Beranda blog Halaman 247

Panen Cabai dari KPT Parbuluan Tiba di Kantor Gubsu, Bupati Eddy Berutu: Dairi Bukan Lagi Memulai Tapi Sudah Tunjukkan Hasil

0
Panen Cabai dari KPT Parbuluan Tiba di Kantor Gubsu, Bupati Eddy Berutu: Dairi Bukan Lagi Memulai Tapi Sudah Tunjukkan Hasil
DAIRI – Panen raya pertama komoditi cabai dari Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, telah tiba di Medan, Rabu (31/5/2023), tepatnya di Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Medan.

Penyerahan hasil panen tersebut dilakukan bersamaan dengan gelaran kegiatan pertemuan High Level Event (HLE) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2023 yang diadakan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, dihadiri Gubsu dan seluruh kepala daerah se-Sumatera Utara.

Panen cabai seberat kurang lebih 2,5 ton ini merupakan Kerjasama Antar Daerah Pemkab Dairi dan Pemkot Medan yang sudah diteken pada Februari 2023 lalu.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan rasa bangga bahwa kabupaten yang dia pimpin dapat berkontribusi untuk mengatasi inflasi melalui tanaman pangan seperti yang diminta oleh Presiden Jokowi.

Apalagi, kata Bupati Eddy Berutu, komoditas cabai yang tiba di Medan seberat 2,5 ton tersebut bersamaan dengan kegiatan yang dilakukan Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi menggaungkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Artinya Dairi tak lagi baru memulai tapi sudah menunjukkan hasil membantu mengatasi inflasi melalui tanaman hortikultura khususnya cabai,” kata Eddy Berutu.

Dia berharap ke depan hasil tanaman hortikultura dari Dairi semakin banyak membanjiri pasar di Sumut, khususnya Medan, untuk membantu menstabilkan harga dan menekan laju inflasi.

Sebelumnya, Pemkab Dairi dan Pemko Medan menandatangani MoU pada 14 Februari lalu di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sidikalang, untuk kerjasama penanaman hortikultura, khususnya cabai, dengan Pemko Medan sebagai offtaker atau pembeli dengan harga tetap

MoU yang diteken Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu dan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE, MM, diikuti perjanjian kerja sama antara PUD Pasar Medan dengan Koperasi AUR Dairi Botanikal.

Eddy Berutu mengatakan bangga atas kehadiran Wali Kota Medan serta mendapat kepercayaan untuk mendukung bahan kebutuhan pangan holtikutura khususnya di Kota Medan.

Secara data, menurut Badan Pusat Statistik, Dairi surplus untuk bahan pangan holtikultura. Oleh karena itu, Eddy Berutu berkeinginan untuk membantu daerah lain yang membutuhkan ketersediaan pangan dalam menunjang kestabilan harga.

“Pak Bobby Nasution berkomitmen untuk melihat bagaimana petani Dairi tahap demi tahap serta semakin sejahtera. Terima kasih atas kerjasama ini. Semoga kebutuhan pangan untuk Kota Medan dapat terpenuhi,” ujar Eddy Berutu. (As)

Hadiri GNIP di Medan, Bupati Eddy Berutu: Kehadiran Dairi Buktikan Sinergitas Antar Daerah Telah Terwujud

0
Hadiri GNIP di Medan, Bupati Eddy Berutu: Kehadiran Dairi Buktikan Sinergitas Antar Daerah Telah Terwujud
DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu bersama bupati dan walikota se-Sumatera Utara menghadiri pertemuan High Level Event (HLE) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2023 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (31/5/2023).

Acara dirangkai dengan pelepasan secara simbolis hasil komoditi pertanian dari beberapa daerah, termasuk Dairi, oleh Gubsu Edy Rahmayadi

Pertemuan yang ditujukan untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus menindaklanjuti arahan presiden dalam Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2022 secara khusus pengendalian inflasi kelompok pangan.

