Beranda blog Halaman 182

Tantangan Revolusi 4.0, Bupati Dairi: Mampu Tidak Guru Beradaptasi dengan Kemajuan Zaman

0

DAIRI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pendidikan senantiasa mendukung program Kemendikbud Ristek yang terus berupaya melakukan percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka di mana berbagai programnya juga selaras dengan visi misi Kabupaten Dairi, yakni Dairi Cerdas.

Bentuk dukungan tersebut disampaikan Bupati Eddy Berutu saat membuka Rapat Kerja (Raker) Dinas Pendidikan dan Percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka yang digelar di Balai Budaya, Sidikalang, Sabtu (2/9/2023).

Acara ini dihadiri Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sumatera Utara Dr. Joko Ahmad Julifan, Pj.Sekda Charles Bancin, Kepala Dinas Pendidikan J.W Purba, Bunda Literasi Dairi Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu, para kepala sekolah SD-SMP, baik swasta dan negeri se-Kabupaten Dairi, dan Para tenaga pendidikan se-Kabupaten Dairi.

Di hadapan kurang lebih 100 orang peserta raker, Bupati menyampaikan bahwa mau tidak mau kita sudah masuk era revolusi industri 4.0, di mana tantangan akibat kemajuan zaman ini harus kita hadapi dan itu tidak terhindarkan. Dia mengatakan tantangan akan kehadiran era rovolusi industri ini harus bisa diantisipasi oleh guru yang notabene lahir bukan di zaman tersebut (revolusi industri).

“Tantangan bagi kita justru muncul dari rekan-rekan guru bukan dari murid, ini yang membuat saya khawatir, mampu tidak guru-guru beradaptasi dengan kemajuan ini?” kata Bupati bertanya.

Jika bertanya pada anak didik kita, kata Bupati lagi, tentu mereka mampu menghadapinya karena mereka memang lahir di era kemajuan zaman itu, akan tetapi tantangan lain juga datang. Kemajuan zaman era industri ini bisa saja berdampak pada kehilangan jati diri dan budi pekerti anak bangsa.

“Karena anak didik kita sudah lahir di zaman digital ini, sehingga kita tenaga pengajar butuh terobosan. Saya bersyukur di sini ada kepala BBGP sebagai partner saya guna mendorong hal ini agar memang pendidikan di Dairi bisa makin maju. Skill itu memang harus ditanam sejak kecil, tapi mengedukasi budi pekerti anak bangsa jauh lebih penting,” tegas Eddy Berutu.

Selain itu, Bupati juga meminta program Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) yang sudah digencarkan Pemkab Dairi pun harus tuntas.

“Bukan cuma tuntas waktunya namun tuntas hasilnya,” ujar Bupati lagi.Di akhir arahannya disampaikan bahwa usai program Gasing yang menargetkan 30.000 anak didik Dairi dan mesti tuntas November nanti, Sebelumnya Dr. Joko Ahmad Julifan selaku Kepala BBGP Sumatera Utara memyampaikan kehadiran BBGP sejak setahun lalu di Sumut diberi tugas Kemendikbud guna pemberdayaan guru, tenaga pendidik, dan pengawas sekolah mulai PAUD hingga SMA.

Beberapa fungsi yang dilakukan oleh BBGP, kata Joko, adalah pemetaan potensi guru dan memfasilitasi kompetensi guru.

“BBGP tampaknya memang terlihat seperti lembaga diklat. Oleh karena itu fungsi kita adalah pemgembangan kompetensi guru tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang sudah memasuki episode ke-26. Ingat, fokus kita dari setiap episode nya adalah siswa,” katanya. Dia mengingatkan sebanyak 2.600 guru penggerak di Indonesia, 30 di antaranya sudah lahir Dairi. “Semoga pendidikan di Kabupaten Dairi maju dan makin lebih baik di bawah kepemimpinan Pak Bupati Eddy Berutu,” katanya yang disambut tepuk tangan para peserta.

