Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 165

Raih Sertifikat IG di Tahun 2019, Bukti Komitmen Awal Eddy Berutu Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

0
sertifikat

DAIRI – Siapa yang tidak mengenal Kopi Sidikalang, khususnya para penikmat kopi atau kalangan yang bergelut di ‘dunia kopi’. Karena, sejak dulu kala Kopi Sidikalang sudah tersohor hingga ke penjuru negeri. Sudah sejak lama Kopi Robusta menjadi tanaman Primadona di kalangan petani di Kabupaten Dairi, yang akrab di kenal dengan nama Kopi Sidikalang.

Kopi Robusta Sidikalang pun mencapai masa keemasannya dengan harga yang sangat menguntungkan bagi para petani di kala itu. Sampai kemudian pada akhir tahun 1990-an, jenis Kopi Robusta di Sidikalang mengalami serangan hama. Sehingga petani saat itu kewalahan melakukan antisipasi hingga membiarkan tanaman kopinya tanpa perawatan dan bahkan ditinggalkan. Tidak sedikit juga para petani kopi di Dairi kala itu mengganti jenis tanaman kopi robusta yang ada di lahan kebunnya dengan jenis tanaman lain.

Namun, saat ini Kopi Robusta Sidikalang sedang mengalami harga yang cukup baik. Bahkan, kopi jenis robusta yang sudah sangat tersohor itu kian hari menjadi langka, dengan semakin tingginya permintaan pasar terhadap produk Kopi Sidikalang. Tidak hanya jenis Kopi Robusta Sidikalang, namun jenis Kopi Arabika Sidikalang yang juga banyak diproduksi oleh para petani kopi di Dairi memiliki harga yang semakin menjanjikan. Jenis-jenis kopi varietas asli dari daerah Pegunungan Kabupaten Dairi ini pun semakin memikat para produsen olahan kopi dari berbagai penjuru yang lebih mengincar kopi asli Sidikalang. Karena memang sejak dulu, kopi sidikalang memiliki aroma dan rasa yang sangat khas yang dipengaruhi letak geografis dan topografis Kabupaten Dairi yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Tentu harga kopi Sidikalang yang semakin menjanjikan bagi para petani Dairi dengan produk aslinya yang merupakan hasil bumi ‘Sulang Silima’ ini tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Sidikalang dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham di Tahun 2019, yang merupakan tahun-tahun awal kepemimpinan Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Keberhasilan Kabupaten Dairi dalam mendapatkan Sertifikat IG atas kopi Sidikalang ini menjadi langkah awal sebagai fondasi baru yang dibangun oleh Bupati Eddy Berutu untuk ‘Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang’, dalam mengusung visi-misi Dairi Unggul dengan program Dairi Unggul yang digulirkan di awal pemerintahannya.

Dan di awal kepemimpinannya itu, tanpa menunggu lama Bupati Eddy Berutu langsung mendaftarkan Sertifikat Perlindungan Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Sidikalang ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Melalui berbagai tahapan dan proses penilaian yang langsung dilakukan oleh tim Kemenkumham yang terjun langsung ke Dairi di masa itu, akhirnya harapan dari para pegiat kopi di Dairi yang selam ini ditunggu-tunggu akhirnya berhasil diraih.

Sebagaimana diketahui, Sertifikat Indikasi Geografis (IG) ini semacam hak cipta atau hak paten atas sebuah produk alam yang dihasilkan suatu daerah, yang dapat menaikkan harga dari produk yang di daftarkan ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Sama halnya dengan Kopi Sidikalang, yang akhirnya berhasil meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG) menjadikan Kopi Sidikalang semakin memiliki harga jual yang lebih tinggi yang berdampak pada peningkatan pendapatan para petani kopi dan pegiat kopi yang ada di Kabupaten Dairi.

