Beranda blog Halaman 177

Kepala Desa Muda Ini Ditangkap Karena Ingin Bakar Polisi di Langkat, Seram!!!

0
Asri Nurmala Sitepu merupakan Kepala Desa Lau Mulgap yang ditangkap polisi karena telah melakukan penyerangan hingga ingin membakar 4 personel Polres Langkat.

Kepala Desa termuda Langkat bernama Asri Nurmala Sitepu ini melakukan penyerangan pada saat polisi mau menangkap suaminya berinisial E.

Awalnya Polres Langkat ingin menangkap tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Ketua PAC IPK, Simson Sembiring (41). Salah satu tersangka itu adalah E.

Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander mengatakan, perbuatan Asri sangat membahayakan anggotanya. “Tersangka (Asri Nurmala) ini adalah istri dari tersangka E,” ujar Rio, Kamis (14/9/2023).

Ketika dilakukan penangkapan terhadap E, ada sekitar 27 personel polisi yang diturunkan dengan mengendarai 6 mobil ke Desa Lau Mulgap. Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas dibagi dua tim.

Ada tim yang hendak menangkap E dan tim lainnya menggerebek kantor FKPPI di depan rumah E.

Pada saat itu, ada 12 orang yang diamankan dari dalam kantor FKPPI dan dibawa ke Polres Langkat. Sedangkan E melarikan diri. Penyerangan terhadap polisi pun dimulai ketika tim yang ingin menangkap E hendak bergegas meninggalkan lokasi.

“Tiba-tiba ibu si E ini meneriaki petugas dengan sebutan rampok. Teriakan itu membuat massa berdatangan. Ibu E ini coba menghalangi petugas untuk pergi dengan cara menarik tali senjatanya,” ujarnya.

“Di momen itu pula, Asri memprovokasi warga. Ia mengucapkan kata tidak senonoh dan meminta massa agar menghadang petugas pergi,” tambahnya.

AKBP Rio menyampaikan situasi saat itu mulai mencekam. Mobil seorang polisi dikepung dan dilempari batu sehingga mengalami kerusakan. Tak berhenti di situ, ada beberapa warga yang menyiram badan 4 personel polisi dengan minyak pertalite.

“Di situ, Asri dan temannya memaksa petugas untuk membebaskan tersangka yang sudah ditangkap. Asri mengatakan kalau tidak mereka akan membakar mobil dan petugas,” ucapnya.

Alex mengungkapkan saat itu petugas lainnya hendak menyelamatkan 4 personel yang disekap. Namun warga memalang jalan menuju ke lokasi dengan membakar ban dan meletakkan dua unit sepeda motor di tengah jalan.

Kepala Desa
Asri Nurmala Sitepu merupakan Kepala Desa Lau Mulgap yang Mengenakan Baju Tahanan Dengan No 01

“Tapi terakhirnya, petugas dapat menyelamatkan 4 petugas yang ditahan warga. Lalu, 4 petugas itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan atas luka penganiayaan yang dilakukan para pelaku,” tutupnya.

Ada pun dari peristiwa itu, selain Asri, ada tersangka lain yang sudah ditangkap, yakni ES, JS, dan JPB. Saat ini, empat tersangka ini ditahan di Polres Binjai dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kepala Desa Lau Mulgap, Asri Nurmala Sitepu ditangkap karena penyerangan hingga ingin membakar 4 personel Polres Langkat.

Asri Nurmala Sitepu merupakan salah satu dari 165 Kepala Desa yang terpilih dalam Pilkades serentak di Kabupaten Langkat pada tahun 2022.

Asri Nurmala Sitepu (25) adalah istri dari Ketua Rayon FKPPI Kecamatan Sirapit yang sering disapa Ketua Ebi merupakan Kades termuda dari semua yang dilantik di Kabupaten Langkat.

Asri Nurmala Sitepu Kades termuda di Kabupaten Langkat dilantik di Aula Jentra Malau, Kamis (4/8/2022)

 

Polisi Lepas Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Positif Narkoba

0
Oknum anggota DPRD Labuhanbatu berinisial APR positif narkoba, namun ia bebas dari tahanan meski sempat dibawa ke Polres Labuhanbatu.

