Beranda blog Halaman 176

Tiga Mahasiswa Indonesia di Mesir Dideportasi Karena Berkelahi

0
Tiga warga negara Indonesia (WNI) di Mesir dideportasi ke tanah air. Mereka merupakan mahasiswa yang lagi menjalani studi di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir.

Insiden kekerasan itu terjadi karena perselisihan antarmahasiswa Indonesia usai turnamen futsal Cordoba Cup di Kairo, Mesir pada Juli 2023 lalu. Perselisihan tersebut berujung aksi kekerasan dan perusakan.

Ketiga Mahasiswa yang dideportasi itu berinisial AM, AF, dan MC. Mereka merupakan berasal dari Sulawesi.

“Rangkaian insiden tersebut menyebabkan pihak berwenang Mesir melakukan langkah pengamanan terhadap tiga WNI pada 27 Agustus 2023.

Ketiganya dideportasi ke Tanah Air pada 10 September 2023, sesuai yurisdiksi hukum yang dimiliki Mesir,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha dalam keterangannya, Jumat, 15 September 2023 lalu.

Judha mengungkapkan, Kedutaan Besar RI (KBRI) Kairo pada Juli lalu melaporkan bahwa telah terjadi tindakan kekerasan antara sejumlah mahasiswa Indonesia dari dua ikatan kekeluargaan di Mesir, yaitu Kelompok Studi Walisongo asal Jawa Tengah dan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Kendati begitu, KBRI pun lantas melakukan berbagai upaya pengayoman dan perlindungan WNI sejak awal kejadian. Salah satu langkah yang ditempuh dengan memfasilitasi mediasi antara pihak yang bertikai sebanyak dua kali.

Kemudian, mengadakan pertemuan Duta Besar RI dengan pihak kekeluargaan sebanyak empat kali, melibatkan peran Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Mesir dalam proses komunikasi dengan berbagai kelompok kekeluargaan, dan melakukan akses kekonsuleran terhadap tiga WNI yang diamankan.

Selanjutnya, memastikan pemenuhan hak-hak tiga WNI sesuai hukum yang berlaku di Mesir, memberikan layanan dokumen kekonsuleran, dan memfasilitasi pemulangan dan ketibaan di Tanah Air.

“Dalam melakukan pengayoman dan perlindungan, KBRI Kairo juga bersikap imparsial serta berpegang pada prinsip-prinsip perlindungan sebagaimana diatur dalam Permenlu Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perlindungan WNI di Luar Negeri,” katanya

“Perlindungan ini tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata serta dilakukan sesuai hukum negara setempat dan hukum kebiasaan internasional,” sambungnya.

Judha juga menegaskan bahwa KBRI Kairo tidak memihak pihak manapun dan hanya melakukan tugas-tugas perlindungan tanpa mengambil alih tanggung jawab pidana dan perdata, yang dilakukan sesuai dengan hukum negara setempat.

Mahasiswa deportasi
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha

“Kasus perkelahian kekerasan ini kerap terjadi di Mesir. Ini tentu jadi perhatian bersama untuk mengatasi akar masalahnya agar rantai kekerasan ini dapat kita putus,” ucapnya.

Lebih lanjut, Judha mengimbau para WNI, khususnya pelajar dan mahasiswa di Mesir, untuk menciptakan suasana kondusif dan selalu menjaga kerukunan sesama masyarakat Indonesia. “Segala bentuk kekerasan fisik akan memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku di Mesir,” kata Judha.

Menurut informasi, perkelahian itu terjadi setelah turnamen futsal Cordoba Cup di daerah Gamaleya, Kairo, Mesir. Korbannya adalah seorang mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah yang diduga diserang oleh sejumlah mahasiswa Indonesia asal Sulawesi yang tergabung dalam ikatan KKS.

Sementara itu, ketiga WNI tersebut sempat diamankan oleh otoritas Mesir pada 27 Agustus lalu sebelum akhirnya dideportasi. Mereka telah tiba di Indonesia pada 3 September 2023 lalu.