Dalam pertemuan bertemakan Sinergi dan Inovasi untuk ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah dan Kerjasama Antar Daerah (KAD) terintegrasi, membawa Sumut menjadi semakin bermartabat ini, Bupati Eddy Berutu menyampaikan pertemuan kali ini membuktikan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Pemkab Dairi dalam mengatasi inflasi dengan menjadi produsen hasil komoditi bukanlah isapan jempol semata.

Kehadiran Dairi dalam even ini, kata Bupati, juga membuktikan bahwa apa yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara yang surplus di 4 komoditi seperti beras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah tidak terbantahkan lagi

“Sebagaimana kita sudah MoU dengan Pemkot Medan, hari ini secara simbolis kita sudah lepas lebih kurang 2,5 ton hasil panen perdana komoditi cabai dari desa Parbuluan V,” ujarnya

Lebih jauh Bupati menjelaskan harapannya, selain cabai, Kabupaten Dairi juga dapat menjadi produsen komoditi kentang dan bawang merah dan menjadi penyuplai untuk kota-kota di sekitarnya.

“Di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) dengan lahan 200 ha kita sudah panen perdana cabai, dan sudah dilepas hari ini oleh Pak Gubernur. Harapan saya dari panen perdana ini kita bisa belajar apa yang menjadi kelemahan agar hasil di musim tanam berikutnya bisa optimal, sekaligus mempersiapkan panen untuk komoditi lain agar kita juga bisa jadi produsen, baik untuk daerah lain ataupun perusahaan sebagai off taker,” ujarnya mengakhiri.

Sebagai informasi, kegiatan yang juga dihadiri Anggota komisi XI DPR.RI H. Hidayatullah dan Deputi Bank Indonesia Yuda Agung ini, menghasilkan 3 program unggulan pengendalian inflasi di Sumatera Utara.

Ketiganya yakni optimalisasi produktivitas, penguatan nilai tambah sektor pangan, dan perluasan kerjasama antar daerah termasuk memperkuat fungsi BUMD.

Inspektur Jenderal Kemendagri Komjem Pol.Drs Tomsi Tohir memyampaikan keberhasilan Indonesia dengan inflasi terkendali yang menjadi urutan ke 40 dari 180 negara di dunia tentu tidak terlepas dari andil Sumatera Utara, termasuk juga peran daerah lain.

“Harapan kami para kepala daerah bisa memfokuskan anggarannya pada sektor pangan baik dari hulu hingga ke hilir baik dalam segi infrastruktur atau yang lainnya.

Saya titip pesan kita tidak boleh kalah dengan inflasi. Masa depan Indonesia dibentuk dari apa yang kita lakukan hari ini. Jadi saya pesankan agar daerah mampu tunjukkan kekuatannya membantu bangsa ini mengatasi inflasi,” kata Tomsi. (Nid)

Gubsu Sebut Dairi Surplus Empat Pangan Strategis, Bupati Eddy Berutu: Siap Turut Andil Stabilkan Inflasi di Sumatera Utara

0
Gubsu Sebut Dairi Surplus Empat Pangan Strategis, Bupati Eddy Berutu: Siap Turut Andil Stabilkan Inflasi di Sumatera Utara
DAIRI – Dari lima komoditas pangan strategis kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, empat di antaranya dinyatakan sebagai komoditas surplus Kabupaten Dairi. Keempat komoditas tersebut yaitu beras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi dalam High Level Event Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Utara Tahun 2023, bertempat di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (31/5/2023).

Menanggapai sambutan tersebut, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu membenarkan data yang dipaparkan tersebut.

“Untuk saat ini kita memang sudah surplus untuk keempat komoditas pangan strategis dimaksud. Sementara untuk komoditas pangan strategis bawang putih, kita masih harus ekspor 100% dari luar daerah,” kata Eddy.

Mengatasi kekurangan tersebut, kata Eddy, Pemerintah Kabupaten Dairi telah berupaya untuk mempelajari dan meninjau kembali daerah-daerah di Kabupaten Dairi yang potensial untuk bertani bawang putih, sehingga Kabupaten Dairi dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya.

