Beranda blog Halaman 209

KNPI : Jangan Buat Issu SARA Soal Penetapan Tiga Komisioner Bawaslu Tapteng

0
SARA
Foto (Istimewa)
Tapteng – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tapteng meminta kepada sejumlah organisasi, baik kepemudaan maupun kemahasiswaan untuk tidak menciptakan konflik terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di Tapteng.

Hal itu disampaikan, Sekretaris DPD KNPI Tapteng, Raju Firmanda Hutagalung, kepada wartawan, Selasa (22/08/2023), menanggapi aksi damai yang dilaksanakan oleh Gerakan Lintas Pemuda Ormas Mahasiswa dan Masyarakat Tapanuli Tengah, di depan Gedung DPRD Tapteng, yang mencuatkan issu SARA dalam pengangkatan Komisoner Bawaslu Tapteng.

Dalam aksinya massa menyebutkan, bahwa Bawaslu RI dinilai Rasis terhadap agama tertentu.

“Penetapan Komisioner Bawaslu Tapteng yang dilakukan oleh Bawaslu RI dan Bawaslu Sumatera Utara bersifat sangat rasis dan sangat tendensius, hal ini tercermin dimana Bawaslu RI hanya mengakomodir komisioner dari satu agama dengan mengesampingkan nilai-nilai kebhinekaan dan kemajemukan yang hidup di Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Raju menirukan seruan massa dalam pernyataan sikap mereka.

Menurut Raju, hal ini jelas bertentangan dengan kebhinekaan yang dilontarkan oleh pengunjukrasa itu sendiri.

“Kita ketahui bersama, tiga komisioner Bawaslu Tapteng yang dilantik beragama Kristen, namun itu tidak menggambarkan adanya rasis dalam proses seleksi tersebut. Sebab, ketiga komisioner tersebut mengikuti proses seleksi tanpa adanya pertimbangan suku, agama, ras, dan antar golongan,” ujarnya.

Selain itu, kata Raju, soal aturan juga tidak ada hal-hal yang mengatur terkait agama dalam penetapan ketiga Komisioner Bawaslu Tapteng.

“Sehingga sangat tidak relevan sekali mereka yang mengaku Ormas dan Mahasiswa membahas SARA, itu namanya mereka menciptakan konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Raju berharap, sebagai insan berpendidikan, untuk tidak menjadikan issu SARA sebagai dasar ketidakterimaan terhadap hasil keputusan mutlak Bawaslu RI.

Menurutnya, jika ada pihak yang keberatan sebaiknya menempuh jalur Administrasi tanpa menggunakan isu-isu SARA.

“Dan kita juga meminta penegak hukum dalam hal ini harus benar-benar memperhatikan supaya tidak terjadi perpecahan, mari sama-sama kita menjaga Kabupaten Tapanuli Tengah dari isu-isu SARA yang merusak keberagaman dan persatuan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Bila diperlukan, amankan pihak-pihak yang berupaya mengganggu kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang menggunakan isu SARA,” pintanya.

“Kita menilai bahwa hal itu sudah mengandung unsur provokatif serta mengandung unsur SARA, yang dapat menciptakan kegaduhan. Makanya kita sangat menyesalkan beberapa kawan-kawan organisasi kemahasiswaan dan OKP yang tergabung kedalam aksi tersebut tidak mampu mencerdaskan publik dengan nilai-nilai intelektual,” pungkasnya. (Syaiful)

Syukuran HUT Pujakesuma Dairi, Bupati Eddy Berutu: Keberagaman Mempererat Persaudaraan

0
pujakesuma

DAIRI – Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera Utara (Pujakesuma) Kabupaten Dairi menampilkan tarian Reog Ponorogo dan Kuda Kepang dalam gelaran syukuran ulang tahun Pujakesuma ke-43 dirangkai dengan HUT RI ke-78 di Taman Rekreasi (Tamrek) Sidikalang Kabupaten Dairi, Minggu (20/8/2023).

