Beranda blog Halaman 222

Lantik Pengurus FKUB Dairi, Bupati Eddy Berutu: Harus Solid Jaga Toleransi dalam Keberagaman

0
DAIRI– Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu melantik pengurus baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Dairi periode 2023-2028, di Balai Budaya Sidikalang, Kamis (27/4/2023).

Dalam sambutannya, Bupati Eddy Berutu menyampaikan keberadaan FKUB adalah forum untuk menjaga keberagaman bangsa secara khusus di Kabupaten Dairi.

“Forum Kerukunan Umat Beragama adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan menyalakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan. Jadi pemerintah bersama FKUB harus solid menjaga toleransi dalam keberagaman ini,” kata Bupati.

Kepada pengurus yang baru dilantik, Bupati berharap untuk terus bergandengan tangan menjaga kemaslahatan umat terutama di tengah tahun politik saat ini yang bisa saja memberi bahaya bagi kerukunan terutama politik identitas.

“Mari, FKUB bersama forkopimda, menjaga kerukunan ini. Karena ini adalah aset bangsa kita. Dukungan penuh dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sangat kita perlukan. Dengan bersatu apapun bisa kita atasi. Selamat dan sukses bagi pengurus baru. Segeralah bekerja, bergandengan tangan membantu pemerintah menjaga kerukunan ini,” katanya mengakhiri.

Sebagai informasi, FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah yang dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan tujuan memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Keanggotaan FKUB terdiri atas pemuka-pemuka agama yaitu tokoh komunitas umat beragama baik yang memimpin ormas keagamaan maupun yang tidak memimpin ormas keagamaan yang diakui dan atau dihormati oleh masyarakat setempat sebagai panutan.

Terpilih sebagai ketua FKUB Dairi yang baru adalah Pdt. Abednego Padang Batanghari untuk periode 2023-2028.

Pelantikan ini dihadiri Kakan Kemenag Riswan Gajah, Kakan Kemenag Pakpak Bharat, unsur Forkopimda, Kapolres AKBP Wahyudi Rahman, Sekda Budianta Pinem, Asisten Pemerintahan Jhony Hutasoit, beberapa Kepala OPD, Ketua PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Ketua MUI Wahlin Munthe, serta para tamu undangan. (Nid)

Wabup Madina Sidak Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran Idul Fitri

0
Aktiva.News| Madina – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution melakukan kegiatan Inspeksi mendadak (Sidak) kehadiran ASN di hari pertama masuk kerja usai libur hari raya idul fitri 1444 H, Rabu (26/04/23).

Wabup (Atika Azmi) melakukan sidak di beberapa tempat seperti di kantor camat Kotanopan, Puskesmas dan juga Tambangan.

Saat sidak di kantor Camat Panyabungan, Wabup Atika Azmi tidak menemukan camat dan juga sekretaris, hanya yang hadir para staf kantor.

“Pak camat tidak hadir ditempat ini akan kami panggil, tapi alhamdulillah tidak ada kendala dalam pelayanan dan tingkat kehadiran cukup tinggi. Hanya saja camat tidak hadir dan saya tidak tahu alasannya, nanti akan saya cek pada Sekda selaku pimpinan staf di pemerintahan,” sebut Atika.

Atika Azmi menjelaskan sidak ini bukan untuk memberikan shock terapi, akan tetapi memastikan pelayanan publik mulai berjalan.

“Ini bukan shock terapi dan juga pencitraan hanya saja memastikan pelayanan publik sudah mulai berjalan,” kata Atika.

Sementara itu Sekcam Panyabungan Syafaruddin menjelaskan ketidak hadiran Camat pada hari pertama kerja, dikarenakan membawa orangtuanya berobat.

“Tadi pak camat memberitahu saya lewat pesan whatsapp, membawa orangtuanya berobat,” katanya.

Sekcam pun menjelaskan tentang ketidak beradaannya saat Wabup Atika Azmi melakukan sidak ke kantor camat.

“Yang memimpin apel tadi pagi saya, dan saat ini saya sedang di acara rumah mertua pak Bupati,” ujarnya. (S. Hariyadi)

Produk Indomie Ditemukan Zat Berbahaya Pemicu Kanker Darah

Dua produk Indomie kini diduga mengandung zat berbahaya yang bisa menjadi pemicu kanker darah, iritasi serius pada kulit dan mata bahkan memicu cacat lahir dan keturunan.

