Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 167

Aktivis Indonesia Arist Merdeka Sirait Meninggal Dunia

0
Arist Merdeka
Salah satu aktivis Indonesia Arist merdeka Sirait
Salah satu aktivis Indonesia Arist merdeka Sirait meninggal dunia, Ia merupakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) sejak tahun 2010.

Salah satu staf Komnas PA, Raihanif Putra mengatakan Arist sempat jatuh sakit dan beberapa kali menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Telah berpulang ke Rumah Rumah, Bapak Arist Merdeka Sirait pada Sabtu 26 Agustus 2023 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” kata Raihanif. Sabtu (26/8).

Raihanif menyebut Arist Merdeka memang telah menjalani perawatan di rumah sakit Polri sebanyak 2 kali. Namun, tim dokter belum bisa mengidentifikasi penyakit yang menyebabkan aktivis anak itu meninggal dunia.

“Kembali ke Rumah sakit Polri Senin kemarin, masih diobservasi tim dokter penyakitnya apa, tapi saat ini sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Saat ini jenazah Arist masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Polri. Pihak keluarga masih berdiskusi perihal tempat persemayaman rumah duka.

“Tapi untuk dimakamkan rencana di pemakaman keluarga di Medan, daerah Porsea,” kata jelasnya. (As/Cn/Red)

Bupati Dairi: Perpustakaan Raja Naga Jambe Jadi Loncatan Baru Dunia Literasi di Dairi

0
perpustakaan

DAIRI – Untuk meningkatkan pelayanan bagi siswa agar menjadi generasi yang cerdas, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dairi menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tahun 2023 bersama para pengelola perpustakaan sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Dairi.

Acara ini dibuka Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, Kamis (24/8/2023), di Aula Perpustakaan Dairi Raja Naga Jambe Sidikalang.

Dalam bimtek yang akan berlangsung selama dua hari ini, Bupati mengatakan bahwa perubahan di sekitar kita begitu cepat, sehingga diharapkan dengan apa yang dilakukan dalam bimtek selama dua hari ke depan ini bisa menjadi nilai tambah yang berdampak baik bagi lingkungan kita.

“Saya ingin kegiatan ini menghasilkan inovatif. Gagasan inklusi sosial itu sangat mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Dan perpustakaan ini jadi loncatan baru bagi Kabupaten Dairi bahwa inklusi sosial itu bisa dipraktekkan. Kita belajar literasi di sini lalu kita praktikkan dengan membagikan ilmu yang kita peroleh di sekitar kita,” katanya.

Bupati mengatakan ide membangun perpustakaan daerah seperti Raja Naga Jambe ini adalah hasil dari diskusi dan penelitian dengan banyak pihak guna meningkatkan minat baca bagi masyarakat Dairi.

Untuk itu, kata Eddy Berutu, Ia ingin masyarakat juga memanfaatkan fasilitas ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dengan melahirkan minatnya terlebih dahulu.

“Kita ingin perpustakaan ini semakin maksimal, apa yang harus kita tingkatkan? Adalah minat membaca dan literasi generasi warga Dairi ini untuk hadir dan membaca di perpustakaan ini. Indeks literasi dan numerasi kita terbaik di Sumut, dengan fasilitas bagus ini prestasi itu harus kita jaga,” tutupnya.

Hadir dalam pembukaan Bimtek ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Marisi Sianturi, Bunda Literasi Kabupaten Dairi Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu.

Bimtek ini juga menghadirkan nara sumber, Erikson Pakpahan dari Dinas Perpustakaan Sumut dan Ketua aadvokasi Jurusan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara Hotlan Siahaan. (Nid)

Praktik Baik Penurunan Stunting di Kecamatan, Bupati Dairi: Stunting Bisa Kita Cegah Sejak Dini

0
stunting

DAIRI – Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting di Desa Tupak Raja, Kecamatan Gunung Sitember, menggelar Kegiatan Bina Balita Holistik Integratif yang dirangkai dengan Kegiatan Pelayanan dan Penyuluhan KB yang digelar di Los milik Desa Tumpak Raja, Kecamatan Gunung Sitember pada Rabu 23 Agustus 2023.

