Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 221

Horas Sitanggang, Juara 1 Maraton 10 KM Depicab Soksi Dairi

0
DAIRI – Horas Sitanggang, pelajar dari SMK Negeri 1 Sitinjo, Kabupaten Dairi berhasil meraih juara I kategori pelajar Putra, pada kejuaraan open lari 10 KM (Marathon) memperebutkan piala EKAB yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Soksi Kabupaten Dairi, dengan rekor waktu 37 menit 45 detik, Minggu (19/3/2023).

Horas Sitanggang yang berdomisili di Dusun Kalang Baru, Desa Kalang, Kabupaten Dairi ini, saat ditemui mengaku dirinya bercita-cita menjadi Atlet Nasional Indonesia, sehingga untuk meraih cita-cita tersebut dirinya konsisten dalam berlatih hingga ikut tergabung dalam sebuah komunitas Dairi Sabang Merauke (DSM) 1 tahun terakhir.

“Saya bercita-cita untuk jadi atlet nasional Indonesia, mengikuti jejak atlet asal Dairi yaitu Odekta Naibaho dan jika ada kesempatan saya ingin bertemu dengan beliau baik disebuah event atau sekedar meminta saran dan masukan untuk menjadi seorang atlet profesional yang bisa berkompetisi di nasional bahkan internasional,” Ujarnya.

Ditambahkan Horas, rutinitasnya sehari-hari diawali dengan bangun pukul 04.00 pagi lalu langsung Long Run selama 1 jam, setelah itu membantu orangtuanya berjualan di Pasar Sidikalang.

“Saya setiap pagi melakukan Long Run minimal 1 jam. Pukul 05.30 biasanya saya membantu orangtua yang kebetulan profesinya adalah pedagang. Usai menyempatkan diri membantu orangtua berdagang, saya langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dan di sore hari saya Interval di lapangan,” Tuturnya.

Selanjutnya, anak dari pasangan Alm. Besran Sitanggang dan Fuldara Girsang ini juga mengucapkan terimakasih kepada Depicab Soksi Dairi atas terselenggaranya kegiatan ini. Horas juga berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk kedepannya

“Terimakasih kepada Soksi karena telah memberikan wadah kepada kami, sehingga kami dapat menyalurkan bakat kami,” Katanya. (Nid)

 

834 Peserta Ikut Lomba Maraton Depicab Soksi, Bupati Eddy Berutu: Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

0
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Berutu mengapresiasi antusiasme masyarakat Dairi yang mengikuti Lomba Lari 10 km Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) memperebutkan Piala EKAB yang diselenggarakan, Minggu (18/3/2023) di Sidikalang.

Bupati memberi pujian atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta lomba mulai dari rangkaian tahapan lomba, seperti mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan kesehatan.

Bupati menyampaikan jumlah peserta yang mengikuti lomba sekitar 834 orang.

“Kita enjoy, kita fun, kita gembira, tidak usah terlalu dipaksakan apabila ada yang lelah. Akan banyak masyarakat yang menyaksikan anda semua berlomba. Selamat bertanding untuk seluruh peserta lomba lari,” ucap Eddy Berutu yang juga sebagai Pembina SOKSI Dairi saat melepas para peserta lomba lari, Minggu (19/3/2023) di kantor Bupati.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah II Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar II SOKSI) Sumatera Utara Freddy Sembiring yang hadir dalam pelepasan lomba tersebut mengatakan sangat mengapresiasi lomba yang diadakan oleh SOKSI Dairi karena antusias yang luar biasa dari para peserta yang mengikuti lomba.

“Terima kasih kepada Bupati Dairi yang telah mendukung kegiatan ini. Ini juga sebagai rangkaian mempersiapkan para atlet di pekan olahraga nasional mendatang,” kata Freddy.

