Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 176

Bupati Eddy Berutu berharap KKR Pdt. Stephen Tong Membawa Kebaikan untuk Umat di Dairi

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr.Eddy Keleng Ate Berutu menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pembaharuan Iman Nasional yang dipimpi Pdt. Stephen Tong.

KKR bertajuk “Bertobatlah dan Hidup Suci” ini berlangsung di Stadion Utama Sidikalang, Rabu (26/7/2023).

Kabupaten Dairi menjadi kota ke-182 yang dikunjungi oleh Pdt.Stephen Tong.

Dalam sambutannya, Bupati Eddy Berutu menyampaikan rasa bahagianya Kabupaten Dairi turut serta menjadi daerah yang dikunjungi oleh Stephen Tong untuk mendapatkan makanan rohani.

“Kita bahagia di tempat ini kita akan mendapatkan isian makanan rohani. KKR ini merupakan suka cita. Lewat tema ini kita nantikan esensinya sepulang dari sini. Dengan KKR ini kita disadarkan akan pertobatan agar bertindak sesuai ajaranNya. KKR ini kita yakini akan menumbuhkan iman bagi seluruh umat. Saya sangat bahagia,” kata Bupati.

Selanjutnya Bupati menyebutkan, Kabupaten Dairi yang dipilih menjadi lokasi KKR akbar ini diharapkan dapat membangun umat, dan menyelamatkan jiwa-jiwa.

“Semoga ibadah raya ini akan membangun umat, menyelamatkan jiwa-jiwa di tengah kondisi penuh tantangan, kemajuan teknologi, yang bisa saja merusak generasi muda yang berdampak negatif. Harapan saya KKR ini akan membawa kebaikan bagi seluruh umat di Dairi, untuk hidup suci,dan menjadikan hidup kita sebagai persembahan dan pujian pada Tuhan,” ujarnya mengakhiri.

Sementara itu, dalam khotbahnya Pdt. Stephen Tong di depan ribuan jemaat yang hadir menyampaikan agar lebih meningkatkan keimanannya kepada Tuhan, karena dengan keimanan yang kuat kepada Tuhan maka segala kemudahan dan keberkatan yang datang dari Tuhan akan lebih mudah dicapai.

“Kuatkan iman kepada Tuhan agar keberkatan sudah dekat dengan diri,” sebutnya.

Selanjutnya Stephen menyampaikan agar tidak melanggar setiap hukum ataupun aturan yang telah ditentukan Tuhan melalui firman-firmannya.

“Jika saudara melawan hukum-hukum Tuhan tentunya keberkahan yang sumbernya datang dari Tuhan akan semakin jauh. Jadi, nyamanlah karena kerajaan Allah semakin dekat, jadikan Yesus juru se lamatmu,” serunya.

Ibadah raya ini juga diisi dengan menyanyikan kidung-kidung yang mengagungkan Tuhan.

Turut hadiri KKR ini Dandim 0206 Letkol Inf Golas Pirtahan Silaban, Ketua PN Sidikalang Monita Jujur Sitorus, wakil Kapolres Dairi AKP. S. Berutu, Camat Sitinjo Simon Toni Malau, tokoh agama, dan para jemaat. (Nid)

Bupati Tegaskan Kemitraan dan Penyediaan KUR oleh Bank Sumut Perlu Ditingkatkan

0

DAIRI – Kemitraan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dengan Bank Sumut yang selama ini berjalan perlu terus ditingkatkan dengan berbagai variasi.

Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat secara finansial. Hal tersebut disampaikan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat menerima tim dari Bank Sumut Cabang Sidikalang yang dipimpin Edy Primsa B. Pertemuan ini membahas layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di ruang rapat bupati, di Sidikalang, Selasa (25/7/2023).

“Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa komitmen perusahaan jasa sektor keuangan untuk memperlancar kredit ke segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan persenjataan perlu ditingkatkan, apalagi kredit di dua sektor seperti UMKM dan alat dan mesin pertanian (Alsintan) hingga saat ini masih rendah ,” kata Bupati.

