MEDAN – Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Muji Ediyanto terjun langsung memimpin Operasi Zebra Toba 2023 di beberapa tempat di wilayah Sumatera Utara. Kamis (7/9/2023).
Beliau melihat masih banyaknya pengendara yang tidak tertib berlalu lintas. Dan untuk mencegah pelanggaran ini serta meningkatkan kesadaran para pengendara akan keselamatan di jalan raya, pihaknya akan melakukan penindakan.
“Beberapa hari ini sudah gencar kita sosialisasikan Operasi Zebra Toba 2023 baik di jalan maupun penyuluhan ke sekolah-sekolah, namun masih banyak ditemukan pelanggaran, sehingga akan langsung kita lalukan penindakan,” ujar Kombes Muji Ediyanto di hari ke-4 pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2023.
Lanjutnya, operasi yang berlangsung sejak Senin tersebut sudah menghasilkan 1.769 tilang, baik menggunakan ETLE (Statis dan Mobile) maupun dengan tilang manual yang dilaksanakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut. Sampai pada Rabu (06/09/2023), pelanggaran terus meningkat setiap harinya.
“Kita akan terus tingkatkan sosialisasi tentang tertib lalu lintas ini, baik kepada pengguna jalan maupun penyuluhan ke sekolah-sekolah untuk menekan jumlah pelanggar lalu lintas yang semakin bertambah,” imbuhnya.
Operasi Zebra Toba 2023 ini lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
“Oleh karenanya, kehadiran seorang pemimpin di lapangan dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan operasi guna mendorong para anggota/personil untuk bekerja lebih baik dalam menjalankan tugas mereka,” tutupnya. (Nik)
2 lokasi judi yang berada di jalan lintas Berastagi-Kabanjahe tetap beroperasi walaupun lokasi tersebut telah sampai ke Petinggi Polres Tanah Karo.
Lokasi perjudian pertama berada di Jalan Jamin Ginting, Raya, letaknya berada di antara SPBU Halilintar 2 dengan Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, tepat pas bekas pengobatan Tradisional Manohara.
Sementara lokasi kedua berada di dekat Komplek Pergudangan Bulog Sumbul letaknya di Gang Taras Jl. Letjen Jamin Ginting, Kabanjahe. Tidak jauh dari Kantor Satlantas Polres Tanah Karo.
Dari informasi yang beredar lokasi perjudian tersebut di backup oleh oknum berseragam loreng sehingga personil Polres Tanah Karo tidak dapat berbuat apa-apa, memilih untuk melakukan pembiaran alias cuek.
“Tidak ada yang berani mengganggu lokasi itu bang, ada loreng yang jaga itu, sudah setor semuanya, “terang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara ketika dikonfirmasi keterlibatan berseragam loreng tersebut, Kapolres AKBP Wahyudi Rahman dan Kasat Reskrim AKP Aryya Nusa Hindrawan tidak menjawab pesan awak media ini, 2 petinggi di Polres Tanah Karo tersebut memilih bungkam tidak berkata-kata.
Medan – Pasca pemberitaan terkait dugaan mafia gas LPG bersubsidi pemerintah ukuran 3 kilogram yang di oplos ke tabung gas 12 kilogram (non subsidi) milik Imran Surbakti mencuat, wartawan yang meliput kegiatan yang diduga ilegal tersebut pun diancam dibunuh.
Ancaman yang dilontarkan Imran Surbakti ini merespon pemberitaan dugaan pengoplosan gas LPG 3 kg bersubsidi pemerintah miliknya yang bermarkas di Jermal 15.
” Dimana kita jumpa, sore kita jumpa, dimana suka kau. Itu masalah lama kau buka – buka. Pengoplosan itu sudah diproses di Polda, kau orang lapangan aku orang lapangan, kalau nggak kau yang mati aku yang mati dimana kita jumpa, aku pun sudah bosan hidup.
Kau ganggu cari makan keluarga istriku, aku tinggal permisi sama anak saya, kalau nggak aku yang mati, kau yang mati” ancam Imran Surbakti via celular kepada wartawan, Kamis (07/09/2023).
Selain usaha tabung gas, Imran Surbakti juga mengklaim bahwa ia juga berprofesi sebagai wartawan.
Tidak diketahui maksut tujuannya mengaku – ngaku sebagai wartawan.