Lomba lari maraton 10K tersebut dibagi dalam beberapa kategori, yakni tingkat pelajar putera dan puteri, tingkat umum, kategori atlet. Para peserta lomba start dari kantor Bupati dan akan finish di taman rekreasi Sidikalang.

Turut hadir dalam pelepasan para peserta lomba Ketua Depidar Soksi Dairi Bahagia Ginting, Ketua Ikatan Isteri Partai Golkar (IIPG) Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Rahmat Syah Munthe. (Nid)

 

5 Anggota Polisi Terima Suap Seleksi Bintara Polri, Ada Yang Menyetor 2,5 Miliar

0
Polisi
Ilustrasi
Lima oknum anggota polisi di Polda Jawa Tengah tersandung kasus suap di seleksi Bintara Polri pada tahun 2022.

Lima anggota polisi tersebut adalah Kompol AR, Kompol KN, AKP CS, Bripka Z, dan Brigadir EW.

Kelima oknum anggota polisi ini terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Divisi Propam Mabes Polri.

Bahkan disebutkan, ada yang setor hingga Rp 2,5 miliar agar bisa masuk menjadi Bintara Polri.

Terkait ulah lima oknum anggota polisi ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak main-main menindak lima oknum polisi yang menjadi calo penerimaan penerimaan anggota Polri periode 2022 tersebut.

Listyo menilai hukuman yang dijatuhkan Polda Jawa Tengah terhadap lima polisi itu dinilai belum cukup.

Dia langsung memerintahkan pimpinan Polda Jawa Tengah memecat lima calo itu melalui mekanisme pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau ditindaklanjuti secara pidana.

Sanksi yang lebih ‘keras’ ini dinilai dapat menimbulkan efek jera sekaligus bentuk komitmen perubahan institusi Polri.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolda dan Kabid Propam berikan hukuman, kalau tidak di PTDH, proses pidana. Sehingga tidak ada lagi yang bermain-main dengan masalah ini,” tegas Listyo Sigit dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/3/2023).

Menurut Listyo, seharusnya kerja keras anggota Polri tidak tercoreng oleh sejumlah orang.

Ia mengapresiasi kinerja koleganya yang sudah luar biasa, sebab, jika masih ada bawahannya yang bermain-main, perbuatannya akan berdampak pada anggota Polri lain dan institusi.

“Kalau kemudian di luar masih ada bermain-main, menembak di atas kuda, mau apa jadinya kita. Tetap persepsi selalu akan begitu,” ungkapnya.

Menurut Listyo awalnya dia mendengar ada transaksi di dalam penerimaan di Sekolah Inspektur Polisi (SIP).

Selanjutnya, ia mengungkapkan, skandal calo penerimaan anggota Polri itu terbongkar karena pihaknya menetapkan kuota calon anggota baru.

Pihaknya kemudian mendapati jalur-jalur ilegal tersebut yang dilakukan dengan sejumlah uang.

“Memang kita batasi untuk pemberian kuota tahun ini, tapi ternyata dari jalur-jalur begitu juga ada, begitu kita coret baru ketahuan yang bayarnya,” kata Listyo.

Dia mengingatkan jajarannya agar tidak ragu menindak tegas siapapun anggota Polri yang mencoba ‘bermain-main’ terkait hal ini.

Ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama anggota Polri dan menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) di kepolisian tidak memiliki tabiat seperti calo.

“Kalaupun ada, itu adalah orang yang memanfaatkan dan kalau itu masih Polisi juga ketahuan, kita proses keras. Kalau di luar Polisi kalau ketahuan, ada proses sidang,” kata Sigit.

Terpisah Komisi Kepolisian (Kompolnas) berharap Kabareskrim bisa melakukan supervisi penanganan pidana oleh Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti berharap proses pidana dan etik lima polisi yang jadi calo di Polda Jawa Tengah dipantau Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Syahardiantono.

“Serta mengharapkan Kabareskrim melakukan supervisi penanganan proses pidananya oleh Ditreskrimum Polda Jawa Tengah,” ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Sabtu (18/3/2023).