Sebagai kabupaten yang 80 persen masyarakatnya menggantungkan hidup dari usaha bertani, dengan 45 % PDRB-nya bersumber dari sektor ini, Bupati menjelaskan bahwa upaya memenuhi kebutuhan sektor penting ini melalui peningkatan sarana dan prasarana, seperti obat-obatan pertanian, pestisida, dan lain sebagainya perlu mendapat dukungan sektor perbankan yang hasilnya pada akhirnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

“Kita butuh dukungan kuat Bank Sumut, apa yang sudah kita lakukan di tahun sebelumnya perlu diperbesar. Sama halnya dengan bank swasta lain, Bank Sumut diharapkan hadir lebih dekat dengan masyarakat, mengadaptasi digitalisasi dalam pelayanannya, juga mempercepat dan menambah plafon usaha rakyat (KUR) untuk alsintan, pestisida, dan lainnya. Kita tunggulah gebrakan barunya,” katanya lagi.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, sebagai salah satu sektor yang dianggap mampu bertahan di tengah krisis dan pandemi, UMKM dan pertanian seharusnya selalu mendapat prioritas kemudahan kredit.

“Jadi, harapan kita dalam waktu 2 minggu, skema kredit ini sudah turun, agar Dairi bisa jadi pilot project KUR Alsintan. Teruntuk UMKM, Bank Sumut juga seharusnya beri kemudahan kredit. Misalkan saja untuk 20 UMKM di awal jelang aquabike November mendatang di Silalahi. Semua yang kita lakukan ini bertujuan untuk mewujudkan Agri Unggul dan UMKM naik kelas,” kata Bupati mengakhiri.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Plh Sekda Dapot Tamba, Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Robot Simanullang, Kadis Perindagkop Iwantaruna Berutu, Kabag Perekonomian, Lipinus Sembiring, Kabid Penyuluhan Distan KPP, Sukaedah Angkat, Kabid Prasarana dan Sarana Distan KPP Eben Ebron Gurning, Kabid Hortikultura Edwin Nababan, serta tim dari Bank Sumut Cabang Sidikalang. (Nid)

Terkait Dugaan Pencemaran Limbah di Sungai, Sat Reskrim Polres Sergai Periksa 3 Perusahaan

0
Limbah
Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, Made Yoga
Sergai | Aktiva.news – Soal dugaan pencemaran limbah di sungai seputaran Sei Paret beberapa waktu lalu, Satuan Reskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai) sudah memeriksa 3 perusahaan.

“Kita sudah periksa 3 perusahaan perihal dugaan pencemaran limbah di sungai dan akan dilakukan laboratorium ulang yang kedua,”ujar Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta melalui Kasat Reskrim AKP Made Yoga Mahendra, S.I.K kepada wartawan.

AKP Made juga menyebut pihaknya memang sudah menerima hasil lab limbah tersebut, yang pertama dikeluarkan oleh UPTD. Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut tertanggal 27 Juni 2023 melalui Dinas Lingkungan Hidup Sergai.

“Dugaan kandungannya lebih mengarah ke tapioka,”tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai Hedi Novria kepada wartawan Selasa (25/7) membenarkan pihaknya melakukan uji lab ulang yang kedua.

Sebelumnya, diketahui Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) didampingi pihak Sat Reskrim Polres Sergai telah melakukan pengambilan sampel air diduga pencemaran limbah aliran sungai.

Dugaan itu mengakibatkan ikan dan udang mati serta dapat kerusakan ekosistem, di Desa Simpang Empat – Sei Paret Kecamatan Sei Rampah beberapa waktu lalu.

Kini hasil laboratorium terkait dugaan limbah tersebut sudah dikeluarkan oleh Sertifikat hasil uji UPTD. Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut tertanggal 27 Juni 2023.

Demikian disampaikan Dollar Sinuhaji, Kepala UPT Laboratorium Dinas LH Sergai kepada wartawan, Kamis (13/7/2023) di kantornya.

“Dari sertifikat yang diterima, kita lihat nilai kebutuhan oksigen dalam Air (BOD) dari aliran sungai dihulu yakni 7,69 sedangkan dihilir 10, jadi yang kita peroleh lebih tinggi dari yang dipersyaratkan seharusnya yakni 3.

“Memang dari hulu BOD sudah tinggi seharusnya standar BOD 3. Nah disitulah dugaan adanya limbah,” ujarnya.

Lanjutnya, kemudian ada satu lagi yang tinggi, amonia air yang dihulu yakni NH3N 2,9 dan dihilir 3,2 yang dipersyaratkan itu 0,2 sehingga oksigen menjadi tinggi dan menyebabkan ikan itu mati.

