Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 168

Jakarta Jadi Peringkat Ke Tiga di Dunia dengan Kualitas Udara Terburuk

0
Jakarta cuaca buruk
Kualitas udara Jakarta terburuk ketiga di dunia tercatat pada Selasa (22/08/2023). Hal itu terungkap dari laman IQAir. Kualitas udara di Kota Jakarta terpantau masih masuk kualitas tidak sehat pada Selasa pagi.

Pada pukul 06.32 WIB, nilai indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat 163 dengan polutan utama PM 2.5. Konsentrasi polutan tersebut 15,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

Sementara itu, cuaca di Jakarta pagi ini berkabut dengan suhu 23 derajat celsius, kelembapan 94 persen, gerak angin 9,3 km/h, dan tekanan sebesar 1010 milibar.

Situs itu juga merekomendasikan masyarakat untuk mengenakan masker, menghidupkan penyaring udara, menutup jendela, dan hindari aktivitas outdoor agar terhindar dari udara luar yang kotor.

Sedangkan angka indeks kualitas udara Jakarta pagi ini lebih buruk dibandingkan Senin (21/8/2023). Pada Senin pagi, kualitas udara Jakarta tercatat di posisi terburuk keenam di dunia, dengan indeks kualitas udara 158, masuk kategori tidak sehat. (As/Red)

Koperasi IWOI Didirikan Untuk Masa Depan Anggota

0
Iwo
MEDAN – Pertemuan Ketua Dewan Pembina & Penasehat DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Sumut dengan salah satu pimpinan Bank BUMN di Medan, merupakan momen awal untuk menciptakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai entrepreneur baru.

Oleh karena itu, Koperasi DPW IWOI Sumatera Utara yang akan didirikan harus menjadi prioritas program sehingga pengurus dan semua anggota bisa mendapat jaminan kesejahteraan melalui sisa hasil usaha.

“Insya Allah Koperasi IWOI yang akan didirikan akan menjadi pilot project untuk masa depan seluruh anggota,” ujar pria yang biasa disapa Ko David yang juga Ketua Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumut, Senin (21/8/2023).

Ditempat yang sama, Ketua DPW IWOI Sumut, Ratno SH, MM didampingi Dedy, Ahai, Marry, Lia, Robin Silalahi, dan Giarto, menyambut baik atas pertemuan tersebut. “Kita harapkan Koperasi IWOI Sumut dapat memberikan perubahan untuk masa depan anggota,” harapnya.

Terpisah, terkait pendirian koperasi oleh IWO Indonesia Sumut, awak media ini menghubungi seorang pengamat perbankan sekaligus Accounting Administrator di sebuah bank plat merah untuk dimintai tanggapannya.

Ia mengatakan, “Pendirian koperasi untuk UMKM yang digagas oleh pengurus DPW IWOI Sumut adalah sebuah ide dan gagasan yang sangat baik dan itu sudah teruji dan terbukti, lebih lanjut disampaikannya “ada 3 bank di AS sampai dengan Agustus 2023 ini dinyatakan tutup, ini bank papan atas dan masih ada 190 bank yang terancam bangkrut”.

“Usaha Kecil Mikro terbukti lebih kokoh pondasi ekonominya contohnya pada saat krisis moneter 1998 UKM mampu bertahan, dan Kami siap untuk bersinergi dengan pihak lainnya dan siap untuk sekedar sharing dengan pengurus IWO Indonesia Sumut” tambahnya lagi. (NIK)

DPW IWOI Sumut Harus Bisa Wujudkan Kesejahteraan Jurnalis

0
Wartawan Online Indonesia (IWOI) merupakan organisasi pers berbadan hukum. Oleh karena itu, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IWOI merupakan petunjuk dasar yang harus patuhi.

Demikian dikatakan Ketua DPW IWOI Sumatera Utara, Ratno SH, MM saat mengikuti rapat pembubaran panitia pelantikan di hotel Griya Riatur, Medan, Sabtu (19/08/2023) sekira pkl 16.00 Wib.

Lebihlanjut ia mengatakan, semua keanggota IWOI Sumut harus bisa membedakan organisasi pers dengan industri pers. Untuk itu, ujar, Pemimpin Redaksi Radarindo.co.id, Ratno SH. MM didampingi Sekretaris Ferri Yudha dan Bendahara Hariaty Panggabean.

