Beranda blog Halaman 166

Bupati Dairi Eddy Berutu Ikuti Roadshow Bus KPK 2023 di Medan

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menghadiri pembukaan Roadshow Bus KPK 2023 Provinsi Sumatera Utara di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Medan, Kamis (26/10/2023).

Roadshow Bus KPK Tahun 2023 yang mengusung tema “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” menghadirkan langsung Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Pj Gubernur Sumatera Utara Hasanuddin, Kapolda Sumatera Utara Irjen Agung Setia Imam Efendi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, SH, serta bupati dan wali kota se-Sumut.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keinginan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan sikap pencegahan dan pemberantasan seluruh tindakan korupsi.

Bupati Eddy Berutu menyambut baik kegiatan ini dan menyebut akan terus berupaya menumbuhkan sikap antikorupsi terutama dalam tata kelola pemerintahan di Pemkab Dairi.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy Berutu juga menjelaskan acara Pesta Njuah-Njuah 2023 kepada Pj. Gubsu Hassanudin sekaligus mengundang sebagai tamu terhormat untuk hadir.

“Saya juga mengundang Sekretaris Daerah Propinsi Bapak Arief Sudarto Trinugroho untuk juga hadir. Mari kita doakan kehadiran beliau berdua,” kata Eddy Berutu.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Hasanuddin dalam pidatonya mengatakan, Roadshow Bus KPK RI merupakan keinginan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan sikap pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, ini adalah langkah salah satu diantara salah dua dan salatiga bahwa ini adalah penanaman pencegahan yang lebih baik. Sebutnya.

Roadshow merupakan tindakan secara berkelanjutan dan konsisten selama lima tahun terakhir, secara serius dan fokus dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan ramah lingkungan dengan berbagai upaya.

Atas upaya tersebut pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berhasil meningkatkan 24 indikator tata kelola pemerintahan yang baik dalam skala nasional.

Sementara Wakil Ketua KPK RI Nurul Gufron menyebutkan upaya pemberantasan korupsi tidak cukup dengan upaya-upaya peringatan, melainkan dilakukan adanya upaya pencegahan dan penyelidikan melalui perbaikan sistem, membangun integritas, dan membangun upaya anti korupsi.

“Sangat penting kita libatkan peran serta masyarakat, karena korupsi berdampak pada seluruh program pembangunan, mulai dari perbaikan tingkat kesehatan pun juga terganggu. Selain itu, pemberantasan korupsi perlu melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan kehidupan dan kapasitas masing-masing. Kita semua bisa berpartisipasi dengan berbagai cara salah satunya dengan melaporkan tindak pidana korporasi, serta membangun sistem manajemen anti korupsi,” ujarnya.

Gufron menjelaskan sudah hampir kurang 1.700 orang yang ditangkap KPK mulai dari menteri sampai kepala daerah, namun tidak mengurangi angka kejahatan tersebut.

Melalui kesempatan itu, Gufron mengajak seluruh pejabat yang ada untuk membuktikan budayanya anti korupsi.

“Ini dedikasi kepada masyarakat bukan untuk kenyang-kenyang sendiri, bukan bukan untuk kemewahan-mewah sendiri, dan bukan untuk enak-enak sendiri,” ujarnya. (Nid)

Bupati Eddy Apresiasi Siswi SMP Negeri 1 Pegagan Hilir Kabupaten Dairi yang Diterima Menjadi Atlet PPLP Provinsi Sumatera Utara

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada Kesia Sihotang atas keberhasilannya dalam mengharumkan nama Kabupaten Dairi. Hal ini disampaikan Bupati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/10/2023).

“Sesuai rekomendasi hasil Talent Scouting pelatih atletik Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP)/ Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLP-D) Provinsi Sumatera Utara, tiga orang dari Sumatera Utara terpilih menjadi siswa binaan PPLP Provinsi Sumatera Utara,” ucapnya .

