Beranda blog Halaman 240

Rutan Kelas I Medan Lakukan Konseling Rehabilitasi Kepada Warga Binaan

0
Rutan
MEDAN – Rutan Kelas I Medan Kanwil Kemenkumham Sumut melaksanakan kegiatan konseling rehabilitasi dalam rangka program upaya preventif penyalahgunaan narkoba dan kegiatan pembelajaran serta penyuluhan tentang kesehatan di Paviliun Fatmawati, Senin (26/06/2023).

Konseling merupakan bagian penting dalam mengobati penyalahgunaan narkoba. Konseling yang dilakukan oleh konselor terhadap pengguna narkoba dalam rehabilitasi akan membantu si pengguna mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungan tersebut.

Hari ini rumah tahanan negara kelas I medan melaksanakan program kegiatan konseling yang diperuntukkan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan tindak pidana Narkotika.

Kasi Pelayanan Tahanan, David Nicolas menyampaikan, “ kegiatan ini bertujuan untuk membantu program pemulihan, memulai kembali perilaku hidup sehat, serta menghadapi situasi yang beresiko penggunaan narkoba kembali terulang,” ujarnya.

“Sebagai konselor mempunyai tanggung jawab untuk memahami bagaimana kecanduan narkoba pada seseorang secara keseluruhan, sekaligus memahami lingkungan sosial yang ada di sekitarnya untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan narkoba,” Tambahnya.

Secara terpisah, tidak hanya melaksanakan kegiatan konseling rehabilitasi, kegiatan ini ditambah dengan pembelajaran serta penyuluhan tentang kesehatan bagi para warga binaan.

Petugas Kesehatan Rutan Kelas I Medan, dr. Sakti Siregar memberikan pembelajaran dan penyuluhan tentang kesehatan terkait bahaya adiksi Narkoba bagi kesehatan tubuh. Narkoba berpengaruh pada kerja otak, narkoba bisa mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkotika disebut zat psikoaktif. Ada beberapa macam efek narkoba pada otak, seperti menghambat kerja otak, yang disebut depresansia, hal ini akan menurunkan kesadaran sehingga timbul rasa kantuk.

Dalam kesempatan terlihat petugas kesehatan meberikan pembelajaran secara dua arah saling tanya jawab terkait materi yang disampaikan.

“Ada yang bisa jawab apa itu halusinasi ?,” tutur dr. Sakti.

Pertanyaan itu sontak dijawab oleh peserta yang mengikuti kegiatan.

“Saya pak. Halusinasi itu seperti contoh di depan kita ada seorang cewek, tetapi sebenarnya tidak ada pak,” jawab peserta.

Harapannya kegiatan – kegiatan yang di laksanakan dapat diikuti dengan serius oleh peserta program rehabilitasi yang berada di Pavilun Rehabilitasi yaitu Paviliun Fatmawati.

Musik Hijau Fest di Silalahi, Bupati Dairi: Mari Promosikan Karya Anak Dairi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

0

DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu sangat mengapresiasi kegiatan Musik Hijau Fest yang digelar di Paropo, Kecamatan Silahisabungan, 24-25 Juni 2013.

Bupati mengatakan acara yang diinisiasi Khatulistiwa Dairi dalam mengembangkan potensi yang ada di Dairi, khususnya Tao Silalahi.

Bupati berharap Tao Silalahi bisa menjadi Bali 2 sebagai destinasi wisata.

“Dairi khususnya Silalahi masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Mereka selalu berkunjung ke Samosir ataupun ke Tuktuk sebagai destinasi wisata. Yang harus kita lakukan sekarang adalah promosikan Danau Toba, khususnya Tao Silalahi. Untuk dunia yang luar biasa adalah Danau Toba, karena Danau Toba yang mempunyai magnet luar biasa sebagai salah satu danau terbesar yang ingin dilihat oleh dunia,” kata Eddy Berutu.

Eddy Berutu menuturkan saat ini pembangunan sudah dilakukan lebih banyak untuk kebutuhan infrastruktur di kawasan Danau Toba yang diperuntukkan kepada para wisatawan. Kabupaten Dairi juga sedang dilakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kawasan wisata seperti dermaga dan gedung sentra ulos. Sedang dibangun juga menara pandang.

