimidasi tersebut. Bahkan Suhartini mempersilakan bertanya kepada guru yang diintimidasi.

“Ya intimidasi itu dalam artian, masing-masing mereka yang merasakan dan kami juga melihat,”katanya. (As/dt/red/kmp)

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Lakukan Sidak di Polres Binjai

0
Polda
Binjai – Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Muji Ediyanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Penyelenggara Admistrasi SIM (Satpas) Polres Binjai, Jumat (15/9/2023) siang.

“Kegiatan kami di sini dalam rangka inspeksi mendadak untuk memastikan bahwa pelayanan di Satpas Satpas atau pelayanan SIM berjalan dengan baik,” ujar Muji.

Dia mengaku sudah melihat langsung setiap tahapan proses pembuatan maupun perpanjangan SIM. Muji menilai seluruh kegiatan di Satpas Binjai sudah berjalan dengan baik.

Papan petunjuk atau pemberitahuan tentang mekanisme pengurusan dan perpanjangan SIM terpasang dan dipajang di setiap dinding sehingga mempermudah masyarakat.

“Kita lihat tadi semua mekanisme berjalan baik sesuai dengan ketentuan. Kemudian, kita lihat ada besaran biaya ditempel di dinding. Jadi ada kepastian biaya dan ketepatan waktu,” katanya.

Menurut dia, perubahan ujian praktik dari angka 8 menjadi huruf S sangat membantu dan mempermudah masyarakat. Peralihan itu sudah berjalan, dan pemohon SIM dapat melaluinya dengan baik.

“Kita lihat sama-sama ujian praktik yang menggunakan huruf perubahan dari angka 8. Beberapa waktu yang lalu sudah kita mulai dan Alhamdulillah tadi kita lihat pemohon SIM bisa lulus. Artinya, 8 diganti S lebih mudah, tidak sulit,” tegasnya.

Disinggung soal praktik percaloan, Muji memastikan tidak ada. Dia berharap pelayanan maksimal dan bersih kepada masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.Kendati demikian, Muji tetap mengharapkan saran dan masukan dari semua pihak agar pihaknya bisa segera berbenah.

“Tidak ada calo. Mudah-mudahan nanti bisa kita pertahankan dan tingkatkan. Tapi, terima kasih juga tentunya, kami mengharapkan saran, kritikan dan masukan dari masyarakat supaya pelayanan kami lebih baik,” ucapnya.

Menjawab wartawan, Muji menyebut Satpas Binjai memiliki peralatan dan fasiltas terbilang baik karena sebagai percontohan, semua menggunakan sistem digital untuk memudahkan masyarakat.Dia mengaku, sidak itu berkaitan dengan menjelang Hari Lalu Lintas.

Dia bertekad untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tapi membutuhkan dukungan semua pihak.

“Sekaligus ini juga menjelang hari ulang tahun lalu lintas, tentunya kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan itu kami tidak bisa sendiri. Kami perlu saran, kritikan dan masukan dari semua pihak untuk perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.

Amatan wartawan, pada sidak tersebut Muji menyambangi setiap ruangan pelayanan di Satpas Polres Binjai untuk memastikan kemudahan bagi masyarakat. Muji juga sempat berinteraksi dengan masyarakat pemohon SIM.Salah seorang wanita pemohon SIM C, Mentari Aulia (26) menyebut, pelayanan di Satpas Polres Binjai berjalan baik dan maksimal.

“Petugasnya ramah-ramah kok, humanis dan proses pembuatan SIM tepat waktu, tidak lama. Saya lihat tidak ada calo,” ujar warga Binjai Utara. (Nik)