Diketahui, Polda Sumut tengah gencar melakukan penindakan terhadap penyelewengan gas LPG di wilayah Sumut. Baru – baru ini, Indra Alamsyah, eks anggota DPRD Sumut dari partai Golkar dan Beni Subarja Sinaga, yang kedapatan memiliki gudang pengoplosan gas bersubsidi sudah ditangkap polisi.
Dari daerah, tepatnya di Dusun Sukajadi, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura) Polda Sumut juga telah berhasil mengungkap penyelewangan gas bersubsidi.
Sedikitnya 6 orang pelaku telah diamankan oleh Kepolisian. Dari 6 orang yang diamankan, polisi menetapkan 2 orang sebagai tersangka pelaku pengoplos gas LPG 3 kg.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Sonny W. Siregar saat dikonfirmasi membenarkan penggerebekan tersebut.
Ilustrasi
” Ya, penggerebekan pangkalan LPG bersubsidi, di Labuhanbatu” ujar Sonny kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).
Tambahnya, kedua tersangka IQ dan RD telah diboyong ke Mapolda Sumut untuk proses lebih lanjut.
Namun berbeda dengan gudang pengoplos gas LPG 3 kg diduga milik Imran Surbakti yang berada di Jermal 15.
Informasi yang dirangkum dari narasumber yang layak di percaya yang meminta namanya agar disamarkan mengatakan gudang pengoplos yang di Jermal 15 masih bebas beroperasi hingga saat ini.
Dalam video yang diabadikan oleh sumber, tampak cara para pekerja memindahkan isi tabung gas LPG 3 kg ke ukuran tabung 12 kg lengkap dengan menggunakan alat sederhana dua buah, isi tabung pun siap dipindahkan.
Tambahnya, bahwa kepiawaian sang terduga mafia migas ini memiliki banyak gudang tempat mengoplos dan berpindah – pindah untuk menghindari bidikan Kepolisian. Informasi yang dihimpun, tempat pengoplos gas bersubsidi itu pernah bergudang di daerah marelan, pernah juga di Jalan Panglima Denai, dan terbesar hingga saat ini berada di Jermal 15.
” Mereka mampu mengoplos gas 3 kilo itu satu hari 100 tabung, itu untuk digudang kecil, kalau gudang besar ratusan tabung bahkan lebih bisa mereka oplos” ucap sumber, Senin (04/09/2023).
Narasumber juga membeberkan cara kerja pengoplos gas ini berlangsung. Para karyawan maupun pekerja yang ditempatkan terduga mafia tersebut menunggu kedatangan gas 3 kg diatas jam 2 dini hari.
“Jadi alur mereka itu, gas 3 kilo itu masuk diatas jam 2 pagi, setelah itu di oplos ” ucap narasumber.
Lanjut diterangkan narasumber bahwa hasil gas 3 Kg yang dioplos ke tabung 12 kilo maupun diatasnya itu, dipasarkan sampai ke Provinsi Aceh.
” Hasil oplosan gas 3 Kg ke 12 kilo di kirim ke Aceh lewat tempat ekspedisi di depan Tirtanadi Sunggal”
Sebelumnya, warga kota medan dihebohkan kabar gudang pengoplos gas bersubsidi di Jalan Panglima Denai pada Minggu 9 April lalu meledak. Sedikitnya 6 pekerja mengalami luka serius dan nyaris meregang nyawa. Informasi teranyar yang dirangkum dilapangan bahwa pemilik Gas Oplosan di Jermal 15 dengan yang di Panglima Denai adalah orang yang sama. (As/Ly/Red)
Karo – Ribut karena utang pupuk belum lunas dibayarkan, pria berinisial PS (43) bawa kabur mobil L300 milik temannya, Yogi Helarly Ompusunggu.
Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Aryya Nusa Hindarawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (4/9/2023) sekitar pukul 12.00 WIB di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe.
Awalnya korban dan pelaku terlibat cekcok karena pelaku tidak memberikan utang pupuknya kepada korban.
“Pelaku tidak atau belum memberikan sisa pembayaran pembelian pupuk kandang organik,” kata Aryya, Rabu (6/9).
Aryya mengatakan saat keduanya cekcok, pelaku PS mengambil sebuah kayu dan mengejar korban. Karena dikejar, korban pun meninggalkan mobil L300 yang awalnya dibawanya.
Selang 2 jam setelah kejadian, korban datang ke lokasi mobilnya diparkirkan itu. Namun, saat itu dirinya sudah tidak menemukan mobilnya.