Bupati Dairi Eddy Berutu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Romy Mariani yang turun langsung meninjau kegiatan ini tampil menjadi motivator dan penyemangat di tengah-tengah warga desa yang terlibat dalam kegiatan ini.

Setengah cerita, Bupati Eddy Berutu menjelaskan bahwa stunting itu bukan aib yang harus disembunyikan. Sebab stunting tidak hanya dialami oleh bayi dan balita dari golongan ekonomi lemah (miskin), namun juga dari kalangan ekonomi menengah ke atas.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, stunting itu karena lingkungan, bukan genetik. Kalau faktor lingkungan diperbaiki bisa membaik.

Menurutnya, mencegah stunting ada di 1.000 hari pertama kehidupan saat anak lahir.

“Mencegah stunting juga harus dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi sejak anak dalam kandungan, memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan MPASI sehat sebagai makanan pendamping ASI, Imunisasi, terus memadukan tumbuh kembang anak, serta selalu menjaga kebersihan lingkungan.” ujar Eddy Berutu menjelaskan.

Dan tidak lupa Bupati Eddy Berutu mengingatkan, bahwa salah satu faktor penyebab yang cukup berpotensi menyebabkan Stunting pada anak adalah usia pernikahan dari kedua orang tuanya. Di mana usia pernikahan harus pada usia dewasa, jangan menikah jika usia belum cukup umur.

“Kegiatan Bina Balita Holistik Integratif yang dirangkai dengan kegiatan pelayanan dan penyuluhan KB ini menjadi kegiatan yang sangat penting di tengah masyarakat kita dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ucap Eddy Berutu.

Masih dari penuturan Bupati Eddy Berutu, percepatan penurunan stunting adalah program prioritas pemerintah dari pusat hingga daerah, sebagaimana yang disampaikan langsung Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di HUT RI yang ke-78 beberapa waktu lalu dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. di mana negara kita genap berusia 100 tahun, untuk menjadi negara maju.

“Anak-anak yang lahir di saat ini, di tahun tersebut sudah memasuki usia-usia produktif dan menjadi generasi penerus bangsa, sehingga saat ini negara kita termasuk Pemkab Dairi sedang mempersiapkan generasi-generasi penerus kita harus sehat, cerdas, kreatif, dan produktif untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju,” kata Eddy Berutu.

“Sementara, anak-anak yang stunting umumnya belum mampu bekerja produktif di usianya yang saat itu sudah tumbuh dewasa karena harus membutuhkan dukungan dari orang terdekat. Sehingga pemerintah kita sangat gencar melakukan percepatan penurunan stunting,” ucapnya.

Dari data yang diperoleh, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan Desa Tupak Raja angka stunting sangat tinggi, yakni terdapat 42 orang atau 37,5%. Untuk itu, Pemkab Dairi bersama mitra kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi terus berupaya keras dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan stunting yang merupakan bagian dari upaya mewujudkan mis Pemkab Dairi dalam membangun kualitas Sumber Daya Masyarakat (SDM masyarakat) Dairi yang cerdas, sehat, berbudaya dan berdaya berkata.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani menambahkan bahwa dalam mendukung pemerintah menurunkan stunting, informasi PKK sudah memiliki suatu sistem yakni sistem dasawisma (sidasa). Sidasa ini akan membantu program pemerintah khususnya di desa, kecamatan dan kabupaten untuk melihat data yang sesungguhnya

“Data yang akurat untuk mengambil keputusan yang akurat. Sidasa ini akan hadir dalam bentuk aplikasi, yakni aplikasi sidasa. Ini sangat membantu, semoga stunting di Desa Tupak Raja dapat turun hingga di angka 14% sesuai dengan target yang sudah dicanangkan,” pungkas Romy Mariani.