Ia meminta perintah Kapolri dilaksanakan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dan Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Mukiya.

Penanganan kasus calo penerimaan anggota Polri itu dinilai harus transparan dan diumumkan secara berkala.

Poengky juga berharap skandal ini menjadi yang terakhir di Polri. Hal ini mengingat strategi besar Polri pada 2025 yang harus menjadi organisasi kelas dunia.

“Sehingga profesionalisme dan sikap bersih anti korupsi adalah sebuah keharusan,” tuturnya.

Ia juga berharap ketegasan Kapolri bisa menjadi pegangan seluruh kepala satuan wilayah (Kasatwil) dan kepala satuan kerja (Kasatker) di Korps Bhayangkara.

Kepala polisi di wilayah dan satuan kerja juga diharapkan ikut mewujudkan reformasi kultural Polri secara konsisten.

Ia mengingatkan agar jangan sampai Kasatwil dan Kasatker membebani dan hanya menunggu arahan dari Kapolri.

“Semua harus mengingat arahan Kapolri bahwa ikan busuk dari kepalanya, dan bagi pimpinan yang tidak berhasil menertibkan anggotanya akan menerima konsekuensi hukuman dari Kapolri,” tegasnya.

Diketahui lima oknum polisi di Jawa Tengah terbukti menjadi calo setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dengan sejumlah uang sebagai barang bukti.

Namun, lima oknum polisi yang terkena OTT itu tidak dipecat. Mereka hanya mendapat sanksi demosi.

Pelaku berinisial Kompol AR, Kompol KN, dan AKP CS mendapatkan hukuman administrasi berupa mutasi dan demosi selama dua tahun.

Sementara, Bripka Z dan Bripka D mendapatkan sanksi untuk meminta maaf dan juga dilakukan penempatan di tempat khusus (patsus) selama 30 dan 21 hari.

Sumber Bangkapos.com

 

 

 

Jangan Main-main, Ini Sanksi Importir Pakaian Bekas

0
Importir
Foto Ilustrasi: Abrym/Shutterstock
Importir pakaian bekas terancam sanksi pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. Sanksi itu diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dalam Pasal 47 disebutkan setiap importir wajib mengimpor barang dalam keadaan baru. Impor barang bekas hanya bisa dilakukan dalam hal tertentu, yang ditetapkan oleh menteri. Soal sanksi diatur dalam Pasal 111 UU tersebut.

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba mengatakan “Setiap importir yang mengimpor barang dalam keadaan tidak baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah),” bunyi Pasal 111 UU 7/2014.

Hanung meminta pihak e-commerce bisa mensosialisasikan aturan ini kepada pedagang di platform mereka soal sanksi menjual pakaian bekas impor.

Namun, ia berharap bukan UMKM yang menjual pakaian bekas impor yang dikenakan sanksi, tetapi para importirnya.

“Kita ingin biang keroknya, importirnya (dikenakan sanksi). Kalau UKM-nya ini kan kecil ya, tapi tolong diingatkan,” kata Hanung dalam dalam diskusi Pembahasan Dampak Thrifting terhadap UMKM di kantor Kementerian Koperasi dan UMKM, Kamis (16/3) lalu.

Wakil Ketua Indonesian E-Commerce Association (IdEA) Budi Primawan mengatakan setiap e-commerce memiliki aturan masing-masing terkait sanksi bagi penjual produk yang dilarang hukum, termasuk pakaian bekas impor. Sanksi tersebut biasanya hampir sama antara satu e-commerce dengan yang lain.

Budi mengatakan penjual di e-commerce dari awal sudah menyepakati ketentuan tidak akan menjual produk yang melanggar hukum. Jika ketentuan itu dilanggar, maka penjual akan dikenakan sanksi.

