Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 145

Polisi Diminta Tangkap Otak Pelaku Penyerangan dan Pembacokan Terhadap Warga Begulda

0

BINJAI | Keluarga Dari Korban meminta Kepolisian Polres Binjai, untuk segera mengungkap otak pelaku penyerangan dan Pembacokan terhadap warga begulda.

“Kami minta polisi tidak main-main dalam kasus ini. Kami sangat terpukul dengan peristiwa itu dan kami akan terus mengawal kasus ini,” ungkap sejumlah warga kepada wartawan, Selasa, (07/11).

Menurutnya, polisi harus menangani dengan serius kasus pembacokan tersebut, dan meminta keadilan kepada penegak hukum.

“Kami minta keadilan yang seadil-adilnya pada penegak hukum dalam memproses kasus ini, jelas sudah diketahui siapa otak pelaku dalam penyerangan serta pembacokan terhadap warga begulda, Kami minta Polisi bisa mengungkap pihak terkait termasuk otak pelaku yang menyebabkan Darwan Sembiring (korban) terluka parah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Binjai, berhasil menangkap seorang pelaku pembacokan terhadap warga Begulda beberapa waktu lalu.

Pelaku berinisal RJ harus berurusan dengan polisi karena kasus penyerangan dan pembacokan di Jalan Gunung Singgalang, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan beberapa waktu lalu.

Tertangkapnya pelaku RJ warga Samahudin Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan menjadi titik terang siapa dalang dari penyerangan serta pembacokan sadis tersebut.

Keluarga dari korban menyebut otak pelaku dari penyerangan dan pembacokan tersebut berinisal JM yang tak lain calon legeslatif.

” Jelas yang ketangkap diduga anggota dari mekar jaya, siapa lagi otak pelakunya kalau bukan JM,” sebut keluarga dari korban kepada wartawan, Senin (06/11).

Selanjutnya, keluarga dari korban meminta kepada Bapak Kapolres Binjai untuk segera menangkap otak pelaku dari penyerangan dan pembacokan warga begulda.

Menurut mereka, otak dari pelaku tak lain merupakan seorang calon legislatif berinisal JM, maka dari itu keluarga dari korban berharap besar secepatnya untuk dilakukan penangkapan kepada otak pelaku tersebut, ” jangan sampe berkeliaran bahkan untuk menjadi calon legislatif,” ungkap keluarga korban.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Zuhatta Mahadi ketika dikonfirmasi membenarkan satu orang telah diamankan pelaku pembacokan seorang warga Begulda.

” Benar sudah tertangkap satu orang pelaku pembacokan, ini masih dalam penyelidikan,” tulisnya melalui pesan whatsapp, Senin (06/11).

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Rio Alex Panelewen yang juga dikonfirmasi membenarkan satu orang pelaku pembacokan telah diamankan di Polres Binjai.

” Sudah ketangkap, rencana hari Rabu akan kita realese ya,” ujarnya. (ST)

Bupati Dairi Terima Audiensi Panitia Gendang Guro-Guro Aron Muda Mudi Tigalingga “Mburo Ate Tedeh”

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menerima audiensi Panitia Gendang Guro-Guro Aron Muda Mudi Tigalingga Mburo Ate Tedeh, Senin (6/11/2023) di Rumah Dinas Bupati Dairi, Kecamatan Sidikalang.

Dalam kesempatan ini, Eddy Berutu mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah berupaya untuk mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan Gendang Guro-Guro Aron yang rutin diadakan setiap tahun.

“Kecamatan Tigalingga terkenal rutin melaksanakan kegiatan ini. Semoga perayaannya berjalan lancar, masyarakat bahagia, dan semakin sejahtera. Saya sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini, dan kami berharap dapat hadir bersama-sama,” ucapnya.

Gendang Guro-Guro Aron, lanjut Eddy Berutu, merupakan pesta hiburan yang mengandung banyak makna, khususnya dalam mempererat silaturahmi antar masyarakat.