“Setelah korban kembali ke TKP, korban tidak lagi melihat mobil L300 miliknya, bersamaan dengan handphone milik korban yang tinggal di dalam mobil tersebut. Korban mencurigai kuat PS telah mencuri mobil miliknya,” ujar Aryya.
Atas kejadian itu, korban membuat laporan ke Polres Tanah Karo. Pihak kepolisian yang menerima laporan itu lalu memburu keberadaan pelaku hingga akhirnya mengamankannya pada Selasa (5/9) di Kota Binjai.
Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan mobil milik korban yang dibawa oleh pelaku.
“Hasil lidik kita ketahui, setelah melakukan pencurian PS melarikan diri ke Binjai dan langsung kita kejar,hingga berhasil kita tangkap di rumahnya di Kelurahan Tanah Merah Kota Binjai,” jelasnya.
Usai diamankan, pelaku dibawa ke Polres Tanah Karo untuk diperiksa. PS dijerat pasal pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
“Saat ini, pelaku PS sudah kita tahan dan dalam proses sidik dalam perkara pencurian dengan pemberatan,” pungkasnya. (As/Red)
Judi di Tanah Karo tidak pernah habis-habisnya, aksi nekat juga tetap dilakukan oleh mafia judi. Tak tangung-tangung ia membuka lokalisasi judi di dekat Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Karo (Satlantas Polres Tanah Karo).
Lokalisasi judi itu berada di Jalan Besar Berastagi-Kabanjahe Dekat Komplek Pergudangan Bulog Sumbul tepatnya di Gang Taras Jl. Letjen Jamin Ginting, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
“Tidak jauh dari kantor Gudang Bulog Sumbul sebelahnya ada gang Taras, dari situ masuk ke dalam lokasi judinya bang, terang Putra, “Selasa (5/09/2023).
Putra mengatakan lokasi perjudian itu ramai ketika malam hari dengan pemain berbagai kalangan.
“Dari mana-mana pun datang bang, malam hari orang itu buka, kalau terang gini yang tutuplah bang, “ungkap supir angkot tersebut.
Putra juga mengaku sering bermain disana setelah angkotnya tidak lagi beroperasi.
“Sering main bang, hanya iseng-iseng saja, tapi kalah terus, “tawanya sipu malu. (As)
Saat sidak, Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta turut didampingi, Kasat Intel AKP Siswoyo, Kasiwas AKP Eri Yuzalman, SE dan Kasi Propam AKP A.Santika SH.
Kapolres Sergai, AKBP. Oxy Yudha Pratesta di sela-sela sidak mengatakan, agar SPKT lebih meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat yang membuat pengaduan di SPKT.
“Tidak ada memungut bayaran grafitasi, apabila datang masyarakat yang membuat pengaduan di SPKT, akan segera melakukan pengecekan TKP bersama piket fungsi dan INAFIS.” Ujar Kapolres.
Lanjut AKBP Oxy, Polri yang mempunyai tugas pokok sebagai pelayan masyarakat dan pelindung serta pengayom masyarakat.
“Agar terciptanya rasa aman dan dilayaninya masyarakat ketika membuat pengaduan ke SPKT,”pungkasnya.
DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan Nota Pengantar atas Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pendapatan dan Belanja Daerah dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023 pada Masa Sidang Ke-II (Dua) Pokok Acara Ke-II (Dua) DPRD Kabupaten Dairi Tahun 2023, di ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi, Senin (4/9/2023).
Dalam sambutannya, Eddy menjelaskan Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, unit organisasi, program, kegiatan dan atau antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan SiLPA tahun anggaran sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan, keadaan darurat, dan/atau keadaan luar biasa.
“Selain itu, terdapat beberapa faktor yang mendasari perubahan KUA dan perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023 yaitu penyesuaian rencana program kegiatan, penyesuaian terhadap belanja gaji dan tunjangan serta Tambahan Penghasilan ASN, penyesuaian dalam rangka mendukung Kebijakan Nasional yaitu Event Internasional Aquabike 2023, penyesuaian untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Dairi yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023, penyesuaian terhadap penyertaan modal pada PT. Bank Sumut dan Perumda Air Minum Lae Nciho sesuai kemampuan keuangan daerah, serta penyesuaian kembali program dan kegiatan SKPD yang mengalami refokusing anggaran,” ujarnya.
Secara garis besar, ucap Eddy Berutu, Struktur Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023 yaitu Target Pendapatan Daerah bertambah sebesar Rp.36.559.067.798,00 menjadi sebesar Rp.1.195.289.092.798,00. Adapun belanja daerah pada Tahun Anggaran 2023 bertambah sebesar Rp.97.691.458.299,00 dari anggaran semula menjadi sebesar Rp.1.333.662.083.299,00.