Polres Tanah Karo Ringkus 14 Tersangka Narkoba Dalam Sepekan

0
Dalam sepekan terakhir, Satresnarkoba Polres Tanah Karo berhasil mengungkap 11 laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas peredaran narkoba diwilayah hukumnya.

Dari 11 laporan itu, Kapolres Tanah Karo, AKBP Wahyudi Rahman telah mengamankan sebanyak 14 orang pelaku. Dimana, seluruh pelaku diamankan dari berbagai lokasi di wilayah hukum Polres Tanah Karo.

“Dari adanya laporan yang kita terima, kita berhasil mengamankan sebanyak 14 orang pelaku,” ujar Wahyudi didampingi Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Henry D Tobing, di Mapolres Tanah Karo, Kabanjahe, Minggu (17/9/2023).

Dijelaskan Wahyudi, pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara yang meminta semua jajaran Polres untuk menindak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

“Dari adanya arahan ini, kita dari Polres Tanah Karo melakukan tindakan penegakan hukum secara masif khusus mengenai segala tindak pidana penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Dari seluruh pelaku yang diamankan kali ini, Wahyudi menjelaskan setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut para pelaku ini masuk ke dalam kategori bandar dan pengedar. Bahkan, dari 14 orang pelaku yang diamankan diketahui salah satunya adalah wanita.

“Dari 14 pelaku, 13 di antaranya wanita dan satu orang lagi merupakan wanita. Bahkan, salah satu pelaku yang kita amankan merupakan residivis atau sudah pernah menjalani hukuman yang juga terkait narkoba,” ungkapnya.

Dari seluruh pelaku, personel Satreskoba Polres Tanah Karo berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya narkotika jenis sabu seberat 10,29 gram, dan narkotika jenis ganja seberat 1.021,74 gram. Dari interogasi yang dilakukan, mayoritas para pelaku mendapatkan barang haram ini dari wilayah Kota Medan.

“Ada juga barang bukti yang kita dapat narkotika jenis ganja yang masih ditanam oleh pelaku, sebanyak 42 batang,” katanya.

Saat ini, para pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Tanah Karo untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku akan dipersangkakan dengan pasal 114 ayat 2 dan 1, pasal 112 ayat 2 dan 1, dan pasal 111 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. (As/red/tr)

 

Mobil Angkutan Umum PAS Terjun Ke Sungai Lae Renun, 2 Orang Tewas

0
Mobil mini bus angkutan umum dengan merek PAS bernomor pintu 176 terjun terjun bebas ke Sungai Lae Renun dekat Lau Kinapan, Desa Batu Gungun, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Minggu (17/9/2023).

Akibat peristiwa itu 2 orang tewas dan satu orang penumpang lainnya mengalami luka-luka.

“Penumpang yang tewas adalah suami-istri, bernama Tupak Opung Sungguh dan Siti br Sihombing (60) warga Simpang Tiga Desa Bukit Lau kersik,” kata Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo.

Sedangkan satu orang penumpang yang selamat atas nama Risnawan br Lumban Gaol (20), warga Dusun Simpang Tiga, Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember.

“Risnawan hanya mengalami luka-luka, dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis,” sebut AKP SP Siringoringo.

Kapolsek menjelaskan, supir mini bus, Bani Silaban (30), warga Desa Laumil, Kecamatan Tigalingga. Dari keterangan sopir, kecelakaan tersebut bermula saat ia menghentikan mobilnya hendak menaikan penumpang di Dusun Lau Kinapan, Desa Batu Gungun.

Sopir kemudian turun dan bertanya kepada penumpang yang akan naik apakah ada barang yang mau diangkat. Dimana pada saat itu posisi mobil sedang hidup mesin, dan sopir masih sempat menarik rem tangan mobil.