“Dari dugaan kemungkinan besar penyebab ikan mati, ada petani yang bersawah atau berkebun, menaburkan pupuk disiang hari malamnya hujan sehingga hanyut dan terbawa air menuju sungai, dugaan berasal dari pupuk urea didalam air bersifat racun,”pungkasnya. (Ari)

Data BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Tahun 2022 Tentang Alokasi Nelayan Dipertanyakan

0
Data
Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sibolga
Sibolga – Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori, menyatakan bahwa data alokasi nelayan tahun 2022 di BPJS Ketenagakerjaan Sibolga tidak jadi dimasukkan karena alokasi anggarannya double dan tidak ada kepastian pemasukan data nelayan tersebut.

“Barulah nanti tahun 2023 data tersebut dimasukkan. Tapi ingat, alokasi anggaran tahun 2023, itu masih bulan 10, sementara anggaran untuk santunan kematian juga belum di notice pemerintah kota. Jadi jangan berharap ada mukjizat bertambahnya anggaran ini,” tegas Jamil mengingatkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Jum’at (21/07/2023) lalu.

Pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga tersebut berbanding terbalik dengan data yang disajikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sibolga tentang data nelayan tahun 2022.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Boy Citra Lumban Tobing sebelumnya merincikan bahwa data alokasi nelayan tahun 2022 sebanyak 2000 orang sebesar Rp 403.200.000.

Sayangnya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga yang dikonfirmasi kembali soal data alokasi nelayan tahun 2022, sejak Sabtu (22/07/2023) sama sekali tidak memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan. (Syaiful)

 

Kereta Api Hantam Mobil Xenia, Satu Orang Luka Berat

0
Sergai, Aktiva.news – Hebohkan warga setempat, satu unit mobil Xenia BK 1413 ZI yang dikemudikan Ngatino (52) dihantam Kereta Api (KA) dari arah Medan menuju Tebing Tinggi di perlintasan rel KA di Jalan Sunario, Lingkungan X Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, Sumut pada Minggu (23/7/2023).

Informasi dihimpun awak media, akibat kejadian ini penumpang Xenia yang diantaranya 6 orang dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka luka dan diketahui dibawa ke RSU Melati Perbaungan.

Salah seorang warga di lokasi kejadian mengatakan kejadian ini sangat di sayangkan karena pintu kaca mobil tertutup rapat sehingga supir tak mendengar kalau kereta Api dari arah Medan melintas.

“Nasib baiklah bang, yang tertabrak bagian belakang mobil sehingga mobil terpental dan mengalami kerusakan hanya bagian belakang mobil,”ujarnya kepada wartawan.

Ngatino (52), sopir mobil Xenia warga Desa Bintang Bayu Dusun I Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Sergai mengatakan dirinya sama sekali tidak melihat dan tidak mendengar kalau kereta api melintas.

“Tiba tiba saya mendengar suara tubrukan yang keras dan kami ikut terpental dalam mobil,”ucapnya.

Dari pantauan di Di TKP tidak ada korban yang meninggal dunia, namun atas insiden ini para korba hanya mengalami luka-luka yakni Afiz (10) dan Dimas mengalami luka agak serius dan di rawat di RSU Melati Perbaungan.

Terpisah, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sergai dikonfirmasi wartawan,IPDA Julvan Purba membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.

“Ya benar, 1 korban mengalami luka berat,”ucapnya.

AR

Anak Kuli Bangunan di Medan Lulus Polisi “Tanpa Pakai Orang Dalam”

0
Polisi
M. Rendi Lulus Jadi Polisi di Polda Sumut
Parno (53) warga Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang merasa bersyukur anaknya lulus Polisi, Jum’at (21/7/2023) pukul 14:30 Wib.

Parno yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan terlihat sujud syukur mendengar telepon dari anaknya yang berada di Polda Sumatera Utara yang dinyatakan lulus jadi abdi negara di Kepolisian.

M. Rendi (21) yang mendaftar menjadi peserta seleksi Tamtama Brimob harus mempersiapkan diri pada bulan Februari 2024 untuk menempuh pendidikan gelombang l di Pusdik Watukosek, Jawa Timur.

Dijumpai dikediamannya, Parno mengatakan anaknya lulus murni tanpa ada mengeluarkan uang.