Zat berbahaya pemicu kanker darah itu ditemukan oleh otoritas Taiwan pada dua produk Indomie mi instan asal Indonesia dan Malaysia.

Melansir dari Straits Times, Departemen Kesehatan Taipei merilis hasil pemeriksaan mi instan yang dijual di Taipei pada 2023, Senin (24/4/2023).

Melalui keterangan resminya Departemen Kesehatan Taipei menemukan kandungan etilen oksida dalam produk mie instan merek Indomie dari Indonesia dan Ah Lai dari Malaysia.

Etilen oksida adalah senyawa kimia yang berkaitan erat dengan kanker kelenjar getah bening alias limfoma dan kanker darah alias leukemia.

Senyawa itu ditemukan di varian Indomie Rasa Ayam Spesial dan Mie Kari Putih Ah Lai.

Berdasarkan hasil pengujian departemen, etilen oksida ditemukan pada mi dan paket bumbu Mie Kari Putih Ah Lai. Smentara itu di Indomie: Rasa Ayam Spesial, etilen oksida hanya terdeteksi di paket bumbu.

Setelah penemuan tersebut, Departemen Kesehatan Taipei pun telah meminta seluruh toko di ibu kota untuk menarik produk Indomie: Rasa Ayam Spesial dan Mie Kari Putih Ah Lai dari penjualannya.

Selain itu, importir produk juga akan didenda sebesar 60 ribu dollar baru Taiwan atau sekitar Rp29,2 juta hingga 200 juta dollar baru Taiwan atau sekitar Rp97,3 miliar (asumsi kurs Rp486/dollar baru Taiwan).

Kepala Divisi Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Taipei, Chen Yi-ting, mengatakan bahwa pemeriksaan mi instan di kota dilakukan dengan memilih secara acak 30 produk dari supermarket, toko serba ada, hypermarket, pasar basah tradisional, toko makanan Asia Tenggara, dan importir grosir.

Indomie

Melansir dari laman resmi Biro Zat Beracun dan Kimia di bawah Administrasi Perlindungan Lingkungan Tingkat Kabinet Taiwan, etilen oksida dipastikan beracun jika dikonsumsi atau dihirup manusia.

Selain menyebabkan limfoma dan leukemia, etilen oksida juga disebut dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit dan mata bagi siapapun yang bersentuhan dengan zat tersebut. Bahkan, etilen oksida juga dilaporkan dapat memicu cacat kelahiran dan keturunan.

Kadar etilen oksida dalam kedua produk ini ditemukan telah melebihi standar residu pestisida yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan oleh oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.

Pada bumbu mie instan produk Indonesia, ditemukan mengandung 0,187mg/kg etilen oksida. Sedangkan pada saus mi instan dari Malaysia, ditemukan sebanyak 0,065mg/kg etilen oksida.

Menanggapi temuan tersebut, Kementerian Kesehatan memerintahkan agar produk-produk mi instan yang tidak memenuhi syarat segera ditarik dari rak-rak toko.

Departemen kesehatan Taipei menegaskan, Taiwan belum menyetujui penggunaan etilen oksida sebagai pestisida, juga tidak mengizinkan penggunaan gas etilen oksida untuk tujuan desinfeksi.

Perusahaan harus menerapkan prosedur pemantauan mandiri sekaligus memastikan bahwa bahan baku dan produk mematuhi Undang-Undang.

Sementara, PT Indofood memberikan tanggapannya soal Indomie yang ditarik di Taiwan karena disebut mengandung zat pemicu kanker darah.

GM corporate relation Indofood Stefanus Indrayana menyatakan, pihaknya masih terus mempelajari temuan tersebut.