“Pesta ini sudah diadakan secara turun temurun oleh muda-mudi Karo. Saya mengajak kita semua, para pemuda dan jajaran pemerintah untuk aktif dalam mendukung pelestarian budaya ini, sehingga dapat dinikmati hingga generasi-generasi selanjutnya,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Desa Tigalingga Perdinan Simamora, menyampaikan pelaksanaan Gendang Guro-Guro oleh pemuda Desa Tigalingga bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dalam hal ini Budaya Karo, mempererat hubungan masyarakat Desa Tigaligga dan sekitarnya, mempererat hubungan pemuda Tigalingga dan sekitarnya, serta menjalin silaturahmi masyarakat Desa Tigalingga dengan keluarga yang berada di luar kota.

“Untuk itu kami sangat menantikan kedatangan Bapak Bupati, karena banyak anak-anak di desa kami yang sangat ingin bertemu dengan Bapak Bupati. Mereka juga sudah berlatih mempersiapkan yang terbaik, untuk dapat tampil dihadapan Bapak,” ucapnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Panitia Pembangunan GKPI Tigalingga, Camat Tigalingga Saut Sinaga, Anggota DPRD Kab. Dairi Charles Tamba, Kepala Bidang pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Efendi Berutu, dan perwakilan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga. (Nid)

Siap Beroperasi, Bupati Eddy Berutu Ingin Pelabuhan Silalahi Bisa Dukung Gelaran World Aquabike 2023

0

DAIRI  – Bupati Dairi Eddy Berutu mengharapkan pelabuhan penyeberangan Silalahi, di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan bisa segera beroperasi.

Ia berharap pada penyelenggaraan Aquabike World Championship 2023 yang akan digelar 23 November mendatang di Tao Silalahi, fasilitas ini sudah beroperasi guna mendukung arus transportasi pengunjung yang akan meramaikan perhelatan internasional tersebut.

Hal tersebut Ia katakan saat melakukan kunjungan ke dermaga itu, Senin (6/11/2023).

“Pelabuhan sudah siap dioperasikan. Dari hasil diskusi dengan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba, Rijaya S dan jajaran, kami ingin pelabuhan sudah diresmikan sebelum Aquabike digelar,” katanya.

Dijelaskan juga, dermaga ini nantinya akan menjadi alternatif transportasi saat digelarnya Aquabike sambil menikmati Danau Toba. “Opsinya kita ingin minggu ini segera diresmikan,” ujarnya lagi.

Perlu diketahui, dermaga yang dibangun dalam rangka mendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba ini telah dimulai pelaksanaan pembangunannya sejak tahun 2021 oleh Kementerian Perhubungan yang bersumber dari APBN Tahun 2021 menyedot anggaran sebesar Rp 12,3 Miliar.

Pembangunan pelabuhan penyeberangan atau dermaga tersebut merupakan wujud tekad Pemkab Dairi dalam membangun sektor perhubungan khususnya di Kabupaten Dairi.

“Anggaran pembangunan pelabuhan ini merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Dairi, di mana pelepasan tanah atau lahan pembangunan dermaga dari Pemerintah Kabupaten Dairi. Kita memperkirakan tahun ini dermaga ini segera beroperasi dan akan menjadi ikon,” katanya saat melakukan kunjungan yang didampingi asisten pemerintahan Jhony Hutasoit, Kadis Perhubungan Parulian Sihombing, Kadis LH Saut M Sinaga, dan Kadis PUTR Masaraya Berutu.

Eddy Berutu juga meminta fasilitas perhubungan tersebut harus juga memanfaatkan UMKM yang ada di Kecamatan Silahisabungan.

“Tidak hanya moda transportasi yang diperlukan, fasilitas penunjang pariwisata dan kebutuhan lain di dalamnya juga harus menjadi perhatian bersama. Pelabuhan jalan, tapi sektor pariwisata dan ekonomi rakyat seperti UMKM pun harus juga jalan. Dengan pembangunan pelabuhan ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba dan juga akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Silalahi,” ujarnya menutup wawancara. (Nid)

Panitia PWI Sumut Matangkan Persiapan Pelatihan Wartawan di Berastagi, 9 Nov 2023 Pendaftaran Terakhir

0
PWI

Medan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut melalui Panitia Pelaksana menggelar rapat guna matangkan persiapan Pelatihan Jurnalistik dan Orientasi Organisasi Anggota Muda yang akan digelar di Hotel Rudang Berastagi pada 15-16 November 2023.

Rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Sugiatmo didampingi Sekretaris Austin Antariksa Tumengkol dan Bendahara Marini Rizka Handayani di kantor PWI Sumut Jl Adinegoro Medan, Senin (6/11/2023).

Juga dihadiri anggota panitia bidang acara David Swayana, bidang registrasi Satriadi Tanjung, bidang perlengkapan Amru Lubis dan bidang publikasi dan dokumentasi Lambok Manurung.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Sugiatmo bersama Sekretaris Austin Tumengkol mengajak seluruh anggota muda PWI Sumut supaya segera mendaftarkan diri untuk ikut pelatihan. “Bagi yang ikut, kita beri kesempatan terakhir mendaftar hingga 9 November 2023. Memang saat ini sudah 80 peserta yang mendaftar dari 120 orang anggota muda PWI se Sumut,” ujar Sugiatmo yang diamini Austin.

Disampaikan Sugiatmo, adapun acara pelatihan berlangsung selama dua hari Rabu – Kamis (15-16/11/2023). Bagi seluruh peserta dari Medan maupun dari daerah yang ikut rombongan, diberangkatkan dengan menggunakan bus dari Kantor PWI Sumut, Rabu (15/11/2023) pukul 9.00 Wib dan diperkirakan tiba di Berastagi siang dan langsung registrasi.

Sedangkan bagi peserta yang ikut berangkat namun pisah dari rombongan tetap bertemu di Hotel Rudang Berastagi dan sama registrasi sekitar pukul 12.00 Wib.

Ditambahkan, selesai registrasi akan dimulai acara sekitar pukul 15.00 Wib dan dibuka Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik SE. Selanjutnya akan dilangsungkan pelatihan dengan menghadirkan beberapa nara sumber. Dan malam harinya dilanjutkan pelatihan penguatan organisasi.

Sedangkan keesokan harinya sekitar pukul 9.00 Wib dilanjutkan pemberian kartu PWI kepada anggota Muda yang ikut hadir dan tidak boleh diwakilkan. “Bagi anggota yang tidak hadir tidak akan dibagikan kartu PWI nya,” sebut Sugiatmo.

Sebagaimana diketahui, pelatihan bagi anggota PWI merupakan program Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik SE guna peningkatan kualitas dan pengetahuan wartawan. PWI Sumut juga menjalankan program Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun yang fokus pada pendidikan. (As)

Pesta Njuah-Njuah Telah Usai, Eddy Berutu: Sampai Jumpa di Even Besar Aquabike World Championship Tao Silalahi

0

DAIRI – Pesta Njuah-Njuah yang digelar 2-4 November resmi berakhir. Ribuan warga memadati lapangan Stadion Utama Sidikalang untuk menyaksikan berbagai pagelaran dan hiburan pamungkas Pesta Njuah-Njuah tahun ini.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dalam Segalanya menutup sekaligus acara ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan mendukung acara ini.

“Melihat antusias masyarakat yang begitu besar malam ini, ini pertanda bahwa masyarakat sangat membutuhkan hiburan. Ini memantik semangat kita untuk bisa menggelar acara yang lebih besar di tahun mendatang,” kata Bupati, Sabtu (4/11/2023).

“Terima kasih atas partisipasinya selama 3 hari ini, kami akan terus mengembangkannya. Kita evaluasi, untuk kita lanjutkan pada penyelenggaraan berikutnya. disampaikan gubernur yang bangga akan kekompakan dan guyubnya masyarakat Dairi bahkan memuji apa yang sudah kita lakukan di KPT. Kita telah menunjukkan kolaborasi, keberagaman, dan memperkuat akar budaya kita,” katanya lagi.

Tidak lupa Bupati juga mengingatkan, bahwa akan ada lebih besar lagi Bulan November ini. Iapun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta memeriahkan ajang internasional Aquabike World Championship di Tao Silalahi 23 November mendatang.