Diketahui dalam kegiatan ini akan juga dirangkai dengan seminar, pemaparan Geosite Kaldera Toba dan pelatihan Gasing. (Nid)

Pelantikan DPD dan DPC PKB Pujakesuma se-Sergai sekaligus Kenduri Menyambut HUT RI-78

0
Sergai | Aktiva.news – Pelantikan DPD Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Serdang Bedagai dan DPC Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma se- Serdang Bedagai Priode 2023-2027 berlangsung sukses.

Pelantikan ini sekaligus Kenduri menyambut HUT RI- 78, Jumat (1/9/2023) di Aula Sultan Serdang Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara.

Dengan mengambil Tema, “Guyubnya Warga Jawa di Seni dan Budaya dalam wadah Bhineka Tunggal Ika”.

Resmi dilantik sebagai Ketua DPD PKB Pujakesuma Sergai Muhammad Heri Sukandar SH, Sekretaris DPD Pujakesuma Sergai, Siswandi ST dan Bendahara Joko Sulistiono, M.Pd.

Sedangkan pelantikan DPC PKB Pujakesuma, diantaranya Kecamatan Tanjung Beringin, Dolok Merawan, Pantai Cermin, Sipispis, Serbajadi
dan Pegajahan.

Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, dalam kata sambutannya mengatakan Pujakesuma di Kabupaten Serdang Bedagai kalau dilihat dari statistik suku Jawa adalah yang terbesar di Sergai.

“Tetapi suku ini tidak menumpuk disatu tempat, pada umumnya ada di sekitar perkebunan, karena setiap ada perkebunan pasti ada orang Jawa. Kita ketahui bersama suku Jawa ini menjadi suku yang ramah dan memiliki etika,”ujar Bupati.

Untuk itu, kata Bupati, diera sekarang norma etika sepertinya memulai memudar, diharapkan kepada kawan-kawan yang baru dilantik supaya mengajarkan etika kepada anak-anak kita, agar suku Jawa selalu dikenal ramah di Kabupaten Serdang Bedagai ini.

Ditambahkan Wakil Bupati Sergai, H. Adlin Umar Tambunan, dirinya mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan DPD PKB dan DPC Pujakesuma Sergai.

“Semoga kedepannya menjadi paguyuban yang kompak khususnya kepada pengurus yang baru dilantik,”ucapnya.

Ketua DPW PKB Pujakesuma Sumatera Utara, H.Khoirun Rijal, ST, M.AP mengatakan kepada DPD PKB dan DPC yang baru dilantik teruslah mengibarkan bendera Pujakesuma diseluruh ranting dan Desa se Kabupaten Serdang Bedagai.

“Jadilah contoh yang baik dimata masyarakat, lestarikan budaya Jawa dan terus lakukan penguatan paguyuban keluarga besar Pujakesuma sehingga dapat diterima dan dirasakan oleh masyarakat dan Pujakesuma benar-benar bermanfaat bagi pemerintah dan etnis lainnya di Kabupaten Serdang Bedagai,”tegasnya.

Pada kesempatan sama, Ketua DPP PKB Puja Kesuma, Eko Supianto menyampaikan dengan dilantiknya DPD dan DPC PKB Pujakesuma Kabupaten Serdang Bedagai harapan kita Pujakesuma ini bisa diterima dimasyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai ini.

“Mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi dewan pembina Pujakesuma kita akan datang ke Medan, saya berharap kepada DPD dan DPC ikut menyambut kedatangan pembina Pujakesuma.”katanya.

“Pada kegiatan itu, nanti kita juga minta kepada dewan pembina agar melakukan peletakan batu pertama pendopo agung Pujakesuma,”tutupnya.