“Keuntungan dari sertifikasi ini bagi petani kopi ialah memberikan perlindungan terhadap nama geografis asal produk, jaminan keaslian asal suatu produk, dan peningkatan penerimaan produsen kopi yang ada di Dairi. Dan sertifikasi ini dapat menaikkan harga jual Kopi Sidikalang menjadi lebih mahal.” terang Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Bupati Eddy Berutu juga menyampaikan dengan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang sudah di raih saat mengawali salah satu program di sektor pertanian yakni program Agri Unggul diyakini membuka pasar yang lebih luas untuk Kopi asal Kabupaten Dairi, yakni dikenal dengan Kopi Sidikalang. Tentu ini menjadi tangga selanjutnya untuk menarik investasi dan kerjasama bisnis di dunia kopi dengan berbagai pihak yang memberikan keuntungan bagi para pelaku kopi di Kabupaten Dairi, baik dari hulu hingga hilir atau mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

“Dengan program Agri Unggul yang berkelanjutan yang terus kita jalankan hingga saat ini, niscaya Kejayaan Kopi Sidikalang akan kembali Jaya yang secara paralel akan meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan para petani kita dan masyarakat kita khususnya para pegiat kopi yang ada di Dairi,” pungkas Bupati Eddy Berutu. (Nid)

Kapolres di Sumut Pukuli Anak Buah Sampai Masuk Rumah Sakit, Diperiksa Propam

0
Kapolres Dairi
Ilustrasi
Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Nainggolan pukuli anggotanya hingga sampai masuk rumah sakit. Kedua anggotanya itu berinisial Bripka DS dan Bripka HS.

Kapolres itu kesal karena para personel tersebut tidak melakukan tugasnya dengan baik. Pasalnya, saat dirinya mengecek ke pos penjagaan sekitar pukul 04 Wib, tidak ada petugas yang berjaga. Hal itulah yang membuat Reinhard emosi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan itu terjadi, Senin (28/8/2023) pagi sekitar pukul 05.00 WIB di Mapolres Dairi. Saat itu, Reinhard Nainggolan disebut mengumpulkan anggotanya untuk melakukan apel.

Setelah itu, mantan Kapolres Nias Selatan itu diduga menampar dan memukuli anggotanya. Usai kejadian itu, para korban disebut menjalani perawatan di RSUD Sidikalang

Akibat tindakan Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Nainggolan, ia pun diperiksa Propam Polda Sumut guna mendalam kasusnya.

“Sudah (Reinhard diperiksa propam), kemarin setelah kejadian itu,” kata Hadi, Selasa (29/8/2023).

Hadi mengatakan pemeriksaan Reinhard itu merupakan perintah Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi. “Perintah Pak Kapolda diperiksa oleh propam dan sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Kapolres Dairi
Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan (Foto: Dok. Instagram Humas Polres Dairi)

Selain itu, perwira menengah Polri itu mengatakan pihaknya juga telah memeriksa para korban. Pemeriksaan itu dilakukan di Kabupaten Dairi.

“Korban sudah kita mintai keterangan, diperiksa ke sana (Dairi),” kata Hadi.

Juru bicara Kapolda itu belum merinci hasil pemeriksaan. Dia mengatakan hasil itu nantinya akan disampaikan oleh Propam Polda Sumut. Sementara Reinhard, kata Hadi, saat ini sudah kembali bertugas sebagai Kapolres.

“Dia bertugas. (Hasil) propam tentu bekerja atas fakta ya, nanti faktanya bagaimana propam yang akan menyampaikan hasil pemeriksaan. Ini kan masih proses semuanya,” pungkasnya. (As/Red/dt)

 

Mahasiswa Asal Karo Tewas Terlindas Mobil Dump Truk di Depan Brimob Binjai

0
Tewas Mobil
BINJAI | Lepas kontrol saat mengendarai sepeda motor, Jogi Sihombing (24) tewas di tempat setelah mengalami kecelakaan.
Nasib malang yang di alami Mahasiswa asal Tanah Karo itu terjadi di Jalan Sukarno Hatta tepatnya di depan Mako Brimob, Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai, Selasa (29/8/2023) sekitar pukul 10.00 Wib.

Korban merupakan Warga Jalan Irian Gang Sederhana II, Desa Cimba, Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo.

“Sebelum terjadinya Kecelakaan mobil mini bus daihatsu Terios BK-1156-RAA berjalan dari arah Binjai menuju Medan dan berhenti di beram jalan.

Tidak lama kemudian Sepeda motor Honda CB150R bernomor Polisi BL 6703 UAH yang dikendarai oleh Jogi Sihombing datang dari arah Binjai menuju Medan lepas kontrol dan menabrak bagian belakang mobil minibus tersebut, ” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Binjai kepada wartawan Selasa (29/8/2023) sore.

Akibat menabrak minibus tersebut korban langsung terjatuh ke sebelah kanan dan langsung masuk kedalam kolong Mobil Dump Truk BK 8953 FU yang saat itu sedang melintas.