Ia menyebut, klarifikasi resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sedang kami pelajari dan klarifikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Selain menyebabkan pemicu limfoma dan leukemia atau kanker darah, etilen oksida juga dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit dan mata pada siapa saja yang bersentuhan dengan zat tersebut dan bahkan memicu cacat lahir dan keturunan. (As/In/Red)

Berawal Chat Soal Wanita Anak Perwira Polisi Jadi Tersangka “Setelah Viral Polisi Beraksi”

0
Berawal chat seorang perempuan pemicu utama kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswa bernama Ken Admiral oleh Aditya Hasibuan, anak dari Eks Kabag Ops Ditnarkoba Polda Sumut, AKBP Achiruddin Hasibuan.

Kini Aditya Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyebut penganiayaan itu terjadi karena persoalan perempuan.

Keduanya, pelaku dan korban sempat berkirim pesan chat soal perempuan berinisial D.

“Ini perkara saling lapor. Bermula dari chattingan antara pelapor Ken Admiral dengan terlapor AH,” kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono saat konferensi pers di Polda Sumut, Selasa (25/4/2023) malam.

“Pelapor menanyakan kepada terlapor apa hubungan terlapor dengan teman pelapor berinisial D (perempuan),” tambahnya.

Setelah itu, pada 21 Desember 2023 sekitar pukul 22.00 WIB, Aditya memberhentikan Ken Admiral yang saat itu mengendarai mobil di SPBU, Jalan Ringroad, Kota Medan.

“Kemudian, (Aditya) melakukan pemukulan sebanyak tiga kali. Hal ini dilakukan karena berdasarkan hasil chattingan antara pelapor dan terlapor,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Sumaryono, pada 22 Desember 2022 sekitar pukul 02.30 WIB, Ken bersama dengan temannya mendatangi rumah Aditya di Jalan Karya, Kecamatan Medan Helvetia.

Tujuannya untuk menanyakan kasus pemukulan serta perusakan terhadap mobil pelapor. Saat itu lah, lanjut Sumaryono, terjadi penganiayaan sebagaimana video viral tersebut.

“Hasil gelar perkara khusus 25 April 2023 bahwa ditetapkan AH sebagai tersangka dan dilakukan upaya paksa penangkapan serta penahanan,” tutupnya.

Chat polisi
AKBP Achiruddin Hasibuan saat di hadirkan di Polda Sumut

Selain menetapkan Aditya sebagai tersangka, Polda Sumut juga memberikan sanksi terhadap AKBP Achiruddin yaitu penempatan khusus (patsus). Hal itu karena Achiruddin membiarkan penganiayaan terjadi padahal saat itu dia berada di lokasi.

Kasus penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan, anak AKBP Achiruddin Hasibuan diduga mengendap sejak Desember 2022.

Kasusnya mulai ditindaklanjuti setelah viral di media sosial dan mendapat kecaman dari netizen.

Laporan yang dilayangkan korbannya Ken Admiral sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, sesuai bukti lapor LP 3895/12/2002/22 Desember 2022.

Kasus bermula saat Ken Admiral mendatangi kediaman pelaku di Jalan Karya Dalam.

Saat itu, Ken ingin meminta pertanggungjawaban atas kerusakan mobilnya yang dilakukan oleh Aditya Hasibuan.

Namun, bukannya mendapat ganti rugi, Ken justru dianiaya sedemikian rupa hingga babak belur.

Sayangnya, sejak dilaporkan, kasusnya sempat mengendap.

Belakangan, setelah viral dan diributi masyarakat, barulah kasus ini diproses. (As/Tr/Red)

Anak Polisi di Medan Aniaya Mahasiswa Hingga Masuk Rumah Sakit “No viral No Justice”

0
Aditya Hasibuan anak Perwira Polda Sumut, AKBP Achiruddin Hasibuan melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral seorang mahasiswa.

Peristiwa penganiayaan itu viral di media sosial, seperti terlihat dalam unggahan video yang diposting di akun Twitter milik @mazzini_gsp.

Dalam unggahan video tersebut, terlihat korban Ken Admiral tersungkur di lantai dan diduduki oleh seorang pria sambil memukuli bagian kepada korban.

Sempat terlihat, korban yang tersungkur di lantai itu sudah berdarah di bagian pelipis matanya dan pelaku meludahi wajah korban.

Mazzini sebagai pemilik akun juga memposting respon dari AKBP Achiruddin Hasibuan yang membiarkan anaknya melakukan penganiayaan.