“Prinsipnya, kalau saya (penjual) buka toko di Lazada, Shopee, Tokopedia, hanya akan jual yang sesuai hukum. Yang impor barang bekas kan melanggar hukum, kalau ketahuan akan dilakukan tindakan penalti,” katanya.

Untuk tahap awal, e-commerce akan menurunkan atau take down tautan yang berisi penjualan pakaian bekas impor. Jika penjual tersebut kembali memperdagangkan pakaian bekas impor, maka akan di-blacklist sehingga tidak bisa lagi berjualan di e-commerce.

“Nanti (hukuman) yang paling ringan take down sampai nanti yang paling parah blacklist sampai ke NIK-nya, jadi nggak bisa buka toko di platform,” kata Budi.

Masalah pakaian bekas impor kembali mengemuka dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan mengecam belanja pakaian bekas impor atau yang sering disebut thrifting itu karena mengganggu industri tekstil dalam negeri.

Ia pun memerintahkan jajarannya untuk segera mencari sebab dan solusi mengatasi masalah itu.

“Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri. Sangat mengganggu. Yang namanya impor pakaian bekas mengganggu,” kata Jokowi.

Team Pemko Binjai – Pemkab Langkat Raih Juara 1 Turnamen  Bola Voli Sinergitas TNI-Polri

0
Pemko Binjai
Binjai – Diikuti 20 team yang bertanding merebutkan Piala Sinergitas TNI-Polri, Pemko dan Pemkab, yang dilaksanakan dari tanggal 17 s/d 19 Maret 2023 didua lokasi Binjai – Langkat, taem gabungan Pemko Binjai dan Pemkab Langkat keluar menjadi sang juara.

Pertandingan yang digelar dengan penuh semangat, akhirnya team Gabungan Pemko Binjai dan Pemkab Langkat menjadi juara 1,  juara 2 di raih taem gabungan Kodim 0203 Langkat dan Polres Binjai – Langkat, juara 3 diraih Taem Gabungan Polsek Besitang dan Koramil Besitang serta juara harapan 1 diraih taem gabungan Polsek Padang Tualang – Koramil Padang Tualang.

Turnamen Bola Voli piala Sinergitas  yang dilaksanakan selama 3 hari ini berjalan dengan lancar dan sukses digelar.

Adapun hadiah yang diberikan bagi setiap pemenang berupa hewan ternak ( kambing ) masing – masing juara 1 mendapat 4 ekor kambing, juara 2 mendapat 3 ekor kambing, juara 3 mendapat 2 ekor dan juara harapan 1 mendapat 1 ekor kambing.

Damdim 0203 Langkat Letkol M.Eko Prasetyo saat dikonfirmasi awak media usai pertandingan terkait kegiatan yang dilaksanakan ” kegiatan ini sebagai bentuk mempererat tali silahtuhrahmi  antara instasi dan sebagai bentuk kerjasama ” ungkap Dandim.

Bukan itu saja kegiatan ini juga untuk menciptakan situasi Kamtibmas dan bisa menghasilkan situasi aman terutama untuk wilayah Binjai – Langkat.

Sebelum ini kami juga dari Kodim 0202 Langkat juga sudah melakukan kegiatan pertandingan Futsal dan Sepak Bolah yang baru saja berakhir yang semua tujuannya untuk menjalin kerjasama antar semua kalangan.

Semoga dengan diadakan kegiatan-kegiatan ini kita semua bisa terus kompak dan saling berkerjasama disemua bidang. (ST)

Bangunan Asrama Brimob Polda Kalimantan Barat, Ini Pesan Kapolri

0
Asrama Brimob Polda Kalbar
KALBAR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan pembangunan asrama Brimob Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Peresmian turut dihadiri oleh Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Sekda Kalbar serta tamu undangan lainnya.

Kapolri menyampaikan terima kasih kepada semua pihak termasuk pemerintah daerah atas dukungannya terhadap pembangunan asrama Brimob ini.