Kegiatan pelantikan DPD dan DPC PKB Pujakesuma Sergai diakhiri dengan Pemotongan nasi tumpeng dalam rangka menyambut HUT RI 78.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Sergai H.Darma Wijaya, Wabup H. Adlin Tambunan, Sekdakab Faisal Hasrimy, Kapolres Sergai AKBP. Oxy Yudha Pratesta, Kasi Intel Kejari Sergai Romel Tarigan, Danramil 10/SR Kapt Inf Sucipto, KTU Kemenag Sergai Yusuf Barus, Ketua BKPRMI Sergai, Ketua GP Ansor Sergai Suhar Endang Wibowo Saputro, Sekretaris FKUB Sergai Sakarani SH, Ketua DPP Puja Kesuma, Eko Supianto, Ketua DPW PKB Pujakesuma, Sumatera Utara, H. Khoirun Rijal, ST, M.AP, kemudian juga Pengurus LKK-PHBI Warga Banjar Kecamatan Perbaungan-Pantai Cermin, dan ormas adat se-Sergai, serta para undangan lainnya.
(AR)

Arzak Khair : SPBT di Sibolga Bukan Tempat BBM Ilegal, Itu Berita Hoaks

Sibolga – Arzaq Khair sebagai Wadintel dari Media Kamtibmas Indonesia Sumut menyatakan keberatan atas pencatutan namanya sebagai narasumber pada media Jurnal Buser Bhayangkara TV dan di beberapa media online lainnya.

Arzaq mengatakan, pemberitaan yang ditayangkan pada Selasa 29 Agustus 2023 mengangkat judul berita SPBT di Sibolga Diduga Dialih Fungsikan Jadi Gudang BBM Illegal yang mencatut dirinya.

“Saya tidak benar sebagai narasumber, itu berita hoaks,” kata Arzaq, Kamis (31/08/2023).

Masih kata Arzaq, berita tersebut tidak benar adanya alias keliru karena dirinya tidak pernah memberikan statement ataupun tanggapan di media tersebut.

“Saya sendiri tidak mengetahui tentang tulisan yang sudah tertuang dalam pemberitaan itu. Lebih ironisnya disana nama saya dibuat seolah-olah meragukan kinerja dari Komandan Korem 023/KS,” jelasnya.

“Sepengetahuan saya, SPBT tersebut adalah tempat menampung jatah BBM khusus Militer bukan penampungan BBM Illegal seperti yang dituliskan,” terangnya.

Arzaq mengisahkan pada hari Selasa 29 Agustus 2023 yang lalu. Ketika melintasi SPBT Sibolga, SY meminjam ponsel milik Arzaq untuk mengambil dokumentasi seperti photo dengan alasan camera ponselnya buram. Namun kata Arzaq dirinya tidak mengetahui objek apa yang difoto oleh temannya.

“Sampai akhirnya saya tahu bahwa objek yang dia foto adalah sekitaran SPBT militer Sibolga. Adapun dokumentasi itu dijadikan sebagai objek dalam beberapa judul berita di Media online adalah tanpa sepengetahuan saya,” ucap Arzaq.

Arzak mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian tentang pencatutan namanya secara sepihak yang dimasukan ke beberapa Media online dan sudah dibagikan di media sosial Facebook.

“Dan jika ditemukan unsur pidananya, maka saya akan melaporkan saudara SY,” kata Arzak.

Lebih lanjut Arzaq juga akan menyurati Pimpinan Media tersebut meminta klarifikasi atas pencatutan nama yang tidak pernah sama sekali ada konfirmasi.

Terpisah, Ka Pompa Den Bekang SPBT I-44-04 Sibolga, Peltu Amri membantah tentang pemberitaan di beberapa Media yang menyebutkan bahwa SPBT Militer Sibolga dialihfungsikan menjadi tempat BBM Illegal.

“Tidak benar kalau SPBT I-44-04 Sibolga dijadikan tempat penimbunan BBM Illegal. SPBT ini adalah tempat penyaluran BBM jatah Militer,” tegasnya.

“Kalaupun ada banyak solar disini itu kita beli BBM non Subsidi atau Industri dari PT. Pertamina yang kita peruntukkan kepada pengusaha ikan yang ada disekitaran Sibolga, itupun jika membutuhkan BBM dalam keadaan terdesak baru kita salurkan,” sambungnya.