“Berikut ini respon AKBP Achiruddin Hasibuan saat korban menagih ganti rugi kerusakan kendaraan maupun fisik yg diderita korban.

AKBP malah membiarkan anaknya melakukan penganiayaan lagi,” postingan Mazzini yang dilihat pada Selasa (25/4/2023).

Tak sampai disitu, Mazzini juga menyebutkan bahwa peristiwa terjadi pada 11 Desember 2022 lalu, pemukulan awal yang dilakukan Aditya Hasibuan hanya karena Ken menolak diajak main malah digebukin.

Dalam postingan tersebut menceritakan kronologi penyebab peristiwa itu terjadi.

Pada tanggal 21 Desember 2022 sekira pukul 22.00 WIB, Ken bersama dengan keponakannya Mifa dan pacarnya Syafira sedang mengendarai mobil Mini Cooper D 33 GUN berada di SPBU Ringroad.

“Ternyata saya telah diikuti oleh Aditya dkk sekitar 6 orang menggunakan tiga unit sepeda motor, lalu mobil saya diberhentikan.

Kemudian Aditya menghampiri saya dan saya membuka kaca mobil lalu Aditya berkata ayolah main, katanya kau mau jumpa sama ku,” tertulis dalam lembar yang diposting Mazzini.

Selanjutnya Ken mengatakan ya udah nanti, mesti kali sekarang, nggak kamu lihat ini saya sedang bersama siapa.

Bersamaan dengan hal tersebut, Aditya langsung memukul korban hingga tiga kali dibagian pelipis bagian kiri dan kanan dan bagian bibir korban.

Atas hal tersebut, korban langsung menutup kaca mobilnya. Saat hendak pergi meninggalkan rombongan Aditya, pelaku terkesan menghalangi dengan menggunakan sepeda motornya dan Aditya langsung menendang kaca spion sebelah kiri hingga patah dan meninggalkan Ken.

Singkat cerita, atas kejadian itu Ken mengalami kerusakan pada mobil nya di bagian spion dan bemper bagian depan.

Tak hanya itu, saat Ken mendatangi rumah Aditya untuk meminta ganti rugi, Ken malah dianiaya oleh AKBP Achiruddin Hasibuan selaku ayah Aditya dan mendapatkan penganiayaan.

Merasa tak terima didatangi di kediamannya, Kompol Abdul Rahman menodongkan senjata laras panjang ke Ken dan teman-temannya.

Selain itu, AKBP Achiruddin juga membiarkan anaknya yaitu Aditya untuk menghajar Ken hingga babak belur.

Ken mendapati luka dibagian pelipis mata sebelah kiri yang robek dan telah dijahit sebanyak 6 jahitan serta sekujur badannya memar.

Atas kejadian yang menimpa dirinya tersebut, Ken telah melaporkan hal tersebut ke Polrestabes Medan yang tertuang dalam surat laporan Nomor : LP/B/3895/XII2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Semenwara itu, Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Sumaryono mengatakan pihaknya telah melakukan gelar perkara terhadap dua laporan yang telah masuk ke Polda Sumut.

Dua laporan tersebut merupakan laporan yang dibuat atas nama Ken Admiral serta Laporan yang dibuat oleh AH dengan putusan adalah bukan tindak pidana.

“Sudah kita lakukan gelar perkara terhadap dua laporan, untuk perkara penganiayaan dengan LP nomor 3895/12/2002/22 Desember 2022 dengan pelapor Ken Admiral, dan laporan oleh AH,” kata Sumaryono kepada Awak Media, Selasa (25/4/2023).

Dikatakan Sumaryono berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh Polda Sumut. Pelaku berinisial AH resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait penganiayaan.

“Yang mana dari LP saudara Ken Admiral ini, kami sudah bisa menetapkan tersangka atas nama AH,” ucapnya.

Polda Sumut juga akan melakukan upaya penangkapan paksa terhadap pelaku AH berdasarkan LP yang dibuat korban.

“Kita akan melakukan upaya paksa terhadap saudara AH dengan LP 3895, karena ini adalah pasal 351 ayat 2 dengan ancaman 5 tahun maka akan kita lakukan upaya paksa,” katanya.

