Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 183

Aksi Mafia BBM di Salah Satu Tangkahan di Sibolga Seakan Tidak Takut Hukum

0
Mafia
Aksi Para Mafia BBM di Salah Satu Tangkahan di Kota Sibolga
Sibolga – Para mafia bahan bakar minyak (BBM) diduga jenis solar semakin merajalela melakukan aksi mengompeng, diduga menggunakan tangki siluman.

Berdasarkan hasil dokumentasi video yang diterima aktiva.news, Sabtu (24/06/2023), aksi pengompengan BBM terlihat dilakukan di salah satu tangkahan yang ada di Kota Sibolga.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang sedang memindahkan BBM diduga jenis solar dari dalam bak Dump truk berwarna kuning menggunakan selang ke beberapa jerigen yang kemudian diangkut menggunakan (alat) sejenis sorong.

Diduga, para mafia minyak memanfaatkan mobil dump truk yang di modif untuk mendapatkan BBM diduga di setiap SPBU.

Menurut informasi yang diterima aktiva.news, BBM tersebut untuk keberangkatan kapal yang berada di salah satu tangkahan di Kota Sibolga.

Para pemainnya diduga dibekingi orang kuat yang ada di Kota Sibolga, sehingga melakukan aksi terang-terangan seakan para mafia BBM ini tidak takut dengan aparat penegak hukum dan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, aktiva.news masih berupaya menggali informasi lebih dalam. (Syaiful)

2 Waria Ditangkap Polisi di Medan Lalu Dilepas Setelah Berdamai Rp 50 Juta

0
Polisi waria
Ilustrasi
2 Waria bernama Deca (27) dan Fury (26) mengaku ditangkap polisi dari Polda Sumatera Utara (Sumut) saat tengah berada di hotel. Keduanya dilepas usai mentransfer Rp 50 juta ke rekening atas Sugianto sebagai uang damai.

Deca mengaku ditangkap polisi saat berada di salah satu hotel pada Senin (19/6) lalu. Saat itu dia bersama Fury tengah berjumpa dengan pria bernama Hans yang memesan mereka berdua.

Kata dia, Hans menghubunginya melalui pesan WhatsApp untuk meminta layanan threesome. “Si (Hans) ini minta mau threesome. Jadi saya tanya budgetnya berapa. Dia bilang akan memberikan aku uang Rp 700 ribu dan teman aku Rp 700 ribu. Lalu, nanti akan dilebihkan ke aku Rp 500 ribu. Dia DP lah Rp 150 ribu,” katanya di Kantor LBH Medan, Jumat (23/6/2023).

Setelah bersepakat soal harga keduanya pun bertemu. Pertemuan itu terjadi di salah satu hotel yang ada di Jalan Ringroad, Medan. Setiba di hotel itu, Deca dan Fury diarahkan untuk langsung ke kamar 301.

Hans langsung mengajak Deca ke kamar mandi usai tiba di kamar 301. Di situ Hans memberikan uang Rp 1,8 juta. Selanjutnya Hans dan Deca keluar dari kamar mandi. Hans kemudian meminta agar Deca dan Fury membuka pakaian.

“Nah, dia masuk lagi ke kamar mandi. Lalu keluar lagi dan langsung memegang bahu kawan saya (Fury). Tak lama, ada bunyi bel. Dia buru-buru buka pintu. Terus masuk lah, kalau tidak salah, delapan pria yang mengaku polisi. Mereka pakai baju sipil,” ungkapnya.

Kepada sekelompok orang yang mengaku polisi itu Deca sempat menanyakan surat penangkapan. Kemudian dia diberikan selembar kertas. Namun, dia tidak membaca surat itu karena situasi yang tak memungkinkan.

“Saya sempat bilang surat penangkapannya mana. Mereka hanya menunjukkan kertas putih tapi saya tidak baca apa isi kertas itu. Aku terus melawan,” katanya.

Hans, lanjut Deca, kemudian mengeluarkan satu bungkusan yang disebut narkoba oleh polisi.

“Tiba-tiba, Hans ini mengambil satu bungkusan putih dari dalam tasnya. Kemudian polisi bilang, itu narkoba,” tambahnya.

Kemudian membawa Fury, Deca dan Hans keluar hotel. Ponsel milik Deca ditahan polisi. Saat hendak dibawa ke kantor polisi, Deca dan Fury berada satu mobil sedangkan Hans tidak.

“Waktu di mobil, mereka membaca pesan di handphone aku. Mereka bilang aku terkena pasal perdagangan orang. Sampai di Polda Sumut, kami interogasi. Mereka memaksa buka rekening, menakut-nakuti, serta lainnya,” ujarnya.