“Tak terelakkan lagi korban langsung terlindas ban belakang sebelah kiri Mobil Dump Truk hingga meninggal dunia di lokasi kejadian, tubuh korban langsung dievakuasi ke RSU Djoelham Binjai.

Sementara pengemudi serta kendaraan yang terlibat telah kita amankan di Satlantas Polres Binjai” pungkas Kanit Gakkum Satlantas Polres Binjai. (Fery/Turnip)

Oknum TNI Ini Siksa Pemuda Aceh Sampai Tewas, Sempat Minta Tebusan 50 Juta

0
Pemuda Aceh
Tiga Oknum TNI yang Menjadi Tersangka
Video memperlihatkan pemuda asal Bireuen, Aceh, Imam Masykur (25) tengah disiksa oleh pelaku diduga oknum Paspampres Praka RM beredar di media sosial.

Tidak hanya sampai disiksa, video minta tebusan juga beredar di media sosial. Pihak keluarga mengaku video itu dikirim pelaku ke adik korban saat meminta tebusan Rp 50 juta.

Ada dua video yang beredar yang memperlihatkan pemuda itu di dalam mobil. Video pertama tidak nampak wajah korban namun dia sedang dipukul menggunakan sebuah benda.

Baju pemuda itu tampak terangkat hingga ke leher. Dia tampak menangis dan pelaku terus memukul punggungnya. Dalam video kedua, sekujur punggung korban tampak penuh luka bekas pemukulan.

Korban menangis sambil meminta segera dikirimkan uang. Namun pria itu tidak tampak wajahnya hanya memperlihatkan punggung yang penuh luka sambil terus dipukul.

“Dek kirim uang Rp 50 juta bilang sama mamak ya. Dek kirim uang Rp 50 juta bilang sama mamak ya. Abang sudah dipukul ini,” katanya dalam bahasa Aceh sambil menangis.

Terkait tewasnya pemuda Aceh itu,
Imam Syakur, tiga oknum prajurit TNI menjadi tersangka.

Tiga prajurit itu berinisial Praka RM yang bertugas sebagai Paspampres, Praka HS, dan Praka J.

Tiga orang prajurit itu saat ini sudah ditahan dari Pomdam Jaya, Jakarta. Mereka saat ini sedang diperiksa secara intensif.

“Ini pemeriksaan Praka RM,” kata Komandan Pomdam (Danpomdam) Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Ketiga tersangka itu terlihat mengenakan baju tahanan militer berwarna kuning.

Selain tersangka dari abdi negara, ternyata ada warga sipil yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini. Tersangka dari pihak sipil ini diproses oleh Polda Metro Jaya.

“Dan perlu saya sampaikan selain 3 oknum tersebut, ada juga tersangka dari sipil, warga sipil yang sekarang sudah dalam proses ditahan di Polda Metro Jaya,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Hamim Tohari. (As/Red/dk)

Orang Tua Murid Mengeluh, Hampir Tiga Tahun Berjalan PIP Belum Juga Pencairan

0
Kecewa
BINJAI | Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu bagian dari penyempurnaan Program, Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang di tandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dengan maksud untuk menjamin agar seluruh anak sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan sampai anak lulus jenjang pendidikan menengah.

Namun sangat disayangkan, salah satu orangtua murid mengeluh akibat belum pencairan nya dana bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar) sampai saat ini 3 tahun berjalan belum menerima atau di bagikan kepada Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Menurut sumber dari orang tua murid menjelaskan (tidak di sebutkan namanya), ” dana KIP di SMA N 4 Binjai sudah 3 tahun berjalan belum juga cair. Saya sudah bosan terus tanda tangan tapi ga pernah cair “.katanya Senin (28/08/23)

Selain itu, masih kata sumber, ” orang tua murid yang belum mendapatkan bantuan tersebut mengeluh padahal ia hanya menuntut hak anaknya yang belum mendapatkan bantuan KIP dari pemerintah.

” Kenapa semenjak di SMA N 4 Binjai ini bantuan dana KIP anak saya ga pernah cair, padahal sebelumnya diwaktu SD dan SMP anak saya dapat bantuan tersebut, malahan justru di SMA 4 Binjai ini tidak dapat“. Jelasnya.

Beliau bilang (salah satu guru), lanjut sumber, ” maaf Bu, kemarin itu pencairan dana dari caleg terus saya bilang saya tidak perlu itu, saya hanya mau hak saya saya ambil dan diawal pun anak saya mendaftar dari jalur afarmasi, malah salah satu guru mengatakan itu hanya pelengkap berkas saja, siapa yang tidak kesal ,” cetusnya.

