Kamis, Februari 22, 2024
KPU SUMATERA UTARAspot_img
KPU SUMATERA UTARAspot_img

Mafia yang Ancam Bunuh Wartawan di Medan Kini Diperiksa Polisi

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap mafia gas oplosan LGP yang merupakan Ketua Pemuda Pancasila Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Imran Surbakti, yang ancam bunuh jurnalis.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, saat ini Imran sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan polisi

“Yang bersangkutan masih diperiksa,” kata Fathir, Sabtu (9/9/2023).

Imran diamankan dari kediamannya di kawasan Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai, pada Jumat (8/9/2023).

Ancam Bunuh

“Kita amankan tadi malam di rumahnya” sebutnya.

Fathir menyampaikan, sejauh ini belum ada penetapan tersangka terhadap pelaku yang juga terduga pemilik gudang gas oplosan tersebut.

Sebelumnya, Imran Surbakti di laporkan ke Polrestabes Medan dengan bukti lapor Nomor STTLP/3012/IX/2023/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 7 September 2023.

Laporan dilayangkan langsung oleh Fredy Santoso, jurnalis Tribun-medan.com yang diancam dan dimaki-maki akan dibunuh oleh Imran Surbakti, usai memberitakan kasus dugaan pengoplosan gas yang diduga dilakukan terlapor.

Awalnya, dia menanyakan keberadaan jurnalis Tribun-medan.com yang menuliskan kasus dugaan gudang gas oplosan itu.

Dia juga sempat mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Tak berapa lama, dia mencoba menghubungi melalui WhatsApp. Karena tak digubris, dia mengirim pesan bernada ancaman.

Dalam pesannya, dia mengancam akan membunuh jurnalis Tribun-medan.com.

“K*n*ol dimana kita bisa jumpa ? aku juga watrawan k*nt*l. Insya allah k*nt*l kalau kita jumpa nngak aku mati, kau (yang) mati,” tulis Imran Surbakti melalui nomor telepon 0812-6081-04**, Kamis (7/9/2023).

Tak lama kemudian, dia mengirimkan pesan lagi. Kali ini dia mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Tetapi pesan kali ini tidak jelas maksud dan tujuannya seperti apa.

“Aku wartawan juga. Tapi enngak pernah merasakan, aku uda capek untuk menghormati orang kalau orang yang dihargai tidak tau dihargai,” sambungnya.
(As)

BERITA TERKAIT

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA LAIN