Selain itu, hal yang menjadi luar biasa bagi wisatawan adalah menggali budaya tentang adat istiadat, alam yang luar biasa serta kearifan lokal. UMKM juga harus berproduksi agar oleh-oleh bisa diberikan kepada para wisatawan.

“Selamat datang untuk peserta yang datang dari luar Dairi dalam kegiatan ini. Membuat hal seperti ini tidak mudah, selamat berkreasi, semoga karya anak Dairi bisa kita angkat menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan ke Dairi,” ujar Bupati Eddy Berutu mengakhiri sambutannya.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam musik hijau fest diantaranya talkshow, bazar handy craft, aksi bersih, penanaman pohon edukasi alam, serta edukasi kopi.

Dalam kegiatan ini, panitia musik hijau fest juga menghadirkan artis ibu kota yakni Tongam Sirait sebagai bintang tamu.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Rahmat Syah Munthe, Kepala Dinas Perindagkop UKM Iwan Taruna Berutu serta Ketua KNPI Dairi Alfriansyah Ujung. (As)

Bupati Dairi: Peran PAUD Penting Lahirkan Generasi Tangguh di Masa Depan Siempat Nempu Hilir

0

DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting untuk melahirkan generasi tangguh di masa depanHal itu disampaikan Bupati Eddy Berutu saat menghadiri pelepasan PAUD se-Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Sabtu 24 Juni 2023.

Eddy Berutu mengatakan PAUD adalah jenjang pendidikan yang sangat penting dan sering diabaikan. “Namun kami hadir untuk memberikan suatu perubahan untuk masa yang akan datang dan dimulai dari pendidikan usia dini.

Usia dalam PAUD karakternya terbentuk yang merupakan usia emas. Oleh karena itu, kami berjuang agar setiap desa berdiri PAUD. Masa depan kita 25 tahun ke depan tergantung kepada jasa penyelenggara PAUD serta tutor PAUD dalam menciptakan generasi emas dan tangguh,” ucap Eddy Berutu.

Dia juga mengatakan sangat mendukung peran dari Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu yang juga sebagai Bunda PAUD turun langsung ke setiap desa dalam menjalankan pembinaan PAUD.

“Kita akan melihat masa depan bangsa yang cerah karena munculnya anak-anak tangguh yang akan menjadi pemimpin bangsa. Kita terus berusaha agar masa depan anak anak memiliki masa depan yang lebih baik,” ucapnya didampingi Bunda PAUD Dairi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Siempat Nempu Hilir Jangihut Nadeak, Bunda PAUD Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kepala Desa, dan Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Siempat Nempu Hilir. (Nid)

Bunda PAUD Dairi: Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Mulai Diperkenalkan

0

DAIRI – Sebanyak 147 orang siswa dari 11 PAUD di Kecamatan Sempat Nempu Hilir dilepas Bunda PAUD Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Sabtu 24 Juni 2023. Pelepasan para siswa PAUD tersebut diadakan di lapangan Kantor Kecamatan Siempat Nempu Hilir.

Romy Mariani mengatakan momen pelepasan PAUD ini adalah hal yang sangat membanggakan karena anak-anak sudah akan dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih formal. Romy menyampaikan terima kasih kepada para tutor PAUD yang telah memberikan pendidikan kepada anak-anak hingga sampai kepada masa saat ini.

Dia mengatakan pendidikan awal ini untuk menentukan 80% bagaimana nanti mereka di usia dewasa. Kalau kita berikan hal yang baik karena mereka akan melakukan hal yang baik. “Untuk apa anak kita dewasa kalau karakternya tidak baik, karena tidak akan memberikan nilai tambah bagi bangsa. Di PAUD dibentuk karakternya, sambil bermain diberikan pembelajaran yang menyenangkan,” ucapnya.

Saat ini, program transisi PAUD ke sekolah dasar (SD) yang menyenangkan sedang digencarkan oleh Pemerintah Pusat. Hal itu ditandai dengan dukungan dari seluruh bunda PAUD se-Indonesia melalui penandatanganan komitmen yang berlangsung di Jakarta pada beberapa waktu yang lalu.

Dalam program tersebut saat anak masuk SD, tidak akan ada lagi test untuk belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung). Calistung juga dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak, hal itu salah satu konsep yang salah dan harus diluruskan.