“Anak saya lulus murni, mendengar kabar dari anak saya, langsung kami bersyukur kepada Allah SWT,” ucapnya dengan nada sedih bercampur gembira.

Parno juga menjelaskan bahwa anaknya memiliki beberapa prestasi dibagian cabang olahraga. Diantaranya, piagam juara l Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kota Medan Tingkat SMP tahun 2015, juara ll LPI tingkat Provinsi pada tahun 2015, juara lll LPI tingkat provinsi tahun 2016 dan terakhir pernah gabung di liga lll Batak United pada tahun 2021.

M.Rendi adalah anak ke lll dari lll bersaudara dan anak laki satu – satunya dari hasil pernikahan Parno dan Supriyanti.

Untuk menuangkan rasa syukurnya, Parno beserta istri, Supriyanti (49) menggelar syukuran pada hari Sabtu, tanggal 22 Juli 2023.

Diakhir wawancara, Parno menyebutkan bahwa dikeluarga mereka tidak ada satu orangpun yang bekerja sebagai polisi.

“Tidak ada dikeluarga kami yang polisi, baru anak saya yang lulus polisi,” tutupnya. (As)

Soal Kasus Dugaan OTT di Sergai, Ini Kata Kasat Reskrim

0
Negeri
Ket. Poto: Kantor Sat Reskrim Polres Sergai

Sergai, Aktiva.news – Terkait Kasus dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lingkungan Dinas Pendidikan Serdang Bedagai (Sergai) mulai ada titik terang yang kini mulai naik penyidikan maka bakal terancam ditetapkan tersangka.

Dugaan tersebut, Sat ReskrimSat Reskrim Polres Sergai berhasil mengamankan Kepsek SMP Negeri 2 Bandar Khalifah inisial RS selaku Ketua MKKS SMP Negeri se-Sergai dan inisial ST selaku Kepsek SMPN 1,Tebing Syahbandar sebagai Sekretaris MKKS berikut uang tunai sebesar Rp 23.700.000, pada Rabu (13/7/2023) kemarin sekitar pukul 14:00 WIB.

Saat dikonfirmasi wartawan Jumat (21/7), Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta, S.I.K melalui Kasat ReskrimKasat Reskrim AKP Made Yoga Mahendra, S.I.K menegaskan kasus dugaan OTT tersebut dari penyelidikan mau dinaikan menjadikan penyidikan.

“Mau naik sidik. Kita lagi dilengkapi mindiknya, nanti setelah gelar ditetapkan tersangka,”ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Dikatakan AKP Made, Sat ReskrimSat Reskrim Polres Sergai juga sudah memeriksa dan memintai keterangan terhadap Kepala Sekolah dan Pengurus musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

“Kepala sekolah dan pengurus MKKS sudah dimintai keterangan.
Kalau Kabid SMP belum diperiksa,”tegasnya.

Terpisah, Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Deli Serdang, Sergai dan Tebing Tinggi Alamsyah SH memberikan apresiasi kepada Sat ReskrimSat Reskrim Polres Sergai yang telah terus mengusut tuntas dugaan OTT terhadap dua Kepala Sekolah yang juga sebagai pengurus MKKS SMP Negeri se-Sergai.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Polres Sergai, karena sudah berani menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan. Dengan sudah ditetapkannya statusnya sebagai penyidikan kita berharap segera Polres Sergai menetapkan tersangkanya dalam beberapa waktu kedepan.

Namun disisi lain polres Sergai masih dibebani tugas dan tanggung jawab yang berat yaitu nantinya apabila sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka maka secara objektif dan profesional pihak polres sergai harus mendalami siapa yang memerintahkan melakukan pungli dan kemana uang tersebut akan disetorkan “katanya.

Tim

Wakil DPRD Jamil Tuding Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Berbohong

0
BPJS
Jamil Zeb Tumori Saat Dikonfirmasi Usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Selasa (18/07/2023) lalu. (Dok/Istimewa)
Sibolga – Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori menuding Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Sibolga melakukan pembohongan publik.

Jamil menegaskan, buruknya kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan alokasi anggarannya diketahui menurun berdasarkan LKPD pemerintah Kota Sibolga yang diungkapkan oleh BPKAD Sibolga dalam sidang resmi Paripurna DPRD, Selasa (18/07/2023) lalu.