Deca dan Fury pun diborgol memakai kabel T saat berada di dalam ruang pemeriksaan. Salah satu polisi yang ada di ruangan itu mengatakan dia akan menyandang status pelaku, sedangkan Fury sebagai korban.

Tidak lama setelah polisi itu pergi ada seorang petugas kebersihan yang berbincang dengannya. Petugas kebersihan ini menyarankan agar Deca memberikan uang damai Rp 40 juta.

Kepada petugas kebersihan itu Deca mengaku hanya punya uang Rp 25 juta. Namun, dia sempat bertanya apakah bisa dikeluarkan setelah menyerahkan uang damai.

“Dia bilang bisa menjamin. Cuma kalau Rp 25 juta, katanya tidak bisa. Tetapi dia tetap akan coba menelepon ibu yang memeriksa kami. Setelah itu dia keluar ruangan untuk menelepon dan masuk kembali memberikan info, besok ibu itu akan datang sekitar pukul 07.00 WIB,” katanya.

Keesokan harinya, wanita yang disebut petugas kebersihan itu datang. Lalu mereka membicarakan perdamaian dengan mahar Rp 100 juta.

“Paginya, kami jumpa ibu itu dan membicarakan uang damai. Ibu itu tanya, kami ada uang berapa. Aku bilang ada Rp 25 juta. Ibu itu bilang untuk kasus seperti ini tidak bisa. Dia minta Rp 100 juta. Terus saya bilang, ya udah tahan saja,” tambahnya.

Kemudian ada proses negosiasi lanjutan mengenai besaran uang damai. Wanita itu bahkan menakutinya jika tidak damai dia ditakuti justru akan menghabiskan uang lebih banyak jika ditahan.

Belum lagi ketika di dalam tahanan Deca akan dibotakin, memakai celana pendek serta lainnya. Sedangkan Fury hanya diletakkan di tempat rehabilitasi karena sebagai korban.

“Terakhir, deal biayanya Rp 50 juta dan uang itu saya kirim ke rekening BRI atas nama Sugianto. Terus ibu itu sempat bilang, jangan mempersoalkan lagi kedepannya. Karena no rekening itu punya orang dan mereka hanya numpang transfer. Dia bilang itu nomor orang yang bekerja di BRI. Sehingga kalau aku permasalahkan, kasihan orang yang punya rekening,” bebernya.

Setelah itu, ia menandatangani surat perjanjian yang berisi tidak akan mempermasalahkan lagi uang itu ke depannya. Oknum polisi juga merekam keterangannya agar tidak lagi mengulangi perbuatan serupa.

“Setelah itu selesai, siangnya kami dimasukkan ke dalam mobil dan diantar sampai ke Pengadilan Agama Medan. Jadi intinya, kalau untuk uang itu kami dealnya dengan ibu yang diduga oknum polisi,” sebutnya.

Direktur LBH Medan Irvan Saputra memandang peristiwa yang dialami Deca dan Fury adalah dugaan pemerasan serta rekayasa kasus oleh oknum polisi di Polda Sumut. Dia menduga kuat, Deca telah ditarget, lalu dibuat skenario penangkapan sedemikian rupa dengan tujuan untuk mengambil uangnya.

“Anehnya lagi, setelah dibebaskan, mereka ditanyai siapa lagi waria yang kalian tau uangnya banyak. Ya kita meminta agar Polda Sumut mengungkap kasus ini. Hari ini, kami akan mendampingi korban untuk membuat laporan ke Polda Sumut,” ujar Irvan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi belum mau merespons banyak soal informasi tersebut. Dia menyebut pihaknya masih menunggu laporan dari transpuan yang rencananya akan melaporkan peristiwa itu ke Polda Sumut.

“Saya belum tahu ada tidaknya peristiwanya, infonya mereka mau buat laporan, kita tunggu apa materi laporannya,” ujarnya.

Terpisah, kedua waria itu resmi melapor ke Polda Sumut soal dugaan pemerasan. Laporan itu bernomor:STTLP/B/758/IV/2023/SPKT/Polda Sumut tertanggal 23 Juni 2023.

“Hari ini, kita membuat laporan ke Polda Sumut, yang kita laporkan itu adalah dugaan tindak pidana pemerasan dan rekayasa kasus,” kata Marselinus Duha, Kuasa Hukum Deca dari LBH Medan di Mapolda Sumut, Jumat (23/6/2023).

Marselinus mengatakan pihaknya melaporkan soal dugaan pemerasan dan rekayasa kasus. Namun, SPKT Polda Sumut hanya menerima laporan soal dugaan pemerasan saja.