“Maka harus patuh dan taat pada Undang – undang pokok pers nomor 40 tahun 1999. Sehingga dapat menjaga nama baik profesi sebagai pekerja pers”, ujarnya.

Ditempat yang sama dikatakan Ketua Dewan Pembina dan Penasehat DPW IWOI Sumut, Tan David Sulaiman disamping anggota Dewan Pembina dan Penasehat, Drs H. Bahrumsyah, MM dihadapan pengurus.

“Saya berharap semua anggota IWOI Sumut harus menjadi jurnalis terpercaya. Serta dapat memberi edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar pria yang biasa disapa Ko David yang juga Ketua Persaudaraan Islam Tionghoa (PITI) Sumut.

Oleh karena itu, kita perlu mendirikan usaha seperti Koperasi atau UD. Sehingga kita mempunyai sumber penghasilan yang bisa diberikan untuk keluarga.

“Insya Allah IWOI Sumut tetap jaya dan wartawan yang tergabung di IWOI hidup sejahtera. Maka IWOI Sumut harus bisa memberikan kesejahteraan bagi setiap anggota. Maka kita harus membangun usaha seperti koperasi atau UD,” tandas Tan David Sulaiman.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelantikan IWOI Sumut, Hariaty Panggabean dalam sambutan mengatakan terima kasih kepada Ko David sebagai Ketua Dewan Pembina dan Penasehat dan Drs H Bahrumsyah MM. Serta semua pihak para donatur dan simpatisan yang tidak mengikat. Sehingga acara pelantikan IWOI Sumut pada 27 Juli 2023 sukses.

Acara pembubaran panitia pelantikan IWOI Sumut dihadiri Ketua Dewan Pembina dan Penasehat, Ketua, Sekretaris dan Bendahara IWOI Sumut, serta sejumlah Kepala Bidang Organisasi. Acara ditutup Ketua DPW IWOI Sumatera Utara, mengatakan tindaklanjut program akan dibahas pada rapat berikutnya. IWO Indonesia Jurnalis terpercaya. (NIK)

Bupati Dairi Eddy Berutu Serahkan 193 Sertifikat Hasil Konsolidasi Tanah Tahun 2022

0
bupati

DAIRI– Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dairi menyerahkan 193 sertifikat hasil konsolidasi tanah tahun 2022 kepada masyarakat Desa Sitinjo di Kantor Camat Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Senin (21/8/2023) sore.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN/ATR Dairi Naek Siregar menjelaskan program konsolidasi tanah di Desa Sitinjo dilakukan secara bertahap sejak tahun 2021 dan pengembangannya akan dilakukan selama lima tahun, terhitung sejak tahun Desember 2022.

“Pelaksanaan pembangunannya seperti irigasi, jalan, dan sebagainya akan dibangun secepatnya, sesuai dengan anggaran pemerintah Kabupaten Dairi. Kalau anggarannya cukup, akan dilakukan secepatnya, kalaupun tidak maka akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan desain yang telah ditentukan sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Dairi Eddy Berutu menjelaskan alasan Pemerintah Kabupaten Dairi melaksanakan program konsolidasi tanah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian.

“Melalui pemberian sertifikat ini, saya mau masyarakat Dairi itu menjadi sosok yang mandiri dan mampu menentukan arah kesejahteraannya. Saya yakin dengan adanya sertifikat ini dapat memberikan kepastian legalitas bagi bapak/ibu untuk meningkatkan nilai dari kepemilikannya guna mendapatkan modal,” ujarnya.

Disampaikan Eddy, kegigihan pemerintah Kabupaten Dairi bekerja sama dengan BPN/ATR Dairi dalam memberikan legalitas kepemilikan lahan membuahkan hasil.

“Sejak ada ide tentang program ini, saya langsung bentuk tim, saya perintahkan camat langsung tanya ke masyarakat, ternyata sawah dan ladang kita ini tidak teratur, akses kendaraan terbatas, maka tanggal 31 Januari 2022 saya bentuk tim konsilidasi tanah,” katanya.

Kemudian, kata Eddy, pada 27 September tim yang dibentuk menyusun rencana kerja, melakukan pengusulan anggaran, melakukan rapat, dan menetapkan lokasi konsolidasi.