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir langsung menyaksikan pagelaran tarian tersebut mengaku sangat kagum dan terhibur, apalagi saat pemain musik menghentakkan gamelan dan gendang sebagai tanda mengiringi tarian tersebut.

“Saya kagum. Ternyata nenek moyang kita dulu menyampaikan kepada masyarakat melalui tarian. Gendang-gendang itu juga sangat luar biasa, menggetarkan. Saya sendiri merasa bergetar. Hentak-hentaknya berbeda,” ujar Eddy Berutu dalam wawancara.

Dia menilai para leluhur sangat menjaga nilai Kebudayaan dan menjaga keberagaman melalui tarian.

“Mereka menunjukkan persaudaraan. Nah inilah kunci dari kesuksesan bangsa Indonesia. Kebhinekaan tapi tunggal,” ucapnya.

Bupati Dairi meminta agar budaya tersebut dapat terus dilestarikan.

“Kita pulang dengan kesan yang baik. Kita pulang dengan kesan kekaguman. Luar biasa itu. Lestarikan terus,” ungkap Eddy Berutu.

Dia berharap dengan kehadiran tarian tersebut dapat mempererat tali persaudaraan dan keberagaman yang ada di Kabupaten Dairi.

“Mari kita lestarikan, tapi kita budayakan kembali. Ini akan memperat persaudaraan kita dan membuktikan keberagaman kita,” kata Eddy Berutu.

Selain melihat tarian, Bupati Dairi juga berkesempatan mengunjungi stand penjualan es dawet yang berada di sekitar lokasi acara.

Eddy Berutu tampak sumringah dan semangat saat penjual es Dawet mulai meracik minuman yang terbuat dari santan dan gula merah.

Ditanya soal rasa, Eddy Berutu merasa sangat menikmati dan menyukai es tersebut.

“Es dawet top dan maknyus,” kata Eddy Berutu dengan wajah gembira.

Di sisi lain, Eddy Berutu juga mengajak penjual Es Dawet agar mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Tadi saya tanya, sudah dapat KUR belum. Kata mereka belum, tapi sudah dibina oleh PLUT. Sehingga kita diduga pelaku UMKM ini bisa mengembangkan usaha menjadi lima sampai sepuluh gerobak dan tentunya akan menyerap anak-anak muda untuk bekerja,” ucap Eddy Berutu.

Hadir dalam syukuran ini, mewakili Dandim 0206 Dairi Kapt. AR. Siregar, Kakan Kemenag Dairi H.Riswan Gaja, Kepala Disperindagkopukm Kabupaten Dairi Iwan Taruna Berutu, Kepala Disparbudpora DAIRI Rahmat Syah Munthe, Kepala Bapeda Fatimah Boang Manalu, Kepala PLUT Plamsriak Siburian, Penasehat Pemuda Pujakesuma Wilayah Sumut, Brigjend. TNI. Ahwan Berutu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Pujakesuma Sumut Raden Bambang, Hendra Atmaja, Ketua Pujakesuma Dairi Anwar Irawadi, Ketua Pemuda Pujakesuma Dairi Rudianto, tokoh agama, serta undangan lainnya. (Nid)

Bupati Eddy Berutu Gandeng Perusahaan Swasta Kembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

0
bupati

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan tetap konsisten untuk mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang.

Namun, mengembalikan kejayaan kopi ini tentu butuh effort dan peran seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, juga swasta untuk satu pemikiran.

Hal ini disampaikan Bupati saat menerima Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPMI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, pimpinan PT. Java Kirana Tata Nagari Chandra Heriawan, dan ketua Koperasi Barung-barung Valentino Bintang, Jumat (18/8/2023), di ruang rapat bupati yang dirangkai dengan penandatangan MoU.

Disebutkan Bupati, budi daya kopi menjadi komoditas yang menjanjikan bagi negara agraris seperti Indonesia. Bahkan, Kementerian Perdagangan menyebutkan, kopi merupakan komoditi terbesar kedua yang diperdagangkan di dunia, memiliki potensi, dan pasar yang sangat besar.