Selanjutnya saya pun tidak tinggal diam, saya sudah mengurus ke kantor lurah untuk mengurus surat miskin, dan saya juga sudah mempertanyakan permasalahan ini ke pihak dinas pendidikan, disana pihak dinas pendidikan mengatakan bahwasan Rekening anak saya belum diaktivasi.

” Saya sudah mendatangi ke dinas pendidikan, mereka mengatakan rekening anak saya belum di aktivasi, saya disuruh datang ke sekolah untuk mempertanyakan kenpa KIP anak saya belum di aktivasi pihak sekolah, padahal berkas anak saya sudah lengkap dan setiap tahunnya menandatangani berkas tersebut, jelas ini kelalaian pihak sekolah, ” Sambungnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Binjai Muslimin Lubis saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pihaknya sudah melaporkan permasalahan ini ke pihak Disdik dan masih menunggu dalam proses.

Muslimin Lubis yang baru menjabat sebagai kepala sekolah di SMA N 4 Binjai ini mengaku belum mengetahui persis dimana kendala sampai belum cairnya dana KIP milik Lidya Vera Angraini Aritonang ini, dirinya berjanji akan secepatnya menyelesaikan permasalahan bantuan KIP ini.

” Kita tunggu saja, pasti dana KIP ini akan cair, mungkin pencairan ini bertahap, nanti kalau sudah cair akan kita sampaikan kepada orangtua murid,, harapan kita pun kalau bisa semua penerima KIP ini dapat, kita sangat mendukung itu” Imbuhnya.

Lagian lanjut Muslimin, saya pun baru satu tahun menjabat menjadi kepala sekolah di SMA N 4 Binjai ini, saya diberi amanah untuk memperbaiki permasalahan yang ada disekolah ini menjadi lebih baik,” pungkasnya.

(Turnip)

Penjual Lemang di Medan Ditabrak Lalu Dilindas, Polisi Buru Pelaku

0
Penjual Lemang
Pedagang lemang di Jalan Panglima Denai, Kota Medan jadi korban tabrak lari. Video rekaman CCTV kejadian itu beredar di media sosial.

Dari rekaman CCTV berdurasi beberapa detik itu tampak seorang wanita tengah membawa gerobak dagangan. Lalu, tiba-tiba datang satu mobil menabrak wanita itu dari belakang.

Akibatnya, wanita itu terjatuh dan dilindas oleh mobil tersebut. Kemudian pengendara mobil itu kabur meninggalkan korban di lokasi kejadian.

Lalu, Polisi memburu pengendara mobil yang menabrak Nurasyiah penjual lemang di Jalan Panglima Denai, Medan.

Untuk mencari keberadaan pelaku, polisi telah memeriksa kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami lagi mengecek CCTV yang ada di sepanjang jalan. Sejauh ini sudah ada dua CCTV yang diperiksa,” ujar Kanit Lantas Polsek Medan Area Iptu Morasati Hasibuan, Selasa (29/8/2023).

Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV, Iptu Morasati mengaku plat mobil yang menabrak dan melindas Nurasyiah belum terlihat.

“Belum keliatan plat nomor Polisinya karena dari sisi samping rekamannya,” katanya.

Selain mengecek CCTV, pihaknya turut berupaya untuk memeriksa sejumlah saksi. Sayangnya tidak ada saksi yang melihat peristiwa tersebut karena peristiwa tabrak lari itu terjadi tengah malam serta dan ketika kondisi hujan.

Kebetulan itu sudah tengah malam dan posisinya hujan. Jadi kami belum menemukan saksi yang melihat kejadian itu. Pastinya pelaku kami buru, itulah yang paling utama,” sebutnya.

Nurasyiah sendiri mengaku selain ditabrak, dia juga dilindas hingga tiga kali. Dia pun berharap polisi segera menangkap pelaku.

Kecelakaan itu membuat Nurasyiah merasa sakit di bagian kakinya. Menurut dia malam itu, dia hendak pulang ke rumah dengan mendorong gerobak miliknya di tengah situasi hujan.

“Tiba-tiba ada pengendara mobil putih menabrak saya dari belakang. Dia melindas saya tiga kali. Setelah itu melarikan diri,” ujar Nurasyiah.