“Segala upaya yang saya lakukan bersama jajaran pemerintah Kabupaten Dairi merupakan langkah-langkah untuk mensejahterahkan masyarakat dalam harmoni keberagaman, sesuai dengan visi misi saya dalam memimpin Kabupaten Dairi. Saya berharap, program ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memperoleh permodalan dalam kegiatan yang semakin produktif,” ucapnya.

Diketahui, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Dairi dan BPN/ATR Dairi telah memberikan 100 sertifikat kepada pemilik lahan di Gedung Balai Budaya Sidikalang, terdapat 9 sertifikat yang telah diambil langsung oleh pemilih lahan, sehingga total sertifikat yang diberikan sebanyak 303 buah. (Nid)

KNPI : Jangan Buat Issu SARA Soal Penetapan Tiga Komisioner Bawaslu Tapteng

0
SARA
Foto (Istimewa)
Tapteng – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tapteng meminta kepada sejumlah organisasi, baik kepemudaan maupun kemahasiswaan untuk tidak menciptakan konflik terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di Tapteng.

Hal itu disampaikan, Sekretaris DPD KNPI Tapteng, Raju Firmanda Hutagalung, kepada wartawan, Selasa (22/08/2023), menanggapi aksi damai yang dilaksanakan oleh Gerakan Lintas Pemuda Ormas Mahasiswa dan Masyarakat Tapanuli Tengah, di depan Gedung DPRD Tapteng, yang mencuatkan issu SARA dalam pengangkatan Komisoner Bawaslu Tapteng.

Dalam aksinya massa menyebutkan, bahwa Bawaslu RI dinilai Rasis terhadap agama tertentu.

“Penetapan Komisioner Bawaslu Tapteng yang dilakukan oleh Bawaslu RI dan Bawaslu Sumatera Utara bersifat sangat rasis dan sangat tendensius, hal ini tercermin dimana Bawaslu RI hanya mengakomodir komisioner dari satu agama dengan mengesampingkan nilai-nilai kebhinekaan dan kemajemukan yang hidup di Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Raju menirukan seruan massa dalam pernyataan sikap mereka.

Menurut Raju, hal ini jelas bertentangan dengan kebhinekaan yang dilontarkan oleh pengunjukrasa itu sendiri.

“Kita ketahui bersama, tiga komisioner Bawaslu Tapteng yang dilantik beragama Kristen, namun itu tidak menggambarkan adanya rasis dalam proses seleksi tersebut. Sebab, ketiga komisioner tersebut mengikuti proses seleksi tanpa adanya pertimbangan suku, agama, ras, dan antar golongan,” ujarnya.

Selain itu, kata Raju, soal aturan juga tidak ada hal-hal yang mengatur terkait agama dalam penetapan ketiga Komisioner Bawaslu Tapteng.

“Sehingga sangat tidak relevan sekali mereka yang mengaku Ormas dan Mahasiswa membahas SARA, itu namanya mereka menciptakan konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Raju berharap, sebagai insan berpendidikan, untuk tidak menjadikan issu SARA sebagai dasar ketidakterimaan terhadap hasil keputusan mutlak Bawaslu RI.

Menurutnya, jika ada pihak yang keberatan sebaiknya menempuh jalur Administrasi tanpa menggunakan isu-isu SARA.

“Dan kita juga meminta penegak hukum dalam hal ini harus benar-benar memperhatikan supaya tidak terjadi perpecahan, mari sama-sama kita menjaga Kabupaten Tapanuli Tengah dari isu-isu SARA yang merusak keberagaman dan persatuan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Bila diperlukan, amankan pihak-pihak yang berupaya mengganggu kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang menggunakan isu SARA,” pintanya.

“Kita menilai bahwa hal itu sudah mengandung unsur provokatif serta mengandung unsur SARA, yang dapat menciptakan kegaduhan. Makanya kita sangat menyesalkan beberapa kawan-kawan organisasi kemahasiswaan dan OKP yang tergabung kedalam aksi tersebut tidak mampu mencerdaskan publik dengan nilai-nilai intelektual,” pungkasnya. (Syaiful)

Syukuran HUT Pujakesuma Dairi, Bupati Eddy Berutu: Keberagaman Mempererat Persaudaraan

0
pujakesuma

DAIRI – Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera Utara (Pujakesuma) Kabupaten Dairi menampilkan tarian Reog Ponorogo dan Kuda Kepang dalam gelaran syukuran ulang tahun Pujakesuma ke-43 dirangkai dengan HUT RI ke-78 di Taman Rekreasi (Tamrek) Sidikalang Kabupaten Dairi, Minggu (20/8/2023).