Disampaikan Eddy Berutu, siswa ketiga tersebut adalah Kesia Sihotang dari Kabupaten Dairi, Fikri Dwimaulana dari Kabupaten Deli Serdang, dan Yaumi Fauziah dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Mereka telah resmi diterima menjadi atlet binaan PPLP/PPLP-D provinsi Sumatera Utara dan telah masuk asrama PPLP/PPLP-D provinsi Sumatera Utara sejak hari Senin tanggal 23 Oktober 2023.

“Atas prestasi ini, kami sampaikan selamat kepada putri kita, Kesia Sihotang, dan juga terima kasih atas prestasinya yang berhasil membawa nama Kabupaten Dairi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah UPT SMP Negeri 1 Pegagan Hilir Jansen Nadeak, S.Pd.,MM, menyampaikan Kesia Sihotang merupakan putri Dairi yang lahir di Suka Selamat Tanggarube Kecamatan Pegagan Hilir pada 06 Maret 2009.

Disampaikannya, Kesia mulai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lari di UPT. SMP Negeri 1 Pegagan Hilir sejak bulan April 2023, dibawah binaan Bapak Henrikus Hutabarat, guru olahraga UPT. SMP Negeri 1 Pegagan Hilir.

Sebelum diterima menjadi siswa binaan PPLP Provinsi Sumatera Utara, ucap Jansen, Kesia Sihotang telah sukses diberbagai even kejuaraan, antara lain Juara 1 (satu) lari 800 meter Putri Student Athletic Championship Sumatera Qualifiers di Stadion UNIMED, Juara 1 (satu) O2SN cabang atletik Kabupaten Dairi tahun 2023, Juara 2 (dua) 1000 meter Putri Dairi Fun Run, Juara 3 (tiga) lari 5.000 meter putri Pakpak Bharat High Land Marathon Agustus 2023, juara 3 (tiga) POPKAB Dairi tahun 2023, Juara harapan satu lari 5.000 meter TOBAMAR 2023 di Balige, dan berbagai bahkan lainnya.

“Keberhasilan Kesia Sihotang di berbagai bahkan hingga akhirnya diterima di PPLP Provinsi Sumatera Utara merupakan bagian dari tujuan bersama, yaitu mewujudkan Dairi Unggul Dairi Cerdas,” katanya.

Lebih lanjut, Jansen Nadeak, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dairi atas dukungannya.

“Semoga kedepannya semakin banyak prestasi yang diperoleh putra putri dari Kabupaten Dairi. Terima kasih yang tak terhingga disampaikan kepada bapak ibu guru UPT SMP Negeri 1 Pegagan Hilir atas kerjasamanya.

Hal yang sama juga disampaikan guru olahraga UPT. SMP Negeri 1 Pegagan Hilir Henrikus Hutabarat.

Dikatakannya, Kesia Sihotang merupakan siswi yang rendah hati dan berasal dari keluarga sederhana, namun memiliki semangat tinggi dalam berlatih, sehingga setiap bahkan yang diikuti belum pernah pulang dengan tangan kosong (selalu juara). (Nid)

Pantau Pilkades, Bupati Eddy Berutu: Sejauh Ini Semua Berjalan Lancar

0

DAIRI – Hari ini, Rabu (25/10/2023), Kabupaten Dairi menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 22 desa dari 11 kecamatan.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu melakukan monitoring pelaksanaannya di beberapa lokasi.

Bupati Dairi melakukan pemantauan di Desa Laenuaha, Desa Kuta Tengah di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, serta Desa Mbelang Malum di Kecamatan Sidikalang.

Pantauan USA, Bupati menyampaikan rasa syukurnya, antusiasme masyarakat di tiga desa yang mendapat pantauan hari ini sangat tinggi.

Eddy Berutu juga menjelaskan, di tengah tingginya antusiasme tersebut, proses Pilkades sejauh ini berjalan damai dan kondusif.