“Dimana asrama ini kebetulan memang dekat dengan sungai dan hampir puluhan tahun belum pernah dilaksanakan renovasi namun atas inisiatif dan kepedulian teman-teman semua yang tergerak untuk melakukan perbaikan dan pembangunan.

Alhamdulillah direncanakan akan diselesaikan 266 unit rumah dinas tentunya beserta isinya yang dilakukan secara bertahap,” kata Kapolri, Minggu, 19 Maret 2023.

Untuk tahap awal, renovasi dan pembangunan asrama telah terbangun pada blok B yang progresnya telah mencapai 87 persen.

Kapolri menyampaikan bahwa, pembangunan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian masyarakat kepada Polri, khususnya pada Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat.

Oleh karenanya, Kapolri meminta agar personel membalasnya dengan terus bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan memberikan yang terbaik saat menjalankan tugas pokok dalam rangka menjaga kamtibmas dan memberantas tindak kejahatan.

“Dan mendukung kebijakan pemerintah ke depan terkait perkembangan kawasan ekonomi khusus dan industri khusus, mendukung IKN,” ucap Sigit.

“Dan saya perintahkan anggota untuk bekerja dengan baik tanpa kenal lelah dan buktikan bahwa kita semua bisa menjadi pelayan publik. Ini harus dilakukan karena masyarakat sampai saat ini masih sangat sayang kepada kita semua,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Ayah Novia Situmeang Meninggal, Bupati Eddy Berutu: Serahkan Semua pada Yang Kuasa, Kamu yang Terbaik

0
DAIRI – Orang tua Novia Situmeang, Ryden Basario Situmeang (55) meninggal dunia, Jumat (16/3/2023), di Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Novia saat ini sedang berjuang menjadi yang terbaik dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Saat ini Novia sudah masuk babak 8 besar.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu hadir langsung menyampaikan rasa duka dan kata-kata penghiburan kepada keluarga Novia.

Bupati Eddy Berutu tak kuasa menahan rasa sedih dan air mata saat berjumpa dengan keluarga Novia.

Eddy Berutu menyampaikan sangat terpukul akan berita duka terhadap keluarga Novia walau tak punya hubungan darah dengan almarhum.

Secara khusus kepada Novia, Bupati berpesan untuk tetap kuat dan tabah atas cobaan ini, serta jangan lupa tetap berjuang menjadi yang terbaik di Indonesian Idol.

“Saya tau kamu sangat terpukul di tengah perjuanganmu saat ini. Saya hanya berpesan serahkan semua pada yang kuasa, jaga kesehatanmu, lakukan yang terbaik. Soal suara, kamu adalah yang terbaik,” ujar Bupati.

Lebih jauh Bupati menyampaikan bahwa dalam hidup selalu ada rahasia Tuhan, manusia tidak akan pernah tahu, namun semua tidak akan terjadi tanpa seizin yang kuasa.

“Mari kita antarkan Almarhum Bapak Situmeang ini dalam doa-doa kita. Kiranya almarhum ditempatkan di tempat terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa bersama orang-orang suci, serta menjadi pendoa bagi kita,” ucap Bupati.

Secara singkat Novia menyampaikan, almarhum ayahnya memiliki cita-cita awal menjadi penyanyi, namun tidak kesampaian.

Cita-cita itupun akhirnya dilanjutkan Novia yang sedang berjuang menjadi yang terbaik di Indonesian Idol 2023.

“Dulu, bapak bercerita punya cita-cita ingin jadi penyanyi, namun tidak tercapai, sekarang cita-cita almarhum saya lanjutkan. Jadi saya memohon bantulah saya untuk jadi yang terbaik. Saya akan berjuang membawa nama baik Kabupaten Dairi,” ujarnya sambil menangis.