Selain itu, Romy Mariani menerangkan Pemkab Dairi sudah melakukan beberapa pelayanan langsung kepada masyarakat, yakni pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan KB, pelayanan posyandu serta peningkatan kapasitas tutor PAUD.

Turut hadir dalam kegiatan Praktik Baik Sekretaris Dinas Pemerintah Desa dan Masyarakat Agel Siregar, Kepala Dinas P3AP2KB Ruspal Simarmata, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Deddy Situmorang, Kepala Dinas Kesehatan dr. Henry Manik, Camat Gunung Sitember Jonathan Ginting serta Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sitember. (As)

Ini Caranya Urus E Tilang di Ditlantas Polda Sumut

0
MEDAN – Direktorat (Dit) Lalu Lintas Polda Sumut mencatat sebanyak 6.574 pelaku pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ETLE selama Januari hingga Juli 2023.

Adapun sejumlah pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ETLE itu diantaranya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan pengemudi mobil tidak memakai safety belt.

Bagi masyarakat yang tertangkap kamera ETLE karena melakukan pelanggaran lalu lintas tidak perlu khawatir karena Direktorat (Dit) Lalu Lintas Polda Sumut telah membuka Posko ETLE di Kantor Subdit Gakkum Dit Lantas di Jalan Putri Hijau.

Nantinya, para pelanggar lalu lintas dapat mendatangi Posko ETLE untuk mengonfirmasi surat tilang ETLE apakah memang benar melakukan pelanggaran lalu lintas atau tidak. Jika tidak terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas maka petugas akan menganulir surat tilang ETLE yang telah diberikan.

Namun bagi masyarakat yang memang terbukti melakukan pelanggaran dapat membayar denda tilang melalui transfer m-banking via handphone atau melalui ATM BRI.

“Langkah ini kita lakukan untuk memudahkan masyarakat,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Muji Ediyanto, Kamis (24/8).

Muji mengungkapkan, masyarakat yang menerima surat tilang ETLE dikirim ke rumahnya saat itu juga bisa mengonfirmasi dengan membuka website ETLE via handphone untuk memberikan sanggahan.

Sehingga, apabila tidak melakukan pelanggaran lalu lintas seperti yang tertera di dalam surat tilang maka nantinya petugas tidak melakukan pemblokiran kendaraan dan surat tilang langsung dianulir.

“Jadi, posko ETLE yang dibuka ini untuk mempermudah masyarakat mengkonfirmasi surat tilang yang diterima apakah benar melakukan pelanggaran atau tidak. Selain itu bisa juga langsung membuka website ETLE via handphone untuk memberikan sanggahan atau konfirmasi terhadap surat tilang yang diberikan tersebut,” ungkapnya.

Muji menegaskan, sistem tilang ETLE yang telah diterapkan di Kota Medan bertujuan untuk menghindari interaksi langsung petugas dilapangan.

“Semua pembayaran denda tilang ETLE melalui transfer rekening atau ATM BRI, tidak melalui petugas kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, pengemudi ojek online, Herianto Gunawan, pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera ETLE karena tidak memakai helm saat mendatangi Subdit Gakkum Dit Lanyas Polda Sumut untuk mengonfirmasi surat tilang ETLE yang diterimanya mengatakan kemudahan dalam proses pembayaran dan kecepatan pelayanan petugas.

“Kurang dari 10 menit saya sudah mendapat informasi dari petugas di sini bahwa benar telah melakukan pelanggaran membawa penumpang tidak memakai helm. Lalu petugas mengarahkan untuk membayar denda melalui transfer rekening ke BRI tanpa harus mengantri,” pungkasnya.