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir langsung menyaksikan pagelaran tarian tersebut mengaku sangat kagum dan terhibur, apalagi saat pemain musik menghentakkan gamelan dan gendang sebagai tanda mengiringi tarian tersebut.

“Saya kagum. Ternyata nenek moyang kita dulu menyampaikan kepada masyarakat melalui tarian. Gendang-gendang itu juga sangat luar biasa, menggetarkan. Saya sendiri merasa bergetar. Hentak-hentaknya berbeda,” ujar Eddy Berutu dalam wawancara.

Dia menilai para leluhur sangat menjaga nilai Kebudayaan dan menjaga keberagaman melalui tarian.

“Mereka menunjukkan persaudaraan. Nah inilah kunci dari kesuksesan bangsa Indonesia. Kebhinekaan tapi tunggal,” ucapnya.

Bupati Dairi meminta agar budaya tersebut dapat terus dilestarikan.

“Kita pulang dengan kesan yang baik. Kita pulang dengan kesan kekaguman. Luar biasa itu. Lestarikan terus,” ungkap Eddy Berutu.

Dia berharap dengan kehadiran tarian tersebut dapat mempererat tali persaudaraan dan keberagaman yang ada di Kabupaten Dairi.

“Mari kita lestarikan, tapi kita budayakan kembali. Ini akan memperat persaudaraan kita dan membuktikan keberagaman kita,” kata Eddy Berutu.

Selain melihat tarian, Bupati Dairi juga berkesempatan mengunjungi stand penjualan es dawet yang berada di sekitar lokasi acara.

Eddy Berutu tampak sumringah dan semangat saat penjual es Dawet mulai meracik minuman yang terbuat dari santan dan gula merah.

Ditanya soal rasa, Eddy Berutu merasa sangat menikmati dan menyukai es tersebut.

“Es dawet top dan maknyus,” kata Eddy Berutu dengan wajah gembira.

Di sisi lain, Eddy Berutu juga mengajak penjual Es Dawet agar mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Tadi saya tanya, sudah dapat KUR belum. Kata mereka belum, tapi sudah dibina oleh PLUT. Sehingga kita diduga pelaku UMKM ini bisa mengembangkan usaha menjadi lima sampai sepuluh gerobak dan tentunya akan menyerap anak-anak muda untuk bekerja,” ucap Eddy Berutu.

Hadir dalam syukuran ini, mewakili Dandim 0206 Dairi Kapt. AR. Siregar, Kakan Kemenag Dairi H.Riswan Gaja, Kepala Disperindagkopukm Kabupaten Dairi Iwan Taruna Berutu, Kepala Disparbudpora DAIRI Rahmat Syah Munthe, Kepala Bapeda Fatimah Boang Manalu, Kepala PLUT Plamsriak Siburian, Penasehat Pemuda Pujakesuma Wilayah Sumut, Brigjend. TNI. Ahwan Berutu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Pujakesuma Sumut Raden Bambang, Hendra Atmaja, Ketua Pujakesuma Dairi Anwar Irawadi, Ketua Pemuda Pujakesuma Dairi Rudianto, tokoh agama, serta undangan lainnya. (Nid)

Bupati Eddy Berutu Gandeng Perusahaan Swasta Kembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

0
bupati

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan tetap konsisten untuk mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang.

Namun, mengembalikan kejayaan kopi ini tentu butuh effort dan peran seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, juga swasta untuk satu pemikiran.

Hal ini disampaikan Bupati saat menerima Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPMI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, pimpinan PT. Java Kirana Tata Nagari Chandra Heriawan, dan ketua Koperasi Barung-barung Valentino Bintang, Jumat (18/8/2023), di ruang rapat bupati yang dirangkai dengan penandatangan MoU.

Disebutkan Bupati, budi daya kopi menjadi komoditas yang menjanjikan bagi negara agraris seperti Indonesia. Bahkan, Kementerian Perdagangan menyebutkan, kopi merupakan komoditi terbesar kedua yang diperdagangkan di dunia, memiliki potensi, dan pasar yang sangat besar.