“Guna mendorong anak-anak untuk masuk PAUD, Kabupaten Dairi telah menerbitkan Perda tentang PAUD di mana dalam Perda tersebut dinyatakan setiap anak yang akan masuk ke jenjang sekolah dasar, harus mengikuti pendidikan PAUD terlebih dahulu. Dengan hadirnya Perda dimaksud, anak-anak Dairi dapat menjadi anak yang unggul dan menjadi pemimpin bangsa,” kata Romy Mariani mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut Camat Siempat Nempu Hilir Jangihut Nadeak, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Merlin Sitanggang, Kepala Desa dan Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Siempat Nempu Hilir. (As)

Wanita Asal Bahorok Menjadi Korban Penipuan di Marketplace

0
Korban
BINJAI | Seorang warga Bahorok di Kabupaten Langkat, menjadi korban penipuan saat hendak mencari over kredit mobil di sebuah akun marketplace media sosial Facebook, tak disangka korban Syariah (45), warga Dusun Empus, Desa Empus, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat justru menjadi korban penipuan.

Hal itu dikatakannya berawal saat kokorban bersama keluarganya, Aris (28) hendak menawari take over mobil Toyota Etios BK 1903 ON Tahun 2014 warna hitam melalui situs OLX pada Minggu (04/06/23).

”Disaat saya promosikan di Marketplace, ada yang minat bang, setelah itu kami buat janji kesepakatan untuk jumpa untuk melihat mobil tersebut,” ujar Aris Kamis (22/06/23).

Kemudian, sambung Aris, pada malam itu terjadilah pertemuan dengan para pelaku di terminal selesai pada pukul 19.30 wib malam, dan mereka datang ada sekitar 3 orang laki laki, dan mereka juga tertarik dengan mobil tersebut.

” Disitu saya minta kepada mereka agar take over secara resmi di leasing, dan mereka memberikan sejumlah uang kepada saya untuk balik DP, dan disitu mereka memberikan KTP dan NPWP, serta Akte kelahiran agar saya percaya mobil tersebut di bawak mereka bang,” sambungnya

Ternyata, lanjut Aris setelah sepakat untuk melakukan take over ke pihak leasing secara resmi, namun yang ada mereka tidak dapat dihubungi hingga saat ini.

Sementara itu, Syariah pemilik mobil pun percaya saja terhadap ketiga orang yang baru mereka kenal melalui Marketplace tersebut.

” Disitu saya percaya kepada mereka bang, makanya kunci beserta STNK saya berikan kepada mereka, setelah itu mereka bilang kalau apa besok kita ketemuan di leasing untuk pengurusan berkas balik nama, makanya saya percaya bang, dan ternyata besok saya telepon alasan mereka banyak sekali, dan akhirnya nomor mereka tidak bisa dihubungi lagi,” katanya.

Atas kejadian tersebut, sambung Syariah, saya akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, sebab saya merasa ditipu dan dirugikan oleh ketiga pria penipu tersebut, harapannya semoga pihak kepolisian secepatnya untuk menangkap para pelaku,” pungkasnya. (Surya Turnip)

Aksi Mafia BBM di Salah Satu Tangkahan di Sibolga Seakan Tidak Takut Hukum

0
Mafia
Aksi Para Mafia BBM di Salah Satu Tangkahan di Kota Sibolga
Sibolga – Para mafia bahan bakar minyak (BBM) diduga jenis solar semakin merajalela melakukan aksi mengompeng, diduga menggunakan tangki siluman.

Berdasarkan hasil dokumentasi video yang diterima aktiva.news, Sabtu (24/06/2023), aksi pengompengan BBM terlihat dilakukan di salah satu tangkahan yang ada di Kota Sibolga.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang sedang memindahkan BBM diduga jenis solar dari dalam bak Dump truk berwarna kuning menggunakan selang ke beberapa jerigen yang kemudian diangkut menggunakan (alat) sejenis sorong.

Diduga, para mafia minyak memanfaatkan mobil dump truk yang di modif untuk mendapatkan BBM diduga di setiap SPBU.

Menurut informasi yang diterima aktiva.news, BBM tersebut untuk keberangkatan kapal yang berada di salah satu tangkahan di Kota Sibolga.