Demikian juga para pelanggar lainnya yang mendapat pelayanan kemudahan dari petugas Tilang Ditlantas Polda Sumut. (As)

Salam! OPD Kabupaten Dairi Kolaborasi Wujudkan Desa Tupak Raja Bebas Stunting

0
dairi

DAIRI – Pravelensi stunting di Desa Tupak Raja, Kecamatan Gunung Sitember menurut aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) selama tiga tahun berturut-turut selalu meningkat yaitu 31.72% pada tahun 2020, 35.04% pada tahun 2021 , dan 36,72% pada tahun 2022.

Sehingga dipandang perlu dilaksanakan kegiatan percepatan penurunan stunting secara konvergen oleh setiap perangkat daerah pengampu kegiatan yaitu, Dinas Kesehatan, Dinas P3ap2kb Kabupaten Dairi , Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi , Dinas Pertanian Kpp Dairi , Dinas Sosial Kabupaten Dairi, Dispemdes Kab Dairi , Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Pemerintah Desa Tupak Raja.

Demikian disampaikan Kepala DP3AP2KB Ruspal Simarmata dalam pertemuan Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting melalui Kegiatan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif di Jamburta Ras Barisan Mesin, Desa Tupak Raja, Kecamatan Gunung Sitember, Rabu (23/8/2023).

Ruspal menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan praktik baik dalam percepatan penurunan stunting dalam penyelamatan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk mencegah dan menurunkan angka stunting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat, dan produktif.

“Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mendukung percepatan tersebut antara lain memberikan layanan posyandu bagi balita dan ibu hamil, memberikan layanan administrasi kependudukan, melaksanakan pelayanan KB, melaksanakan peningkatan kapasitas tutor PAUD, memberikan bantuan pangan bagi anak stunting, pembinaan kader, pengembangan kapasitas kelembagaan masyarakat terkait sanitasi dan air minum berbasis masyarakat, serta pembekalan kepada kelompok dasawisma tentang kelengkapan data dan pengenalan aplikasi Sidasa,”ujarnya.

Selain itu, kata Ruspal, dilakukan juga pemberian bibit sayuran dan pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung program kawasan rumah pangan Lestari (KRPL), serta melaksanakan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang pola asuh anak, pola makan, perubahan perilaku masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS), pembinaan tentang delapan fungsi keluarga, program Bangga Kencana, dan Pembinaan Bina Keluraga Balita (BKB).

Disampaikan Ruspal, untuk mempercepat program tersebut maka dilakukan penguatan peran untuk keterpaduan program dan kegiatan di lini lapangan seperti penguatan tim penggerak PKK mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten, penguatan peran bidan dalam menyatukan dan mendata setiap pelayanan yang ada di posyandu dan puskesmas terutama pemantauan ibu hamil, bayi, balita, dan kegiatan terkait pelayanan kesehatan.

“Diperlukan juga adanya penguatan kader posyandu, kader keluarga berencana, kader pembangunan manusia dan tim pendamping keluarga, serta penguatan sistem deteksi dini yang dimulai dari pendaftaran calon pengantin (catin) tiga bulan sebelum menikah. Dimana tiga bulan ini merupakan waktu minimal yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas kehamilan pada pasangan baru,” ucapnya.

Seluruh dinas terkait, ujar Ruspal, senantiasa berkolaborasi dalam mewujudkan Desa Tupak Raja yang bebas stunting sesuai dengan visi misi yang telah diprogramkan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, yaitu Dairi Sehat, Dairi Cerdas, dan Dairi Unggul. (Nid)

Status Bunga yang Terus Dikenakan Oleh Bank Kepada Debitur Setelah Kredit Macet Tidak Dibenarkan Hukum

0
Bunga
Ilustrasi
Sering kali bank menagih kredit kepada debitur padahal debitur tidak sanggup bayar (wanprestasi) atau apabila debitur memiliki uang untuk membayar pokok kredit, bank justru menghitung uang yg disetorkan sebagai bunga atau denda.

Tindakan Bank yang menyatakan kredit debitur macet tapi bunga masih tetap dihitung terus tidaklah dibenarkan secara hukum.