“Kami bersyukur, sejauh yang kami kunjungi hari ini semuanya berjalan dengan baik. Antusias masyarakat cukup tinggi, tampak wajah bahagia warga. Selain untuk memberikan hak suaranya, saya lihat Pilkades ini jadi ajang silaturahmi warga juga, ini adalah hal yang baik,” katanya.

Bupati juga berharap proses pencoblosan hingga penghitungan suara bisa diselesaikan hari ini, sehingga masyarakat bisa langsung tau siapa pemimpin desanya yang baru.

“Semoga Pilkades tahun ini bisa tuntas hari ini, lancar dan kondusif. Masyarakatpun tetap merasa aman dan hasilnya pun sesuai dengan harapan masyarakat. Kami juga sampaikan terima kasih kepada aparat keamanan dari Polres Dairi, Kodim 0206 Dairi dan seluruh pihak yang membantu suksesnya Pilkades hari ini,” katanya.

Sekadar informasi, Pilkades serentak kali ini akan diikuti sebanyak 60 orang calon kepala desa di 22 desa dari 11 kecamatan se-Kabupaten Dairi.

Proses Pilkades ini sebelumnya telah mengikuti deklarasi damai, Rabu (18/10/2023), di Balai Budaya, Sidikalang.

Turut serta mendampingi bupati, Kadis Pemdes Simon Tony Malau, Kasatpol PP Horas Pardede, Camat Siempatnempu Koko Angkat, dan Camat Sidikalang Abdimar Tamba. (As)

2 Bocah Hanyut di Desa Bandar Khalifah, 1 Ditemukan Tewas

0
Dua bocah perempuan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) hanyut terseret arus sungai saat tengah berenang. Satu di antaranya ditemukan tewas, sedangkan satu korban lainnya masih dalam proses pencarian. Kedua korban itu bernama Kayla Nazwa (11) dan Rahel Fadillah (11).

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono mengatakan kedua korban itu hanyut saat berenang bersama teman-temannya di sungai Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, kemarin siang. Setelah melakukan pencarian, tim SAR menemukan salah satu korban bernama Rahel siang tadi sekitar pukul 12.50 WIB.

“Pencarian tim hari ini membuahkan hasil, tadi sekitar pukul 12.50 WIB salah seorang korban bernama Rahel Fadillah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Budiono, Rabu (25/10/2023).

Dia mengatakan jasad korban ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi awal korban hanyut. Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

“Korban ditemukan berjarak sekitar 11 kilometer dari titik lokasi awal korban hanyut terseret arus. Selanjutnya, korban dibawa menuju rumah duka,” jelasnya.

Sementara untuk satu korban lainnya, kata Budiono, masih dilakukan pencarian. Dia mengatakan petugas mencari korban dengan menyisir sepanjang sungai menggunakan perahu LCR dan menggunakan alat pendeteksi sonar.

“Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban Kayla,” jelasnya.

Budiono menyebut berdasarkan informasi yang diterima pihkanya, peristiwa dua bocah hanyut di Sungai Percut terjadi pada Selasa (24/10) sekira pukul 13.30 WIB.

Sebelum terseret arus, kedua korban sedang berenang di sungai. Namun, nahas saat sedang asyik berenang keduanya tiba-tiba terseret arus.

Jembatan Kaca di Wisata The Geong Pecah 1 Orang Tewas

0
Jembatan kaca di tempat wisata The Geong, kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pecah, Rabu (25/10/2023).

Jembatan kaca setinggi 15 meter itu mengakibatkan empat orang wisatawan asal Cilacap yang sedang selfie terjatuh, salah satu di antaranya tewas dalam peristiwa tersebut.

Musibah itu terjadi sekitar pukul 10.00 saat ada rombongan wisatawan asal Cilacap masuk ke wahana wisata jembatan kaca The Geong di komplek objek wisata Hutan Pinus Limpakuwus.