Anggota DPRD itu ditangkap Satresnarkoba Polres Labuhanbatu dan Denpom 1/1-2 Rantau Prapat ketika didalam sebuah KTV di Kecamatan Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, Rabu (13/9) malam.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu Iptu Parlando Napitupulu membenarkan bahwa APR memang tidak ditahan. Parlando menyebut APR mengajukan permohonan rehabilitasi.

“Tidak ditahan, APR mengajukan permohonan rehab dan menunggu pelaksanaan asesmen medis oleh BNNK Labura,” kata Parlando, Jumat (15/9/2023).

Iptu Parlando Napitupulu juga mengungkapkan APR diamankan bersama 5 orang lainnya.

“Jadi dia di tempat karaoke, lagi nyanyi-nyanyi lah. Dirazia, dites urine, positif narkoba ternyata,” kata Parlando.

Meski begitu, Parlando mengatakan saat razia, pihaknya tidak menemukan barang bukti di sana. (As/kmp/dt/red)

 

Kapolres Mengaku Tidak Ada Pungli Pembuatan SIM di Polres Binjai

0
BINJAI | Dengan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Polres Binjai terus berupaya untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun Kota Binjai yang lebih baik dan berkembang.

Kapolres Binjai, AKBP Rio Alex Panelewen menegaskan tidak ada pungutan liar (Pungli) pada pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Binjai seperti pemberitaan di salah satu media online.

Dia juga meminta jajaran Polres Binjai memberikan pelayanan yang Humanis, Prosedural dan Akuntan.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Polres Binjai saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM, Pada Jumat, (15/09/23).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Binjai langsung mendatangi dan memeriksa satu demi satu ruangan pelayanan. Tak hanya itu, Ia juga sempat berdialog atau berkomunikasi langsung dengan pemohon SIM sambil menanyakan terkait pelayanan pembuatan SIM.

“Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, humanis, prosedural dan akuntabel,” kata Rio

Rio menyebut, pelayanan yang baik adalah hak setiap warga negara. Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang SIM dan hal-hal terkait lainnya.

Menurut Kapolres, polisi tidak untuk dilayani masyarakat, tetapi sebaliknya harus menjadi pelayan bagi masyarakat. Selain pimpinan, masyarakat juga bisa melakukan pengawasan.

“Silahkan laporkan jika ada anggota (Polisi) yang melakukan pelanggaran,” pintanya Kepada salah satu pemohon SIM, sembari Kapolres menanyakan terkait dengan pelayanan personel Satlantas Polres Binjai dan besaran biaya pembuatan SIM.

Setelah melakukan Sidak, Kapolres kepada seluruh petugas pelayanan penerbitan SIM dan Satlantas Polres Binjai mengingatkan agar tidak main-main dalam pelaksanaan tugas termasuk tidak melakukan pungli.

“Untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, Satlantas harus bersih dari Pungli. Mari lakukan pelayanan kepada masyarakat dengan baik dan humanis,” ungkap AKBP Rio Alex Panelewen.

Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Binjai AKP Agus Ita Br Ginting membantah tentang pemberitaan yang menyebutkan ada pungli pembuatan SIM di Polres Binjai.

“Itu tidak benar pak, bersangkutan (wartawan) tersebut tidak ada konfirmasi ke kita, itukan berita sepihak saja, tidak ada bukti bisa disebut fitnah, kita sudah coba memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat dalam pengurusan SIM,” pungkasnya.

(Surya Turnip)

Tekan Angka Stunting di Dairi, Bupati Eddy Berutu Bagikan Bantuan Ibu Hamil dan Balita

0

DAIRI– Untuk menurunkan angka stunting khususnya di Desa Pegagan Julu VII, Kecamatan Sumbul, Pemerintah Kabupaten Dairi membagikan bantuan kepada ibu hamil dan anak yang rentan terkena stunting, Jumat (15/9/2023).