“Penerimaan Pembiayaan yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD Tahun Anggaran 2022 bertambah sebesar Rp.57.332.390.501,00 menjadi sebesar Rp.142.072.990.501,00. Sementara pengeluaran pembiayaan daerah berkurang sebesar Rp.3.800.000.000,00 dari anggaran semula menjadi sebesar Rp. 3.700.000.000,00,” ucapnya.
“Kesepakatan Bersama Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023 akan menjadi pedoman untuk dapat kami tindaklanjuti sebagai dasar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2023 yang diharapkan dapat kita selesaikan bersama pada Bulan September 2023,” ucap Eddy dalam menutup sambutannya. (Nid)
DAIRI – Pemerintah Kabupaten Dairi bersama Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Dairi menggelar sidang Panitia Pertimbangan Landreform (PPL) Redistribusi Tanah dalam rangka Pelaksanaan Reforma Agraria Kabupaten Dairi Tahun 2023, di Ruang Rapat Bupati Dairi, Selasa (05/9/2023).
Beberapa agenda pembahasan dalam sidang panitia pertimbangan landreform yakni memaparkan hasil pengumpulan data berupa hasil seleksi subjek dan objek redistribusi tanah serta hasil pengumpulan dan pemetaan objek redistribusi tanah.
Juga menetapkan subjek-subjek hasil seleksi subjek penerima redistribusi tanah objek landreform.
Dalam sidang Panitia Pertimbangan Landreform Tahun 2023 ini diperoleh 500 bidang tanah di tiga desa yang telah diinventarisasi.
Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir dalam sidang ini secara khusus meminta kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi melakukan penataan lebih spesifik terhadap lahan milik warga.
Disebutkan Bupati, sebagai kabupaten yang menitik beratkan pendapatan warga dari sektor pertanian, tentu penataan lahan-lahan warga bersesuaian dengan potensi lahan tersebut akan lebih memaksimalkan hasil pertanian itu sendiri.
“Karena ekonomi Dairi ini digerakkan oleh sektor pertanian dan pertanian selalu jadi perhatian pemerintah, alangkah baiknya jika keberadaan lahan tersebut ditata sedemikian rupa sehingga potensi hasil pertanian yang dihasilkan pun jauh lebih meningkat,” kata Bupati.
Tidak hanya itu, kata Eddy Berutu, Pemkab Dairi ingin membawa pertanian Dairi ini ke kuadran pertanian yang lebih maju, dengan lahan yang mungkin lebih sedikit, pola bertaninya diubah, sehingga tetap bisa dihasilkan yang maksimal.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi Hairul Manik dalam paparannya, menuturkan semua masyarakat harus mendapatkan sertifikat tanah atas hukum yang ada atas tanah yang dikuasai baik itu tanah tempat tinggal maupun tanah pertanian.
Dijelaskannya juga, bahwa diadakannya sidang panitia pertimbangan landreform (PPL) ini bertujuan untuk mengadakan pembagian tanah dengan memberikan dasar pemilikan tanah sekaligus memberi kepastian hukum atas tanah kepada subjek yang memenuhi persyaratan sehingga dapat memperbaiki serta meningkatkan keadaan sosial ekonomi subjek redistribusi tanah.
“Dari sidang ini nantinya kita dapat menentukan bidang tanah yang akan diberikan hak kepada calon penerima redistribusi tanah, serta menilai dan memutuskan calon penerima tanah yang memenuhi persyaratan untuk diberikan hak,” katanya.
Dari beberapa paparan kepala BPN Dairi tersebut diperoleh 500 bidang tanah yang diinventarisir dari target redistribusi tanah di beberapa desa seperti Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu dengan target redistribusi sebanyak 150 bidang tanah, dengan luas bidang keseluruhan yang telah diukur seluas kurang lebih 40,5 Ha.
Di Desa Kabanjulu, Kecamatan Laeparira, memiliki targert redistribusi tanah sebanyak 200 bidang denga luas bidang keseluruhan kurang lebih 40,2 Ha.
Desa Laenuaha, Kecamatan Siempat Nempu, dengan target redistribusi tanah 150 bidang dan luas bidang keseluruhan yang telah diukur seluas kurang lebih 38,9 Ha.