Kemudian saat memasuki jembatan kaca lebar 1 meter, panjang 25 meter dengan ketinggian 15 meter, tiba tiba jembatan kaca setebal 1 centimeter pecah, 2 korban terjatuh, 2 korban berhasil menyelamatkan diri setelah berpegangan besi pengaman.

Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Dari info yang kami kumpulkan total ada 11 wisatawan dari Cilacap yang menggunakan wahana tersebut,” kata Sitepu.

Tidak disangka, namun tiba-tiba sebagian kaca pada jembatan tersebut pecah.

“Empat orang jatuh, dua orang sempat berpegangan (ke rangka jembatan). Dan dua lainnya terjatuh, yaitu perempuan berinisial A (41) dan FA (49),” jelas Edy.

Edy mengatakan, kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun FA dinyatakan meningal dunia dan A hanya mengalami luka ringan.

 

Rutan Kelas I Medan Terima Kunjungan Ikatan Cendekiawan Muslim Muda Sumut

0

Hari ini Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan Kanwil Kemenkumham Sumut kedatangan tamu dari Ikatan Cendekiawan Muslim Muda Sumut, Senin (24/10).

Diwakili oleh Dr. Syaiful Asmi Hasibuan beserta tim, kunjungan kali ini bertujuan untuk audiensi kepada Kepala Rutan untuk membuat satgas anti narkotika. “Besar harapan kita nanti dalam program-program kita kedepan dapat bekerjasama dan berkolaborasi dengan Karutan khususnya Rutan Tanjung Gusta”. Ucap Syaiful.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Syaiful Asmi Hasibuan beserta tim didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.Kpr), Mytrando Indra Tuju dibawa berkeliling melihat dan meninjau Paviliun percontohan Fatmawati, melihat proses pembinaan yang berjalan di Rutan I Medan yaitu di Bimbingan Kegiatan Kerja seperti pelatihan pembuatan meubel, konveksi, peternakan, perbengkelan dan lain-lain.

“Ternyata Rutan ini sangat bagus sekali yah, banyak program-program pelatihan yang memang dibuat untuk meresosialisasi kan warga binaan, dan harapan kita kedepan setelah mereka mendapatkan kompetensi nantinya agar dapat bisa diterapkan ditengah tengah masyarakat setelah mereka bebas.” Tambah Syaiful.

PLN Beri Bantuan Komputer ke SMP Muhammadiyah Sidikalang, Bupati Dairi: Terima Kasih, Turut Mencerdaskan Bangsa

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan terima kasih kepada PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, secara khusus PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Sidikalang, yang turut ambil bagian dalam mencerdaskan bangsa melalui pemberian bantuan peralatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) berupa perangkat komputer dan komunikasi kepada SMP Muhammadyah 51 Sidikalang, Selasa (24/10/2023) di halaman SMP 51 Muhammadyah.

“PLN terus berkontribusi nyata kepada masyarakat tak hanya dari sisi pasokan listrik namun juga dalam meningkatkan mutu pendidikan, ini salah satu buktinya” kata Eddy Berutu mengawali sambutannya.

Bantuan ini, ujar Bupati, sangatlah penting bagi anak didik kita untuk menggali teknologi yang harus dipacu mempersiapkan generasi emas di tahun 2045.

Bupati mengatakan berbagai upaya juga kita lakukan guna meningkatkan kecerdasan pelajar di Dairi. Salah satunya, kata Bupati, adalah program Gasing (Gampang Asik dan Menyenangkan) serta berharap siswa SMP Muhammadyah juga turut menyukseskannya.

“Komitmen kita semua sama-sama mendorong laju pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan. Yang dilakukan PLN ini saya kira selaras dengan program kita Dairi Cerdas. Kita tidak bisa lakukan banyak hal tanpa dukungan banyak pihak seperti yang dilakukan PLN ini. Saya sangat bersyukur, kiranya dengan bantuan ini, silaturahmi antara pemerintah daerah dan PLN tetap berjalan baik, dan tentunya apa yang diberikan bermanfaat bagi anak didik kita,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, Asisten Manager PLN UP3 Bukit Barisan, Gilang Endra Basuki menyampaikan juga bahwa bantuan fasilitas perangkat komputer menjadi satu dari sekian program PLN Peduli berlandaskan SDGs yang dapat meningkatkan mutu pendidikan.