Peltu Amri menegaskan berita tersebut adalah hoaks.

“Jika teman awak Media ingin bukti kongkrit pembelian BBM Industri yang kita lakukan melalui PT. Pertamina silahkan konfirmasi kesana,” timpalnya.(Syaiful)

Mantan Napiter Buka Galian C Ilegal Dilahan Eks HGU Kebun Tunggurono, Polisi Amankan Satu Unit Damp Truk

0
BINJAI | Satuan Intelkam dan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Binjai berhasil mengamankan satu unit dump truk dari lokasi galian c di daerah jalan Candrawasih, kelurahan Mencirim, kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Kamis (31/08/23).

Informasi yang diperoleh, Dump truk berisikan tanah timbun ini diamankan berdasarkan laporan masyarakat bahwa dikawasan tersebut ada aktivitas galian c ilegal.

Disaat polisi mengamankan dump truk tersebut, beberapa pria berambut gondrong yang mengaku sebagai pemilik galian c datang untuk melakukan upaya agar dump truk tersebut tidak dibawak.

Salah satu pria berambut gondrong berpakaian kaos putih mengaku dirinya adalah mantan dari Narapidana terorisme.

Ia berkata kepada pihak kepolisian, bahwasan mereka melakukan aktivas tersebut dikarenkan tidak adanya perhatian dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sehingga mereka melakukan kegiatan tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar menyebut, aktivitas galian c tersebut sudah sangat meresahkan, apalagi diketahui pemilik seorang mantan Napiter (narapidana terorisme)

“Kami warga sangat keberatan adanya aktivitas galian c di lokasi ini, sepanjang jalan Candrawasih penuh dengan debuh dan jalan menjadi rusak, ditambah lagi pemilik seorang mantan narapidana terorisme, jelas kami takut pak,” Ungkap warga.

Disaat polisi hendak mengamankan mobil dump truk tersebut sempat hampir terjadi keributan antara warga dengan pemilik galian c, sehingga pihak kepolisian langsung membawak dump truk tersebut beserta supir ke Polres Binjai.

(Turnip)

Setahun Belum Gelar Perkara, Jaminan Surat Tanah Milik Warga Ditahan di Polres Binjai

0
BINJAI | Erwinta Ginting seorang warga, Suka Aman, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal merasa kecewa dengan kinerja Polres Binjai terkait penahanan jaminan berupa sertifikat surat tanah miliknya di Polres Binjai.

Surat sertifikat hak milik nomor 1700 ini dijaminkan pada waktu itu ke Polres Binjai terkait diamankannya 2 mesin jonder milik kelompok tani dengan kasus dugaan pengrusakan lahan milik PTPN II Kebun Sei Semayang di kelurahan Tunggurono pada bulan Agustus 2022 lalu.

” Kemarin sempat dua mesin jonder diamanakan di Polres Binjai bang dan beberapa anggota kelompok tani, terkait kasus dugaan pengrusakan lahan milik PTPN II Sei semayang di Tunggurono, dan untuk kedua mesin jonder tersebut dilepas dengan mengajukan permohonan berupa surat sertifikat tanah sebagai jaminan,” Kata Erwinta Ginting kepada wartawan, Kamis (10/08/23).

Setelah itu, hampir satu tahun ini, saya hendak ingin mengambil surat sertifikat saya di Polres Binjai untuk keperluan pengurusan tanah, namun sepertinya mereka enggan memberikan dengan alasan yang bertele-tele.

” Katanya kalau mau ngurus pengambilan surat jaminan itu rumit bang, harus membuat surat permohonan ke Kapolres, belum lagi menghadap sama petinggi di polres Binjai, padahal perkara ini sudah berjalan satu tahun, tapi kok masih mereka tahan, apa sebabnya ? sampai dmn perkara ini berjalan, ” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak penyidik Sat Reskrim Polres Binjai Aiptu Musliyadi, disitu ia menjelaskan untuk pengurusan pengambilan surat jaminan tersebut agar pemilik membuat surat permohonan kepada Bapak Kapolres Binjai.