Wanita yang biasa jualan di Jalan AR Hakim dekat Pasar Sukaramai ini sempat berteriak minta tolong. Warga sekitar pun mendengar dan berupaya menghentikan pelaku. Sayang, pelaku kabur dan meninggalkan Nurasyiah tergeletak di tengah jalan.

Akibatnya, Nurasyiah menderita beberapa luka, utama di bagian kaki. Kala itu, dirinya langsung dibawa warga ke klinik terdekat untuk mendapat perobatan medis secepatnya. Alhasil, kaki kanannya mendapati empat jahitan.

“Lukanya di kaki kanan mendapat empat jahitan. Kaki kiri memar-memar. Rencananya hari ini mau cek ke dokter lagi. Soalnya masih nyeri semua bagian kaki ini,” pungkasnya. (As/Red/dt)

Judi Togel Menjamur, FKI-1 Minta Kapolres Sergai Tindak Tegas Perjudian

0
Togel
Ket. Poto: Ilustrasi

Sergai, Aktiva.news – Maraknya perjudian togel (Toto Gelap) di Kecamatan Teluk Mengkudu dan diduga tersebar di seluruh Kecamatan, se-Kabupaten Serdang Bedagai, (FKI-1) Sergai desak Kapolres berantas judi togel.judi-togel-menjamur-fki-1-minta-kapolres-sergai-tindak

Demikian ditegaskan, Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Sergai, M.Nur Bawean didampingi Sekretaris Aziz Tanjung kepada wartawan, Selasa, (29/8/2023) soal maraknya perjudian togel (Toto Gelap) ini sangat meresahkan dimasyarakat yang mengakibatkan moral, anak bangsa bisa rusak.

“Untuk itu Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Sergai meminta, AKBP. Oxy Yudha Pratesta, mempunyai nyali untuk memberantas judi togel yang beroperasi di Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya di Kecamatan Teluk Mengkudu.”ujarnya

Lanjut, M.Nur Bawean Judi togel ini harus ada tindakan yang tegas dari aparat penegak hukum karena sudah sangat meresahkan.”tutup M.Nur Bawean.

“Informasi yang dihimpun, ternyata bisnis judi togel diduga mempunyai merk yang dikenal dilapangan dengan inisial, OP, LS dan RC yang hingga saat ini masih beroperas.

Terpisah, hingga saat ini pihak Polres Serdang Bedagai belum dapat dikonfirmasi.

AR

HMA DS Aksi Damai di Disdik Deli Serdang Soroti Tindakan Oknum Rekanan

0
Deliserdang – Ratusan Mahasiswa Deli Serdang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Deli Serdang (HMA DS) menggelar aksi damai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Senin (28/8/2023) sekira pukul 10.00WIB.

Massa HMA DS mendesak agar kepala Dinas pendidikan Kabupaten Deli Serdang segera menindak tegas oknum rekanan yang menggunakan cara cara ala preman dalam meminta suatu kegiatan di lingkungan Disdik Kabupaten Deli Serdang.

Hal ini disampaikan koordinator aksi Zulhari Fauzi Pardede, dalam orasinya, Fauzi yang juga ketua Umum HMA Deli Serdang memaparkan adanya dugaan tindak intimidasi dan intervensi yang dilakukan oleh oknum rekanan berinisial FAL kepada korwil dan kepala sekolah di lingkungan kabupaten Deli Serdang terkait pengadaan proyek.

Fauzi minta agar pihak rekanan bekerja dan bersaing secara sehat tanpa melakukan intimidasi atau tindak pengancaman kepada pihak dinas ataupun sekolah, baik secara ucapan ataupun tulisan.

HMA DS menilai tindakan yang dilakukan oknum rekanan inisial FAL telah melakukan persaingan secara tidak sehat, untuk itu ia meminta Dinas Pendidikan Deli Serdang segera melakukan tindakan hukum.

Pihaknya juga akan membuat laporan kepada aparat penegak hukum terkait tindakan indikasi yang dilakukan oknum FAL tersebut.

Dalam tuntutannya Himpunan Mahasiswa Deli Serdang meminta kepada Kadisdik Kabupaten Deli Serdang untuk menindak tegas secara hukum kepada oknum rekanan Dinas Pendidikan berinisial FAL terkait dugaan tindakan intimidasi dan intervensi yang dilakukan kepada oknum oknum korwil di lingkungan Kabupaten Deli Serdang.