“Dengan adanya surplus tersebut, tentunya Pemerintah Kabupaten Dairi ingin berpartisipasi dalam menstabilkan inflasi di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Salah satunya, kita sudah tanda tangan perjanjian kerja sama dengan Pemkot Medan,” ujar Eddy.

Disampaikan Eddy, dengan menjalin kerja sama dengan Pemkot Medan, maka inflasi di Sumatera Utara dapat terkendali, mengingat Kota Medan merupakan penyumbang inflasi di Sumatera Utara.

“Kita juga suda ada Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Kecamatan Parbuluan V, hasil panen dari KPT itu sudah kita jual ke Kota Medan dengan harga Rp 23.000/kg, harga ini lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Dapat kita katakan, petani kita untung,” ujar Eddy

Selain empat produk tersebut, kata Eddy, Kabupaten Dairi juga surplus untuk komoditas jagung. Sentra jagung Dairi terdapat di Tanah Pinem, Gunung Sitember, dan Tigalingga. Potensi ini juga akan dijajaki kembali untuk dijalin kerjasama dengan daerah lainnya.

“Jagung kan bahan utama pembuatan pakan ternak, kalau harga jagung stabil, maka harga pakan ternak juga stabil. Sehingga, untuk ayam potong dan telur, harganya juga bisa stabil,” kata Eddy

Selain itu, untuk komoditas peternakan strategis, seperi domba dan kambing, Kabupaten Dairi telah mampu memenuhi kebutuhannya 100%.

“Meski demikian, seperti yang disampaikan Inspektur Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, pemerintah daerah tidak boleh lengah. Harus tetap bekerja keras di tengah gejolak inflasi dunia. Maka dari itu, saya berharap agar kita semua dapat bekerja sama dalam menjaga kestabilan pangan ini,” kata Eddy. (Nid)

Cabai Merah dan Peran Kabupaten Dairi Sukseskan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Tahun 2023

0
Cabai Merah dan Peran Kabupaten Dairi Sukseskan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Tahun 2023

DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan rasa bangga Kabupaten Dairi punya peran yang besar dalam pengendalian inflasi pangan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2023, yang diselenggarakan di Aula Raja Inal Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (31/5/3023).

Acara yang dibuka langsung Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi ini mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Melalui Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah, dan Kerja Sama Antar Daerah Terintegrasi Membawa Sumut Semakin Menjadi Bermartabat”.

Peran yang telah dilakukan Dairi, kata Bupati Eddy Berutu, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan dengan meneken MoU penanaman hortikultura, khususnya cabai di Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan.

Dalam MoU itu, Kabupaten Dairi menyediakan lahan dan menanam cabai sementara Pemko Medan sebagai off taker atau pembeli dengan harga stabil.

“Hasil MoU itu sudah kita buktikan hari ini dengan kedatangan 2,5 ton cabai dari Parbuluan tiba di Kantor Gubsu di Medan. Kita ingin menunjukkan bahwa Dairi bisa mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat luas, dengan mengekspor produk unggulan komperatif di sektor pertanian, yaitu cabai merah,” kata Eddy Berutu.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Dairi dalam pengendalian inflasi kelompok pangan di Sumatera Utara, diharapkan dapat merumuskan langkah antisipatif pengendalian inflasi dari sisi supply (penawaran) guna mendukung ketahanan pangan yang integratif, masif, dan berdampak hingga tingkat nasional.

Sebagai informasi, pertemuan GNPIP Sumatera Utara 2023, akan disertai dengan pelepasan produk unggulan komperatif oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (Nid)

Motif Bule Denmark Pamer Kemaluan di Bali, Hanya Hal Sepele Ternyata

0
Bule
Bule Denmark inisial CAP (49) menjadi tersangka pornografi usai aksi pamer kemaluan saat berkendara motor di Bali.

Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas menerangkan motif dan kronologi seorang perempuan asal Denmark berinisial CAP (50), pamer kkemaluan di atas sepeda motor di daerah Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Dia menceritakan latar belakang dirinya sampai berani memamerkan alat vital di depan umum.

Jadi ketika itu dia bercerita kepada seseorang tentang prostitusi di Thailand. Dia mengatakan di sana banyak ladyboy mengenakan rok mini sampai kelihatan celana dalamnya.

Dia lalu memperagakan sambil memperlihatkan alat vitalnya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (30/5/2023).

Bambang menjelaskan, ketika itu CAP baru pulang dari sebuah bar di Seminyak, Kuta.

Dia membonceng CM (49), sesama warga negara asing namun keduanya bukan suami istri.

Motor yang ditumpangi keduanya saat itu terhenti di Jalan Kayu Aya, tepatnya di depan toko Indigo Kids. Keduanya lantas bertemu seseorang yang merekam video itu. Aksi CAP mempertontonkan alat kelaminnya dilakukan secara spontan.

“Hanya CAP yang jadi tersangka, sedangkan CM sebagai saksi,” ujar Bambang.

Aksi CAP memamerkan alat vitalnya viral di media sosial hingga dia berurusan dengan hukum. Setelah viral, CAP ditangkap petugas imigrasi di tempatnya menginap di Legian, Kuta pada Sabtu (27/5/2023).

CM (49) ikut diamankan saat bersamaan, namun hanya CAP yang menjadi tersangka dan ditahan di Rutan Polresta Denpasar.

“Yang bersangkutan sementara kita amankan dan kita kenakan Undang-undang Nomor 44, Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda sebesar maksimal Rp5 miliar,” ujarnya.

Saat ini Polisi masih mencari keberadaan warga yang merekam aksi bule perempuan tersebut.

“Itu nanti, kita masih lidik,” ujarnya.

(As/Red/In/Mrd)

Kebiasan Buruk Makan Mie Pakai Nasi, Ini Kata Ahli Gizi

0
Mie Makan Nasi
Makan mie pakai nasi telah jadi kebiasaan sebagian besar orang Indonesia. Mie selalu dijadikan lauk karena memiliki rasa gurih yang cocok dinikmati sebagai pendamping nasi.

Namun, apakah makan mie pakai nasi aman jika dipandang dari sudut kesehatan?

Mie notabene terbuat dari tepung. Tidak berbeda dengan nasi, mi juga mengandung karbohidrat. Ketika memakan nasi pakai mi, jumlah karbohidrat yang masuk ke tubuh tentu jadi lebih banyak.

Ahli gizi Irtya Qiyamulail menyebut, jika kedua makanan ini dikonsumsi bersamaan, maka zat gizi yang masuk jadi tidak seimbang. Sebab kebanyakan hanya karbohidrat saja.

Padahal kata dia, ada banyak zat gizi yang harusnya terpenuhi dan berasal dari makanan selain karbohidrat. Dan semua zat gizi itu benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

“Kita juga membutuhkan zat gizi lain seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Irtya di lansir dari CNNIndonesia.com.

Karbohidrat memang jadi salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tapi, jumlah yang masuk ke tubuh juga harus seimbang, tidak boleh berlebihan. Sebab jika terlalu banyak, karbohidrat bisa jadi cadangan lemak yang tersimpan di tubuh.

“Hal ini bisa membuat berat badan meningkat,” kata dia.

Irtya menjelaskan, untuk satu porsi mie instan biasanya mengandung 380 kkal. Sementara kandungan karbohidratnya mencapai 54 gram tergantung merk dan jenis mi.

Sementara untuk satu porsi nasi dengan berat 150 gram biasanya mengandung 270 kkal. Kandungan karbohidratnya mencapai 59,7 gram.

Maka, saat Anda mengkonsumsi mie pakai nasi total ada 650 kkal dengan karbohidrat mencapai 113,7 gram dalam sekali makan. Jumlah yang cukup banyak untuk satu kali makan.