“Saat ini kopi juga kian dilirik oleh kalangan muda lewat bisnis gerai kopi kekinian, diikuti sejumlah seni menyajikan kopi di dalamnya. Sebagai penghasil kopi yang jaya di zamannya tentu kita ingin kejayaan kopi Sidikalanng itu bisa kita kembalikan,” kata Bupati.

Tentu, kata bupati Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam hal ini Dinas Pertanian, dan Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM terus mencari peluang-peluang bagaimana nama besar kopi Sidikalang bisa kembali termasuk bekerjasama dengan swasta, koperasi, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, kata Bupati, perusahaan social entrepreneur yang bergerak di bidang pengelolaan perkebunan dan pengolahan pasca-panen kopi, seperti PT. Java Kirana, melihat budi daya kopi Sidikalang tidak hanya sebagai sektor penghasil produk atau komoditas, melainkan juga salah satu cara untuk upaya menjaga nama besar dan ketenaran kopi ini layak diperjuangkan.

“Saya bersyukur perlahan peran swasta di Dairi mulai muncul, termasuk peran putra Dairi seperti Pak Sarman Simanjorang. Sejak awal jumpa memang saya ketahui perusahaan ini concern bukan hanya di pertanian kopinya namun juga di sektor petani dan pemberdayaannya. Energi itu yang tertular ke saya yang juga ingin saya tularkan di Kabupatem Dairi,” ujar Eddy Berutu.

Melalui penandatangan nota kesepahaman ini, Bupati menyampaikan keinginannya, bahwa apa yang sudah dan yang akan kelak dilakukan Pemkab Dairi bersama PT. Java Kirana berdampak positif bagi kesejahteraaan dan peningkatan ekonomi petani.

“Saya ingin nota kesepahaman ini bukan hanya inisiasi semata yang kemudian hilang. Ide awal memang sesuatu yang luar biasa namum pelaksanaannya yang justru lebih menantang. Saya bersyukur Pak Sarman memperkenalkan pihak swsta pada kita demi pengembangan dan pengembalian kejayaan kopi Sidikalang ini bangkit kembali,” tuturnya.

Dia menambahkan selama ini yang dilakukan adalah mengembangkan pertanian dengan komoditi yang memang biasa ditekuni oleh si petani, tujuannya adalah untuk keberlanjutan pertanian itu sendiri.

Seperti itu juga konsep yang dilakukan di KPT Parbuluan.

“Hal serupa ingin kita lanjutkan pada petani yang memang berfokus pada komoditi kopi,” ucapnya.

Sebelumnya, saat mengawali pertemuan, Chandra Heriawan selaku pimpinan PT. Java Kirana Tata Nagari menyampaikan maksud dan tujuannya yaitu untuk meningkatkan kerjasama. Disebutkannya bahwa perusahaan ini sejak awal concern dalam meningkatkan produktifitas kopi, peningkatan kapasitas petani, meminta bantuan mengelola sentra kopi, termasuk mengelola kopi dari awal hingga akhir di pemasaran.

Tidak lupa Chandra juga menyampaikan terima kasih apa yang sudah dibicarakan secara santai ternyata ditanggapi serius,

“Jadi, kita mulai perlahan karena semua butuh pembelajaran. Soal produktifitas di hulu seperti perluasan lahan perlu juga dipikirkan. Kita akan bekerja dari segala sisi mulai dari hulu hingga hilir. Semua tak bisa dikerjakan sendiri, itulah pentingnya kita perlu melakukan kerjasama. Untuk meningkatkan produktivitas para petani kopi, Java Kirana juga memberikan pelatihan metode budi daya kopi berdasar sains dan teknologi modern kepada para petani hingga bisa meningkatkan produktivitas petani,” katanya.

Namun, Java Kirana mengajak para petani kopi untuk mengurangi ketergantungan atas pupuk dan pestisida kimia dengan melakukan tumpangsari. Pasalnya, jika dikelola dan dirancang dengan baik, beberapa tanaman bisa memberikan fungsi pupuk dan pestisida alami untuk satu sama lain. Dengan kata lain perusahaan ini hadir guna pengembangan tanaman kopi organik.