Meminta kepada Kajari Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak kasus korupsi kegiatan pengadaan papan rencana anggaran sekolah (ARKAS) serta pengadaan buku di beberapa sekolah lingkungan kabupaten Deli Serdang oleh dua vendor yang diduga kedua perusahaan tersebut dimotori serta dikelola oleh FAL.

Meminta kepada Kapolresta Deli Serdang untuk menindak tegas dan melakukan proses hukum terhadap FAL yang diduga melakukan intimidasi kepada oknum korwil dan kepala sekolah di lingkungan Kabupaten Deli Serdang.

Usai melakukan orasi perwakilan Mahasiswa diterima langsung oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Yudy Hilmawan SE, MM, untuk berdialog.

Selanjutnya selesai melakukan dialog dengan Kadisdik Kabupaten Deli Serdang massa HMA DS bergerak ke kantor Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam untuk menyampaikan tuntutannya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Yudy Hilmawan yang diwawancara awak media mengatakan akan menindaklanjuti terkait apa yang telah disampaikan Himpunan Mahasiswa Deli Serdang. (Heri)

Pulang ke Sergai, Pemain Terbaik Piala AFF U-23 Tak Disambut Secara Resmi

0
Piala
Ket. Poto: Arkhan Fikri pemain Timnas U23 yang dinobatkan pemain terbaik di Piala AFF, tiba di bandara Kuala Namu disambut Keluarga.

Sergai, Aktiva.news – Pemain Timnas U-23 Indonesia, Arkhan Fikri, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di Piala AFF U-23 2023, pulang kampung ke Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Senin, (28/08/2023).

Meskipun tanpa penyambutan resmi atau selebrasi dari pihak manapun, termasuk pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Arkhan Fikri tetap fokus pada keluarganya dan tak merasa kecewa.

Keluarga Arkhan Fikri sudah mempersiapkan kedatangannya sejak pagi hari dan menyambutnya di Terminal Kedatangan Bandara Kuala Namu sekira jam 9 pagi, dengan karangan bunga.

Meskipun mendapat perhatian sebagai Pemain Terbaik, pemain muda ini tetap merendah dan tetap tersenyum. Ia menganggap yang terpenting adalah berjumpa dengan keluarga danp terus berprestasi untuk Indonesia.

“Saya masih harus banyak belajar lagi, saya masih 18 tahun, jadi ke depannya harus lebih belajar lagi. Dan liburan ini yang terpenting keluarga,” ujarnya.

Orangtua Arkhan Fikri, Tomi Harno, berharap prestasi anaknya akan membawa kehormatan bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Serdang Bedagai.

Tomi Harno juga mengharapkan agar pencapaian Arkhan Fikri dapat menjadi motivasi bagi remaja di Sumatera Utara, terutama di Serdang Bedagai.

“Mudah-mudahan pencapaian Arkhan Fikri bisa jauh lebih baik lagi. Dan kita berharap bisa menjadi motivasi remaja di Sumatera Utara, khususnya Serdang Bedagai,” ucap Tomi Harno.

AR

Judi Togel Menjamur di Teluk Mengkudu, PERMAIS Minta Aparat Bertindak Tegas

0
Togel
Ket. Poto: Ilustrasi

Sergai, Aktiva.news – Terkait maraknya perjudian Toto Gelap (Togel) di Kecamatan Teluk Mengkudu dan diduga tersebar di seluruh Kecamatan, se-Kabupaten Serdang Bedagai, PERMAIS merasa prihatin

Demikian ditegaskan, Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Serdang Bedagai, PERMAIS Rizki Anugerah, ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (28/8/2023) soal maraknya judi togel.

 

Menurut, Rizki perjudian ini sangat meresahkan karena disamping merupakan perbuatan yang tidak produktif, perjudian Togel ini dapat membuat pelakunya menjadi candu.

“Ketika pelaku candu dan tidak memiliki uang untuk berjudi pelaku nantinya akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang, termasuk pencurian.”ujar Rizki

 

Oleh karenanya saya minta kepada aparat kepolisian, terkhususnya kepolisian sektor teluk mengkudu agar segera mengambil sikap tegas dan memberantas perjudian tersebut.

Karena di dalam undang-undang KUHP pasal 30 terdapat larangan segala bentuk tindakkan perjudian termasuk Toto Gelap.”Tutupnya

 

Terpisah, Kapolsek Teluk Mengkudu AKP J. Sagala ketika dikonfirmasi wartawan hingga kini belum menjawab.

Tim