“Hanya saja dalam pembuatan laporan ini, yang diterima adalah persoalan pemerasannya. SPKT Polda Sumut tidak menerima terhadap laporan kita terkait rekayasa kasus karena Polda Sumut berpendapat harus ada terlebih dahulu yang melapor kasus itu,” ujarnya.

“Walaupun kita sebenarnya berbeda pendapat, tapi kita tetap menerima, minimal ada diterima laporan walaupun hanya pemerasan saja,” sambung Marselinus.

Hasil Kunjungan Kerja Bupati Eddy Berutu ke Sleman, Perusahaan Pupuk Cair Hayati Nasional Bakal Buat Demplot di Dairi

0
Hasil Kunjungan Kerja Bupati Eddy Berutu ke Sleman, Perusahaan Pupuk Cair Hayati Nasional Bakal Buat Demplot di Dairi
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Berutu mengunjungi salah satu perusahaan pupuk cair hayati di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (21/6/2023). Dalam kunjungan itu, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang.

Bupati mengatakan, kunjungan ke salah satu perusahaan pupuk cair hayati, PT Indoraya Mitra Persada untuk menjajaki kerjasama atau sharing soal pupuk cair hayati.

Menurutnya, informasi yang diperolehnya pupuk cair yang sudah dipasarkan ke luar negeri seperti Jepang, Australia, Jordania, hingga negara lain mampu meningkatkan hasil pertanian para petani.

“Untuk itulah saya dan dinas pertanian kemarin berkunjung ke sana. Di sana kami mendapat penjelasan langsung dari perusahaan PT Indoraya Mitra Persada bagaimana fungsi pupuk cair hayati organik itu. Kami juga diajak melihat hasil pupuk cairnya,” kata Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Robot Simanullang, kunjungan ke Sleman itu dalam rangka menjajaki kerjasama dengan PT Indoraya di Sleman.

Hasilnya kata Robot, pihak perusahaan merespon apa yang menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Dairi dalam hal ini permintaan Bupati. Misalnya, Pemerintah Dairi berharap sebelum ada kerjasama dilakukan terlebih dahulu Demplot atau percontohan pupuk cair apakah cocok digunakan di Dairi.

Lalu selanjutnya, jika hasilnya memuaskan maka kerjasama akan dilanjutkan. Dan menurut Robot, pihak perusahaan sedang memikirkan di mana lokasi Demplot.

“Tapi pada prinsipnya mereka sangat setuju dibuat Demplot di Dairi. Nanti petani kita akan terlebih dahulu akan diajari bagaimana penggunaan pupuk cair hayatinya,” jelas Robot.

Robot mengatakan, dalam kunjungan tersebut Bupati juga diajak melihat produk-produk perusahaan pupuk cair hayatinya.

“Kami di ajak melihat pabriknya langsung. Lalu kami juga diperlihatkan bagaimana mekanisasi pertanian menggunakan pupuk cair hayati yang dikembangkan mereka. Kami juga senang, respons mereka cukup baik. Semoga penjajakan kerjasama ini berhasil,” ucapnya. (As)

Kepala Sekolah SMKN I Biru Biru Angkat Bicara Terkait Aksi Demo Siswa

0
Kepala Sekolah

DELISERDANG – Kepala sekolah SMKN 1 Biru Biru Kecamatan Biru Biru Kabupaten Deli Serdang, Normauli Simbolon SSi, MM angkat bicara terkait aksi demo puluhan siswa, Selasa (20/6/2023) kemaren.

Normauli Simbolon yang ditemui wartawan di kantornya pada Kamis (22/06/2023) siang menjelaskan kepada wartawan, bahwa aksi yang dilakukan oleh para siswa/i SMK Negeri 1 Biru biru hanya kesalahpahaman.

Menurut Normauli, para siswa/i yang melakukan aksi demo tersebut termakan hasutan dari pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga para siswa/i SMK Negeri 1 Biru Biru melakukan aksi demo. Padahal, apa yang menjadi tuntutan daripada murid murid saya ini semuanya tidaklah benar, Kata Normauli.

“Dari ke-17 tuntutan para siswa itu tidak ada yang benar, terlebih terkait pemecatan guru itu,” Terang Normauli.

Dirinya membantah selama ia sebagai kepala sekolah di SMK Negeri 1 Biru Biru tidak pernah memecat guru yang bersangkutan.

“Saya tidak pernah memecat atau memberhentikan guru, jika saya memecatnya tentu saja saya sudah memberikan surat pemberhentian kepada guru bersangkutan. Buktinya sampai detik ini saya tidak pernah mengeluarkan surat pemberhentian guru tersebut, “Jelasnya.