Secara singkat, Sarman Simanjorang menjelaskan cikal bakal pertemuan ini adalah saat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) expo Juli lalu. Di mana diketahui perusahaan ini mencari daerah potensial kopi. Mereka (PT Java Kirana), kata Sarman, tidak sekadar fokus pada tanaman kopi, namun punya kepedulian pada petani .

“Semoga MoU ini menjadi momentum lain membangkitkan nama kopi Sidikalang, yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Jadi harapan saya kopi Sidikalang bangkit kembali, program pemerintah hilirisasi lokal berjalan baik,” ujar Sarman Simanjorang.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Pj Sekda Charles Bancin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Swasta Ginting, Kadis Pertanian, KPP Robot Simanullang, Kadis Perindagkop Iwan Taruna Berutu, dan Kabag Tapem Juliawan Rajagukguk. (Nid)

Kunjungan Kerja di Gunung Sitember, Bupati Serahkan Bansos dan Pastikan Layanan Kesehatan Lansia Berjalan Baik

0
bupati

DAIRI– Bupati Dairi secara simbolis menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa beras, susu dan bahan sanfang lainnya kepada warga lanjut usia di Kecamatan Gunung Sitember, Senin (20/8/2023) bertempat di kantor camat Gunung Sitember.

Kegiatan penyerahan bansos ini juga diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pemeriksaan kesehatan, pengurusan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan catatan sipil seperti Kartu Identitas Anak (KIA), Penggemar Kartu Keluarga dan lainnya. Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan bimbingan kesehatan, mental, spiritual dan sosial bagi lansia.

Mengawali Perayaan, Bupati Eddy Berutu menyampaikan harapannya bagi para warga agar menjadi lansia yang sehat

Dijelaskan, program tercetusnya ini adalah simpati kepada lansia, juga sebagai implementasi kehadiran pemerintah atau kepedulian bupati untuk memastikan para lansia terpenuhi, kebutuhan dasarnya.

“Kita ingin warga kita terutama lansia memenuhi kebutuhan pokoknya dengan baik,” singkatnya.

Selain itu, Pemkab Dairi dalam hal ini Dinas Kesehatan juga memberikan bimbingan kesehatan bagi para lansia.

Dalam hal ini, Bupati Eddy Berutu ingin memastikan bahwa selain pemeriksaan kesehatan fisik, bimbingan kesehatan mental, psikologis, dan sosiologis warga juga terpenuhi dengan baik.

“Kita ingin membekali para orang tua kita dengan pengetahuan seputar kesehatan, karena dengam semakin menutunnya kemapuan fisiknya, kita juga ingin memastikan warga lansia mendapatkan layanan kesehatan yang baik, seperti di Puskesmas atau Posyandu.

Dan kami ingin memastikan pula warga lanjut usia dapat mengakses layanan kesehatan yang baik dan mudah. Itu yang diharapkan,” pesan Eddy Berutu.

“Semoga dengan apa yang sudah kita lakukan ini, Tujuan kita untuk kmewujudkan Dairi Unggul bisa kita wujudkan,” katanya berakhir.

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten Administrasi Umum, Oloan Hasugian, Kadisducatpil, Dedy Situmorang, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Ruspal Simarmata, Sekretaris Dinas Sosial, Mariana Sinaga, Kabid kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan, Imelda Purba Camat Gunung Sitember, Jonatan Ginting, Kepala Desa se Kecamatan Gunung Sitember, Ketua TP.PKK kabupaten Dairi, Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu, serta para penerima lansia penerima bansos. (Nid)

Kepala Ombudsman Sumut : Layanan RSUD Sikalang telah Berprogres dan Membaik

0
ombudsman

DAIRI– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang memiliki progres yang sangat baik dan signifikan, khususnya dalam layanan obgyn.