” Harus membuat surat permohonan kepada Bapak Kapolres Binjai dulu bang, nanti suratnya antar ke sium bang,” Katanya

Setelah itu, tak butuh waktu lama, Erwinta Ginting langsung membuat surat permohonan kepada Bapak Kapolres Binjai pada hari Rabu (14/06/23) lalu.

Namun surat permohonan yang di ajukan tersebut pun tak ada kabar sehingga awak media mempertanyakan kepada Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Rian Permana pada bulan Juni kemarin.

Kasat Reskrim polres Binjai AKP Rian Permana pada saat itu dikonfirmasi melalui pesan whatsapp sepertinya bungkam dan tidak merespon konfirmasi dari awak media tentang terkait surat jaminan tersebut.

Begitu juga dengan Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen yang masih baru menjabat ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut belum juga bisa memberi keterangan yang jelas, hanya saja mengatakan menunggu hasil gelar perkaranya.

“Lagi saya suruh gelar perkara, saya dapat laporan perkaranya naik, “ungkapnya.

Namun sayangnya hingga saat ini, Mantan Danden Gegana Satbrimob Polda Papua itu belum memberikan jawaban kepada awak media terkait prihal hasil gelar perkara tersebut.
(Turnip)

Dapat Penghargaan dari Majalah TEMPO Kategori Pendorong Ekonomi Kerakyatan, Ini Respons Bupati Dairi Eddy Berutu

0

DAIRI – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menerima penghargaan bergengsi dari Majalah TEMPO sebagai salah satu bupati yang berprestasi dalam kategori Pendorong Ekonomi Kerakyatan. Penghargaan diberikan TEMPO dalam acara “Apresiasi Tokoh Indonesia” di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2023.

Penghargaan ini tak main-main sebab sebelumnya TEMPO telah melakukan penilaian, yang mana dari ratusan kepala daerah, Bupati Eddy Berutu termasuk salah satu yang sukses memajukan daerahnya terutama dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan sehingga layak mendapat apresiasi.

Tradisi TEMPO dalam memilih kepala daerah berprestasi sudah dimulai sejak 2008. Proses pemilihan dilakukan dengan mendata seluruh kepala daerah, baik bupati atau wali kota. Setelah didata, tim TEMPO menyusun dalam beberapa kategori. Dalam pemilihan, TEMPO melibatkan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK), Komite Pemantau Kepala Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Tujuannya untuk menelusuri kepala daerah yang ada terutama memastikan mereka bebas dari korupsi. Meraih penghargaan sebagai pendorong ekonomi kerakyatan yang dimaksud lewat program Agri Unggul dalam hal ini pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) yakni berkontribusi pada perekonomian lokal.

Bupati Eddy Berutu mengaku bangga atas penghargaan ini. “Saya dan seluruh jajaran sangat bangga dan bersyukur atas penghargaan ini. Penghargaan yang betul-betul mengukur apa yang sudah kami darma baktikan untuk masyarakat,” katanya. Dia menambahkan penghargaan ini secara khusus sangat relevan dengan Kabupaten Dairi karena tekad sebagai Bupati ingin mendorong ekonomi kerakyatan. Dia menyebut setidaknya ada dua sektor yang didorong yang merepresentasikan rakyat dan masyarakat Dairi. Satu, sektor pertanian, dan kedua, sektor UMKM.

“Dua sektor ini memang secara khusus mati-matian kami lakukan dukungan karena sebagian besar rakyat Dairi ada di sektor ini dan sektor inilah yang menopang dan mendorong perekonomian Kabupaten Dairi,” ucap Bupati. Eddy Berutu mengatakan juga merasa bangga dan bersyukur karena penghargaan ini diberikan oleh sebuah majalah yang reputasinya sangat tinggi, dipercaya, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Sehingga kami percaya apa yang kami berikan memberi arti bagi masyarakat. Tentu penghargaan ini akan mendorong kami untuk bekerja lebih keras dan bukan saja hari ini tapi besok, tahun depan, dan tahun-tahun yang akan datang untuk mewujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat,” tuturnya. Menurutnya, penghargaan ini sangat penting karena kategorinya pendorong kesejahteraan rakyat.