Pemberian bantuan tersebut diadakan di kediaman Kepala Desa Pegagan Julu VII Juara Purba yang diserahkan langsung Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu.

Eddy Berutu mengatakan era reformasi pembangunan saat ini sudah dipusatkan ke desa secara bertahap. Sehingga anggaran untuk pembangunan desa langsung ditransfer ke masing-masing desa oleh Pemerintah Pusat.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Dairi tentunya akan mendukung program tersebut, seperti yang dilakukan Desa Pegagan Julu VII, yakni memberikan bantuan untuk mencegah stunting kepada ibu hamil, balita, dan anak yang rentan terkena stunting.

“Indonesia sudah bertekad untuk menjadi negara maju. Hal ini bisa terjadi jika generasi muda saat ini mendapatkan perhatian melalui penyediaan kesehatan yang baik. Hal itu dimulai sejak bayi berada dalam kandungan, agar tidak terjadi stunting dalam melewati tumbuh kembangnya. Para ibu disarankan untuk mengunjungi posyandu secara rutin dan memonitor perkembangan bayi,” ujar Bupati Dairi Eddy Berutu.

Selain memberikan bantuan untuk pencegahan stunting, Bupati Dairi juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terkena bencana alam di desa tersebut pada beberapa waktu lalu. (Nik)

Tinjau Pembangunan Jalan Kuta Buluh – Lau Perimbon, Bupati Dairi Harapkan Adanya Peningkatan Ekonomi Masyarakat

0

DAIRI – Pembangunan jalan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur tapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, perlu bagi kontraktor yang bertanggungjawab untuk memberdayakan masyarakat setempat selama proses pembangunan sehingga pendapatan mereka juga meningkat.

Demikian disampaikan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat melakukan pemanatauan pembangunan Jalan Kuta Buluh-Lau Perimbon, Kecamatan Tanah Pinem, Rabu (13/9/2023). Dalam kunjungan tersebut, Eddy memantau bagaimana progres yang dihasilkan sejak ditandatanganinya kontrak pada 13 Juli 2023 silam.

Disampaikan Eddy, pembangunan infrastruktur memberikan peranan yang sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur mengingat ketersediaan infrastruktut merupakan pendukung kegiatan ekonomi dan pertumbuhan dunia usia.

“Kami selaku aparatur pemerintah terus berupaya dalam melakukan komunikasi dengan pimpinan yang ada di provinsi maupun pusat untuk membantu penyediaan infrastruktur di Dairi, baik melalui hibah, program kerja, dan lainnya. Dikarenakan keterbatasan anggaran, maka kita harus melakukan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Untuk itu kami harapkan dukungan dari seluruh masyarakat Dairi untuk bersabar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eddy Berutu menyampaikan seusai pembangunan jalan selesai, maka Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi harus memasang rambu-rambu di sepanjang jalan, memasang lampu penerang tenaga surya, dan memasang mata kucing sebagai penanda batas agar pengendara tidak keluar dari jalur.

Menanggapi pernyataan tersebut, Jeki Purba selaku pengawas lapangan menyampaikan pembangunan jalan senilai Rp. 3.675.123.000,45 tersebut telah memberdayakan masyarakat setempat dalam selama proses pembangunannya.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memperkerjakan masyarakat dalam proyek ini, melalui pekerjaan-pekerjaan ringan seperti konstruksi penggalian, pengadukan semen, dan sebagainya. Sementara untuk pekerjaan yang berat, kita tetap menggunakan tenaga kerja yang terkualifikasi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Tohap Sihombing selaku konsultan proyek menyampaikan dana pengerjaan jalan Jalan Kuta Buluh – Lau Perimbon bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Dairi dan direncanakan rampung pada 9 Desember 2023 atau sekitar 150 hari kalender.