“Acara kita hari ini memang sudah berakhir, tapi ingat bahkan besar menanti kita 23 November mendatang. Mari ajak seluruh keluarga hadir mengambil peran sebagai bukti bahwa Kabupaten Dairi mampu menjadi tuan rumah bahkan internasional. Njuah-Njuah,” ujarnya penuh semangat.

Acara ini ditutup dengan penyerahan hadiah lomba yang sudah digelar sebelumnya yakni lomba kirab budaya, fashion show, mewarnai tingkat TK dan SD, marjalengkat, mergalah dan mersinabul. Hadir dalam acara ini Ketua TP PKK Romy Mariani Simarmata, Kakan Kemenag Riswan Gaja, mewakili unsur Forkopimda anggota DPRD Nurlinda Angkat, Walikota Inf. Jimmy Barus, Kompol B.Silalahi, Sekda Charles Bancin, Asisten Pemerintahan Jhony Hutasoit, para staf ahli bupati, Kadisparbudpora selaku ketua panitia penyelenggara Rahmat Syah Munthe, para pimpinan OPD, para camat dan tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya. (As)

Jadi Irup HUT Bank Sumut ke-62, Bupati Dairi: Selaraskan Langkah Tingkatkan Kinerja

0

DAIRI – Bupati Dairi Eddy Berutu menjadi inspektur upacara peringatan HUT Bank Sumut Ke-62 di Kantor Cabang Bank Sumut, Sidikalang, Sabtu (4/11/2023).

Tema HUT Bank Sumut Tahun 2023 adalah Membumi untuk Melayani, Melangit Untuk Melampaui.

Dalam amanatnya, Eddy Berutu menyampaikan tema yang diangkat tahun ini merupakan suatu tema yang sarat akan makna dan pesan kepada kita semua.

“Membumi untuk melayani merupakan pemaknaan bahwa sejatinya sebagai perusahaan publik yang berbasiskan pelayanan, menuntut Bank Sumut untuk memberikan kinerja yang baik, ramah dan santun dalam melayani nasabah sehingga tercipta loyalitas dan kepuasan nasabah, untuk terwujudnya perbankan yang sehat dan sustainable,” katanya.

Adapun makna Melangit untuk Melampaui, kata Bupati, merupakan suatu spirit bahwa seluruh insan Bank Sumut harus memiliki visi yang tinggi untuk maju terus berimprovisasi agar dapat mensejajarkan diri dengan perbankan lainnya baik secara regional maupun naik kelas menuju skala nasional.

“Saya, atas nama Pemerintah Kabupaten Dairi, seluruh jajaran dan masyarakat menyampaikan selamat ulang tahun Bank Sumut. Saya mengimbau kepada segenap pegawai untuk menyelaraskan langkah dan terus meningkatkan kinerja. Usia 62, usia yang dapat dikatakan cukup tua, bukan berarti Bank Sumut lelah untuk berkontribusi, sebaliknya justru kematangan usia dapat dijadikan momen untuk selalu tumbuh dan terus berkembang bukan hanya di tataran daerah, tetapi juga di kancah nasional,” katanya mengakhiri.

Hadir dalam peringatan HUT Bank Sumut, Sekda Charles Bancin, Kepala BKAD Dekman Sitopu, Camat Sidikalang Abdimar Tamba, Pimpinan Cabang Bank Sumut Edy Primsa Brahmana, serta seluruh staf dan karyawan Bank Sumut Cabang Sidikalang. (Nid)

Lomba Persinabul Meriahkan Pesta Njuah-Njuah, Bupati Eddy : Budaya Harus Tetap Dilestarikan Demi Pondasi Identitas Bangsa

0

DAIRI – Indonesia merupakan bangsa yang diikat oleh Pancasila, dimana Pancasila sendiri berawal dari budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia yang kemudian dirumuskan menjadi sebuah konsep yang dipegang hingga saat ini. Karenanya, budaya harus dilestarikan demi pondasi identitas bangsa, salah satunya Persinabul yang merupakan identitas adat Pakpak.