Namun, tiba-tiba mobil bergerak sendiri, diduga rem tangan tidak mampu menahan beban mobil sehingga mobil meluncur lurus ke jurang hingga terjun ke Sungai Lae Renun dan kemudian tenggelam.

Sebelum terjun ke sungai, salah satu penumpang atas nama Risnawan sempat menyelamatkan diri dengan cara melompat dari dalam mobil mini bus.

“Naas, kedua penumpang yang merupakan suami istri tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut terjun ke dalam sungai bersama mobil minibus,” terang AKP SP Siringoringo. (As/red/mbs)

Viral Video Guru SMPN 15 Medan Diintimidasi Kepala Sekolah dan Gaji Ditahan

0
Viral video yang menunjukkan sejumlah guru SMP Negeri 15 Medan mengeluh karena diduga diintimidasi oleh kepala sekolah, Tiurmaida Situmeang

Dalam video itu para guru mengaku gajinya ditahan oleh kepala sekolahnya sembari menangis. Mereka yang sedang berada di ruangan guru itu terlihat memegang amplop putih yang berisikan sebuah surat.

Seorang guru dalam video menceritakan jika mereka mendapat surat panggilan, namun menurutnya panggilan tersebut tidak mendasar

Kenapa kami dipanggil Pak Kabid, gaji kami ditahan sampai saat ini kami belum gajian,” sebutnya dalam video.

Seorang guru bernama Cony Jeany Francis menuturkan Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Medan, Tiurmauda Situmeang, melakukan penahanan gaji karena sentimen pribadi.

“Kalau sejauh ini yang saya tahu dia karena sentimen pribadi. Ibu itu tidak suka dibongkar keburukannya. Dia mencari cara lagi bagaimana menekan saya. Dibuat lah itu menahan gaji,” kata Cony kepada wartawan, Sabtu (16/9/2023).

Cony juga menuturkan Tiurmaida kerap melakukan perbuatan perploncoan terhadap guru di depan murid dan orang tua murid. Bahkan Tiurmaida pernah memanggil pengawas dari dinas pendidikan secara tiba-tiba untuk mempermalukan para guru.

“Oh kami dipermalukan. Di depan murid-murid. Di depan orang tua siswa. Pengawas sengaja ditelepon untuk datang untuk mensupervisi kami tiba-tiba. Kami dipermalukan. Kata-kata kasar, hinaan, ejekan,” jelasnya.

Selanjutnya, Tiurmaida diduga melakukan penggelapan dengan menyewakan kantin dengan harga Rp 7,5 juta per tahun. Dari penuturan Cony, sebanyak 6 orang menyewa kantin itu. Dari uang sewa itu, Tiurmaida mendapatkan Rp 45 juta. Namun pengalihan uang tersebut tidak diketahui para guru.

Padahal, lanjut Cony, sistematis uang sewa kantin selama ini diurus oleh koperasi sekolah yang telah berbadan hukum. Sebelum itu, pihak penyewa kantin hanya perlu membayar Rp 25 ribu per hari.

“Ada kantin di sini. Tiga lokasi kantin. Biasanya itu kantin dikelola oleh koperasi (sekolah). Nah tapi sejak ibu itu di sini, di bulan Juni. Beliau sudah memberi aba-aba sama pengelola kantin bahwasannya uang kantin itu tidak lagi diserahkan kepada pengurus koperasi.

Beliau yang ambil alih. Ada tiga lokasi, tiap lokasi itu ada dua orang. Jadi satu orang dia kutip Rp 7,5 juta. Untuk ketiganya dia terima Rp 45 juta per satu Juli, untuk satu tahun.

Sebelumnya sewa kantin itu hanya dilakukan hanya ketika hari sekolah. Kalau hari libur nggak dikutip,” akunya.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 15 Medan, Suhartini, pun menyebutkan memang ada keterlambatan gaji. Seluruh guru di SMPN 15 Medan tertahan gajinya karena Tiurmaida tak mau menandatangani persetujuan gaji.

