Selasa, April 16, 2024

Penggunaan Dana Sekolah Tahun 2022 di SMKN 1 Sorkam Dipertanyakan

Tapteng – Penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2022 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dipertanyakan.

Informasi diperoleh, adapun dana BOS di sekolah tersebut pada tahap 1 sebesar Rp 245.760.000, dengan rincian penerimaan peserta didik baru Rp 0, pengembangan perpustakaan Rp 56.551.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 6.500.000, administrasi kegiatan sekolah Rp 8.804.000, kegiatan assesment/evaluasi pembelajaran Rp 4.894.000.

Kemudian, langganan daya dan jasa Rp 41.600.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 68.979.000, penyelenggaraan bursa kerja khusus/praktik kerja lapangan Rp 25.912.000 serta pembayaran honorer Rp 32.520.000.

Selanjutnya pada tahap 2, dana keluar sebesar Rp 196.664.000, dengan rincian penerimaan peserta didik baru Rp 18.050.000, pengembangan perpustakaan Rp 600.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 0, administrasi kegiatan sekolah Rp 8.527.000, kegiatan assesment/evaluasi pembelajaran Rp 39.317.500.

Kemudian langganan daya dan jasa Rp 6.600.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 62.438.500, penyelenggaraan bursa kerja khusus/praktik kerja lapangan Rp 37.611.000 serta pembayaran honorer Rp 32.520.000.

Menurut Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022 telah diatur tentang Petunjuk Teknis (Juknis) penggunaan dana BOS, harus sesuai peruntukan, tepat sasaran dan tidak boleh diselewengkan.

Sebab, dana BOS yang dikucurkan oleh pemerintah tersebut digunakan terutama untuk mendanai belanja non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai pelaksana program wajib belajar, dan dapat dimungkinkan untuk mendanai beberapa kegiatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sayangnya, eks Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sorkam, berinisial OH yang dikonfirmasi sejak Kamis (5/10/2023) hingga Sabtu (7/10/2023), tidak memberikan keterangan apapun. Tak hanya itu, OH juga tidak merespon ketika ditelepon (WhatsApp).

Hingga berita ini diterbitkan, aktiva.news akan mengonfirmasi otoritas terkait. (Syaiful)

BERITA TERKAIT

- Advertisement -spot_img

BERITA LAIN