Demikian disampaikan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat membuka Lomba Persinabul dalam Pesta Budaya Njuah-njuah, di Stadiun Utama Sidikalang, Jumat (3/11/2023).

“Persinabul adalah seseorang yang bertugas untuk mengorkestrakan sebuah upacara adat, agar tujuan dalam upacara tersebut bisa tercapai dengan tata cara dan karakteristik yang sudah ada. Persinabul biasanya berasal dari keluarga inti yg diharapkan dapat menguasai adat istiadat sehingga pertemuan atau upacara adat tersebut dalam selesai dengan bermartabat,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Eddy, Pesta Budaya Njuah-njuah disepakati harus dapat menjadi wadah untuk melestarikan ajaran dan adat istiadat masyarakat Pakpak di Bumi Sulang Silima, sehingga ajarannya dapat diteruskan hingga generasi-generasi selanjutnya.

“Pada kesempatan ini saya berterimakasih atas antusias dari masyarakat Dairi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, juga kepada tokoh-tokoh yang berkenan menjadi juri, pembina, dan melestarikan ajaran leluhur kita. Kiranya melalui acara ini, adat Pakpak semakin dikenal dan diketahui keberadaanya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Tamsir Padang, selaku juri, menyampaikan perlombaan ini bertujuan untuk membangkitkan, mempertahankan, dan melestarikan kebudayaan Pakpak.

Lebih lanjut, Tamsir Padang menjelaskan ada beberapa kriteria penilaian bagi peserta yaitu kemampuan berkomunikasi menggunakan artikulasi bahasa Pakpak dengan benar, perdalan loji yg biasa dilakukan di Dairi, kerapian berpakaian, kemampuan menghidupkan suasana sesuai prosesi adat Pakpak, perjalan adat yang dibawakan adalah Keppas dan Pegagan, ketepatan waktu, cara menutup seperti yang dilakukan dalam adat Pakpak.

“Terima kasih kepada Pemkab Dairi yang telah memfasilitasi dalam melestarikan adat Pakpak. Kiranya kedepannya semakin dapat kita tingkatkan,” ucapanya. (As)

Pesta Njuah-Njuah Gelar Permainan Tradisional Anak, Bupati Dairi: Kegiatan Positif Alihkan Anak dari Candu Gadget

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyempatkan waktu memantau penyelenggaraan Pesta Njuah-Njuah hari kedua di Stadion Utama Sidikalang, Jumat (3/11/2023).

“Saya sengaja meninggalkan kegiatan saya untuk melihat kegiatan hari kedua penyelenggaraan Pesta Njuah-Njuah ini. Hari ini saya senang sekali bisa menyaksikan anak-anak mengikuti lomba marjalengkat (Egrang), Mergalah, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, dan lomba mersinabul,” katanya.

“Saya senang Pesta Njuah-Njuah mampu bangkitkan kembali permainan tradisional seperti marjalengkat atau egrang, dan margalah. Permainan ini sedikit banyak akan mampu mengalihkan perhatian anak-anak kita ketergantungan gadget. Ini sangat positif,” kaatanya lagi.

Eddy Berutu juga menegaskan, permainan marjalengkat ini memiliki filosofi tersendiri bahwa hidup harus memiliki fondasi yang kuat. Fondasi yang kuat itu dapat dibangun lewat ilmu pengetahuan dan sikap (attitude).

“Marjalengkat ini bisa menjadi filosofi pondasi hidup lewat ilmu pengetahuan dan sikap. Hidup itu butuh keseimbangan. Demikian juga halnya permainan Mergalah yang melahirkan keakraban yang selaras dengan visi misi Dairi Unggul yaitu Harmoni keberagaman, Itu intinya,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Lukas Sinaga, salah seorang peserta Marjalengkat dari SMAN 1 Sidikalang. Pesta Njuah-Njuah ini telah menambah pengetahuan baru tentang permainan tradisional.

“Karena pesta Njuah-Njuah ini saya jadi tahu, ada permainan Marjalengkat dan Mergalah.