“Sebelum sidang PPL ini digelar, kita telah melakukan penelitian lapangan oleh panitia PPL guna memastikan objek dan subjek yang diusulkan dalam sidang ini memenuhi persyaratan,” katanya mengakhiri.
Hadir dalam sidang ini, Sekretaris Kesbangpol Ali Marhaban Sitohang, Sekretaris Satpol PP Dedy Ujung, Mewakili Plt Dinas Pemdes, Kabag Tapem, Juliawan Rajagukguk, Kabag Hukum Setda Kabupaten Dairi Arjun Nainggolan SH, kepala desa, dan tim dari Kantor BPN Dairi. (Nid)
DAIRI – Bupati Kabupaten Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menerima kehadiran perwakilan EDE Consulting GmbH representative Offfice dari Hanns R. Neumann Stiftung Indonesia (HRNS Indonesia), di Ruang Rapat Bupati, Selasa, 5 September 2023. Perwakilan HRNS Indonesia yang datang yakni Jorge Tiemeier Mark Thinders, Deni Simangunsong, dan Nova Tarigan.
Kehadiran HRNS Indonesia ini adalah kali kedua sejak kehadiran pertamanya di Mei tahun lalu, tepatnya Jumat,(20/5/2022).
Kehadiran tim perusahaan konsultan yang dimiliki HRNS yang berkantor pusat di Hamburg, Jerman, ini adalah membahas kelanjutan kerja sama yang sudah terbangun sejak tahun lalu untuk tahun 2024.
Dalam pertemuan ini, Bupati Dairi Eddy Berutu, berharap komitmen yang sudah dibangun selama ini dalam rangka mengembangkan budidaya tanaman kopi agar semakin terkenal dengan kualitas yang mendunia, ditambah dengan dukungan dari beberapa perusahaan dan lembaga dari luar seperti HRNS Indonesia harus menjadi penambah semangat melakukan komitmen tersebut.
Bupati juga menyampaikan terima kasih sudah membantu petani Kabupaten Dairi dan memberi ilmu pengetahuan bagi petani sehingga perlahan petani Dairi paham pertanian era industri 4.0 itu seperti apa. Sehingga apa yang menjadi komitmen untuk mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang terbantu terwujud berkat peran HRNS. Namun, Bupati meminta kepada HRNS agar fokus kegiatannya di lapangan tidak hanya fokus pada kopi Arabika semata, namun pengembangan kopi Robusta Sidikalang pun harus jadi perhatian.
“Daerah kami ini unik, punya ketinggian tanah yang berbeda-beda di setiap wilayah lokasi produksi kopinya, sehingga cita rasa kopi yang dihasilkan pun unik. Sebagai komitmen kami mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang ini agar kembali mendunia, kami ingin petani kami diberikan pengetahuan bertani kopi yang baik bukan hanya Arabika, namun juga Robusta,” katanya.
Kepada tim HRNS, Eddy Berutu juga menyampaikan bahwa kopi Sidikalang juga punya keunikan lain, di mana petani penghasil kopinya didominasi oleh kaum perempuan (ibu-ibu). Bahkan cerita keberadaan kaum perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga ini sudah dibukukan dan diperkenalkan pada forum G20 dan W20.
“Kami senang dan bangga dengan kerja sama yang sudah ada ini. Namun lebih jauh kami membutuhkan best practice (pelatihan terbaik) terutama kepada petani milenial yang kelak akan menjadi contoh bagi petani yang sudah lebih tua. Perlahan pertanian kita naik ke kuadran lebih tinggilah, sebab pertanian adalah tulang punggung Dairi, seperti kopi,” kata Eddy.Sebelumnya, Jorge dari HRNS menyampaikan perasaan senangnya atas penyambutan yang diberikan oleh Pemkab Dairi yang begitu hangat.
“Ini pertama kalinya saya ke Sidikalang. Terus terang saya sangat senang sekali. Sangat membanggakan bagi saya hadir di sini. Apalagi saya dengar kita ini memiliki hasil kopi yang cukup enak dan juga terkenal,” kata Jorge.
“Baru tiba di sini, saya sangat senang dengan Sidikalang. Tugas penting kami adalah memberi dukungan pada pertanian Dairi tentunya dengan dukungan dari kita semua. Kami akan melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan ini di tahun mendatang secara berkelanjutan.Yang kami berikan bukan hanya training namun juga praktek di lapangan.
Tahun depan membagikan bibit ke 3.000 petani, karena kami adalah lembaga non profit dan anggaran kami yang terbatas bibit yang bisa kami bagi hanya 50 batang per petani,” katanya lagi.