Penyebab Pemeriksaan Terkendala
Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Sumaryono mengaku terkendala dalam melakukan pemeriksaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak Perwira Polda Sumut, akibat korban yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

“Sebenarnya tidak ada kendala dalam pemeriksaan, terkendala karena kemarin kita terhambat pelapor Ken Admiral sedang belajar di luar negeri.

Jadi menunggu yang bersangkutan datang untuk pemeriksaan,” Kata Kombes Sumaryono kepada Awak Media, Selasa (25/4/2023).

Ia menuturkan saat ini Polda Sumut masih mendalami motif penganiayaan mahasiswa yang dilakukan oleh anak perwira Polda Sumut.

“Kemudian motif, masih didalami. Ini berkisar terkait motif asmara,” Jelasnya. (As/Tr/Red)

Terjadi Jelang Lebaran, Puluhan Warga Korban Angin Puting Beliung di 4 Desa Mendapat Bantuan

0
DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Dairi (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Dairi memberikan bantuan bahan bangunan berupa seng dan bahan pangan kepada puluhan korban terkena bencana puting beliung di 4 desa di 2 kecamatan yakni Kecamatan Sidikalang, dan Kecamatan Siempat Nempu Hulu yang terjadi, Jumat (21/4/2023) sore.

Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Dairi, Dr. Eddy Berutu di lokasi masing-masing secara bergantian. Penyerahan bantuan stimulan di Desa Lae Nuaha 4 kk, Desa Sungai Raya 2 kk, Desa Bintang Mersada 1 kk, Desa Bintang 5 kk. Pada Senin (24/4/2023).

Kepada para korban, Bupati menyampaikan pesan dan penghiburan bahwa tidak ada yang menginginkan bencana ini, terutama saat hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444H. Namun kata bupati, tentu ada hikmah dibalik semua kejadian ini.

“Percayalah saudaraku, ini semua misteri dari ilahi sang pemilik alam. Tuhan tentu tidak memberi cobaan melebihi kemampuan umatnya,” katanya.

Dengan penuh haru, bupati Eddy Berutu menyampaikan bahwa bantuan ini adalah simbol kehadiran pemerintah yang ikut serta merasakan apa yang dialami warganya.

“Kehadiran kami disini, simbol bahwa kita senasib sepenanggungan. Apapun kesukutan yang kita alami, bila kita pikul bersama tentu bebannya akan lebih ringan. Untuk itu mari, kita saling peduli, tolong bantu dan bergotong royong, peduli dengan apa yang dialami sesama,” katanya lagi.

Bantuan yang diberikan pemerintah jelas bupati tentu tak sebanding dengan kerugian yang dialami para korban, namun bupati berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan warga akan bahan bangunan dan bahan pangan untuk beberapa waktu kedepan.

Turut hadir dalam pengajuan bantuan ini, Kapolres Dairi, yang diwakili Kapolsek Sidikalang kota, AKP Sukanto Berutu, SH, Kepala BPBD, Hotmaida Butar-butar, perwakilan Dinsos, Ketua TP.PKK, Romy Mariani Simarmata Ny.Eddy Berutu, para kepala desa dari 4 desa dilindungi, Sekretaris Karang Taruna Dairi, Dimitrya Tabitha Berutu, serta para warga lainnya. (As)

Ikut Pembukaan Lubuk Larangan, Bupati Madina Serukan Pentingnya Menjaga Lingkungan

0
Aktiva.News | Madina – Sudah menjadi tradisi disaat lebaran idul fitri akan banyak pembukaan lubuk larangan di berbagai tempat di Mandailing Natal (Madina).

Setiap pembukaan lubuk larangan ribuan masyarakat dari berbagai penjuru akan datang untuk berburu ikan, apalagi di momen lebaran menjadi hiburan tersendiri terlebih dengan pemudik.

Seperti halnya dengan Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution yang ikut berbaur dengan masyarakat menebarkan alat penangkap ikan yaitu jala.

Pembukaan lubuk larangan di sungai aek pohon, desa Parmompang, Kecamatan Panyabungan Timur, memang sudah dinanti oleh masyarakat, sejak pagi terlihat sudah ramai, dan bersiap siap di pinggir sungani menanti aba aba untuk mulai.