Awalnya kami tidak mengenal permainan Mergala dan Merjalengkat ini. Tapi melalui pesta Njuah-njuah ini, kami jadi tau kalau ternyata ini adalah permainan tradisional yang sekarang sudah tidak dikenal banyak orang. Jadi terima kasih untuk Pemkab Dairi yang sudah memperkenalkan kembali permainan ini,” katanya sumringah.

Sebagai informasi permainan marjalengkat merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia yang juga digolongkan sebagai bagian dari olahraga tradisional.

Sedangkan permainan Mergalah adalah salah satu permainan tradisional berkelompok (grup) yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3- 8 orang. Permainan tradisional Mergalah ini mempunyai nilai-nilai positif, yaitu perkenalan dan membangun keakraban, membangun kepercayaan, membangun kerjasama, membangun komunikasi, membangun konsentrasi dan kepekaan, dan membangun kreatifitas.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Kadis Pendidikan, JW. Purba, Sekdisparbudpora, Agel Siregar, Ketua TP PKK Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu, serta para peserta, dan undangan lainnya. (As)

Tinjau KPT Parbuluan, Petani Parbuluan V Dapat ‘Hadiah’ dari Pj. Gubsu Hassanudin

0

DAIRI – Petani Parbuluan V yang tergabung dalam Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) mendapat hadiah dari Pj. Gubsu Mayjen (Purn) Hassanudin, saat meninjau KPT Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kamis (2/11/2023).

Hadiah tersebut berupa bibit jagung, bibit padi, obat pengendali hama ramah lingkungan, dan handsprayer.

“Kiranya bantuan ini dapat membantu bapak ibu dalam bertani. Memang bapak tidak banyak, tapi kami berharap ibu senang menerimanya, karena ini adalah bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung petani,” ucap Hassanudin.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Hassanudin untuk berdialog dengan petani sambil mendengarkan curhatan mereka.

“Saya senang jika Bapak Ibu senang dengan kehadiran KPT ini. Kita melihat bahwa potensi tanahnya, petaninya, dan kemauan daerah mengembangkannya membuat saya optimis Dairi bisa menjadi penyambung bahan pangan seperti cabai, bawang, dan lainnya untuk Sumut, bahkan kita ekspor,” katanya.

Mendapat hadian tersebut, Oppung Maya, salah seorang petani menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah Sumatera Utara dan Kabupaten Dairi yang selalu peduli kepada petani, khususnya petani yang tergabung dalam KPT Parbuluan.

“Kami sangat bersemangat dengan adanya kepedulian dari Bapak Gubernur dan Bapak Bupati. Kami yang dulu malas sekarang sudah semakin rajin bertani. Karena itu kami siap mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Dairi Unggul,” ucapnya dengan penuh semangat.

Sebelumnya Bupati Dairi Eddy Berutu telah menjelaskan kepada Hassanudin bahwa kemajuan pembangunan KPT hampir mencapai 100% dari target yang telah ditetapkan untuk tahun 2023.

“100 Ha lagi akan kita kembangkan tahun ini, membukan jalur, listrik, irigasi, gudang, bibit, dan pupuk, bahkan petani kita sudah ada yang melakukan pembibitan sendiri,” kata Eddy Berutu.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Pj. Ketua TP PKK Sumut Dessy Hassanudin, Ketua TP PKK Dairi Romy Frida Eddy Berutu, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Rajali, Kadis Kominfo Sumut Ilyas S Sitorus, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Surung Charles Bantjin. (As)

Sempat Ditahan, Seorang Ustadz Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Santri Berujung Damai

0
Ustadz
Terduga pelaku K sempat diamankan di Polres Langkat
LANGKAT | Seorang Ustadz berinisial K terduga pelaku pelecehan seksual terhadap santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) yang berada di kawasan padang tualang , akhirnya berujung damai.

Terduga pelaku yang tak lain seorang pemangku agama ini merupakan pengasuh pondok pesantren Uswatun Hasanah dikawasan kecamatan padang tualang.

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak itu diketahui berdamai setelah keluarga korban ada yang merasa keberatan.