Hal ini sejalan dengan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung No. 2899 K/Pdt/1994, tanggal 15 Februari 1996 yang kaidah hukumnya menyatakan:

Bank yang sudah menyatakan suatu kredit macet, maka pada saat itu, kredit harus status quo dan karenanya tidak diperkenankan lagi untuk menambah dengan bunga.

Berdasarkan uraian di atas, maka jelas bahwa apabila kredit sudah dinyatakan macet, maka perhitungan atas bunganya juga harus dihentikan. Bank tidak boleh menambah/menghitung bunganya terus-menerus.

Pandangan Hukum Disampaikan Oleh : M.O.Saut Hamonangan Turnip, S.H., C.T.L.C., C.T.T (Advokat/Pengacara di T. S & Partners Law Firm)

2 Pencuri Kabel Telkom di Bromo Naik Mobil Patroli Polda Sumut, Pasang Muka Murung

0
Pencuri
MEDAN – Patroli Perintis Samapta Polda Sumut mengamankan dua pelaku pencurian kabel yang ditanam di Jalan Bromo, Kecamatan Medan Area, Selasa (22/8) malam.

Awalnya personel Patroli Perintis Samapta Polda Sumut dipimpin Kanit Turjawali, Ipda Frans Hamonangan Tobing, melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi berbagai kejahatan.

Saat melintas di Jalan Bromo, personel Patroli melihat dua orang pria sedang menggali tanah untuk mencuri kabel yang ditanam.

Mengetahui hal itu, Tim Patroli bergerak cepat menangkap kedua pria pencuri kabel tersebut berinisial ZA dan MA. Lalu dilakukan pemeriksaan dan didapati barang bukti berupa tali, linggis, palu, pacul dan senter.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan personel Patroli Perintis Samapta Polda Sumut mengamankan dua orang pelaku pencurian kabel tanam.

Pencuri

“Kehadiran Patroli Perintis Samapta tentu untuk mencegah berbagai Kejahatan, tentu selain itu Patroli juga bertindak jika mendapatkan kejahatan tertangkap Tangan,” jelas Hadi.

Saat ini kedua pelaku pencurian kabel itu sudah diserahkan ke Mapolsek Medan Area untuk menjalani pemeriksaan.

“Di proses Oleh Polsek,” pungkas Hadi.
(As/Hms)

Polres Binjai Tanam 1000 Pohon Dukung Pelestarian Alam

0
Polres Binjai
Kota Binjai – Mewujudkan Institusi kepolisian Republik Indonesia Peludi Terhadap Lingkungan, Lestarikan Negeri Untuk Menuju Indonesia Maju, Polres Binjai melaksanakan penanaman 1.000 pohon dengan cara serentak dalam rangka memperingati HUT RI ke-78 tahun 2023, di lapangan bhayangkara polres Binjai jalan sultan hasanuddin No.1 Binjai kelurahan satria kecamatan Binjai kota, kota Binjai, provinsi sumatera utara, Rabu (23/8/2023).

Penanaman 1.000,- pohon yang dilaksanakan dengan cara serentak di seluruh Republik Indonesia diawali oleh Walikota Binjai Drs. AMIR HAMZAH, M.AP, Ketua PN. Binjai FAUZI, SH, MH, Kapolres Binjai AKBP RIO ALEXANDER PANELEWEN, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai NY. VOIS ALEXANDER PANELEWEN,. Dimana penanaman pohon ini dilaksanakan dengan tema POLRI LESTARIKAN NEGERI, PENGHIJAUAN SEJAK DINI,

Adapun tujuan dilaksanakan penanaman pohon tersebut adalah untuk melestarikan alam, mencegah terjadinya banjir dan menjaga habitatnya serta mencegah terjadinya pupulasi udara,

Disaat penanaman pohon secara serentak polri lestarikan negeri, penghijauan sejak dini tahun 2023 disaksikan dan dipantau langsung oleh oleh bapak Kapolri dari mabes polri dan bapak Kapolda Sumut melalui aplikasi zoom,