Para pemainnya diduga dibekingi orang kuat yang ada di Kota Sibolga, sehingga melakukan aksi terang-terangan seakan para mafia BBM ini tidak takut dengan aparat penegak hukum dan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, aktiva.news masih berupaya menggali informasi lebih dalam. (Syaiful)

2 Waria Ditangkap Polisi di Medan Lalu Dilepas Setelah Berdamai Rp 50 Juta

0
Polisi waria
Ilustrasi
2 Waria bernama Deca (27) dan Fury (26) mengaku ditangkap polisi dari Polda Sumatera Utara (Sumut) saat tengah berada di hotel. Keduanya dilepas usai mentransfer Rp 50 juta ke rekening atas Sugianto sebagai uang damai.

Deca mengaku ditangkap polisi saat berada di salah satu hotel pada Senin (19/6) lalu. Saat itu dia bersama Fury tengah berjumpa dengan pria bernama Hans yang memesan mereka berdua.

Kata dia, Hans menghubunginya melalui pesan WhatsApp untuk meminta layanan threesome. “Si (Hans) ini minta mau threesome. Jadi saya tanya budgetnya berapa. Dia bilang akan memberikan aku uang Rp 700 ribu dan teman aku Rp 700 ribu. Lalu, nanti akan dilebihkan ke aku Rp 500 ribu. Dia DP lah Rp 150 ribu,” katanya di Kantor LBH Medan, Jumat (23/6/2023).

Setelah bersepakat soal harga keduanya pun bertemu. Pertemuan itu terjadi di salah satu hotel yang ada di Jalan Ringroad, Medan. Setiba di hotel itu, Deca dan Fury diarahkan untuk langsung ke kamar 301.

Hans langsung mengajak Deca ke kamar mandi usai tiba di kamar 301. Di situ Hans memberikan uang Rp 1,8 juta. Selanjutnya Hans dan Deca keluar dari kamar mandi. Hans kemudian meminta agar Deca dan Fury membuka pakaian.

“Nah, dia masuk lagi ke kamar mandi. Lalu keluar lagi dan langsung memegang bahu kawan saya (Fury). Tak lama, ada bunyi bel. Dia buru-buru buka pintu. Terus masuk lah, kalau tidak salah, delapan pria yang mengaku polisi. Mereka pakai baju sipil,” ungkapnya.

Kepada sekelompok orang yang mengaku polisi itu Deca sempat menanyakan surat penangkapan. Kemudian dia diberikan selembar kertas. Namun, dia tidak membaca surat itu karena situasi yang tak memungkinkan.

“Saya sempat bilang surat penangkapannya mana. Mereka hanya menunjukkan kertas putih tapi saya tidak baca apa isi kertas itu. Aku terus melawan,” katanya.

Hans, lanjut Deca, kemudian mengeluarkan satu bungkusan yang disebut narkoba oleh polisi.

“Tiba-tiba, Hans ini mengambil satu bungkusan putih dari dalam tasnya. Kemudian polisi bilang, itu narkoba,” tambahnya.

Kemudian membawa Fury, Deca dan Hans keluar hotel. Ponsel milik Deca ditahan polisi. Saat hendak dibawa ke kantor polisi, Deca dan Fury berada satu mobil sedangkan Hans tidak.

“Waktu di mobil, mereka membaca pesan di handphone aku. Mereka bilang aku terkena pasal perdagangan orang. Sampai di Polda Sumut, kami interogasi. Mereka memaksa buka rekening, menakut-nakuti, serta lainnya,” ujarnya.

Deca dan Fury pun diborgol memakai kabel T saat berada di dalam ruang pemeriksaan. Salah satu polisi yang ada di ruangan itu mengatakan dia akan menyandang status pelaku, sedangkan Fury sebagai korban.

Tidak lama setelah polisi itu pergi ada seorang petugas kebersihan yang berbincang dengannya. Petugas kebersihan ini menyarankan agar Deca memberikan uang damai Rp 40 juta.

Kepada petugas kebersihan itu Deca mengaku hanya punya uang Rp 25 juta. Namun, dia sempat bertanya apakah bisa dikeluarkan setelah menyerahkan uang damai.

“Dia bilang bisa menjamin. Cuma kalau Rp 25 juta, katanya tidak bisa. Tetapi dia tetap akan coba menelepon ibu yang memeriksa kami. Setelah itu dia keluar ruangan untuk menelepon dan masuk kembali memberikan info, besok ibu itu akan datang sekitar pukul 07.00 WIB,” katanya.