Korban diketahui berinisal A berstatus pelajar warga kecamatan Sei Lepan berumur 14 Tahun ini terjadi pelecehan seksual pada Minggu (20/08/2023) lalu.

Atas perdamaian itu, disinyalir pihak pihak terkait yang melakukan mediasi perdamaian tidak memikirkan asas terbaik bagi anak seperti yang diamanatkan dalam Undang – Undang Perlindungan Anak.

” Meskipun kedua belah pihak sepakat berdamai tapi proses hukumnya seharusnya tetap berlanjut,” terang Bambang Hermanto selaku Sekertaris jendral exco kabupaten Langkat, Selasa (31/10).

Menurutnya, lanjut Bambang Hermanto untuk pelaku pencabulan dapat tetap dipidana meskipun korban telah berdamai dengan pelaku. Hal ini dikarenakan perbuatan cabul termasuk dalam delik biasa, sehingga proses hukum tetap berlanjut walaupun pihak korban telah memaafkan perbuatan pelaku.
Namun, perdamaian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan hakim untuk memberikan putusan nantinya.

“Apa yang dilakukan pihak korban dan terduga pelaku untuk berdamai itu menjadi hak mereka untuk pertimbangan bagi hakim bila kasus itu naik ke persidangan,”tambahnya.

Meskipun demikian, lanjut Bambang setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, Jika dilanggar, pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Saya minta kepada pihak kepolisian Polres Langkat untuk menindak lanjuti kembali proses hukum kasus pelecehan ini biar agar ada efek jerah terhadap terduga pelaku,” tandasnya.

Sementara itu, awak media mencoba untuk datang ketempat kediaman terduga pelaku di pesantren Uswatun Hasanah dikelurahan tanjung Selamat, kecamatan padang tualang, kabupaten Langkat, disitu ada salah seorang pria yang mengaku mertua dari terduga pelaku sedang bersama istri dari terduga pelaku K.

Mertua pelaku yang pada saat itu enggan memberitahu kan namanya mengatakan bahwasan K terduga pelaku tidak ada dirumah, ia juga sudah mengetahui K sudah bebas dari penjara.

” Menantu saya K tidak ada dirumah, cuma istrinya saja dan anak anaknya, saya tidak tau dia dimana, masalah anak saya sudah dilepas saya sudah mengetahui, tapi hingga sekarang dia belum ada datang ke rumah ini,” ucap mertua K.

Terpisah, Plt Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Sihar Sihotang membenarkan adanya perdamaian atau upaya dilakukan Restorative Justive (RJ) antara pihak korban dengan terduga pelaku.

” Pihak korban ada memohon kepada kami untuk dilakukan perdamaian, itu hak mereka, dan mereka pun berdamai dikelurahan dan diketahui lurah, kepling, MUI, Depak dan tokoh agama,” katanya saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (30/10).

Terduga pelaku, sambung Sihar Sihotang saat kita melakukan pemeriksaan, ia mengaku hanya melakukan meraba raba paha terhadap korban, sehingga mungkin orangtua korban merasa keberatan dengan prlikau terduga pelaku, akhirnya ia membuat laporan ke unit PPA Polres Langkat.

“Setelah kita melakukan pemeriksaaan terhadap korban dan pelaku, ternyata pelaku hanya meraba raba paha dari korban, maka itu kami pertimbangkan pihak keluarga korban meminta untuk dilakukan perdamaian, dan perdamaian itupun tidak ada kami campuri, mereka pun berdamai tidak di kantor polisi melainkan di kantor kelurahan,” pungkasnya.

Sementata itu, Hanifah Chaniago Lurah Tanjung Selamat ketika dikonfirmasi melalui seluler mengatakan ia sudah mengetahui pihak korban dan terduga pelaku K sudah saling berdamai.

“Saya sudah mengetahui mereka berdamai, tapi bukan disini berdamainya pak, saya tidak tau mereka berdamai dimana, saya hanya cuma menandatangani saja di surat perdamaian itu, yang antar kemari pun pihak PPA Polres Langkat,” Ujarnya melaui via seluler.

(Surya Turnip)