“Memang tekad kami sesuai visi misi itu adalah Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat. Fokus kita adalah kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu ada dua hal yang kami lakukan secara khusus. Pertama adalah masyarakat petani dan kedua adalah masyarakat UMKM,” ucapnya. (Nid)

Polres Tebing Tinggi Ringkus 3 Pengedar Narkoba Jalan Merpati

0
Tebing Tinggi – Terkait kasus tindak pidana narkoba jenis sabu-sabu, 3 orang pria pelaku tak berkutik ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tebing Tinggi di sebuah pos jaga Lingkungan 2 Jalan Merpati Kelurahan Pinang Mancung Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi, Rabu (23/8/2023) sekira pukul 00.30 WIB.

Polisi menangkap S (29) warga Jalan Indra, Z (44) dan JRP (42) warga Jalan Merpati, ketiganya beralamat di Kelurahan Pinang Mancung Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi,” ungkap Kasat Narkoba Polres Tebing Tinggi AKP JH Panjaitan, S.Sos, SH, MH melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto, Rabu (30/8).

Agus mengatakan penangkapan tiga orang itu dilakukan dalam waktu yang sama tepatnya pada Rabu lalu (23/8) sekira pukul 00.30 WIB di Jalan Merpati tepatnya di sebuah pos jaga, bermula saat petugas menerima informasi masyarakat tentang gerak-gerik para pelaku yang meresahkan atas tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu.

Saat itu, petugas menangkap S pada pukul 00.35 WIB di pinggir jalan tak jauh dari pos jaga tempatnya nongkrong, selanjutnya petugas juga menangkap Z dan JRP yang juga berada di lokasi.

“Ketiganya langsung diperiksa dan digeledah, petugas menemukan 1 buah botol Redoxon berisikan 5 paket serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1 gram dan berat bersih 0,85 gram diatas tanah halaman belakang pos jaga, 1 unit handphone merek Vivo dari dalam saku celana pelaku S, 1 unit handphone merek Mi dan 1 bungkus rokok Zeez Bold dari dalam saku celana pelaku JRP dan uang tunai Rp 100 ribu dari dalam saku celana pelaku S,” terang Kasi Humas.

Pasca penangkapan, dari pengakuan tiga pelaku yang tak berkutik saat ditangkap petugas mengatakan bahwa barang terlarang tersebut adalah benar milik mereka yang rencananya akan diedarkan di sekitar wilayah tersebut.

Petugas kemudian menggelandang tiga pelaku berikut barang bukti ke kantor Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Polisi Ringkus Waitress Traxx Club dan KTV, Usut Dalang Peredaran Narkoba

0
Polisi temukan narkotika jenis Inex di Tempat hiburan malam Traxx Club & KTV yang berada di Jalan Nibung, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

Personil Polrestabes Medan itu berhasil meringkus salah satu Waitress Traxx Club dan KTV bernama Ju*ia*a. Ia diringkus Polisi bersama barang bukti narkoba jenis Inex di dalam tempat ia bekerja sebanyak 4 butir pada tanggal 9 Agustus 2023 lalu.

Dalam proses penangkapan salah satu Waitress Traxx Club dan KTV itu, Polisi sepertinya alergi untuk memberikan keterangan.

Awak media mencoba terus untuk mengkonfirmasi petinggi di Satres Narkoba Polrestabes Medan, Namun tidak mendapatkan informasi yang akurat, seolah-olah ada yang ditutupi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu mengatakan “Masih pengembangan pak, “singkatnya kepada aktiva.news melalui pesan WhatsApp, Selasa malam (29/08/2023).