Keesokan harinya, wanita yang disebut petugas kebersihan itu datang. Lalu mereka membicarakan perdamaian dengan mahar Rp 100 juta.

“Paginya, kami jumpa ibu itu dan membicarakan uang damai. Ibu itu tanya, kami ada uang berapa. Aku bilang ada Rp 25 juta. Ibu itu bilang untuk kasus seperti ini tidak bisa. Dia minta Rp 100 juta. Terus saya bilang, ya udah tahan saja,” tambahnya.

Kemudian ada proses negosiasi lanjutan mengenai besaran uang damai. Wanita itu bahkan menakutinya jika tidak damai dia ditakuti justru akan menghabiskan uang lebih banyak jika ditahan.

Belum lagi ketika di dalam tahanan Deca akan dibotakin, memakai celana pendek serta lainnya. Sedangkan Fury hanya diletakkan di tempat rehabilitasi karena sebagai korban.

“Terakhir, deal biayanya Rp 50 juta dan uang itu saya kirim ke rekening BRI atas nama Sugianto. Terus ibu itu sempat bilang, jangan mempersoalkan lagi kedepannya. Karena no rekening itu punya orang dan mereka hanya numpang transfer. Dia bilang itu nomor orang yang bekerja di BRI. Sehingga kalau aku permasalahkan, kasihan orang yang punya rekening,” bebernya.

Setelah itu, ia menandatangani surat perjanjian yang berisi tidak akan mempermasalahkan lagi uang itu ke depannya. Oknum polisi juga merekam keterangannya agar tidak lagi mengulangi perbuatan serupa.

“Setelah itu selesai, siangnya kami dimasukkan ke dalam mobil dan diantar sampai ke Pengadilan Agama Medan. Jadi intinya, kalau untuk uang itu kami dealnya dengan ibu yang diduga oknum polisi,” sebutnya.

Direktur LBH Medan Irvan Saputra memandang peristiwa yang dialami Deca dan Fury adalah dugaan pemerasan serta rekayasa kasus oleh oknum polisi di Polda Sumut. Dia menduga kuat, Deca telah ditarget, lalu dibuat skenario penangkapan sedemikian rupa dengan tujuan untuk mengambil uangnya.

“Anehnya lagi, setelah dibebaskan, mereka ditanyai siapa lagi waria yang kalian tau uangnya banyak. Ya kita meminta agar Polda Sumut mengungkap kasus ini. Hari ini, kami akan mendampingi korban untuk membuat laporan ke Polda Sumut,” ujar Irvan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi belum mau merespons banyak soal informasi tersebut. Dia menyebut pihaknya masih menunggu laporan dari transpuan yang rencananya akan melaporkan peristiwa itu ke Polda Sumut.

“Saya belum tahu ada tidaknya peristiwanya, infonya mereka mau buat laporan, kita tunggu apa materi laporannya,” ujarnya.

Terpisah, kedua waria itu resmi melapor ke Polda Sumut soal dugaan pemerasan. Laporan itu bernomor:STTLP/B/758/IV/2023/SPKT/Polda Sumut tertanggal 23 Juni 2023.

“Hari ini, kita membuat laporan ke Polda Sumut, yang kita laporkan itu adalah dugaan tindak pidana pemerasan dan rekayasa kasus,” kata Marselinus Duha, Kuasa Hukum Deca dari LBH Medan di Mapolda Sumut, Jumat (23/6/2023).

Marselinus mengatakan pihaknya melaporkan soal dugaan pemerasan dan rekayasa kasus. Namun, SPKT Polda Sumut hanya menerima laporan soal dugaan pemerasan saja.

“Hanya saja dalam pembuatan laporan ini, yang diterima adalah persoalan pemerasannya. SPKT Polda Sumut tidak menerima terhadap laporan kita terkait rekayasa kasus karena Polda Sumut berpendapat harus ada terlebih dahulu yang melapor kasus itu,” ujarnya.

“Walaupun kita sebenarnya berbeda pendapat, tapi kita tetap menerima, minimal ada diterima laporan walaupun hanya pemerasan saja,” sambung Marselinus.