“Jalan ini akan dibangun menggunakan hotmix dengan lebar tiga meter. Pada sisi jalan, kita juga akan memasang rigid atau beton bertulang, sehingga total lebar jalan 4.2 meter. Jadi nanti mobil mini bus bisa lewat dengan nyaman,” ucapnya. (As)

Pria Tamatan SMA Jadi Dokter Gadungan Selama 2 Tahun Dengan Gaji 7 Juta

0
Aksi nekat yang dilakukan Susanto menjadi pembelajar buat para perusahan dan Medis. Ia hanya tamat SMA namun menjadi dokter gadungan yang sudah dua tahun praktek di PT Pelindo Husada Citra (PHC).

Dokter gadungan, Susanto berhasil menipu PT PHC selama dua tahun dan praktik di klinik K3 wilayah kerja Pertamina di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Padahal, Susanto merupakan seorang lulusan SMA. Namun, ia berhasil meraup gaji Rp 7 juta berserta tunjangan lainnya setiap bulan.

Dokter gadungan itu bisa bekerja bermula dua tahun lalu PT PHC membuka lowongan kerja dan merekrut pegawai secara online.

Santoso tertarik melihat lowongan tersebut.
Trik lama menipu digunakan kembali. Agar bisa mengisi formulir pendaftaran dia kemudian mencari dokter di media sosial Facebook.

Hingga pada akhirnya Santoso menemukan akun dr Anggi Yurikno, seorang dokter asal Bandung. Lalu, semua identitas dokter yang asli itu dicuri oleh Santoso. Kemudian digunakan melamar kerja. Hasilnya, dokumen fiktif itu membuat Santoso diterima kerja.

Direktur Utama PT PHC dr Subardjo mengaku telah kecolongan. Bahkan, sebelum kasus ini terungkap Santoso rencananya akan mendapat kontrak kerja selama 7,5 tahun. Dalam kasus ini, dia memastikan tidak ada pasien yang menjadi korban.

“Dia tugas sebagai dokter umum di klinik OHiH. Melayani tes kesehatan pekerja Pertamina sebelum kerja. Tugasnya hanya mengecek kesehatan pekerja, bukan memberi resep obat,” ujarnya, Selasa (13/9/2023).

Kisah Santoso ini lumayan menggegerkan publik. PT PHC berharap kasus tersebut bisa dijadikan pelajaran.

Dokter gadungan
Wajah Dokter Gadungan Tamatan SMA

Terutama bagi perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja, ada baiknya teliti memeriksa dokumen-dokumen pelamar kerja.

Aksi Susanto terhenti ketika Ika Wati, pegawai RS meminta berkas persyaratan lamaran pekerjaannya lagi. Hal itu dilakukan untuk memperpanjang masa kontrak kerja Susanto alias dr Anggi Yurikno palsu.

“Mulai dari FC Daftar Riwayat Hidup (CV), FC Ijazah, FC STR (Surat Tanda Registrasi), FC KTP, FC Sertifikat Pelatihan, FC Hiperkes, FC ATLS, sampai FC ACLS atas nama DR. Anggi Yurikno,” kata Ugik dalam surat dakwaannya, Selasa (12/9/2023).

Susanto akhirnya mengirim berkas itu ke Ika Wati via chat WhatsApp. Dari situ lah aksi Susanto menipu dengan menggunakan identitas dr Anggi Yurikno terbongkar. Ika Wati yang curiga dengan foto dan berkas Susanto, langsung mengkroscek secara detail beberapa kali.

Ika Wati menemukan perbedaan antara foto wajah Susanto dengan Sertifikat Tanda Registrasi yang dikirimkan, yakni atas nama dr Anggi Yurikno. Ika Wati lantas mengkroscek ke website, kembali ditemukan ada perbedaan data.

Ika Wati lantas membandingkan foto yang ada di website dengan foto yang saat verifikasi, begitu juga kartu dari anggota IDI. Alhasil, kecurigaan dan kesalahan pun ditemukan.

Dari hasil penelusurannya, ditemukan bahwa Susanto bukan lah dr Anggi Yurikno. Sementara, dr Anggi Yurikno bekerja di Rumah Sakit Umum Karya Pangalengan Bhakti Sehat Bandung.