Sementara ketika dikonfirmasi salah satu manajemen Traxx Club dan KTV bernama Dede memilih untuk diam tidak memberikan penjelasan apa pun.

Polisi traxx club dan KTV

Perlu diketahui tempat hiburan malam Traxx Club & KTV sebelumnya bernama Diskotik Lee Garden. Lokasi hiburan malam itu tidak jauh dari Mako Polsek Medan Baru hanya berbeda gang masuk saja.

Diseputaran Mako Polisi saja ada narkoba beredar, apakah ini kecolongan atau pembiaran?

(Red/As)

Raih Sertifikat IG di Tahun 2019, Bukti Komitmen Awal Eddy Berutu Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

0

DAIRI – Siapa yang tidak mengenal Kopi Sidikalang, khususnya para penikmat kopi atau kalangan yang bergelut di ‘dunia kopi’. Karena, sejak dulu kala Kopi Sidikalang sudah tersohor hingga ke penjuru negeri. Sudah sejak lama Kopi Robusta menjadi tanaman Primadona di kalangan petani di Kabupaten Dairi, yang akrab di kenal dengan nama Kopi Sidikalang.

Kopi Robusta Sidikalang pun mencapai masa keemasannya dengan harga yang sangat menguntungkan bagi para petani di kala itu. Sampai kemudian pada akhir tahun 1990-an, jenis Kopi Robusta di Sidikalang mengalami serangan hama. Sehingga petani saat itu kewalahan melakukan antisipasi hingga membiarkan tanaman kopinya tanpa perawatan dan bahkan ditinggalkan. Tidak sedikit juga para petani kopi di Dairi kala itu mengganti jenis tanaman kopi robusta yang ada di lahan kebunnya dengan jenis tanaman lain.

Namun, saat ini Kopi Robusta Sidikalang sedang mengalami harga yang cukup baik. Bahkan, kopi jenis robusta yang sudah sangat tersohor itu kian hari menjadi langka, dengan semakin tingginya permintaan pasar terhadap produk Kopi Sidikalang. Tidak hanya jenis Kopi Robusta Sidikalang, namun jenis Kopi Arabika Sidikalang yang juga banyak diproduksi oleh para petani kopi di Dairi memiliki harga yang semakin menjanjikan. Jenis-jenis kopi varietas asli dari daerah Pegunungan Kabupaten Dairi ini pun semakin memikat para produsen olahan kopi dari berbagai penjuru yang lebih mengincar kopi asli Sidikalang. Karena memang sejak dulu, kopi sidikalang memiliki aroma dan rasa yang sangat khas yang dipengaruhi letak geografis dan topografis Kabupaten Dairi yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Tentu harga kopi Sidikalang yang semakin menjanjikan bagi para petani Dairi dengan produk aslinya yang merupakan hasil bumi ‘Sulang Silima’ ini tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Sidikalang dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham di Tahun 2019, yang merupakan tahun-tahun awal kepemimpinan Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Keberhasilan Kabupaten Dairi dalam mendapatkan Sertifikat IG atas kopi Sidikalang ini menjadi langkah awal sebagai fondasi baru yang dibangun oleh Bupati Eddy Berutu untuk ‘Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang’, dalam mengusung visi-misi Dairi Unggul dengan program Dairi Unggul yang digulirkan di awal pemerintahannya.

Dan di awal kepemimpinannya itu, tanpa menunggu lama Bupati Eddy Berutu langsung mendaftarkan Sertifikat Perlindungan Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Sidikalang ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Melalui berbagai tahapan dan proses penilaian yang langsung dilakukan oleh tim Kemenkumham yang terjun langsung ke Dairi di masa itu, akhirnya harapan dari para pegiat kopi di Dairi yang selam ini ditunggu-tunggu akhirnya berhasil diraih.