“Saudara Boy, jangan menganggap LKPD pemerintah kota Sibolga itu bohong. Itu dalam sidang Paripurna diungkapkan oleh PKAD Kota Sibolga. Jadi jangan menganggap pemerintah kota Sibolga itu bohong dan DPRD Sibolga itu tak mampu melakukan pengawasan,” tegas Jamil.

“Seperti saudara katakan bahwa pekerja rentan 5000 orang, tambahan Pekerja Rentan 2000 orang, nelayan 2000 orang, THL 2000 orang. Jangan bohong, bahwa telah terjadi penurunan alokasi anggaran BPJS Ketenagakerjaan Sibolga tahun 2022 itu Rp 3.528.000.000, sedangkan tahun 2023 itu Rp 2.339.000.000, ini datanya dari PKAD Sibolga,” sambungnya.

Tak hanya itu, pimpinan DPRD Sibolga itu juga mengingatkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga bahwa tahun 2022 data nelayan tidak jadi dimasukkan karena alokasi anggarannya double dan tidak ada kepastian pemasukan data nelayan tersebut.

“Barulah nanti tahun 2023 data tersebut dimasukkan. Tapi ingat, alokasi anggaran tahun 2023, itu masih bulan 10, konon lagi ditambahkan Rp 10 miliar, sementara anggaran untuk santunan kematian juga belum di notice pemerintah kota. Jadi jangan berharap ada mukjizat bertambahnya anggaran ini,” ungkap Jamil.

Jamil kemudian menyinggung soal santunan kematian sebesar Rp 1 juta bagi setiap yang meninggal yang belum terbayarkan. Dia pun meminta komisi II DPRD Sibolga mengetahui hal ini.

“Apa mungkin didahulukan BPJS Ketenagakerjaan ini tambah nelayan 2000 orang, sementara BPJS Ketenagakerjaan ini juga sampai bulan 10 itu pemerintah kota masih mengalokasikan Rp 2.339.000.000, sampai bulan 10 loh,” bebernya.

Ironisnya, Jamil kembali mengingatkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sibolga jangan berbohong. Pasalnya, yang sampai 10 bulan ini Rp 2.339.000.000, BPJS Ketenagakerjaan belum mengajukan surat permohonan pencairan anggaran, sehingga banyak klaim yang belum terbayarkan.

“Sampai bulan Mei, ya ada permohonan, tapi dari bulan Mei sampai bulan Juli ini belum ada surat permohonan saudara, kalau ada tunjukkan ke saya, tunjukkan ke publik, bahwa saudara sudah mengajukan. Itulah kinerja saudara itu buruk,” kata Jamil.

Jamil mengungkapkan, bahwa sebelumnya dia telah memanggil Heru, salah seorang dari pihak BPJS Ketenagakerjaan Sibolga dan mempertanyakan permasalahan yang dialami warga.

“Masalah tidak tahu, kalau dia meninggal, harus ada seperti yang bapak bilang, 7 hari. Tapi ternyata sampai saat ini saya sudah panggil Heru di DPRD, saya tanya sama beliau, Heru apa masalah masyarakat ini, ini suaminya meninggal bulan April, tapi belum terbayarkan. Heru bilang, ternyata belum diajukan permohonan, jadi kinerja siapa yang buruk?,” tutur Jamil.

“Jadi jangan main data kepada kami, tapi bandingkan data itu sesuai dengan pengajuan alokasinya, itu baru benar. Jangan lakukan pembelaan dengan kebohongan, tingkatkan kerja. Dan, ini belum saya buktikan kinerja saudara, seperti saudara bilang 7 hari ya, dan kami buktikan bahwa saudara tidak bekerja maksimal, ada nelayan yang kecelakaan tapi saudara tidak datang, hanya kasih Rp 1 juta,” lanjutnya.

Selain itu, Jamil juga mengungkapkan tentang seorang nelayan warga Parombunan, Kelurahan Aek Habil yang mengalami buta mata, nelayan tersebut punya BPJS tapi tidak diproses.