Keseruan terlihat saat panitia membunyikan tanda bahwa acara dimulai, para peserta langsung berlari ke sungai, dan langsung menebarkan jala.

Begitu juga dengan Bupati yang langsung turun ke sungai, terlihat orang nomor satu di Madina ini sudah mahir dalam menggunakan jala.

Satu dua ikan didapat, senyum sumringah Bupati terlihat dan menikmati kegiatan pembukaan lubuk larangan ini.

“Ini bagian dari kearifan lokal tradisi Madina dan juga pelestarian lingkungan, jadi dalam hal ini terjadi hubungan baik dan silaturahminya,” sebut Sukhairi pada Senin (24/04/23).

Dikatakan Sukhairi kegiatan pembukaan lubuk larangan banyak hal positif yang didapat terutama pentingnya pelestarian lingkungan.

“Yang menggembirakan ada pembelian tiket dari peserta dan hasilnya dipergunakan untuk masyarakat terutama untuk fakir miskin, anak yatim dan kegiatan sosial lainnya,” kata Bupati.

Selain itu Bupati juga berharap akan pentingnya untuk melestarikan lingkungan, terutama sungai yang masih sering dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Kita berharap pada Camat dan kepala desa agar menghimbau masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai,” ujar Sukhairi. (S. Hariyadi)

Polrestabes Medan Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Pulo Brayan

0
Polrestabes Medan memberikan bingkisan kepada korban kebakaran yang terjadi di Jalan Pertempuran, Gang Sekata, Lingkungan VI, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Senin (24/4/2023).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH melalui Wakasat Reskrim AKP Mardianta Ginting mengatakan pemberian bingkisan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kebakaran dari Bapak Kapolrestabes Medan.

“Kami berharap bantuan bingkisan tersebut dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang ada disini, yang menjadi korban kebakaran, “Kata AKP Mardianta Ginting, Senin (24/4/2023).

Selain itu, kata AKP Mardianta, Polrestabes Medan juga memberikan trauma healing kepada anak-anak korban kebakaran.

“Dengan harapan dapat membantu anak anak tersebut melupakan trauma yang mereka alami pasca kebakaran,” ucapnya.

Pantauan dilokasi personil Polwan Polrestabes Medan mengajak anak anak yang menjadi korban kebakaran untuk bermain dan bernyanyi bersama.

Anak anak tersebut juga di ajak bermain games berupa uji kemampuan dan di berikan hadiah jika dapat menjawab pertanyaan yang diberikan personil Polwan Polrestabes Medan.

Sebelumnya, di momen Idul Fitri, warga Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumatera Utara justru harus merasakan duka. Sebanyak 20 unit rumah mereka terbakar pada Sabtu (22/4) dini hari. Tepatnya di malam takbiran.

Kepala Lingkungan VI, Zulhaimi menjelaskan kronologi kebakaran. Diduga ada korsleting listrik di salah satu rumah warga. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.45 WIB.

Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Api baru berhasil dipadamkan pagi hari sekitar pukul 05.20 WIB.

“Ada 22 kepala keluarga terdampak kebakaran,” kata Zulhaimi.

Dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan korban jiwa. (As/Tr/Red)

Ini Kesatuan Oknum TNI yang Tendang Sepeda Motor Ibu-ibu, Begini Nasibnya

0
Oknum TNI yang tendang sepeda motor Ibu-ibu berboncengan sama anaknya, ternyata anggota Denhanud 471 Kopasgat TNI AU berinisial Praka ANG.

TNI AU telah memberi sanksi terhadap Praka ANG, anggota Denhanud 471 Pasgat, yang menendang sepeda motor ibu-ibu di kawasan Jatiwarna, Pondok Gede, Bekasi.

Dari pemeriksaan sementara, ANG saat itu tak sengaja menabrak sepeda motor ibu yang bernama Sri Dewi Kemuning itu di pertigaan Jalan Raya Hankam, Jatiwarna, Bekasi.

“Ketika sampai di pertigaan jalan raya Hankam Mabes TNI, Jatiwarna, Bekasi, tiba-tiba motor yang di depannya melakukan pengereman mendadak sehingga Praka ANG tanpa sengaja menabrak motor di depannya,” kata Kadispen AU Marsma Indan Gilang, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/4).