Demikian disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dalam pertemuannya dengan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu di ruang kerja Bupati Dairi, Jumat (18/8/2023).

“Kunjungan kami dalam rangka melakukan kajian inisiatif untuk melihat alur dan standar pelayanan di RSUD Sidikalang, khususnya dalam layanan obgyn. Kita juga memantau kondisi sarana dan prasarananya. Sekilas yang boleh menjadi kesimpulan bahwa sudah ada perbaikan. Yang paling nyata adalah bahwa dokter obgyn sudah ada tiga, sesuai dengan standar rumah sakit kecil,” ujarnya.

Disampaikan Abyadi, RSUD Sidikalang sudah melakukan beberapa upaya untuk mendapatkan dokter (dibuktikan dengan surat permohonan), namun karena adanya beberapa tahapan yang harus dilalui sehingga permohonan tersebut belum bisa diwujudkan.

“Kami juga sudah berbicara dengan beberapa pasien dan mereka mengakui layanannya sudah bagus dan cepat. Ada pasien yang masuk jam 9, jam 12 nya sudah diberikan tindakan operasi, artinya sudah sesuai dengan tahapan, karena dokternya sudah lengkap,” ucapnya.

Lebih lanjut, Apyadi juga menyebutkan RSUD Sidikalang sudah memiliki dua ruang USG yang terletak di poli dan radiologi yang artinya pernyataan yang menyebutkan dokter obgyn tidak dapat mengakses layanan USG merupakan pendapat yang tidak terbukti.

“Sebenarnya sudah ada banyak perubahan di RSUD Sidikalang namun tetap kajian ini masih berproses, mungkin dalam waktu dekat akan ada outputnya. Semua ini dilakukan untuk memperbaiki pelayanan yang ada, sehingga fasilitas kesehatan semakin daoat dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Atas kunjungan tersebut, Eddy Berutu menyampaikan terimakasih karena telah membantu memperbaiki kinerja RSUD Sidikalang, sehingga bisa memperkuat peranan RSUD Sidikalang di tengah masyarakat.

“Kalau bisa tidak ada lagi ibu hamil dan bayi yang meninggal. Memang ada variabel yang tidak bisa kita kontrol, seperti niat untuk melakukan pemeriksaan rutin, maka dari itu tenaga kesehatan harus pro aktif. Kalau boleh, satu jam sebelum kedatangan, dokter di RS ataupun klinik sudah mengetahui kondisi si pasien,” ujar Eddy Berutu.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pj Sekda Surung Charles Bantjin, Kepala BKPSDM Junihardi Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, Dirut RSUD Sidikalang Pesalmen Saragih, serta Kabid Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Mei Sitanggang. (Nid)

Presiden Ini Mengaku Tidak Masalah Disebut Fir’aun Hingga Tolol

0
Presiden Jokowi
Pengakuan Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan terkait sebutan yang ditujukan kepada dirinya. Misalnya, seperti disebut seperti seorang Fir’aun hingga tolol.

“Saya tahu ada yang mengatakan Saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir’aun, tolol. Ya nda apa, sebagai pribadi saya menerima saja,” ujar Presiden Jokowi di sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR/DPD RI tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2023).

Presiden Jokowi juga menyatakan, elite politik di Indonesia acap kali menyebut menunggu arahan dari seorang lurah ketika akan memutuskan pasangan calon di pesta demokrasi nanti.

“Suasana sudah hangat-hangat dan sedang tren ini di kalangan politisi dan parpol, setiap ditanya capres dan cawapresnya jawabannya belum ada arahan pak lurah. Saya sempat mikir ini siapa?” kata Jokowi.

Akhirnya, dia baru mengetahui kalau lurah itu merupakan sebuah perumpamaan.

“Sedikit-sedikit kok pak lurah. Belakangan saya tahu, yang dimaksud pak lurah, saya. Ya, saya jawab saat ini, saya bukan lurah, saya adalah Presiden Republik Indonesia,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan dirinya tak memiliki andil apapun dalam menentukan koalisi di Pilpres 2024. Sebab, ia bukan ketua umum parpol yang bisa merundingkan sosok yang akan diusung di Pilpres 2024.