Hadir juga, Anggota DPRD Charles Tamba, Sekda Budianta Pinem, beberapa Kepala OPD, Camat Gunung Sitember, Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sitember, Jonathan Ginting, Ketua Karang Taruna Davit Silitonga, organisasi PAPPRI, AMPI, serta beberapa guru. (Nid)

Wujudkan Mimpi Ayahnya, Bupati Eddy Berutu Ajak Masyarakat Beri Dukungan Vote Novia di Indonesian Idol

0
DAIRI– Mari dukung Novia Situmeang, mari kita wujudkan cita-cita almarhum. Ayo kita vote novia untuk menjadi Indonesian Idol selanjutnya.

Demikian disampaikan Bupati Dairi, Eddy Berutu usai melayat ke rumah duka ayah Novia Situmeang yang berlokasi di Dusun Barisan Mesin Desa Tuppak Raja Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi, Sabtu (18/3/2023).

DiDi tengah duka mendalam yang meninggalnya Novia Situmeang, Bupati mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya beberapa waktu lalu dengan almarhum, almarhum menyampaikan bahwa ia memiliki cita – cita menjadi seorang penyanyi.

“Almarhum ayahanda Novia punya satu cita-cita ingin menjadi seorang penyanyi. Namun Tuhan berkehendak lain, profesi itu kemudian dititipkan kepada Novia,” Ujar Eddy Berutu yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Ny Romy Mariani.

Saat ini kata Eddy Berutu, Novia sedang berusaha mewujudkan keinginan almarhum ayahnya untuk menjadi penyanyi profesional.

“Novia sekarang berusaha mewujudkan keinginan itu dan dia sangat bersemangat. Untuk itu, mari kita dukung Novia, mari kita dukung cita-cita almarhum agar bisa kita wujudkan melalui Novia. Ayo kita vote Novia,” ujarnya.

Sosok Almarhum Dimata Novia Situmeang yang sudah masuk 8 besar menuturkan, sosok sang ayah semasa hidup adalah sosok orang tua manajer, sekaligus guru baginya.

Novia bercerita, banyak ilmu yang ia dapat dari sosok sang ayah sepanjang hidupnya.

“Bapak adalah guru vokal pertamaku yang melarangku teknik bernyanyi” katanya singkat.

Novia menuturkan, sosok sang ayah jugalah yang memberikan dukungan dan semangat hingga dirinya berani menyanyi di depan banyak orang dari panggung ke panggung.

Sangking bangganya akan keberhasilan putrinya ditengah sakit pun kata Novia ayahandanya selalu berusaha mencari dukungan. Dan tidak sia-sia, dukungan itu pula yang membawa Novia bisa menembus 8 besar di Ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

“Saya hanya bisa mengandalkan suaraku, dan saya membutuhkan sistem dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Kabupaten Dairi untuk mewujudkan cita cita almarhum. Saya akan berjuang membawa nama baik Kabupaten Dairi,” ujarnya penuh haru.

Sebagai informasi, ayah Novia, Riden Situmeang meninggal pada Jumat (17/3/2023) di usia 55 tahun.

Hadir juga, Anggota DPRD Charles Tamba, Sekda, Budianta Pinem, Beberapa Kepala OPD, Camat Gunung Sitember, Jonathan Ginting, Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sitember, Ketua Karang Taruna Davit Silitonga, organisasi PAPPRI, AMPI serta beberapa guru. (Nid)

 

Mayat Mutilasi di Koper Merah Terungkap Ternyata Warga Medan

0
Koper Merah
Polisi menangkap pelaku mutilasi mayat dalam koper merah yang ditemukan di Tenjo, Bogor. Selain itu, polisi juga mengungkap motif pelaku membunuh sekaligus memutilasi korban.

Sebuah koper merah berisi jasad dengan kondisi termutilasi ditemukan di daerah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3). Jasad di dalamnya tanpa kepala dengan kaki dan tangannya terikat.

Polisi telah menangkap inisial DA (35) pelaku mutilasi terhadap R (45) ia terancam hukuman mati. Dua hari setelahnya, pelaku DA ini ditangkap di Yogyakarta.