Dia pun menyebut, kebiasaan mencampur mie dengan nasi saat makan bukan hal yang bijak. Sebab, makan mie atau nasi saja cukup agar kebutuhan zat gizi lainnya bisa terpenuhi.

“Bisa dengan mengkombinasikan mie dengan kelompok zat gizi yang lain seperti protein bisa telur, daging dan serat seperti sawi, kol, brokoli, dan sayuran lainnya,” kata dia. (As/Cni/Red)

Wakapolres Sergai Memperoleh Kenaikan Pangkat, Kapolres OXY: Mari Kita Jadikan Motivasi dan Inspirasi Keteladanan

0
Sergai
Sergai | Aktiva.News – Upacara kenaikan pangkat pengabdian Personel Polres Serdang Bedagai, Wakapolres Sergai Kompol Sofyan, S.H memperoleh kenaikan pangkat setingkat menjadi Ajun Besar Komisaris Polisi (AKBP).

Upacara dipimpin langsung oleh, Kapolres Sergai AKBP OXY YUDHA PRATESTA, S.I.K, dengan Danup : IPDA BRIMEN, SH, MH., Rabu (31/05/2023) pagi tadi di Lapangan hijau Polres Serdang Bedagai.

Upacara turut dihadiri para Kabag,Kasat,Kapolsek,Kasi dan personil Polres serta perwakilan pengurus Bhayangkari.

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Oxy Yudha Pratesta mengatakan, kenaikan pangkat pengabdian bagi anggota Polri tertuang dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 3 tahun 2016 tentang administrasi kepangkatan anggota Polri yang selanjutnya diproses melalui sidang dewan kepangkatan dilingkungan Polri.

“Hari ini kita laksanakan upacara kenaikan pangkat pengabdian Wakapolres Serdang Bedagai, Kompol Sofyan, S.H dari Kompol menjadi AKBP”, ujar Oxy Yudha Pratesta.

“Mari kita jadikan motivasi dan inspirasi keteladanan, konsistensi, komitmen serta integritas beliau dalam bertugas karena kenaikan pangkat pengabdian yang beliau terima ini tidaklah mudah dan telah melalui proses yang panjang”, tambahnya.

“Atas nama pimpinan dan seluruh personil Polres Sergai mengucapkan selamat kepada Wakapolres, semoga menjadi berkah bagi keluarga, satuan dan agama”.

(Ari)

Nakes Curhat Mahalnya Urus STR “Sampai Rp 17 Juta”

0
Str mahal
Foto ilustrasi tenaga kesehatan. (iStock/Kiwis)
Keluhan ruwet dan mahalnya mendapatkan surat tanda registrasi (STR) ternyata tak cuma dialami para dokter, melainkan juga tenaga kesehatan lain termasuk perawat.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Perawat Indonesia (LBHPI) Gerardus Gegen bahkan menyebut beberapa kali mengurus kasus persoalan oknum pemberian STR dengan biaya terlampau mahal.

“Keluhan STR terlalu berbelit-belit, ketika orang mau buat STR kombinasinya mesti dari berjenjang, ya kalau di keperawatan tuh dari DPK, DPD, DPW,” jelas dia saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan Sabtu (20/5/2023).

Proses yang berjenjang ini disebutnya memakan waktu lama, terlebih diperlukannya surat rekomendasi untuk melengkapi izin praktik.

Sayangnya, beberapa nakes akhirnya perlu menunggu beberapa bulan untuk bisa bekerja.

“Nah itu pun belum tentu cepat prosesnya karena harus rekomendasi dan segala macam,” lanjutnya.

“Bisa hampir mungkin berbulan-bulan, jadi itu memang saya tidak mengeneralisir tapi ada beberapa yang cepat, tapi ada yang lambat,” sambung Gegen.

Umumnya, total kebutuhan biaya mendapatkan surat tanda registrasi dan surat izin praktik perawat disebutnya tidak lebih dari Rp 1 juta. Namun, Gegen mengaku pernah mendampingi perawat yang dikenakan biaya hingga belasan juta rupiah.