Adapun pohon yang ditanam secara serentak oleh polres Binjai dan Polsek jajaran yaitu ; pohon mahoni, pohon durian, pohon trimbesi, pohon manggis, pohon klengkeng, pohon Rambutan, pohon alpukat dan pohon matoa,

Penanaman 1.000,- pohon secara serentak dihadiri oleh ; walikota binjai Drs. H. AMIR HAMZAH, M.AP. Ketua PN. binjai FAUZI, SH, MH, Asisten-3 Pemko binjai Drs. MEIDY YUSRI, waka polres KOMPOL RD. FIRMAN D., SH., MH., PJU polres Binjai, pengurus bhayangkari cabang binjai dan personil polres binjai serta personil polsek jajaran. (As/Hms)

Ada Lokalisasi Judi Terbesar di Jalan Platina Raya, Polisi Jangan Tutup Mata

0
Judi
Lokalisasi Judi
Lokalisasi judi terbesar di bagian Medan Utara kali ini terdapat di Komplek Kota Baru, Jalan Platina Raya, Medan Marelan, Kota Medan, Omzetnya sampai ratusan juta perhari.

Judi jenis tembak ikan ini kerap jadi sorotan warga khususnya diwilayah hukum Polres Belawan, Namun penegak hukum sepertinya “tutup mata” dan merasa “bosan” terhadap pristiwa hukum ini.

“Polisi mungkin sudah bosan kalau menindak beginian, mereka datang lokasinya sudah kosong, “kata narasumber dengan tawa menyeleneh. (Sabtu/19/08/2023).

Sambungnya, “Kalau emak – emak yang gerebek bang pasti barang itu pecah, tanpa ada koordinasi-koordinasian, “tegasnya.

Ia mengaku pengunjung di lokalisasi judi tersebut dominan dari warga Tionghoa.

“Rata-rata orang kita Tionghoa, “katanya.

Sumber lain juga menjelaskan bahwa selain meja tembak ikan, pengusaha judi juga menyediakan roulet yang bisa menyedot uang pemain.

“Meja tembak ikan, roulet, slot pun ada, “pungkasnya. (As/Red)

TKI Asal Tasikmalaya Ini Disekap di Malaysia Selama Setahun, Sadis

0
TKW Sekap
Lusi (27), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang disekap di negeri Jiran, Malaysia.
Lusi (27), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang disekap di negeri Jiran, Malaysia.
Ia merupakan warga Tasikmalaya, tangis haru tak bisa disembunyikan Lusi ketika jumpa dengan anaknya, Selasa (22/8/2023).

Lusi menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan setahun disekap di Malaysia.

Warga Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat itu sangat beruntung bisa bebas dari kejahatan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Polda Jawa Barat, AKP Ari Rinaldo mengungkap Lusi berhasil kabur dari penyekapan, Lusi diketahui bersembunyi di salah satu kebun durian di Negeri Jiran tersebut.

“Setelah berhasil kabur, korban segera melarikan diri ke salah satu kebun durian di Malaysia. Untuk bertahan hidup, sambil bersembunyi, selama ini korban bekerja di warung-warung kebun durian itu,” ungkapnya dilansir dari TribunPriangan.com di Markas Komando (Mako) Polres Tasikmalaya Polda Jawa Barat pada Selasa (22/8/2023).

Ari menambahkan, bahwa mulanya, saat keluarga menerima laporan dari pihak keluarga, Polres Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.

“Awalnya, kami berkoordinasi dengan PPA Polda Jawa Barat untuk bisa bersurat kepada Kementerian Luar Negeri, karena memang ada jalur yang harus kami tempuh untuk memulangkan korban,” papar Ari.

“Sehingga, dari Kementerian Luar Negeri mengusahakan ke Duta Besar (Dubes) Malaysia dan kami tempuh proses tersebut selama kurang lebih 1 bulan semenjak keluarganya lapor ke kami, hingga korban bisa diambil dari tempat persembunyiannya,” lanjutnya.