Kasus ini pun bergulir di meja hijau. Santoso sekarang tengah diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

Tahun 2011 lalu dia sudah pernah dipenjara lantaran menjadi dokter gadungan di beberapa rumah sakit di Kalimantan.

Dokter Anggi Yurikno mengaku identitasnya dipalsukan oleh Susanto untuk melamar pekerjaan dokter di RS PHC Surabaya pada 2020 lalu.

“Terdakwa pakai nama saya untuk bekerja sebagai dokter,” kata dr Yurikno dalam persidangan di PN Surabaya, Senin (11/9/2023).

Berdasarkan info beredar di internet, Dokter Anggi Yurikno merupakan dokter umum yang saat ini praktek di Bandung, Jawa Barat.

Pria kelahiran 22 November 1989 itu tercatat pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh.

Dokter Anggi Yurikno tercatat sebagai anggota dari Asian Pacific Society of Respirology. Melihat akun Instagramnya @anggi_yurikno, dokter satu ini telah memiliki keluarga kecil.
(As/Trsb/Dt/Red)

Sumatera Utara Jadi Prioritas BNN Dalam Pemberantas Peredaran Narkoba

0
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Golose mengatakan Provinsi Sumatera Utara jadi prioritas dalam memberantas peredaran narkoba.

“Untuk penanganan narkotika akan dilaksanakan secara extra ordinary. Secara extra ordinary sama dengan pelaksanaan kita melaksanakan penanganan terhadap inflasi dan juga stunting,” ujar Petrus usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo yang membahas soal narkoba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/9/2023) lalu.

“Kemudian salah satu yang menjadi prioritas adalah Sumatera Utara. Di sini sudah hadir bapak Kapolda, bapak Pangdam. Termasuk ada 9 daerah yang lain. Jadi totalnya ada 10 daerah,” tegasnya

Petrus menyebutkan, penanganan secara extra ordinary yang dimaksud nantinya tetap dalam koridor penegakan hukum, pencegahan dan rehabilitasi.

Terlebih, saat ini angka prevalensi pengguna narkoba di Indonesia mencapai 1,95 persen atau setara dengan 3,66 juta orang.

“Ini yang menjadi catatan bagi kita. Dan kalau kita lihat bersama bahwa terutama di Sumut, jumlah tahanan atau narapidana sangat tinggi di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Berarti juga banyak pengguna yang harus kita rehabilitasi,” ungkap Petrus.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sekitar 3,6 juta jiwa menyebabkan lapas mengalami kelebihan kapasitas.

“Ini yang menjadi catatan bagi kita. Dan kalau kita lihat bersama bahwa terutama di Sumut, jumlah tahanan atau narapidana sangat tinggi di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Berarti juga banyak pengguna yang harus kita rehabilitasi,” ungkap Petrus.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sekitar 3,6 juta jiwa menyebabkan lapas mengalami kelebihan kapasitas.

“Oleh sebab itu pada siang hari ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mencari sebuah lompatan, terobosan agar kejahatan luar biasa ini bisa kita kurangi, kita selesaikan dengan baik,” jelas Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas soal narkoba pada Senin siang.

Menurut Presiden, dirinya sudah berbicara dengan sejumlah aparat terkait di daerah untuk melakukan penanganan narkoba.

Kemudian, Jokowi menegaskan bahwa penegakan hukum harus lebih tegas terhadap kasus penyalahgunaan narkoba.

Sebab aparat penegak hukum juga ada yang terlibat di dalam peredaran narkoba.

“Kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang di dalamnya. Ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka,” tutur Presiden.

“Kemudian yang ketiga yang berkaitan dengan rehabilitasi pada pelaku karena di lapas juga belum. Kemarin ada usulan dari pangdam untuk bisa dilakukan di riesimen induk daerah militer (rindam), di setiap komando daerah militer (Kodam),” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga menyinggung soal pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Terutama untuk narkoba selundupan yang dilakukan dengan beragam cara.