“Jadi buktikan antara data dan fakta yang ada. Saya akan buktikan itu, dan nelayan juga tunggu tanggal mainnya. Saya Jamil Zeb Tumori, pengawas BPJS Ketenagakerjaan dari APBD Kota Sibolga. Doakan, kita akan buktikan, uang rakyat dipergunakan dengan tepat dan dengan SOP yang jelas,” pungkas Jamil. (Syaiful)

Polisi di Labuhanbatu Ringkus Nenek-Nenek Dengan Keadaan Sakit, Terkesan Dipaksakan

0
Labuhanbatu – Polres Labuhanbatu diduga melakukan kekerasan terhadap seorang Nenek bernama Terpetua boru Sianturi kedalam tahanan karena diduga melakukan perlawanan terhadap petugas terkait penyerobotan lahan.

Diketahui, Terpetua br Sianturi (63) Warga Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berada di dalam tahanan, dan terkonfirmasi dalam kondisi sakit.

Kuasa Hukum dari Terpetua br Sianturi, Dr (c) Ramces Pandiangan, SH, MH, Kamis (20/7/2023) menyayangkan sikap Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Labuhanbatu yang menahan seorang nenek yang bernama Terpetua beserta suaminya.

“Bagaimana sesungguhnya Polisi menjalankan SOP penangkapan,” ujar Ramces sembari mempertanyakan prosedur penangkapan oleh pihak APH.

Ramces menyebutkan penangkapan Jani Tamba (suami dari Terpetua br Sianturi) oleh personil Polres Labuhanbatu dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Selain menggunakan cara kekerasan, kata Ramces, APH tidak menggunakan cara yang humanis sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Apa dasar personil Polres Labuhanbatu menangkap Jani Tamba? dan apakah humanis dan manusiawi, seseorang yang sudah berumur 65 tahun ditangkap dengan cara menodongkan pistol ke pipinya dan diseret-seret layaknya hewan,” kata Ramces seraya menyayangkan sikap oknum personil Polres Labuhanbatu yang dinilai tidak profesional.

Bahkan, masih kata Ramces, personil
Polres Labuhanbatu mendatangi dan menangkap paksa keluarga Jani Tamba tidak menggunakan seragam dinas kepolisian.

“Iya benar, paman saya diseret dan di todongkan pistol ke pipinya. Sehingga spontan kami sebagai keluarga kandung dari Jani Tamba melakukan perlawanan,” tambah Ramces seraya meniru perkataan Marganda Rajagukguk yang merupakan keponakan Jani Tamba.

Sangat wajar, kata Ramces, Dapit Tamba yang merupakan anak dari Terpetua br Sianturi dan Jani Tamba melakukan perlawanan dengan spontan karena orangtuanya ditodong pistol ke pipinya dan diseret-seret oleh oknum personil Polres Labuhanbatu.

“Bahkan pihak kepolisian Rantauprapat tidak membawa dan tidak menunjukkan surat tugas, dan tidak membawa aparat desa. Seharusnya aparat kepolisian Rantauprapat sebaiknya berbicara baik dan membawa aparat desa,” tegas Ramces.

Menurut Ramces, terkait Laporan Polisi (LP) yang dilayangkan kepada pihak keluarga Jani Tamba belum valid.

“Apakah LP penyerobotan yg di laporkan sudah di validasi kebenaran nya. Siapa pemilik tanah ? Siapa saja penjualnya ? Siapa saksi saksi/ Siapa batas batasnya. Apa yang terdapat di tanah itu? Apakah penjual ada tanda tangan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Labuhanbatu, AKBP James Hutajulu Melalui Kasi Propam, Iptu Iwan Mashuri, membantah atas penangkapan tersangka tidak sesuai prosedur.

“Kita sudah lakukan sesuai dengan peraturan, surat perintah penangkapan juga kami tunjukan ke tersangka dan pemberkasannya juga sudah P-21, hari Senin ini dilimpahkan ke jaksa penuntut umum” terang Iwan Melalui Telepon WhatsApp, Jumat (21/07/2023) siang.

Pihaknya juga membantah petugas melakukan penganiayaan ketika tersangka diringkus Polisi.

“Yang amankan tersangka petugas perempuan, jadi tidak ada pemukulan yang diberitakan sebelumnya, “bantah Iwan.

Ia juga mengatakan tersangka terus menerus mendapat perawatan dari dokter kesehatan Polres Labuhan Batu.