“Gaji, yang satu gaji itu memang semuanya terlambat. Karena bendahara kami memang ada urusan pindah kerja, pindah tugas ke Palembang, dan SK-nya itu baru turun tanggal per 1 September. Apakah karena itu saya juga kurang tahu,” kata Suhartini.

Kemudian Suhartini pun mengaku terkait intimidasi tersebut benar adanya. Dirinya sendiri pun bahkan menyaksikan intimidasi tersebut. Bahkan Suhartini mempersilakan bertanya kepada guru yang diintimidasi.

“Ya intimidasi itu dalam artian, masing-masing mereka yang merasakan dan kami juga melihat,”katanya. (As/dt/red/kmp)

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Lakukan Sidak di Polres Binjai

0
Binjai – Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Muji Ediyanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Penyelenggara Admistrasi SIM (Satpas) Polres Binjai, Jumat (15/9/2023) siang.

“Kegiatan kami di sini dalam rangka inspeksi mendadak untuk memastikan bahwa pelayanan di Satpas Satpas atau pelayanan SIM berjalan dengan baik,” ujar Muji.

Dia mengaku sudah melihat langsung setiap tahapan proses pembuatan maupun perpanjangan SIM. Muji menilai seluruh kegiatan di Satpas Binjai sudah berjalan dengan baik.

Papan petunjuk atau pemberitahuan tentang mekanisme pengurusan dan perpanjangan SIM terpasang dan dipajang di setiap dinding sehingga mempermudah masyarakat.

“Kita lihat tadi semua mekanisme berjalan baik sesuai dengan ketentuan. Kemudian, kita lihat ada besaran biaya ditempel di dinding. Jadi ada kepastian biaya dan ketepatan waktu,” katanya.

Menurut dia, perubahan ujian praktik dari angka 8 menjadi huruf S sangat membantu dan mempermudah masyarakat. Peralihan itu sudah berjalan, dan pemohon SIM dapat melaluinya dengan baik.

“Kita lihat sama-sama ujian praktik yang menggunakan huruf perubahan dari angka 8. Beberapa waktu yang lalu sudah kita mulai dan Alhamdulillah tadi kita lihat pemohon SIM bisa lulus. Artinya, 8 diganti S lebih mudah, tidak sulit,” tegasnya.

Disinggung soal praktik percaloan, Muji memastikan tidak ada. Dia berharap pelayanan maksimal dan bersih kepada masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.Kendati demikian, Muji tetap mengharapkan saran dan masukan dari semua pihak agar pihaknya bisa segera berbenah.

“Tidak ada calo. Mudah-mudahan nanti bisa kita pertahankan dan tingkatkan. Tapi, terima kasih juga tentunya, kami mengharapkan saran, kritikan dan masukan dari masyarakat supaya pelayanan kami lebih baik,” ucapnya.

Menjawab wartawan, Muji menyebut Satpas Binjai memiliki peralatan dan fasiltas terbilang baik karena sebagai percontohan, semua menggunakan sistem digital untuk memudahkan masyarakat.Dia mengaku, sidak itu berkaitan dengan menjelang Hari Lalu Lintas.

Dia bertekad untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tapi membutuhkan dukungan semua pihak.

“Sekaligus ini juga menjelang hari ulang tahun lalu lintas, tentunya kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan itu kami tidak bisa sendiri. Kami perlu saran, kritikan dan masukan dari semua pihak untuk perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.

Amatan wartawan, pada sidak tersebut Muji menyambangi setiap ruangan pelayanan di Satpas Polres Binjai untuk memastikan kemudahan bagi masyarakat. Muji juga sempat berinteraksi dengan masyarakat pemohon SIM.Salah seorang wanita pemohon SIM C, Mentari Aulia (26) menyebut, pelayanan di Satpas Polres Binjai berjalan baik dan maksimal.