Hasil Kunjungan Kerja Bupati Eddy Berutu ke Sleman, Perusahaan Pupuk Cair Hayati Nasional Bakal Buat Demplot di Dairi

0
Hasil Kunjungan Kerja Bupati Eddy Berutu ke Sleman, Perusahaan Pupuk Cair Hayati Nasional Bakal Buat Demplot di Dairi
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Berutu mengunjungi salah satu perusahaan pupuk cair hayati di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (21/6/2023). Dalam kunjungan itu, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang.

Bupati mengatakan, kunjungan ke salah satu perusahaan pupuk cair hayati, PT Indoraya Mitra Persada untuk menjajaki kerjasama atau sharing soal pupuk cair hayati.

Menurutnya, informasi yang diperolehnya pupuk cair yang sudah dipasarkan ke luar negeri seperti Jepang, Australia, Jordania, hingga negara lain mampu meningkatkan hasil pertanian para petani.

“Untuk itulah saya dan dinas pertanian kemarin berkunjung ke sana. Di sana kami mendapat penjelasan langsung dari perusahaan PT Indoraya Mitra Persada bagaimana fungsi pupuk cair hayati organik itu. Kami juga diajak melihat hasil pupuk cairnya,” kata Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Robot Simanullang, kunjungan ke Sleman itu dalam rangka menjajaki kerjasama dengan PT Indoraya di Sleman.

Hasilnya kata Robot, pihak perusahaan merespon apa yang menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Dairi dalam hal ini permintaan Bupati. Misalnya, Pemerintah Dairi berharap sebelum ada kerjasama dilakukan terlebih dahulu Demplot atau percontohan pupuk cair apakah cocok digunakan di Dairi.

Lalu selanjutnya, jika hasilnya memuaskan maka kerjasama akan dilanjutkan. Dan menurut Robot, pihak perusahaan sedang memikirkan di mana lokasi Demplot.

“Tapi pada prinsipnya mereka sangat setuju dibuat Demplot di Dairi. Nanti petani kita akan terlebih dahulu akan diajari bagaimana penggunaan pupuk cair hayatinya,” jelas Robot.

Robot mengatakan, dalam kunjungan tersebut Bupati juga diajak melihat produk-produk perusahaan pupuk cair hayatinya.

“Kami di ajak melihat pabriknya langsung. Lalu kami juga diperlihatkan bagaimana mekanisasi pertanian menggunakan pupuk cair hayati yang dikembangkan mereka. Kami juga senang, respons mereka cukup baik. Semoga penjajakan kerjasama ini berhasil,” ucapnya. (As)

Kepala Sekolah SMKN I Biru Biru Angkat Bicara Terkait Aksi Demo Siswa

0
Kepala Sekolah

DELISERDANG – Kepala sekolah SMKN 1 Biru Biru Kecamatan Biru Biru Kabupaten Deli Serdang, Normauli Simbolon SSi, MM angkat bicara terkait aksi demo puluhan siswa, Selasa (20/6/2023) kemaren.

Normauli Simbolon yang ditemui wartawan di kantornya pada Kamis (22/06/2023) siang menjelaskan kepada wartawan, bahwa aksi yang dilakukan oleh para siswa/i SMK Negeri 1 Biru biru hanya kesalahpahaman.

Menurut Normauli, para siswa/i yang melakukan aksi demo tersebut termakan hasutan dari pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga para siswa/i SMK Negeri 1 Biru Biru melakukan aksi demo. Padahal, apa yang menjadi tuntutan daripada murid murid saya ini semuanya tidaklah benar, Kata Normauli.

“Dari ke-17 tuntutan para siswa itu tidak ada yang benar, terlebih terkait pemecatan guru itu,” Terang Normauli.

Dirinya membantah selama ia sebagai kepala sekolah di SMK Negeri 1 Biru Biru tidak pernah memecat guru yang bersangkutan.

“Saya tidak pernah memecat atau memberhentikan guru, jika saya memecatnya tentu saja saya sudah memberikan surat pemberhentian kepada guru bersangkutan. Buktinya sampai detik ini saya tidak pernah mengeluarkan surat pemberhentian guru tersebut, “Jelasnya.

Tapi kemarin kata Normauli, saat siswa melakukan aksi demo itu ada memberikan surat pemberhentian terhadap guru itu hingga membuat saya bingung, itu surat dari mana ? karena saya sama sekali tidak pernah ada mengeluarkan surat pemecatan terhadap guru yang bersangkutan.