“Bahkan saya mengadvokasi satu peristiwa buat STR aja, nggak tahu apa oknumnya nggak ngerti atau apa, hampir Rp 17 juta, ini bukti nyata,” terang dia.

“Ini di daerah dan di DKI ada orang apakah yang memang perawatnya nggak ngerti atau ada oknumnya yang memang bermain dan ternyata ada ini semacam gunung es. Di bawahnya banyak masalah,” pungkas dia.

Sumber: detikHealth

Usai Berhubungan Badan Pedagang Sayur Tewas Dicekik Selingkuhan

0
Pedagang Tewas
Ilustrasi
Bus Puspa Indah yang ditumpangi Darto tiba di Jombang malam itu. Pria asal Desa Purwokerto, Ngimbang, Lamongan itu berangkat dari Sidoarjo ke Lamongan namun bukan untuk pulang ke rumah.

Dari Jombang ia naik bus lagi jurusan Babat. Darto lalu turun di SPBU di seberang Pabrik Kebun Tebu Mas, Sidokumpul, Kecamatan Sambeng.

Darto hendak menemui Iswatun (37), kekasih gelapnya. Di SPBU itu, Darto mengirim SMS ke Iswatun bahwa dirinya sudah sampai dan menunggunya di kantin sambil makan.

Darto dan Iswatun merupakan pasangan selingkuh. Mereka merajut cinta terlarang. Darto datang ke Lamongan karena diminta Iswatun.

Perempuan yang merupakan pedagang sayur keliling itu mengajak Darto untuk berhubungan badan dan akan memberi uang Rp 500 ribu setelahnya. Tawaran Iswatun disetujui Darto.

Sidoarjo Dibunuh Usai Jual Keperawanan
Darto dan Iswatun sebenarnya sudah sama-sama berkeluarga. Keduanya berasal dari desa yang sama di Kecamatan Ngimbang.

Namun Darto telah pindah ke Nganjuk ikut istrinya dan bekerja sebagai sopir di Sidoarjo.

Darto secara tak sengaja bertemu lagi dengan Iswatun saat berkunjung ke desa asalnya di Lamongan. Keduanya lalu saling bertukar nomor ponsel dan komunikasi pun kerap dilakukan.

Cinta lama pun tumbuh kembali. Mereka sempat berpacaran sebelum sama-sama menikah dengan orang lain.

Setelah menunggu sekian waktu, Iswatun pun datang dengan mengendarai motor Honda Vario 125 warna putih nopol S-5057-LX. Iswatun lalu menjemput Darto dan menuju Desa Manungrejo. Di sana keduanya menuju sebuah gubuk dan melakukan persetubuhan.

Puas bersetubuh, Iswatun lalu merogoh dompetnya dan memberikan uang Rp 100 ribu ke Darto. Karena tak sesuai yang dijanjikan yakni Rp 500 ribu, Darto pun protes.

“Lho, kok satus. Jaremu limangatus (Lho kok seratus ribu. Katamu lima ratus ribu),” kata Darto kepada Iswatun saat itu.

Iswatun lalu menimpali bahwa uang Rp 100 ribu pemberiannya itu sudah banyak. Ia lalu membandingkan pria lain yang berhubungan badan dengan dirinya biasanya hanya diberi sedikit.

Darto bertambah emosi mendengar jawaban Iswatun. “Gendhak’an sing endi? Jarene cuma aku tok (pacar yang mana? Katanya cuma aku saja),” ujar Darto.

Iswatun pun menyebut nama pacarnya yang lain yakni Parianto dan seorang lagi dari Lombok. Darto pun naik pitam dan langsung mencekik leher Iswatun yang masih dalam keadaan tanpa busana itu.

Setelah memastikan Iswatun tewas, Darto kemudian mengangkat tubuh Iswatun keluar dari gubuk dan menaruhnya di tumpukan jerami. Pembunuhan itu terjadi pada Senin, 21 Maret 2016 dini hari.