“Saat ini kopi juga kian dilirik oleh kalangan muda lewat bisnis gerai kopi kekinian, diikuti sejumlah seni menyajikan kopi di dalamnya. Sebagai penghasil kopi yang jaya di zamannya tentu kita ingin kejayaan kopi Sidikalanng itu bisa kita kembalikan,” kata Bupati.

Tentu, kata bupati Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam hal ini Dinas Pertanian, dan Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM terus mencari peluang-peluang bagaimana nama besar kopi Sidikalang bisa kembali termasuk bekerjasama dengan swasta, koperasi, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, kata Bupati, perusahaan social entrepreneur yang bergerak di bidang pengelolaan perkebunan dan pengolahan pasca-panen kopi, seperti PT. Java Kirana, melihat budi daya kopi Sidikalang tidak hanya sebagai sektor penghasil produk atau komoditas, melainkan juga salah satu cara untuk upaya menjaga nama besar dan ketenaran kopi ini layak diperjuangkan.

“Saya bersyukur perlahan peran swasta di Dairi mulai muncul, termasuk peran putra Dairi seperti Pak Sarman Simanjorang. Sejak awal jumpa memang saya ketahui perusahaan ini concern bukan hanya di pertanian kopinya namun juga di sektor petani dan pemberdayaannya. Energi itu yang tertular ke saya yang juga ingin saya tularkan di Kabupatem Dairi,” ujar Eddy Berutu.

Melalui penandatangan nota kesepahaman ini, Bupati menyampaikan keinginannya, bahwa apa yang sudah dan yang akan kelak dilakukan Pemkab Dairi bersama PT. Java Kirana berdampak positif bagi kesejahteraaan dan peningkatan ekonomi petani.

“Saya ingin nota kesepahaman ini bukan hanya inisiasi semata yang kemudian hilang. Ide awal memang sesuatu yang luar biasa namum pelaksanaannya yang justru lebih menantang. Saya bersyukur Pak Sarman memperkenalkan pihak swsta pada kita demi pengembangan dan pengembalian kejayaan kopi Sidikalang ini bangkit kembali,” tuturnya.

Dia menambahkan selama ini yang dilakukan adalah mengembangkan pertanian dengan komoditi yang memang biasa ditekuni oleh si petani, tujuannya adalah untuk keberlanjutan pertanian itu sendiri.

Seperti itu juga konsep yang dilakukan di KPT Parbuluan.

“Hal serupa ingin kita lanjutkan pada petani yang memang berfokus pada komoditi kopi,” ucapnya.

Sebelumnya, saat mengawali pertemuan, Chandra Heriawan selaku pimpinan PT. Java Kirana Tata Nagari menyampaikan maksud dan tujuannya yaitu untuk meningkatkan kerjasama. Disebutkannya bahwa perusahaan ini sejak awal concern dalam meningkatkan produktifitas kopi, peningkatan kapasitas petani, meminta bantuan mengelola sentra kopi, termasuk mengelola kopi dari awal hingga akhir di pemasaran.

Tidak lupa Chandra juga menyampaikan terima kasih apa yang sudah dibicarakan secara santai ternyata ditanggapi serius,

“Jadi, kita mulai perlahan karena semua butuh pembelajaran. Soal produktifitas di hulu seperti perluasan lahan perlu juga dipikirkan. Kita akan bekerja dari segala sisi mulai dari hulu hingga hilir. Semua tak bisa dikerjakan sendiri, itulah pentingnya kita perlu melakukan kerjasama. Untuk meningkatkan produktivitas para petani kopi, Java Kirana juga memberikan pelatihan metode budi daya kopi berdasar sains dan teknologi modern kepada para petani hingga bisa meningkatkan produktivitas petani,” katanya.

Namun, Java Kirana mengajak para petani kopi untuk mengurangi ketergantungan atas pupuk dan pestisida kimia dengan melakukan tumpangsari. Pasalnya, jika dikelola dan dirancang dengan baik, beberapa tanaman bisa memberikan fungsi pupuk dan pestisida alami untuk satu sama lain. Dengan kata lain perusahaan ini hadir guna pengembangan tanaman kopi organik.

Secara singkat, Sarman Simanjorang menjelaskan cikal bakal pertemuan ini adalah saat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) expo Juli lalu. Di mana diketahui perusahaan ini mencari daerah potensial kopi. Mereka (PT Java Kirana), kata Sarman, tidak sekadar fokus pada tanaman kopi, namun punya kepedulian pada petani .