“Petugasnya ramah-ramah kok, humanis dan proses pembuatan SIM tepat waktu, tidak lama. Saya lihat tidak ada calo,” ujar warga Binjai Utara. (Nik)

HUT Pramuka, Bupati Dairi: Momentum Wujudkan SDM Profesional

0

DAIRI – HUT Pramuka ke 62 Tahun 2023 ini menjadi momentum kita untuk mewujudkan SDM profesional dan berjiwa kewirausahaan yang berwawasan kebangsaan untuk mewujudkan semangat nasionalisme.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (Mabicab) Pramuka Kwartir Dairi, sekaligus Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat menghadiri peringatan HUT Pramuka ke-62, Jumat malam (15/9/2023), di Lapangan Merdeka, Bunturaja, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi.

Dijelaskan Bupati, berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Dairi guna meningkatkan kualitas SDM-nya. Program Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) menjadi salah satu program unggulan bidang pendidikan hingga saat ini.

Eddy Berutu juga menegaskan, anggota Gerakan Pramuka dituntut untuk meningkatkan kualitas SDM yang lebih profesional dan berjiwa enterpreneur. Selain itu dituntut pula memiliki wawasan kebangsaan untuk mewujudkan semangat nasionalisme.

“Peningkatan SDM dan wawasan kebangsaan mutlak dilakukan. Hal ini dikarenakan untuk mencermati kondisi SDM yang ada sekarang ini masih jauh dari yang diharapkan, Program Gasing menjadi unggulan kita saat ini dengan target 30 ribu. Melahirkan SDM cerdas, berwawasan kebangsaan dan berkarakter, itu tugas kita,” tegasnya.

Di samping itu, katanya lagi, wawasan kebangsaan juga menjadi sangat penting agar nilai-nilai kebangsaan tidak luntur, tetap menanamkan nasionalisme, cinta tanah air dan semangat bela negara, terlebih sekarang akan menghadapi tahun politik. Maka persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka harus tetap solid dan menjadi garda terdepan untuk merajut persatuan dan kesatuan.

“Bonus demografi di 2045 menjadi modal besar bagi bangsa kita menjadi bangsa yang besar. Tidak hanya soal kuantitas SDM-nya namun yang paling penting adalah kualitasnya. Sekali lagi, ini tugas kita bersama,” katanya mengakhiri.Pada peringatan tersebut digelar kegiatan berkemah bersama seluruh anggota Pramuka tingkat penggalang dan penegak.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Eddy Berutu untuk mengunjungi tenda masing-masing peserta. Direncanakan kegiatan akan berlangsung selam 3 hari, 15-17 September mendatang.

Hadir dalam kegiatan ini, Kadis Pendidikan JW.Purba, Camat Siempat Nempu Marhaban Kudadiri, Ketua Kwarcab Dairi Binuar Malau, Ketua TP PKK Romy Mariani Simarmata, Ketua Pramuka Peduli Dinitria Tabitha, dan para pengurus Pramuka Kwarcab Dairi. (Nid)

Polda Sumut Ringkus 101 Tersangka Narkoba dan Sita Uang Tunai Rp 21 juta

0
MEDAN – Tim Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut bersama jajaran terus bergerak mengungkap jaringan pelaku narkotika di Sumatera Utara.

Dari pengungkapan kasus jaringan pelaku narkotika, terbaru sebanyak 101 orang berhasil ditangkap. Terdiri dari 11 orang pemakai narkoba dan 90 orang jaringan/sindikat narkoba.

“101 orang kita amankan pada Jumat 15 September 2023,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, Sabtu (16/9).

Dari tangan para pelaku dan bandar narkotika itu, Hadi mengungkapkan turut disita barang bukti berupa sabu seberat 587,7 gram dan ganja seberat 6,5 kg serta pohon ganja sebanyak 9 batang.

“Kali ini disita uang tunai senilai Rp.20.119.000, 21 unit sepeda motor, 38 unit handphone,” ungkapnya.