PT PLN (Persero) memberikan bantuan perangkat komputer ini sebagai bentuk upaya tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong perkembangan dunia pendidikan.

Ia juga mengharapkan, pemberian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara secara khsusus siswa di Kabupaten Dairi.

“Dengan diberikan bantuan ini, semoga dapat memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah untuk dapat meningkatkan pengetahuan bagi generasi mendatang dalam menghadapi era global,” ujarnya.

Perlu diketahui, program PLN Peduli ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN kepada lingkungan dan masyarakat yang berkomitmen membangun TJSL dengan fokus Sustainable Development Goals (SDGs), di mana harapannya setiap program CSR bisa menyasar terhadap 17 Program SDGs meliputi pengentasan kemiskinan, pangan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, ketersediaan air, ketersediaan energi, peningkatan perekonomian masyarakat, infrastruktur, iklim, pemukiman, ekosistem kelautan, dan juga keberlanjutan untuk mendukung pembangunan.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Kadis Pendidikan JW.Purba, Kadispora Rahmat Syah Munthe, Kepala Sekolah SMP Muhammadyah 51 Anwar Irawadi, Penguruan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidikalang, serta undangan lainnya. (As)

 

Pengatur Lalu Lintas di Medan Ngaku Disiksa Oknum Polisi

0
Seorang pengatur lalu lintas atau, Pak Ogah’ mengaku jadi korban penyiksaan polisi di Jalan Sisimangaraja, Kota Medan, terkait hal ini Polda Sumut meminta maaf dan pelaku telah di priksa Propam.

Korban bernama Ahmad Firdaus (37) warga Jalan Pintu Air Gang Langgar, Kecamatan Medan Kota, dia ditangkap polisi saat sedang mengatur lalu lintas di putaran jalan di Jalan Sisingamangaraja atau tepatnya di antara hotel Grand Antares dan Universitas Budi Dharma, Sabtu (21/10/2023) sekira pukul 18:00 WIB.

Sebelum tertangkap, dia dan kawannya yang lolos sempat dikejar-kejar Polisi sampai akhirnya berhasil dibekuk.

Usai ditangkap, dia ngaku dimasukkan ke dalam truk diduga milik Dit Samapta Polda Sumut, lalu disiksa sekitar 15 personel Polisi.

Di dalam truk, dia mengatakan, dipukuli, ditendang dan ditampar hingga kesakitan dan luka-luka.

“Begitu truk jalan saya disiksa sepanjang jalan. Ditunjang, dipukul, ditampar. Saya gak tau di daerah mana, mungkin di daerah Trakindo turun saya tetap ditunjang mereka,”kata Ahmad Firdaus, Sabtu (21/10/2023).

Kata Firdaus, setibanya di Jalan Sisingamangaraja atau di depan PT Trakindo Utama, jalan lintas Medan-Tebing tinggi barulah dia diturunkan.

Meski sudah diturunkan, dia ngaku tetap ditendang sampai akhirnya terkapar di aspal.

Begitu turun dari truk, dan tergeletak dia ditolong oleh warga. Lalu ia ditumpangi becak motor dan diantar ke Jalan Pintu Air Gang Langgar, Kecamatan Medan Kota.

“Terkapar saya di jalan dan saya minta tolong ke masyarakat, dibayari ongkos becak dan diantar pulang. Kira-kira ada 15 orang yang memukuli,”ucapnya.

Dari kata-kata yang didengar Ahmad Firdaus, sejumlah personel Polisi itu diduga menudingnya merusak putaran jalan yang sudah ditutup. Sementara dia sendiri mengaku tidak ada merusak.