“Semoga MoU ini menjadi momentum lain membangkitkan nama kopi Sidikalang, yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Jadi harapan saya kopi Sidikalang bangkit kembali, program pemerintah hilirisasi lokal berjalan baik,” ujar Sarman Simanjorang.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Pj Sekda Charles Bancin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Swasta Ginting, Kadis Pertanian, KPP Robot Simanullang, Kadis Perindagkop Iwan Taruna Berutu, dan Kabag Tapem Juliawan Rajagukguk. (Nid)

Kunjungan Kerja di Gunung Sitember, Bupati Serahkan Bansos dan Pastikan Layanan Kesehatan Lansia Berjalan Baik

0
bupati

DAIRI– Bupati Dairi secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa beras, susu dan bahan sanfang lainnya kepada warga lanjut usia di Kecamatan Gunung Sitember, Senin (20/8/2023) bertempat di kantor camat Gunung Sitember.

Kegiatan penyerahan bansos ini juga diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pemeriksaan kesehatan, pengurusan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan catatan sipil seperti Kartu Identitas Anak (KIA), Penggemar Kartu Keluarga dan lainnya. Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan bimbingan kesehatan, mental, spiritual dan sosial bagi lansia.

Mengawali Perayaan, Bupati Eddy Berutu menyampaikan harapannya bagi para warga agar menjadi lansia yang sehat

Dijelaskan, program tercetusnya ini adalah simpati kepada lansia, juga sebagai implementasi kehadiran pemerintah atau kepedulian bupati untuk memastikan para lansia terpenuhi, kebutuhan dasarnya.

“Kita ingin warga kita terutama lansia memenuhi kebutuhan pokoknya dengan baik,” singkatnya.

Selain itu, Pemkab Dairi dalam hal ini Dinas Kesehatan juga memberikan bimbingan kesehatan bagi para lansia.

Dalam hal ini, Bupati Eddy Berutu ingin memastikan bahwa selain pemeriksaan kesehatan fisik, bimbingan kesehatan mental, psikologis, dan sosiologis warga juga terpenuhi dengan baik.

“Kita ingin membekali para orang tua kita dengan pengetahuan seputar kesehatan, karena dengam semakin menutunnya kemapuan fisiknya, kita juga ingin memastikan warga lansia mendapatkan layanan kesehatan yang baik, seperti di Puskesmas atau Posyandu.

Dan kami ingin memastikan pula warga lanjut usia dapat mengakses layanan kesehatan yang baik dan mudah. Itu yang diharapkan,” pesan Eddy Berutu.

“Semoga dengan apa yang sudah kita lakukan ini, Tujuan kita untuk kmewujudkan Dairi Unggul bisa kita wujudkan,” katanya berakhir.

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten Administrasi Umum, Oloan Hasugian, Kadisducatpil, Dedy Situmorang, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Ruspal Simarmata, Sekretaris Dinas Sosial, Mariana Sinaga, Kabid kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan, Imelda Purba Camat Gunung Sitember, Jonatan Ginting, Kepala Desa se Kecamatan Gunung Sitember, Ketua TP.PKK kabupaten Dairi, Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu, serta para penerima lansia penerima bansos. (Nid)

Kepala Ombudsman Sumut : Layanan RSUD Sikalang telah Berprogres dan Membaik

0
ombudsman

DAIRI– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang memiliki progres yang sangat baik dan signifikan, khususnya dalam layanan obgyn.

Demikian disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dalam pertemuannya dengan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu di ruang kerja Bupati Dairi, Jumat (18/8/2023).

“Kunjungan kami dalam rangka melakukan kajian inisiatif untuk melihat alur dan standar pelayanan di RSUD Sidikalang, khususnya dalam layanan obgyn. Kita juga memantau kondisi sarana dan prasarananya. Sekilas yang boleh menjadi kesimpulan bahwa sudah ada perbaikan. Yang paling nyata adalah bahwa dokter obgyn sudah ada tiga, sesuai dengan standar rumah sakit kecil,” ujarnya.

Disampaikan Abyadi, RSUD Sidikalang sudah melakukan beberapa upaya untuk mendapatkan dokter (dibuktikan dengan surat permohonan), namun karena adanya beberapa tahapan yang harus dilalui sehingga permohonan tersebut belum bisa diwujudkan.