Setelah insiden tersebut, terjadilah dialog antara ANG dan Sri. Tak dijelaskan isi dialog keduanya, yang jelas, dialog tersebut membuat ANG emosi dan menendang motor Sri.

Atas insiden tersebut, ANG telah diberi sanksi disiplin oleh satuan tempatnya berdinas. Komandan Denhanud 471 Pasgat, Letkol Pas Bagus Ajar Pamungkas, meminta maaf secara langsung kepada keluarga Sri, di kediaman mereka di Pondok Ranggon.

“Sesuai instruksi pimpinan TNI AU, kejadian tersebut telah ditindak lanjuti dengan menyampaikan permohonan maaf kepada korban.

Anggota yang bersangkutan juga sudah diberi sanksi tegas oleh atasannya,” ujar Indan.

Dalam permintaan maaf tersebut, ANG juga hadir ke rumah Sri. Ia meminta maaf atas perilaku yang ia lakukan.

“Saya mengaku, saya salah, atas kejadian yang saya lakukan kemarin yang merugikan bapak dan keluarga. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Saya mohon bapak dan keluarga bersedia memaafkan saya, dan mendoakan saya di ke depan hari, kami jadi orang yang lebih baik lagi atas kejadian ini pak,” kata ANG.

Untuk mengantisipasi insiden serupa, Indan mengimbau masyarakat proaktif dan melaporkan kejadian yang dialami ke pos TNI AU terdekat.

“Bagi masyarakat yang mengalami atau melihat tindakan pelanggaran oleh anggota TNI AU, silakan dapat melaporkan ke satuan TNI AU terdekat,” tutup Indan. (As/In/Red)

 

Kenali Bahaya Tindik Lidah dan Bahaya Bagi Kesehatan

Tindik lidah merupakan salah satu bentuk ekspresi diri yang cukup populer di kalangan remaja. Di balik alasan estetika, tindik lidah bisa berbahaya bagi kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut.

Sebelum memutuskan untuk tindik lidah, sebaiknya pahami dulu risiko dan keamanannya.

Proses tindik lidah dilakukan dengan cara menusuk lidah menggunakan jarum untuk membuat lubang kecil. Setelah itu, perhiasan berbentuk cincin atau bulatan kecil akan dimasukkan ke dalam lubang tersebut.

Saat perhiasan menembus jaringan lunak, tindikan di lidah bisa menimbulkan risiko yang lebih berbahaya daripada tindikan di bagian tubuh lain, misalnya telinga atau hidung.

Ini karena perawatan tindik lidah lebih sulit dan luka tindikan lebih mudah terinfeksi.

Waspadai Berbagai Bahaya Tindik Lidah

Tindik lidah pada awalnya bisa menyebabkan nyeri, bengkak, dan air liur berlebih. Selain itu, ada banyak bahaya yang mengintai akibat tindik lidah, yaitu:

1. Infeksi
Mulut secara alami mengandung jutaan bakteri yang dengan mudah menyebabkan infeksi, nyeri, dan pembengkakan.

Tindikan di lidah bisa terinfeksi karena banyak faktor, seperti kualitas bahan perhiasan yang buruk, alat yang tidak steril, atau sering menyentuh area tindikan dengan tangan yang kotor.

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, lidah yang terinfeksi dan membengkak bisa menghalangi jalan napas serta membatasi pernapasan.

Pada kasus yang lebih serius, bakteri bahkan bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan peradangan pada jaringan di jantung.

2. Reaksi alergi
Selain infeksi, reaksi alergi di area tindikan juga bisa terjadi. Kondisi ini dapat dialami oleh orang yang sensitif terhadap jenis logam tertentu yang digunakan sebagai hiasan tindik. Jadi, sebaiknya berhati-hati dalam memilih perhiasan untuk tindikan, ya.

3. Perdarahan berkepanjangan
Tindikan di lidah bisa memicu terjadinya perdarahan saat pembuluh darah tertusuk jarum selama proses penindikan. Perdarahan terkadang sulit dikendalikan, karena di area tersebut ada banyak pembuluh darah.

Untuk menghentikan perdarahan, Anda bisa memberikan tekanan yang kuat pada area tindikan dan tundukan kepala agar darah tidak tertelan.