“Saya kira agar kita fokus saya ingin nanti juga memutuskan kita dikerjakan, nggak di semua provinsi dulu lah, mungkin 5 besar, provinsi 5 besar yang narkobanya paling tinggi. Kita fokuskan di situ. Atau 10 besar, tapi nanti kita putuskan setelah kita berbicara di sini,” tambah. (As)

Model Virly Virginia Ikut Terseret Kasus Pemeran Film Dewasa di Jakarta

0
Model seksi Virly Virginia kini menjadi sorotan, setelah ikut berperan dalam film dewasa yang berjudul ‘Kramat Tunggak’ bersama Siskaeee.

Film dewasa Kramat Tunggak dengan pemeran Siskaeee dan Virly Virginia, merupakan garapan dari rumah produksi Kelas Bintang yang baru saja digrebek Polda Metro Jaya.

Ada lima orang yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sederet artis dan selebgram pun dibocorkan pernah jadi pemeran dalam film dewasa produksi Kelas Bintang.

Virly Virginia buka suara. Ia mengaku sangat menyesal pernah bekerjasama dengan Kelas Bintang diduga untuk menjadi pemeran dalam film dewasa Kramat Tunggak.

“Kalau dibilang nyesel ya sebenarnya pasti ada ya,” kata Virly Virginia, Rabu (13/9/2023).

Virly mengakui rasa penyesalannya itu karena dirinya menerima dampak besar, karena diduga menjadi pemeran dalam film dewasa Kramat Tunggak.

“Karena dampaknya ke sekarang, Dampaknya terlalu besar. Ya gitu lah,” ucapnya.

Namun, Virly menegaskan dirinya tidak dipaksa oleh pihak Kelas Bintang menerima tawaran pekerjaan tersebut, hanya saja ia terpaksa menerimanya karena keadaan.

“Kalau ditanya dipaksa engga dipaksa. Kalau terpaksa karena kembali lagi hidup butuh materi atau uang,” ujar Virly.

Terkait kasus produksi film dewasa Kelas Bintang, Penyidik Polda Metro Jaya berencana akan memanggil Siskaeee dan Virly, untuk dimintai keterangannya, Jumat (15/9/2023).

Mayat Membusuk Gegerkan Warga Sergai, Kapolsek: Kita Tunggu Hasil dari Tim INAFIS

0

Sergai, Aktiva.news – Sosok mayat Mr-X diduga jenis kelamin laki-laki ditemukan dengan kondisi membusuk di areal PTPN III Afd 4 Rambutan, Sibarau Desa Pertapaan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumut, Selasa (12/9) pagi.

Pantauan media ini di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi mayat itu sudah membusuk, dengan sebagian badan hingga kepala tinggal tengkorak yang diduga termakan waktu, namun dari perut kebawah terlihat masih ada daging membalut tulang korban dengan mengenakan celana yang sudah menghitam.

Petugas kepolisian Polsek Tebing Tinggi dan Pemerintah kecamatan Tebing Tinggi turun ke TKP mayat tersebut. Kemudian ada juga sudah dipasang police line / atau garis polisi di dua titik.

Atas temuan mayat Mr x tersebut, masyarakat digegerkan dan berbondong-bondong melihat langsung ke areal perkebunan.

Menurut Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Saepullah, S.So saat diwawancarai wartawan menyebutkan pihaknya pada sekitar pukul 10.20 Wib, kami menerima ada laporan penemuan mayat di Areal Perkebunan Rambutan, awalnya informasi itu dari beberapa orang yang mencium bau kurang sedap ketika dicari-cari akhirnya ditemukan ada sesosok mayat yang tidak dikenal atau Mr-X.

“Melalui pekerja kebun melaporkan kepada Kepala Dusun selanjutnya melaporkan ke Polsek Tebing Tinggi. Dan saya dengan, Camat, Sekcam, dan Sekdes langsung turun ke lokasi meninjau penemuan mayat yang diperkirakan 20 hari,”ujarnya.