Saat proses penjemputan, sambung Ari, korban sempat merasa ketakutan mengingat dokumen yang dimiliki olehnya tidak lengkap.

“Korban sempat merasa takut waktu diarahkan supaya datang sendiri ke Dubes Indonesia di sana, karena mungkin takut ada razia di jalan sehingga memerlukan surat dari kami,” lengkapnya.

Dengan demikian, lengkap Ari, korban bisa dijemput untuk dibawa ke rumah aman di Dubes Indonesia yang berada di Malaysia.

“Dari sana, baru prosesnya dipulangkan ke Indonesia dan segera kami jemput di bandara pada Senin (21/8/2023) kemarin,” tuturnya.

“Sehingga, dari Kementerian Luar Negeri mengusahakan ke Duta Besar (Dubes) Malaysia dan kami tempuh proses tersebut selama kurang lebih 1 bulan semenjak keluarganya lapor ke kami, hingga korban bisa diambil dari tempat persembunyiannya,” lanjutnya.

Saat proses penjemputan, sambung Ari, korban sempat merasa ketakutan mengingat dokumen yang dimiliki olehnya tidak lengkap.

“Korban sempat merasa takut waktu diarahkan supaya datang sendiri ke Dubes Indonesia di sana, karena mungkin takut ada razia di jalan sehingga memerlukan surat dari kami,” lengkapnya.

Dengan demikian, lengkap Ari, korban bisa dijemput untuk dibawa ke rumah aman di Dubes Indonesia yang berada di Malaysia.

“Dari sana, baru prosesnya dipulangkan ke Indonesia dan segera kami jemput di bandara pada Senin (21/8/2023) kemarin,” tuturnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto menambahkan, bahwa saat ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Tasikmalaya untuk proses pemulihan trauma korban.

“Selanjutnya, korban perlu trauma healing (red: pemulihan trauma), sehingga kami bekerja sama dengan UPTD PPA dari Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya,” lengkapnya.

“Terkait pelaku kasus TPPO terhadap saudari Lusi ini sedang dalam pengejaran anggota kami,” kata Suhardi.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto menambahkan, bahwa saat ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Tasikmalaya untuk proses pemulihan trauma korban.

“Selanjutnya, korban perlu trauma healing (red: pemulihan trauma), sehingga kami bekerja sama dengan UPTD PPA dari Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya,” lengkapnya.

“Terkait pelaku kasus TPPO terhadap saudari Lusi ini sedang dalam pengejaran anggota kami,” kata Suhardi.

Terpisah, Lusi mengungkapkan bahwa dirinya merasa bahagia dapat bertemu kembali dengan keluarganya, terutama dengan anak kesayangannya.

“Saya bahagia banget bisa bertemu keluarga, anak saya,” ungkapnya.

Menurut keterangan Lusi, ia sempat ditawari pekerjaan sebagai cleaning service di Malaysia oleh salah satu kenalan temannya.

“Awalnya dia bilang kerja di (bidang) cleaning service. Katanya resmi dan aman. Dijanjiin gajinya 1.400 Ringgit Malaysia per bulan (red: sekira Rp 4,6 juta). Tapi selama di sana enggak dapet,” tutur Lusi.

“Yang ngajak itu orang Kecamatan Pancatengah (Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat). Saya kenal dari teman tapi teman saya yang ngajak, dia nggak berangkat, saya yang berangkat,” lanjutnya.

Lusi juga mengungkap, bahwa ibunya yang berada di Indonesia segera melakukan laporan terhadap Polres Tasikmalaya Polda Jawa Barat setelah dikabari bahwa dirinya disekap di Malaysia.

“Saya berterima kasih sekali untuk yang mengurus kepulangan saya, dan terutama untuk polisi di sini, Polres Tasikmalaya. Setelah kejadian ini, enggak mau saya berangkat lagi,” ucap Lusi. (As/Red/Bet)