“Tim Biddokkes secara rutin memeriksa kesehatan tersangka bang, kita tetap jaga tersangka dengan keadaan baik-baik, “pungkasnya. (As/Red/Tim)

BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Klaim Anggaran Tahun 2023 Lebih Meningkat Dari Sebelumnya

0
BPJS
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Boy Citra Lumban Tobing Saat Dikonfirmasi di Kantornya
Sibolga – Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Boy Citra Lumban Tobing, menanggapi apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori, tentang pengurangan pembayaran (iuran) kepesertaan sebesar Rp 1,4 miliar tahun 2023.

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Sibolga mengklaim bahwa anggaran dan jumlah peserta pada tahun 2023 lebih meningkat dibandingkan tahun 2022.

Kepada aktiva.news, Kacab BPJS Ketenagakerjaan Sibolga menunjukkan data (jumlah peserta) dan jumlah pembayaran tahun 2022 dan tahun 2023.

Tahun 2022, Pekerja Rentan sebanyak 5000 orang, iuran Sebesar Rp 1.008.000.000, Tambahan Pekerja Rentan 2000 orang Rp 33.600.000, THL 2000 orang Rp 403.200.000, Nelayan 2000 orang Rp 403.200.000, DPRD 20 orang Rp 191.000.000, total 11.020 orang Rp 2.039.000.000.

Sedangkan di Tahun 2023, Pekerja Rentan 5000 orang, iuran sebesar Rp 1.008.000.000, Tambahan Pekerja Rentan 2000 orang Rp 403.200.000, THL 2800 orang Rp 564.480.000, Nelayan 2000 orang Rp 403.200.000, DPRD 20 orang Rp 488.157.120, total 11.820 orang Rp 2.867.037.120.

“Tahun 2022 itu sebanyak 11.020 orang, jumlah total iuran sebesar Rp 2.039.000.000. Kalau tahun 2023 itu sebanyak 11.820 orang total iuran Rp 2.867.037.120, kan ada penambahan kuota sebanyak 800 orang. Artinya kan meningkat dari tahun 2022 ke 2023,” kata Boy saat dikonfirmasi di kantor BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Kamis (20/07/2023).

Selain itu, Boy juga mengklaim bahwa hubungan BPJS Ketenagakerjaan dengan pemerintah kota Sibolga sangat baik.

“Hubungan kami dengan pemerintah kota Sibolga baik-baik saja kok, malah mendukung program kami 100 persen. Dan Kalau soal koordinasi, kita selalu koordinasi, dengan pihak DPRD, pemerintah. Pastinya kerjasama kami dengan pemko itu sangat baik. Bahkan anggota-anggota DPRD sering ke sini (kantor) malah, membantu proses percepatan orang yang meninggal,” ucap Boy.

“Jadi kalau dibilang hubungan kami buruk, dari sisi mana?,” tanya dia.

Saat ditanya apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga tersebut tidak benar dan bertolak belakang dengan keterangannya, Boy tidak mau berkomentar banyak.

“Kalau itu saya gak mau membahas itulah, tapi kalau ditanya ke saya, datanya seperti ini,” kata Boy.

Kemudian, soal ABK Kapal, Boy juga mengklaim bahwa pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan PPN.

“Kalau pergi ke PPN, di situ ada stand kami untuk menerima kapal yang berlayar, itu sudah terdaftar semua,” ujarnya.

Mengenai klaim BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung APBD ataupun perusahaan, Boy mengaku pihaknya hanya badan penyelenggara dan tidak punya wewenang untuk menindak hal tersebut.

“Kalau seandainya ditanya ke kami, siapa sih BPJS Ketenagakerjaan itu, kami kan hanya badan penyelenggara, kalau ditanya soal fungsi penyelenggara itu gak di kami, itu bagian pegawai pengawas dari provinsi,” jelasnya.

Sedangkan klaim untuk orang meninggal, jika berkasnya sudah lengkap, itu paling lambat 7 hari sudah selesai semua.

“Tapi kalau misalnya ada masalah internal di kami, itu ada pengecualian. Contoh kasus ahli warisnya bermasalah, itu harus menunggu persetujuan, kemudian berkaitan dengan masalah administrasi di internal kami, itu urusan kami di kantor pusat, makanya kami butuh waktu. Tapi kalau tidak ada masalah, 7 hari sudah selesai kok,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, aktiva.news masih berupaya menggali informasi lebih dalam dari otoritas terkait. (Syaiful)