Saat diwawancarai di depan RS Estomihi Medan, Jalan Sisingamangaraja, pria bertubuh kurus ini tergeletak di atas becak bermotor. Bagian tulang rusuk sebelah kirinya nampak memar penuh luka diduga akibat digebuki beramai-ramai.

Napasnya nampak tergenggal-senggal akibat dugaan penganiayaan yang diterimanya.

Lalu Lintas
Korban terbaring usai disiksa Oknum Polisi

Dia sendiri mengakui pekerjaannya sebagai pengatur lalu lintas ilegal merupakan perbuatan yang salah. Tetapi dia tetap lakukan pekerjaan ini karena tidak memiliki pekerjaan lain.

Namun dia juga keberatan jika diperlakukan seperti pencuri dan perampok kejam tak berbelas kasih.

“Kami tahu kami salah. Gak ada kerjaan lain, dari pada kami mencuri segala macam. Kami gak pernah maksa, bukan pungli,” ujarnya.

Di tempat yang berdekatan, saksi bernama Surya Wirawan, mengaku melihat langsung Firdaus ditangkap Polisi lalu dimasukkan ke dalam truk bertuliskan Polda Sumut.

Ia melihat Ahmad ditangkap lalu dipiting Polisi. Akan tetapi dia tidak melihat peristiwa penganiayaan tersebut.

“Saya melihat dia dikejar-kejar dan ditangkap. Ada sekitar 3 orang mobil Polda yang besar itu. Sering lewat sini mereka, bacaan nya Polda,”kaya saksi yang melihat Ahmad ditangkap.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya dugaan penganiayaan yang dilakukan belasan personel Dit Samapta Polda Sumut terhadap pengatur lalu lintas jalanan atau ‘Pak Ogah’ bernama Ahmad Firdaus.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, para pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan Propam untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dilakukan.

Namun demikian Hadi belum menjelaskan berapa personel yang diperiksa.

“Polda Sumut meminta maaf atas kejadian yang menimpa korban dan para pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan Propam untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dilakukan,”kata Kombes Hadi Wahyudi, Senin (23/10/2023).

Hadi menyebut korban saat ini dirawat di RS Bhayangkara TK II Medan.

“Saat ini korban merasakan kondisinya sudah lebih baik setelah mendapatkan perawatan dan berterima kasih atas kepedulian Polda Sumut, ‘katanya. (As/red/tr)

 

Polisi Ringkus Penista Agama Kristen di Medan

0
Polisi ringkus TikToker asal Kota Medan berinisial FM (28), Ia ditangkap polisi atas dugaan penistaan agama, Sabtu (21/10/2023).

FM diduga menistakan agama Kristen lewat akun TikToknya @bangmorteza_. Penista agama itu diamankan di rumahnya di Kota Medan, Sabtu pagi, 21 Oktober 2023, sekitar Pukul 10.00 WIB.

Dalam postingan itu, ia menyampaikan bahasa yang menyinggung cara ibadah umat kristiani dan simbol kayu salib

FM dalam akun Tiktoknya, meminta agar tiang salib dikembalikan ke PLN, jika para penganut agama Kristen telah bertobat.

“Bagi kalian yang masih menyembah itu, tolong pulangkan nanti setelah kalian tobat, Tolong pulangkan nanti tiang itu ke PLN, biar ada untuk gantung trafo sama kabel, oke ya,” kata FM

FM kembali diduga menghina dengan bila nanti ada kesempatan untuk mengunjungi gereja maka akan membawa speaker bluetooth dan memutar lagu ‘Shaun The Sheep’.

“Aku nanti kalau ada kesempatan bisa ngunjungin gereja, kubawa bluetooth speaker lah, nanti kuhidupkan lagunya itu pas masuk nanti kan, Shaun The Sheep,” ujar FM.