Lanjut Kapolsek, kita juga sudah menghubungi tim INAFIS Polres Tebing Tinggi dan saat ini sedang menuju TKP. Sampai saat ini juga Polsek Tebing Tinggi belum ada laporan terkait orang hilang.

“Kami juga sudah konfirmasi kepada Kepala Desa, Kepala Dusun dan Sekdes, sampai saat ini belum ada warga desa Pertapaan yang melaporkan warganya yang hilang dan jenis kelamin kita perkirakan laki-laki,”papar AKP Saepul.

Untuk dugaan sementara kita, sebut AKP Saepul, belum bisa kita pastikan karena masih dalam penyelidikan dan akan menunggu hasil tim INAFIS.

“Apakah ini ada tindak pidananya atau mati karena sakit kita tunggu hasil dari tim INAFIS. Disini juga ada dua titik yang kita beri garis polisi, yang satu mayat dan yang satu lagi kita temukan ada bekas-bekas plastik yang diperkirakan bekas makan korban,”jelas Kapolsek.

Terakhir, Kapolsek Tebing Tinggi
berharap kepada masyarakat mana tahu ada sanak keluarga dan kerabatnya yang merasa kehilangan segera melapor ke Polsek Tebing Tinggi.

Pada kesempatan itu, Camat Tebing Tinggi Edy Syahputra kepada wartawan mengatakan sampai saat ini terkhusus untuk di Desa Pertapaan atau di Kecamatan Tebing Tinggi belum ada warga yang melaporkan keluarga atau warga yang hilang.

“Kami juga menghimbau apabila ada kerabat atau tetangga yang diluar dari Kecamatan Tebing Tinggi merasa kehilangan, silahkan hubungi pihak kepolisian atau pihak INAFIS Polres Tebing Tinggi yang berkompeten,”ujarnya.

AR

Bupati Eddy Berutu Komitmen Meningkatkan Layanan Posyandu di Dairi untuk Menciptakan Masyarakat Sehat dan Unggul

0

DAIRI – Bupati Eddy Berutu mengatakan akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan posyandu di Kabupaten Dairi.

Bupati mengatakan posyandu memiliki peran penting dalam menjangkau pelayanan kesehatan hingga tingkat terkecil agar fasilitas kesehatan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

“Melalui transformasi posyandu, maka kerja posyandu akan menjadi lebih efektif dan efisien. Posyandu akan menjadi tempat menekan permasalahan kesehatan, mulai dari angka kematian ibu, angka kematian bayi, bayi baru lahir, balita, remaja, hingga lansia,” ucap Bupati melalui Pejabat Sekda Charles Bancin dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu di Kabupaten Dairi Tahun 2023, bertempat di One’s Hotel Sidikalang, Selasa (12/9/2023).

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, rapat koordinasi yang dilaksanakan harus memiliki tindak lanjut rencana aksi dan dapat memberikan hasil yang luar biasa kepada masyarakat.

“Harus kita akui, kesehatan merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM). Maka, melalui peningkatan kualitas kesehatan diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sehat dan unggul. Ini adalah langkah awal agar kita dapat mewujudkan Dairi Sehat, Dairi Cerdas, dan Dairi Unggul,” tutur Bupati melalui Charles Bancin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Henry Manik menyampaikan Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan posyandu di Kabupaten Dairi.

“Pelayanan kesehatan yang berfokus pada arah pencegahan merupakan transformasi layanan primer. Transformasi ini berada di posyandu dan puskesmas. Maka, posyandu, puskesdes, dan pustu akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat,” ujarnya.

Setelah adanya transformasi kesehatan, ujar Henry Manik, kini puskesmas tidak hanya menjadi tempat imunisasi bagi bayi, namun juga mencegah kematian ibu. Oleh karena itu, kehadiran posyandu diharapkan dapat meningkatkan kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

“Peningkatan layanan kesehatan merupakan bentuk komitmen kita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama, Dairi Unggul, dapat kita wujudkan melalui masyarakat yang sehat,” katanya. (Nid)