“Ternyata pak lurah itu kode. Tapi perlu saya tegaskan, saya bukan ketua umum parpol, bukan juga ketua koalisi partai. Dan sesuai ketentuan undang-undang yang menentukan capres dan cawapres adalah partai politik dan koalisi parpol,” Kata Jokowi.

Namun, ia mengaku sedih karena budaya kesantunan yang selama ini dianut Indonesia sudah mulai ditinggalkan.

“Tapi yang membuat saya sedih budaya santun budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang? Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah.”

“Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menyatakan, jabatan sebagai Kepala Negara ini tak selamanya dipersepsikan sebagai orang yang memiliki kewenangan yang besar.

“Posisi Presiden itu, tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan dan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini. Apapun, apapun bisa sampai ke Presiden.”

“Mulai dari masalah rakyat di pinggiran sampai kemarahan, ejekan, bahkan makian dan fitnahan. Bisa dengan mudah disampaikan,” kata Jokowi. (As/red/bet)

Polres Tanah Karo Ringkus Pencuri Sepeda Motor

0
Tanah Karo
Karo – Satreskrim Polres Tanah Karo berhasil mengamankan seorang pelaku Curanmor berinisial AAS. Pelaku diamankan berdasarkan laporan dari korban Hendri Ginting, dengan Laporan Polisi nomor LP/B/263/VIII/2023/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLDA SUMUT, tanggal 1 Agustus.

Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, S. H, S.I.K, M.M, melalui Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Aryya Nusa Hindrawan, S.I.K, mengatakan dari laporan ini pihaknya langsung melakukan pengembangan. Dari pengembangan yang dilakukan, pelaku diamankan di kawasan Bandar Baru.

“Hari ini kita melakukan rilis penangkapan kasus Curanmor. Pelaku kita amankan di Bandar Baru tak lama setelah melakukan aksinya,” Kata Kasat Reskrim.

Pelaku yang berani melakukan aksi pencurian ini, memiliki modus dengan mencuri sepeda motor milik korban yang sedang diparkir di depan sebuah warung. Adapun motif pelaku mencuri sepeda motor, dengan motif ingin menguasai sepeda motor tersebut.

“Modusnya pelaku mengambil sepeda motor yahh sedang terparkir tanpa izin pemiliknya,” Katanya.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Tanah Karo untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Disampaikan Kasat Reskrim, pelaku akan dijerat dengan pasal 362 KUHPidana dengan pidana kurungan penjara selama lima tahun. (As)

Malaria Merebak di 4 Kecamatan, Ini Tantangan Bagi Kadiskes yang Baru

0
Malaria
Ket. Poto: Ilustrasi

Sergai, Aktiva.news – Penyakit malaria mulai merebak pada sejumlah Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.

Diketahui penyakit malaria tersebut menyebar di Kecamatan Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu, Perbaungan, dan Sei Rampah.

Sesuai konfirmasi media ini, Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr. Ahmad Idris Daulay melalui Kabid Pelayanan Medis dr. Hermiwati membenarkan adanya peningkatan pasien malaria.

“Untuk bulan Agustus ini ada 49 kasus malaria yang berobat ke Rumah Sakit. Kebanyakan dari Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu,”katanya.

Dengan demikian tentunya, menjadi pekerjaan rumah (PR) dr. Yohnly Boelian Dachban sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sergai yang baru usai dilantik oleh Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya yang didampingi Wakil Bupati, H. Adlin Umar Yusri Tambunan bertempat di Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat (18/8/2023) lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai, M. Nur Bawean didampingi Sekretaris Aziz Tanjung mengatakan Kepala Dinas Kesehatan yang baru agar memerintahkan para jajaran Kepala Puskesmas melakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat yang terdampak malaria dan DBD.