R merupakan warga asal Kota Medan yang merantau ke Tangerang. Ia dimutilasi oleh DA teman sekamarnya yang baru empat bulan.

Peristiwa pembunuhan ini diduga berkaitan dengan hal yang menyimpang. Dimana DA dan R selama ini tinggal bersama di sebuah apartemen di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang.

“Antara tersangka dan korban sudah menjalani hidup bersama selama empat bulan kurang lebih di apartemen yang sama,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, Sabtu (18/3/2023).

Hubungan antara pelaku dan korban, kata AKBP Iman Imanuddin hanyalah sebatas langganan layanan transportasi ojek online.

“Si korban pekerjaan translator Bahasa Mandarin, untuk si pelaku pertama kali mengenal korban karena korban pesan ojek online, pelaku ini driver, karena merasa cocok menjadi langganan, kemudian tinggal bersama,” ungkapnya.

Koper Merah
Pelaku Mutilasi di Dalam Koper Merah

“Motif sementara yang kami peroleh dari tersangka, tersangka bertengkar karena diminta melakukan handjob oleh si korban,” terangnya.

Di samping itu, saat disinggung mengenai adanya unsur Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) pada kasus ini, pihak kepolisian belum menyimpulkannya.

“Namun demikian, kami masih melakukan pendalaman. Sementara untuk pendalaman ke arah sana dalam bentuk kelainan psikologis dan lainnya kami akan lakukan pendalaman dengan menggunakan psikolog,” ungkapnya.

Terkait potongan tubuh korban, AKBP Iman Imanuddin membeberkan, jika pelaku memotong tubuh korban untuk mengaburkan atau sulit teridentifikasi.

“Pertama, khawatir cara menghilangkannya karena cukup besar (badan korban), kemudian dimasukkan ke dalam koper tidak muat, dipotong,” ujarnya.

Setelah tubuh korban dipotong menggunakan gerinda dibagi menjadi empat bagian, potongan tubuh korban dibuang ke lokasi yang berbeda.

Untuk bagian setengah badan dan kedua tangannya dibuang menggunakan koper dibuang ke pinggir jalan di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.

Sedangkan untuk potongan kepala dan kedua kakinya dibuang ke Sungai Cimanceuri, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang.

“Bagian kaki dan kepalanya dibuang di Sungai Cimanceuri di wilayah Tigaraksa menggunakan kresek hitam. kami masih melakukan pencarian terhadap potongan tubuh korban,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro mengungkapkan bahwa pelaku mencuri Rp 30 juta milik korban.

“Sementara pengakuan pelaku, pelaku diminta melayani si korban, namun si pelaku tidak mau, kita juga mencium ada motif ekonomi karena sementara ini kami temui sejumlah uang korban diambil pelaku, karena memang si pelaku ini mengetahui ATM korban,” ungkapnya.

“Yang diambil Rp 30 juta, tapi untuk ATM lain masih kita dalami,” sambungnya.

Juga disampaikan oleh Giro bahwa adanya bekas luka akibat senjata tajam di potongan tubuh korban tersebut, sebab pelaku berupaya memotong awalnya menggunakan sebilah pisau.

“Bahwa bekas penganiayaannya itu ditusuk oleh senjata tajam saat terjadi pertengkaran antara pelaku dengan korban,” ungkap Giro.

“Pelaku itu membunuh pertama kali si korban dengan menusuk sajam ke lehernya korban, kemudian setelah dipastikan meninggal dunia, pelaku mencoba memotong-motong korban menggunakan pisau, tapi tidak berhasil, sehingga si pelaku keluar untuk mencari alat pemotong lain,” sambungnya.

Pelaku pun membeli gerinda dan memotong tubuh korban menjadi 4 bagian (kepala, tubuh, tangan dan kaki).