Jika darah yang keluar banyak dan tidak berhenti, segeralah ke IGD rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

4. Gusi terluka dan gigi retak
Kebiasaan menggigit atau memainkan tindikan juga bisa melukai gusi dan menyebabkan gigi retak, tergores, atau sensitif.

Gigi bahkan juga bisa terkelupas dan patah bila Anda menggigit tindikan terlalu keras, baik sengaja maupun tidak.

Oleh karena itu, orang yang memiliki tindikan di lidah perlu rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter. Ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi dan gusi serta memastikan bahwa tindikan di lidah tidak menyebabkan kerusakan pada gigi.

5. Sulit mengunyah dan mudah tersedak
Tindikan di lidah bisa memberikan sensasi baru, sehingga pemiliknya memerlukan waktu untuk membiasakan diri. Pada awalnya, tindik lidah bisa menyebabkan sulit berbicara, terutama jika area tersebut masih bengkak.

Tidak hanya itu, orang yang lidahnya ditindik juga merasa sulit mengunyah karena belum terbiasa. Jika tindikan tidak sengaja terlepas dan tertelan, resiko tersedak bisa terjadi.

6. Kerusakan saraf lidah
Setelah ditindik, lidah biasanya mengalami mati rasa akibat kerusakan saraf yang bersifat sementara.

Namun, kerusakan saraf ini bisa menjadi permanen. Saraf yang terluka dapat mempengaruhi kemampuan lidah dalam mengecap rasa.

Tips Aman Melakukan Tindik Lidah dan Cara Merawatnya

Perlu diketahui, tidak semua orang bisa melakukan tindik dengan aman. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu disarankan untuk menghindari tindikan, seperti penderita penyakit jantung, diabetes, hemofilia, dan penyakit autoimun.

Karena banyaknya bahaya yang dapat ditimbulkan, tindik lidah tetap tidak disarankan. Namun, bila Anda merasa sangat perlu melakukannya guna menunjang penampilan, penting untuk mengambil langkah aman guna mengurangi risiko terjadinya berbagai kondisi berbahaya di atas.

Berikut ini adalah beberapa tips melakukan tindik lidah:

Pilihlah fasilitas tindik yang bersih dan dikelola dengan baik.

Carilah penindik yang memiliki lisensi, artinya sudah terlatih secara khusus.
Penindik harus mencuci tangan dengan sabun, memakai sarung tangan sekali pakai yang baru, dan menggunakan alat yang disterilkan atau sekali pakai sebelum mulai menindik.

Lakukan vaksinasi hepatitis B dan tetanus.
Pilih perhiasan yang terbuat dari emas 14 karat, titanium, atau platina.
Hindari perhiasan berbahan nikel bagi orang yang alergi nikel.

Pastikan perhiasan yang digunakan ukurannya pas, tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Tindik lidah umumnya membutuhkan waktu antara 6–8 minggu untuk sembuh total. Lamanya proses penyembuhan tergantung pada cara merawat tindikan.

Agar tindik lidah cepat sembuh, penting untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Ada beberapa cara merawat tindik lidah yang bisa diterapkan, yaitu:

Sikat gigi 2 kali sehari dengan sikat gigi berbulu halus dan Bilas tindikan di lidah setiap selesai makan atau ngemil dan sebelum tidur.

Gunakan air garam hangat atau obat kumur bebas antibakteri dan alkohol. Bila perlu, lepas tindikan sebelum makan, tidur, atau berolahraga.

Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin untuk mencegah masalah kesehatan gigi dan gusi yang bisa muncul.

Selama proses penyembuhan, Anda juga disarankan untuk tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, dan tidak mengonsumsi minuman panas.

Setelah lidah telah sembuh total, sebaiknya keluarkan tindikan dan bersihkan dengan sikat gigi setiap hari, misalnya sebelum tidur.

Ikuti instruksi membersihkan tindikan yang biasanya diberikan secara khusus.

Jangan ragu untuk menghubungi orang yang menindik bila Anda memiliki pertanyaan tentang hasil, perawatan khusus setelahnya, dan waktu penyembuhan.

Jika tindik lidah menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti lidah makin bengkak, memerah, perih, dan keluar nanah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.