“Bila perlu Kadiskes nemerintahkan Kapus untuk langsung mendatangi masyarakat yang terserang malaria dan DBD kerumahnya guna memberi suntikan dan obat kepada penderita penyakit tersebut,”ujarnya.

Selain itu, kata M Nur Bawean, Kadiskes yang baru juga harus memberikan actionnya agar terwujudnya visi Kabupaten Serdang Bedagai dibawah pimpinan Bupati H Darma Wijaya dan Wakil Bupati H Adlin Umar Yusri Tambunan.

“Kadiskes yang baru dr Yohnly, diprediksi mampu menjalankan fungsi tugasnya dengan baik,”
ujar M. Nur Bawean yang dikenal vokal dan peduli terhadap Kabupaten Serdang Bedagai.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kadiskes Sergai dr. Yohnly Boelian Dachban kepada wartawan Sabtu (19/8) mengatakan usai dilantik dirinya akan melakukan program soal upaya penuntasan penyakit malaria di Sergai.

“Tahap awal kami sudah meminta droping obat-obat program malaria dari Provinsi”katanya.

Ar

Mantan Bupati di Sumut Korupsi 32,74 Miliar

0
Bupati korupsi
Mantan Bupati Samosir, Sumatera Utara, inisial MS ditangkap tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) terkait dugaan kasus korupsi pembukaan lahan yang merugikan negara Rp 32,74 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Yos A Tarigan mengatakan mantan Bupati samosir ini ditetapkan tersangka atas dugaan korupsi izin pembukaan lahan untuk permukiman dan pertanian pada kawasan hutan di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

“MS ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi izin pembukaan lahan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, karena diduga tidak sesuai dengan syarat yang ditetapkan,” ujar Yos Tarigan di Medan, Jumat (18/8).

Yos menjelaskan dugaan korupsi yang dilakukan MS saat ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Toba Samosri pada tahun 1999 hingga 2005. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi, ahli, surat keputusan dan alat bukti petunjuk.

“Dari hasil perhitungan kerugian negara berdasarkan hasil audit dari BPKP Wilayah Sumut, bahwa terdapat kerugian negara sebesar Rp32.740.000.000,” tutur Yos

Yos mengatakan tersangka yang merupakan mantan Bupati samosir ini diduga melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya lebih dari lima tahun sesuai dengan Pasal 21 KUHAP dapat dilakukan penahanan.

Bahwa terhadap tersangka telah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali secara patut, akan tetapi tidak hadir sehingga menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,” kata Yos.

Sebelumnya, kata Yos, tim penyidik Pidsus Kejati Sumut mendatangi domisili tersangka, tetapi tersangka tidak berada di tempat dan kepada keluarga disampaikan agar MS memenuhi panggilan Kejati Sumut.

Setelah itu, pada hari ini, MS hadir ke Kejati Sumut untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dan tim penyidik menyimpulkan untuk melakukan penahanan.

“Tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 18 Agustus 2023 sampai dengan 6 September 2023 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan,” pungkasnya.(As/Red)

Judi Tembak Ikan Marak Lagi di Wilayah Polsek Medan Tuntungan “Ada 3 Huruf”

0
Judi Tembak Ikan
Medan – Judi jenis tembak ikan bangkit kembali di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan Polrestabes Medan yang sebelumnya sempat bersih dari segala perjudian.

Bangkitnya judi tembak ikan di wilayah pimpinan Iptu Christin Simanjuntak, SS, MH ini diawasi oleh oknum dinas loreng berpangkat Kopda DD MRBN yang disebut-sebut milik HRD.

Lokalisasi judi tembak ikan ini terdapat di Jalan Setia Budi, Simpang Selayang, tepatnya di sebuah gubuk bertenda biru.

“Semua sudah tahu itu, cuman itulah Polsek gak berani karena ada loreng kurasa” ucap narasumber Media ini, Kamis (17/08/2023).

Ironisnya, perjudian ini seolah dibiarkan bertumbuh subur. Padahal warga Kota Medan pada umumnya sudah mengetahui bahwa “muara” kejahatan itu ada di perjudian dan narkoba, lantas mengapa dibiarkan saja?