Sebagaimana diketahui, Sertifikat Indikasi Geografis (IG) ini semacam hak cipta atau hak paten atas sebuah produk alam yang dihasilkan suatu daerah, yang dapat menaikkan harga dari produk yang di daftarkan ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Sama halnya dengan Kopi Sidikalang, yang akhirnya berhasil meraih Sertifikat Indikasi Geografis (IG) menjadikan Kopi Sidikalang semakin memiliki harga jual yang lebih tinggi yang berdampak pada peningkatan pendapatan para petani kopi dan pegiat kopi yang ada di Kabupaten Dairi.

“Keuntungan dari sertifikasi ini bagi petani kopi ialah memberikan perlindungan terhadap nama geografis asal produk, jaminan keaslian asal suatu produk, dan peningkatan penerimaan produsen kopi yang ada di Dairi. Dan sertifikasi ini dapat menaikkan harga jual Kopi Sidikalang menjadi lebih mahal.” terang Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Bupati Eddy Berutu juga menyampaikan dengan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang sudah di raih saat mengawali salah satu program di sektor pertanian yakni program Agri Unggul diyakini membuka pasar yang lebih luas untuk Kopi asal Kabupaten Dairi, yakni dikenal dengan Kopi Sidikalang. Tentu ini menjadi tangga selanjutnya untuk menarik investasi dan kerjasama bisnis di dunia kopi dengan berbagai pihak yang memberikan keuntungan bagi para pelaku kopi di Kabupaten Dairi, baik dari hulu hingga hilir atau mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

“Dengan program Agri Unggul yang berkelanjutan yang terus kita jalankan hingga saat ini, niscaya Kejayaan Kopi Sidikalang akan kembali Jaya yang secara paralel akan meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan para petani kita dan masyarakat kita khususnya para pegiat kopi yang ada di Dairi,” pungkas Bupati Eddy Berutu. (Nid)

Kapolres di Sumut Pukuli Anak Buah Sampai Masuk Rumah Sakit, Diperiksa Propam

0
Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Nainggolan pukuli anggotanya hingga sampai masuk rumah sakit. Kedua anggotanya itu berinisial Bripka DS dan Bripka HS.

Kapolres itu kesal karena para personel tersebut tidak melakukan tugasnya dengan baik. Pasalnya, saat dirinya mengecek ke pos penjagaan sekitar pukul 04 Wib, tidak ada petugas yang berjaga. Hal itulah yang membuat Reinhard emosi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan itu terjadi, Senin (28/8/2023) pagi sekitar pukul 05.00 WIB di Mapolres Dairi. Saat itu, Reinhard Nainggolan disebut mengumpulkan anggotanya untuk melakukan apel.

Setelah itu, mantan Kapolres Nias Selatan itu diduga menampar dan memukuli anggotanya. Usai kejadian itu, para korban disebut menjalani perawatan di RSUD Sidikalang

Akibat tindakan Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Nainggolan, ia pun diperiksa Propam Polda Sumut guna mendalam kasusnya.

“Sudah (Reinhard diperiksa propam), kemarin setelah kejadian itu,” kata Hadi, Selasa (29/8/2023).

Hadi mengatakan pemeriksaan Reinhard itu merupakan perintah Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi. “Perintah Pak Kapolda diperiksa oleh propam dan sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Kapolres Dairi
Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan (Foto: Dok. Instagram Humas Polres Dairi)

Selain itu, perwira menengah Polri itu mengatakan pihaknya juga telah memeriksa para korban. Pemeriksaan itu dilakukan di Kabupaten Dairi.

“Korban sudah kita mintai keterangan, diperiksa ke sana (Dairi),” kata Hadi.

Juru bicara Kapolda itu belum merinci hasil pemeriksaan. Dia mengatakan hasil itu nantinya akan disampaikan oleh Propam Polda Sumut. Sementara Reinhard, kata Hadi, saat ini sudah kembali bertugas sebagai Kapolres.

“Dia bertugas. (Hasil) propam tentu bekerja atas fakta ya, nanti faktanya bagaimana propam yang akan menyampaikan hasil pemeriksaan. Ini kan masih proses semuanya,” pungkasnya. (As/Red/dt)