Dikatakan Kepsek, hal ini hanya kesalahpahaman saja, kemungkinan ada pihak tertentu yang memprovokatori siswa saya.

” Karena selama saya menjabat sebagai kepala sekolah hubungan saya dan siswa/i semuanya baik baik saja, “ Normauli Simbolon.

Terkait tuntutan yang mengatakan saya guru yang “Arogan“, boleh ditanya disekolah, selama saya menjabat sebagai kepala sekolah SMK Negeri 1 Biru Biru ini, saya tidak pernah menyakiti hati siswa/i hingga guru guru yang ada di sekolah ini. bahkan, selama ini hubungan saya selaku Kepsek dan siswa/i begitu juga dengan guru guru baik baik saja.

” Jadi yang dikatakan saya “Arogan“ itu tidaklah benar, karena kata “Arogan“ itukan merupakan seseorang yang berprilaku kasar, sementara saya tidak pernah kasar terhadap siapapun di sekolah ini “Kata Normauli.

Saat ditanya uang kutipan sertifikat bagi siswa/i yang berprestasi harus bayar, Normauli pun menjelaskan, dana sertifikat atau surat penghargaan untuk siswa tidak pernah adakan pengutipan ataupun menekankan siswa harus bayar.

“Sertifikat tersebut semua kita berikan gratis dan tidak pernah di kenakan biaya apapun kepada siswa. Jika memang benar ada kutipan sesuai tuntuntan siswa, siapa yang melakukan hal itu ? Soalnya saya selaku Kepsek tidak ada memberikan arahan kepada guru untuk melakukan pengutipan “Tegas Normauli Simbolon.

Kemarin Rabu, (21/06/2023) siang, saya memanggil orang tua murid dan beberapa guru ke sekolah, dan saya sudah menyampaikan kepada semua orang tua murid yang hadir, bahwa atas aksi itu merupakan hanya kesalahpahaman saja, sehingga hal ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Intinya dari 17 tuntutan para siswa/i itu semuanya tidak benar. Namun, hal ini akan menjadi pembelajaran dan koreksi bagi saya selaku kepala sekolah di SMK Negeri 1 Biru Biru ini agar kedepannya saya dapat melihat dan mendengar apa yang menjadi persoalan para guru begitu juga siswa/i saya yang menuntut ilmu di SMK 1 Biru Biru ini,” Ucap Kepsek Normauli. (Heri)

Bupati Eddy Berutu Terima Hibah Aset 47 Unit PJU Tenaga Surya dari Kementerian ESDM

0
Bupati Eddy Berutu Terima Hibah Aset 47 Unit PJU Tenaga Surya dari Kementerian ESDM
DAIRI – Pemerintah Kabupaten Dairi menerima hibah barang milik negara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Rabu (21/6/2023) di Yogyakarta.

Hibah tersebut diserahkan langsung kuasa pengguna barang Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Sahid Junaidi kepada Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mewakili Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Hari ini, saya mewakili Pemerintah Kabupaten Dairi menerima hibah barang berupa 47 unit lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya dari Kementrian ESDM,” kata Eddy Berutu.

Menurut Bupati, 47 unit PJU tenaga surya sebenarnya sudah dibangun pada tahun 2021 di Kabupaten Dairi. Namun kata dia, aset tersebut baru diserahkan tahun 2023.

Dijelaskan Bupati, lampu PJU tenaga surya ini tersebar di beberapa desa di Kecamatan Silahisabungan. “Lampu PJU tenaga suranya di Kecamatan Silahisabungan,” jelasnya.

Bupati mengatakan, nilai aset lampu PJU tenaga surya ini cukup besar yakni mencapai Rp 674 juta lebih. “Nilai asetnya besar. Untuk itu saya berharap yang dihibahkan untuk Pemkab Dairi dijaga dan dirawat dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, pada saat penyerahan aset ini ada 16 kepala daerah yang diundang. Ada Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Bandung, Bupati Tuban, Bupati Kubu Raya, Bupati Sambas, Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Bulungan, Bupati Dompu, Bupati Asmat, Bupati Jeneponto, Bupati Soppeng, Bupati Banggai, Bupati Ogan Komering Ilir, Bupati Dairi, dan Bupati Samosir. (Nid)