Tidak jauh dari tempat awal, di seberang SPBU Simpang Selayang terdapat warung yang menjolok ke dalam, di tempat ini terdapat satu meja tembak ikan.

“Ah kalah terus dari tadi, gak balik – balik modalku ” kata pemain bertubuh gempal dan berkulit hitam tersebut.

Masih di Wilkum Polsek Tuntungan, di Pantai Bokek persisnya bersebelahan dengan areal wakaf juga ditemukan lokalisasi perjudian. Pada titik ini lebih didominasi kaum Ibu Rumah Tangga (IRT).

Amatan wartawan lainnya, berada di kedai kopi “Rabun” di Pajak Melati juga ditemui aktivitas perjudian.

Dilain sisi, maraknya perjudian di Kecamatan Tuntungan ini dianggap mencoreng perolehan atas penilaian pemerintah daerah dalam memberikan Kecamatan Tuntungan sebagai Kecamatan terbaik.

Kecamatan Medan Tuntungan dinobatkan sebagai Kecamatan Terbaik I tingkat Provinsi Sumatera Utara Kategori Kota tahun 2022.

Judi Tembak Ikan

Menanggapi hal itu, Camat Medan Tuntungan Hendra Arjudanto beberapa waktu lalu mengatakan masih bersemangat bersama tiga pilar untuk menjaga kamtibmas di Kecamatan Medan Tuntungan.

“Kita tetap Berkolaborasi dengan Polsek Medan Tuntungan untuk Kamtibmas termasuk Penanganan Judi dan Narkoba, dan 3 Pilar Tetap Komit untuk itu Pak” kata Hendra. Meski dilapangan bertolak belakang dengan hasil pantauan awak media.

Sebelumnya, telah ramai dimuat dalam media massa atas sejumlah titik perjudian yang berada di Wilkum Polsek Tuntungan yang dianggap kebal hukum.

Menanggapi itu, Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Christin Malahayati Simanjuntak yang turun langsung menggerebek sejumlah lokalisasi perjudian meja ikan – ikan beberapa waktu lalu, namun kini kembali bangkit beroperasi.

Pucuk komando Polsek Tuntungan Christin Malahayati Simanjuntak yang semarga dengan eks Kapolda Sumut itu, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan dalam siaran tertulisnya, hal ini dilakukan menanggapi Pengaduan Masyarakat (Dumas) dan pemberitaan sejumlah media massa.

Ironisnya, operasi yang digadang – gadang sebagai razia gabungan itu tidak ada mendapatkan hasil apapun dan malah semakin marak kembali.

Semangat dalam menggelar operasi ini dinilai nihil hasil. Dalam siaran resminya, tak satupun meja ikan – ikan yang berhasil diangkat maupun para bandar perjudian yang meresahkan warga itu belum berhasil ditangkap.

Razia kali ini hanya menghasilkan beberapa gambar dokumentasi di lokasi perjudian.

Dalam razia gabungan tersebut pula Iptu Christin Malahayati Simanjuntak hanya menghimbau agar para pemilik ataupun penyedia warung/tempat yang diduga dijadikan lokasi perjudian, agar tidak membuka atau melanjutkan bisnis haramnya itu.

“Kita tidak mentolerir segala bentuk maupun jenis perjudian yang ada di Wilkum Polsek Tuntungan. Kita perang dengan yang namanya judi apapun itu,” kata Iptu Christin didampingi Kanit Reskrim Ipda Elia Karo-karo saat melakukan penggerebekan kepada wartawan.

Dalam hal ini, warga yang resah masih percaya Polrestabes Medan tidak kekurangan personil untuk menekan angka kejahatan yang bermuara dari peredaran narkotika dan perjudian tersebut.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Tatareda sudah dimintai tanggapan mengenai maraknya perjudian di wilkum Polsek Tuntungan, namun ia belum memberikan tanggapan. (As/Red/Tim).