“Kami juga sudah berbicara dengan beberapa pasien dan mereka mengakui layanannya sudah bagus dan cepat. Ada pasien yang masuk jam 9, jam 12 nya sudah diberikan tindakan operasi, artinya sudah sesuai dengan tahapan, karena dokternya sudah lengkap,” ucapnya.

Lebih lanjut, Apyadi juga menyebutkan RSUD Sidikalang sudah memiliki dua ruang USG yang terletak di poli dan radiologi yang artinya pernyataan yang menyebutkan dokter obgyn tidak dapat mengakses layanan USG merupakan pendapat yang tidak terbukti.

“Sebenarnya sudah ada banyak perubahan di RSUD Sidikalang namun tetap kajian ini masih berproses, mungkin dalam waktu dekat akan ada outputnya. Semua ini dilakukan untuk memperbaiki pelayanan yang ada, sehingga fasilitas kesehatan semakin daoat dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Atas kunjungan tersebut, Eddy Berutu menyampaikan terimakasih karena telah membantu memperbaiki kinerja RSUD Sidikalang, sehingga bisa memperkuat peranan RSUD Sidikalang di tengah masyarakat.

“Kalau bisa tidak ada lagi ibu hamil dan bayi yang meninggal. Memang ada variabel yang tidak bisa kita kontrol, seperti niat untuk melakukan pemeriksaan rutin, maka dari itu tenaga kesehatan harus pro aktif. Kalau boleh, satu jam sebelum kedatangan, dokter di RS ataupun klinik sudah mengetahui kondisi si pasien,” ujar Eddy Berutu.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pj Sekda Surung Charles Bantjin, Kepala BKPSDM Junihardi Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, Dirut RSUD Sidikalang Pesalmen Saragih, serta Kabid Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Mei Sitanggang. (Nid)

Presiden Ini Mengaku Tidak Masalah Disebut Fir’aun Hingga Tolol

0
Presiden Jokowi
Pengakuan Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan terkait sebutan yang ditujukan kepada dirinya. Misalnya, seperti disebut seperti seorang Fir’aun hingga tolol.

“Saya tahu ada yang mengatakan Saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir’aun, tolol. Ya nda apa, sebagai pribadi saya menerima saja,” ujar Presiden Jokowi di sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR/DPD RI tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2023).

Presiden Jokowi juga menyatakan, elite politik di Indonesia acap kali menyebut menunggu arahan dari seorang lurah ketika akan memutuskan pasangan calon di pesta demokrasi nanti.

“Suasana sudah hangat-hangat dan sedang tren ini di kalangan politisi dan parpol, setiap ditanya capres dan cawapresnya jawabannya belum ada arahan pak lurah. Saya sempat mikir ini siapa?” kata Jokowi.

Akhirnya, dia baru mengetahui kalau lurah itu merupakan sebuah perumpamaan.

“Sedikit-sedikit kok pak lurah. Belakangan saya tahu, yang dimaksud pak lurah, saya. Ya, saya jawab saat ini, saya bukan lurah, saya adalah Presiden Republik Indonesia,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan dirinya tak memiliki andil apapun dalam menentukan koalisi di Pilpres 2024. Sebab, ia bukan ketua umum parpol yang bisa merundingkan sosok yang akan diusung di Pilpres 2024.

“Ternyata pak lurah itu kode. Tapi perlu saya tegaskan, saya bukan ketua umum parpol, bukan juga ketua koalisi partai. Dan sesuai ketentuan undang-undang yang menentukan capres dan cawapres adalah partai politik dan koalisi parpol,” Kata Jokowi.

Namun, ia mengaku sedih karena budaya kesantunan yang selama ini dianut Indonesia sudah mulai ditinggalkan.

“Tapi yang membuat saya sedih budaya santun budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang? Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah.”

“Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menyatakan, jabatan sebagai Kepala Negara ini tak selamanya dipersepsikan sebagai orang yang memiliki kewenangan yang besar.

“Posisi Presiden itu, tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan dan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini. Apapun, apapun bisa sampai ke Presiden.”

“Mulai dari masalah rakyat di pinggiran sampai kemarahan, ejekan, bahkan makian dan fitnahan. Bisa dengan mudah disampaikan,” kata Jokowi. (As/red/bet)