Darto kemudian kembali ke Gubuk dan mengenakan pakaiannya. Ia lalu membawa tas milik Iswatun yang berisi uang Rp 1,3 juta. Darto juga mengambil kalung dan Handphone Nokia 103, motor Iswatun lalu kabur.

Sampai di Ploso, Jombang, Darto membuang ronjot atau rengkek yang ada di motor Iswatun, yang biasanya dipakai untuk berjualan sayur itu. Untuk menghilangkan jejak juga, Darto mencoba mengirim SMS secara acak ke sejumlah nomor kenalan Iswatun.

Isi SMS itu berisi bahwa dirinya akan dibunuh Parianto. SMS ini dimaksudkan agar yang dituduh membunuh Iswatun bukan dirinya tapi Parianto yang merupakan pacar korban lainnya.

Barang-barang milik Iswatun ini kemudian dijual. Sedangkan handphone Nokia diberikan kepada orang lain.

Mayat Iswatun ini kemudian ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh warga bernama Sirin. Penemuan itu membuat geger dan dilaporkan ke aparat desa setempat.

Selanjutnya polisi datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Mayat kemudian dievakuasi ke RSUD Ngimbang.

Polisi sempat menemui kendala dalam mengungkap kasus pembunuhan itu hingga beberapa minggu lamanya sebab minim saksi dan barang bukti. Meski demikian, setelah terus dilakukan penelusuran akhirnya tabir kematian Iswatun terungkap.

Polisi menangkap Darto di Desa Kecubung, Kecamatan Pare, Nganjuk pada Jumat, 22 April 2016. Darto ditangkap saat hendak mengantarkan anaknya berobat ke Puskesmas.

Darto langsung digelandang ke Polres Lamongan. Di hadapan penyidik, Darto mengakui semuanya setelah ditunjukkan sejumlah bukti.

Senin 25 April 2016, Darto kemudian dirilis sebagai pelaku tunggal pembunuhan Iswatun. Selanjutnya ia dijerat dengan Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dan menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Lamongan.

Kamis 15 September 2016, Darto divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lamongan hukuman pidana selama 15 tahun penjara.

Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa sebelumnya. Ini karena Darto terbukti melakukan pembunuhan disertai tindak pidana lainnya.

“Menyatakan terdakwa Darto bin Waeman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara 15 tahun,” kata Hakim Ketua Jumadi Apri Ahmad saat membacakan amar putusannya.

Artikel Ini Merupakan Crime Story
Sumber: detikjatim

PKK dan Dharma Wanita Dairi Ikuti Lomba Merangkai Bunga dan Menghias Makanan Pelleng

0
PKK dan Dharma Wanita Dairi Ikuti Lomba Merangkai Bunga dan Menghias Makanan Pelleng
DAIRI – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara mengadakan lomba merangkai bunga dan lomba menghias makanan pelleng, Selasa 30 Mei 2023 di Medan.

Kegiatan yang diadakan di kantor dinas tersebut dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2023 Provinsi Sumatera Utara. Dalam kegiatan lomba merangkai bunga, Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Simarmata- Ny.Eddy Berutu hadir dan menjadi salah satu peserta lomba.

Dalam lomba merangkai bunga, Romy Mariani didampingi anggota Pokja II PKK Dairi Herni Ginting. Lomba tersebut dibuka langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara Nawal Edy Rahmayadi yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, untuk lomba menghias makanan pelleng, makanan khas Dairi, peserta dari Dharma Wanita Persatuan Dairi turut hadir sebagai peserta, yaitu Elvina Rahmi Yon Hendrik, Meylia Rahmat Munthe, serta tim pendukung Elfinka Eddy Banurea dan Nurki Aidin Capah.

Adapun para pemenang lomba akan diumumkan pada puncak perayaan Hari Kartini tahun 2023 Provinsi Sumatera Utara pada Rabu 31 Mei 2023 yang diadakan di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara. (Nid)