Hadi menegaskan, penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di Sumut itu sebagai wujud komitmen Polda Sumut dan jajaran dalam menciptakan Sumatera Utara bersih dan bebas narkoba. Sebab, peredaran narkoba ini menjadi faktor utama terjadinya tindak kriminalitas, 60% pelaku kriminalitas adalah pengguna Narkoba.

“Perintah Kapolda Bandar Jaringan kita miskinkan, yang membackingi kita setrika,” pungkas Hadi.

Oknum Kepsek di Tapteng Diduga Pekerjakan Siswa Buat Kosen, Diduga Memperkaya Diri

0
Tapteng – Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), diduga mempekerjakan siswa untuk membuat Kosen dan ataupun sejenisnya.

Informasi yang diterima Aktiva.news dari sumber terpercaya mengungkapkan, hasil pekerjaan siswa tersebut nantinya dibawa oleh oknum Kepsek ke rumahnya, diduga dijual dan diduga untuk memperkaya diri.

“Itu dikerjakan di sekolah sama murid (siswa), baru dibawa kerumahnya, dari situlah dijualnya,” ungkap sumber, Jum’at (15/9/2023).

Aktiva.news kemudian melakukan penelusuran tentang informasi tersebut. Saat berada di sekitar lokasi yang diduga tempat tinggal oknum Kepsek, tampak satu unit mobil pickup warna putih, yang pada baknya terdapat tumpukan kosen dan ataupun sejenisnya.

Salah seorang pekerja yang sedang dilakukan pembangunan rumah di lokasi itu ketika ditanya mengatakan mobil pickup tersebut dibawa oleh oknum Kepsek.

“Iya bapak itu (oknum Kepsek) yang bawa mobil ini tadi. Sengaja disini di parkirnya. Mungkin dirumahnya bapak tu,” kata pekerja bangunan yang memakai kaos hitam.

Aktiva.news telah berupaya mengonfirmasi oknum Kepsek berinisial SS via WhatsApp sejak Jum’at (15/9/2023) dan Sabtu (16/9/2023). Sayangnya, tidak diperoleh keterangan resmi meski pesan WhatsApp telah dibaca (ceklis biru) hingga berita ini diterbitkan.

Untuk diketahui, pada dasarnya, anak di bawah umur dilarang untuk dipekerjakan. Hal ini diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 pasal 68 tentang Ketenagakerjaan. Berdasarkan ketentuan undang-undang, batas usia minimal tenaga kerja di Indonesia adalah 18 tahun.

Kemudian menurut UU Nomor 20 Tahun 1999 juga berisikan tentang kewajiban untuk menghapuskan praktik mempekerjakan anak dan meningkatkan usia minimum untuk diperbolehkan bekerja. (Syaiful)

 

Kepala Desa Muda Ini Ditangkap Karena Ingin Bakar Polisi di Langkat, Seram!!!

0
Asri Nurmala Sitepu merupakan Kepala Desa Lau Mulgap yang ditangkap polisi karena telah melakukan penyerangan hingga ingin membakar 4 personel Polres Langkat.

Kepala Desa termuda Langkat bernama Asri Nurmala Sitepu ini melakukan penyerangan pada saat polisi mau menangkap suaminya berinisial E.

Awalnya Polres Langkat ingin menangkap tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Ketua PAC IPK, Simson Sembiring (41). Salah satu tersangka itu adalah E.

Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander mengatakan, perbuatan Asri sangat membahayakan anggotanya. “Tersangka (Asri Nurmala) ini adalah istri dari tersangka E,” ujar Rio, Kamis (14/9/2023).

Ketika dilakukan penangkapan terhadap E, ada sekitar 27 personel polisi yang diturunkan dengan mengendarai 6 mobil ke Desa Lau Mulgap. Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas dibagi dua tim.

Ada tim yang hendak menangkap E dan tim lainnya menggerebek kantor FKPPI di depan rumah E.