Lebih lanjut disampaikannya, berdasarkan perjanjian kerjasama pertama, HRNS sudah melakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan untuk petani pada praktek-praktek agrikultur yang baik (best practice), kualitas produk, pemasaran, dan pengembangan kelembagaan kelompok tani. Semua ini, kata Jorge, dilakukan guna membantu agar pertanian dan hal lain di dalamnya tumbuh lebih maju.
Perlu diketahui HRNS ini adalah perusahaan yang merancang dan mengatur proyek-proyek pengembangan agrikultur berkesinambungan di berbagai belahan dunia seperti merancang, implementasi, dan manajemen proyek, yang berkontribusi untuk meningkatkan kondisi kehidupan dari para petani kopi melalui satu pendekatan bisnis menuju pembangunan berkesinambungan.
Hadir juga dalam kegiatan ini, Pj.Sekda Charles Bancin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Swasta Ginting, Kadis Pertanian Robot Simanullang, Kadis Perindagkop Iwantaruna Berutu, Kabag Perekonomian Lipinus Sembiring, serta tim dari Dinas Pertanian Ketahana Pangan dan Perikanan. (Nid)
JAKARTA – Hassanudin resmi dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Hassanudin menggantikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (periode 2018-2023) yang berakhir masa jabatannya 5 September 2023.
Usai pelantikan, Pj Gubernur Sumut Hassanudin mengatakan akan melanjutkan apa yang selama ini telah dikerjakan Gubernur Edy Rahmayadi. “Sebagaimana yang telah disampaikan Mendagri tadi, melanjutkan apa yang sudah baik, demi kesejaheteraan Sumut,” katanya di Gedung Sasana Bahkti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (5/9).
Selain itu, Hassanudin juga akan terus melakukan yang terbaik demi Sumut, khususnya kesejahteraan masyarakat Sumut. “Harapannya kita tidak jadi golongan yang merugi, kita harus senantiasa melakukan yang terbaik, demi kesejahteraan Sumut,” ujarnya.
Sementara itu Mendagri Tito Karnavian mengatakan, para Penjabat Gubernur sangat menentukan masa depan daerah yang dipimpin. Ia pun meminta para penjabat yang baru dilantik agar terus meminta masukan dari pejabat yang lama.
“Hal positif dari pejabat yang lama diteruskan, kalau ada yang kurang lakukan koreksi, dan terus lakukan hubungan dengan pejabat yang lama,” kata Tito.
Tito mengharapkan amanah tersebut terus dijaga. Para penjabat gubernur pada dasarnya pengisi kekosongan pimpinan. Ia juga berpesan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus terus mengambil posisi netral pada tahun politik.
“Saya minta di tahun politik mengambil posisi netral, tidak politik praktis, tapi membangun daerahnya masing-masing,” ujar Tito.
Tito juga menyebut, pelantikan Pj Gubernur hari ini merupakan hari bersejarah. Menurutnya, penjabat gubernur yang dilantiknya akan memimpin daerah-daerah yang penting dan strategis. Secara khusus, Tito juga menyebut Sumut sebagai provinsi terbesar di Sumatera.
Selain Hasanudin, ada sejumlah penjabat gubernur yang dilantik hari ini. Dia antaranya Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Gubernur Kalbar Harrison Azroi, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Pj Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin, Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi, Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake dan Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun.
Selain pelantikan Pj Gubernur, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Pj Ketua TP PKK. Pj Ketua TP PKK Sumut dijabat oleh Dwiannie Dessy yang juga merupakan istri Pj Gubernur Sumut Hassanudin.
Sementara itu Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian meminta para penjabat ketua TP PKK yang baru agar melanjutkan program yang sudah dibuat dan dirancang oleh Ketua TP PKK sebelumnya. “Masing-masing provinsi sudah melaksanakan dan membuat rencana induk PKK yang dijabarkan dalam strategi program PKK, sehingga ibu-ibu tinggal melanjutkan saja program yang telah dibuat para pejabat sebelumnya,” kata Tri.
Tri juga meminta para penjabat gubernur yang dilantik untuk mendampingi Pj Ketua TP PKK yang baru. “Memohon para Pj Gubernur bisa membantu TP PKK ini, karena TP PKK ini mengemban penyerapan anggaran dari APBD, ini pengalaman kami bisa sejalan, sehingga harus dikawal oleh para pejabat lingkungan provinsi,” katanya.