Merasa sudah menistakan agama, FM pun sempat menyampaikan permohonan maaf melalui akun Tiktoknya. Namun, proses hukum tetap berjalan dan ia pun ditangkap petugas kepolisian dari Polrestabes Medan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan “Pemilik akun TikTok tersebut sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan,” ucap Teuku Fathir Mustafa, Minggu (22/10/2023).

Fathir Mustafa belum bisa menjelaskan lebih detail soal kasus yang menjerat FM. Namun, sejauh ini unggahan FM di akun TikToknya membuat gaduh.

“Untuk keterangan lebih lanjut, akan kami sampaikan setelah pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka. Saat ini, pelaku masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh pihak berwajib,” imbuhnya.

Dalam postingannya, FM diduga menyampaikan bahasa yang merendahkan dan menyinggung cara ibadah umat Kristiani.

Penangkapan ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menanggapi setiap bentuk penistaan agama yang bisa menciptakan kerawanan sosial di masyarakat. (As/red)

 

Setengah Tahun Kasus Kekerasan Anak di Polrestabes Medan “Mandeg” Polisi Terkesan Cuek

0
MEDAN | Hampir 7 bulan kasus kekerasan terhadap anak di Polrestabes Medan jalan ditempat, kasus sekecil itu Polisi belum dapat memberikan kepastian hukum terhadap korban.

Terkait hal itu, penasehat hukum korban penganiayaan seorang remaja berusia 16 tahun dengan inisial MMBD, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap tindakan oknum penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan.

“Bahwa semula pihak keluarga berharap akan dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) yang berlokasi di jalan M. Yusuf Jintan Gg Mesjid Percut Sei Tuan pada Jumat sore pukul 16.00 WIB. Seperti dijanjikan Penyidik PPA Polrestabes Medan, kata Ubat Riadi Pasaribu, SH., MH, penasehat hukum korban.

Lanjutnya, “namun, rekonstruksi tersebut tidak terlaksana, dan penyidik PPA hanya melakukan pemeriksaan TKP, “sesalnya.

Polrestabes Medan
Keluarga Korban

Riadi Pasaribu yang didampingi orang tua korban dan korban sendiri, yang masih duduk di bangku sekolah menengah, menekankan pentingnya proses penanganan kasus penganiayaan anak di bawah umur untuk memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban.

Sebagai kuasa hukum pelapor, Ubat Riadi Pasaribu, meminta kepada pihak Polrestabes Medan agar segera menangkap pelaku kekerasan terhadap anak yang sudah berstatus tersangka.

Kasus ini telah dilaporkan oleh pelapor pada tanggal 25 Maret 2023 dengan nomor STPLP/B/1015/III/2023/SPKT POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.

Kejadian ini dilaporkan oleh Suliwaty karena anak pelapor mengalami perlakuan tindakan kekerasan yang berujung pada kekerasan fisik dan trauma pada anak tersebut.

Ubat Riadi Pasaribu, menyatakan keprihatinannya atas lambatnya penanganan kasus ini, mengingat pelaku sudah berstatus tersangka.

Dia berharap agar pihak Polrestabes Medan segera melakukan penahanan terhadap pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Meskipun kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur ini telah berlangsung hampir tujuh bulan, kuasa hukum tersebut menegaskan pentingnya penahanan terhadap pelaku untuk memberikan keadilan kepada korban.

Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Gabriellah Angelia Gultom, SIK, MH terkesan cuek ketika ditanya kendala Polisi terkait kasus tersebut.

“Terkait perkembangan penanganan perkara akan kami infokan kepada pelapor, “singkatnya kepada aktiva.news melalui pesan WhatsApp tanpa menjelaskan apapun. Sabtu (21/10/2023).

Sementara Kasat Reskrim, Kompol Teuku Fathir Mustafa dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda hingga berita ini terbit tidak merespon konfirmasi awak media ini. (As/Red)