Pada saat itu, ada 12 orang yang diamankan dari dalam kantor FKPPI dan dibawa ke Polres Langkat. Sedangkan E melarikan diri. Penyerangan terhadap polisi pun dimulai ketika tim yang ingin menangkap E hendak bergegas meninggalkan lokasi.

“Tiba-tiba ibu si E ini meneriaki petugas dengan sebutan rampok. Teriakan itu membuat massa berdatangan. Ibu E ini coba menghalangi petugas untuk pergi dengan cara menarik tali senjatanya,” ujarnya.

“Di momen itu pula, Asri memprovokasi warga. Ia mengucapkan kata tidak senonoh dan meminta massa agar menghadang petugas pergi,” tambahnya.

AKBP Rio menyampaikan situasi saat itu mulai mencekam. Mobil seorang polisi dikepung dan dilempari batu sehingga mengalami kerusakan. Tak berhenti di situ, ada beberapa warga yang menyiram badan 4 personel polisi dengan minyak pertalite.

“Di situ, Asri dan temannya memaksa petugas untuk membebaskan tersangka yang sudah ditangkap. Asri mengatakan kalau tidak mereka akan membakar mobil dan petugas,” ucapnya.

Alex mengungkapkan saat itu petugas lainnya hendak menyelamatkan 4 personel yang disekap. Namun warga memalang jalan menuju ke lokasi dengan membakar ban dan meletakkan dua unit sepeda motor di tengah jalan.

Kepala Desa
Asri Nurmala Sitepu merupakan Kepala Desa Lau Mulgap yang Mengenakan Baju Tahanan Dengan No 01

“Tapi terakhirnya, petugas dapat menyelamatkan 4 petugas yang ditahan warga. Lalu, 4 petugas itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan atas luka penganiayaan yang dilakukan para pelaku,” tutupnya.

Ada pun dari peristiwa itu, selain Asri, ada tersangka lain yang sudah ditangkap, yakni ES, JS, dan JPB. Saat ini, empat tersangka ini ditahan di Polres Binjai dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kepala Desa Lau Mulgap, Asri Nurmala Sitepu ditangkap karena penyerangan hingga ingin membakar 4 personel Polres Langkat.

Asri Nurmala Sitepu merupakan salah satu dari 165 Kepala Desa yang terpilih dalam Pilkades serentak di Kabupaten Langkat pada tahun 2022.

Asri Nurmala Sitepu (25) adalah istri dari Ketua Rayon FKPPI Kecamatan Sirapit yang sering disapa Ketua Ebi merupakan Kades termuda dari semua yang dilantik di Kabupaten Langkat.

Asri Nurmala Sitepu Kades termuda di Kabupaten Langkat dilantik di Aula Jentra Malau, Kamis (4/8/2022)

 

Polisi Lepas Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Positif Narkoba

0
Oknum anggota DPRD Labuhanbatu berinisial APR positif narkoba, namun ia bebas dari tahanan meski sempat dibawa ke Polres Labuhanbatu.

Anggota DPRD itu ditangkap Satresnarkoba Polres Labuhanbatu dan Denpom 1/1-2 Rantau Prapat ketika didalam sebuah KTV di Kecamatan Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, Rabu (13/9) malam.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu Iptu Parlando Napitupulu membenarkan bahwa APR memang tidak ditahan. Parlando menyebut APR mengajukan permohonan rehabilitasi.

“Tidak ditahan, APR mengajukan permohonan rehab dan menunggu pelaksanaan asesmen medis oleh BNNK Labura,” kata Parlando, Jumat (15/9/2023).

Iptu Parlando Napitupulu juga mengungkapkan APR diamankan bersama 5 orang lainnya.

“Jadi dia di tempat karaoke, lagi nyanyi-nyanyi lah. Dirazia, dites urine, positif narkoba ternyata,” kata Parlando.

Meski begitu, Parlando mengatakan saat razia, pihaknya tidak menemukan barang bukti di sana. (As/kmp/dt/red)