Kendati demikian untuk bagian kepala dan kaki masih belum ditemukan Polres Bogor termasuk juga alat pemotong yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

“Kepala dan kaki belum ditemukan beserta alat potong gerindanya. Dibuang terpisah, kepala, kaki dan gerinda dibuang ke sungai,” ungkapnya.

Polres Bogor pun masih terus berupaya mencari potongan tubuh dan alat yang hilang di Sungai Cimanceuri di wilayah tigaraksa.

“Selanjutnya bagian kaki dengan bagian kepala korban dibuang di Sungai Cimanceuri di wilayah Tigaraksa. Dan kami masih melakukan pencarian terhadap potongan tersebut,” pungkasnya.

Ratusan Kader Pemuda Pancasila Hadiri Rapat Pemilihan Pengurus PAC PP Binjai Kota

0
Rapat Pemuda Pancasila
BINJAI | Ratusan Kader Pemuda Pancasila dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) Se Kota Binjai dan Pimpinan Anak Ranting se Kecamatan Binjai menghadiri Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Binjai Kota di Aula Pendopo Umarbaki Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Sabtu (18/04/2023) siang.

Ratusan kader tersebut terdiri dari Ketua PAC PP Se Kota Binjai bersama anggota dan Ketua Ranting se Kecamatan Kota Binjai antusias menghadiri Rapat Pemilihan Pengurus Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Binjai kota.

Dalam Rapat Pemilihan Pengurus PAC PP Binjai Kota tersebut dihadiri pengurus MPW PP Sumut dan Ketua MPC PP Kota Binjai J Payo Sitepu beserta pengurus berjalan lancar dan sukses.

Dalam kata sambutannya calon Ketua
PAC PP Binjai Kota, Beri Sembiring Milala bertekad ingin membangun kerukunan dan kedamaian dalam berorganisasi.

Rapat

“Terimakasih kepada ketua MPC Pemuda pancasila Kota Binjai yang telah memberikan mandat untuk melaksanakan rapat pemilihan pengurus PAC Pemuda pancasila kecamatan Binjai Kota.

 

Dan saya juga berterimakasih kepada seluruh pengurus ranting dan pengurus PAC Pemuda Pancasila kecamatan Binjai Kota yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Binjai Kota masa bakti 2023 s.d 2026.

Semoga saya mampu mengemban amanah ini, saya berharap dukungan dan bimbingan dari ketua dan pengurus MPC Pemuda Pancasila kota Binjai dan saya juga berharap kerjasama pengurus PAC dan pengurus ranting Pemuda Pancasila kecamatan Binjai Kota untuk menjalankan roda organisasi sehingga Pemuda Pancasila kecamatan Binjai kota menjadi organisasi yang solid dan berjaya,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MPC PP Kota Binjai J Payo Sitepu dalam sambutannya mengatakan, semoga pengurus yang terpilih dapat mengibarkan bendera Pemuda Pancasila di Kota Binjai ini, pesan saya tolong kita semua untuk menjaga ketertiban dan kekondusifan di kota Binjai ini,” pesannya.

Rapat Pemuda Pancasila

Selanjutnya, masih dikatakan J Payo Sitepu, menyampaikan selamat bermusyawarah pada hari ini Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) PAC Binjai kota saya buka, sekali Layar Berkembang Surut Kita Berpantau,” ungkapnya.

Adapun acara Rapat Pemilihan Pengurus PAC PP Binjai Kota ini dihadiri Ketua MPW PP Sumut diwakili Nikolas Marpaung, Ketua MPC PP Kota Binjai, J Payo Sitepu, Kapolsek Binjai Kota, diwakli Kanit Sabahra Iptu Junaidi, Ketua KNPI Binjai, Yudi Irawan, Sapma PP Kota Binjai dan acara tersebut masih berjalan dengan lancar.

Sebagai penutup, seluruh calon pengurus PAC PP Binjai Kota dilakukan tes urine, dan hasilnya negatif tidak ada pengurus yang pengguna atau konsumsi narkoba. (S.Turnip)