Tapi kemarin kata Normauli, saat siswa melakukan aksi demo itu ada memberikan surat pemberhentian terhadap guru itu hingga membuat saya bingung, itu surat dari mana ? karena saya sama sekali tidak pernah ada mengeluarkan surat pemecatan terhadap guru yang bersangkutan.

Dikatakan Kepsek, hal ini hanya kesalahpahaman saja, kemungkinan ada pihak tertentu yang memprovokatori siswa saya.

” Karena selama saya menjabat sebagai kepala sekolah hubungan saya dan siswa/i semuanya baik baik saja, “ Normauli Simbolon.

Terkait tuntutan yang mengatakan saya guru yang “Arogan“, boleh ditanya disekolah, selama saya menjabat sebagai kepala sekolah SMK Negeri 1 Biru Biru ini, saya tidak pernah menyakiti hati siswa/i hingga guru guru yang ada di sekolah ini. bahkan, selama ini hubungan saya selaku Kepsek dan siswa/i begitu juga dengan guru guru baik baik saja.

” Jadi yang dikatakan saya “Arogan“ itu tidaklah benar, karena kata “Arogan“ itukan merupakan seseorang yang berprilaku kasar, sementara saya tidak pernah kasar terhadap siapapun di sekolah ini “Kata Normauli.

Saat ditanya uang kutipan sertifikat bagi siswa/i yang berprestasi harus bayar, Normauli pun menjelaskan, dana sertifikat atau surat penghargaan untuk siswa tidak pernah adakan pengutipan ataupun menekankan siswa harus bayar.

“Sertifikat tersebut semua kita berikan gratis dan tidak pernah di kenakan biaya apapun kepada siswa. Jika memang benar ada kutipan sesuai tuntuntan siswa, siapa yang melakukan hal itu ? Soalnya saya selaku Kepsek tidak ada memberikan arahan kepada guru untuk melakukan pengutipan “Tegas Normauli Simbolon.

Kemarin Rabu, (21/06/2023) siang, saya memanggil orang tua murid dan beberapa guru ke sekolah, dan saya sudah menyampaikan kepada semua orang tua murid yang hadir, bahwa atas aksi itu merupakan hanya kesalahpahaman saja, sehingga hal ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Intinya dari 17 tuntutan para siswa/i itu semuanya tidak benar. Namun, hal ini akan menjadi pembelajaran dan koreksi bagi saya selaku kepala sekolah di SMK Negeri 1 Biru Biru ini agar kedepannya saya dapat melihat dan mendengar apa yang menjadi persoalan para guru begitu juga siswa/i saya yang menuntut ilmu di SMK 1 Biru Biru ini,” Ucap Kepsek Normauli. (Heri)

Bupati Eddy Berutu Terima Hibah Aset 47 Unit PJU Tenaga Surya dari Kementerian ESDM

0
Bupati Eddy Berutu Terima Hibah Aset 47 Unit PJU Tenaga Surya dari Kementerian ESDM
DAIRI – Pemerintah Kabupaten Dairi menerima hibah barang milik negara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Rabu (21/6/2023) di Yogyakarta.

Hibah tersebut diserahkan langsung kuasa pengguna barang Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Sahid Junaidi kepada Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mewakili Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Hari ini, saya mewakili Pemerintah Kabupaten Dairi menerima hibah barang berupa 47 unit lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya dari Kementrian ESDM,” kata Eddy Berutu.

Menurut Bupati, 47 unit PJU tenaga surya sebenarnya sudah dibangun pada tahun 2021 di Kabupaten Dairi. Namun kata dia, aset tersebut baru diserahkan tahun 2023.

Dijelaskan Bupati, lampu PJU tenaga surya ini tersebar di beberapa desa di Kecamatan Silahisabungan. “Lampu PJU tenaga suranya di Kecamatan Silahisabungan,” jelasnya.

Bupati mengatakan, nilai aset lampu PJU tenaga surya ini cukup besar yakni mencapai Rp 674 juta lebih. “Nilai asetnya besar. Untuk itu saya berharap yang dihibahkan untuk Pemkab Dairi dijaga dan dirawat dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, pada saat penyerahan aset ini ada 16 kepala daerah yang diundang. Ada Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Bandung, Bupati Tuban, Bupati Kubu Raya, Bupati Sambas, Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Bulungan, Bupati Dompu, Bupati Asmat, Bupati Jeneponto, Bupati Soppeng, Bupati Banggai, Bupati Ogan Komering Ilir, Bupati Dairi, dan Bupati Samosir. (Nid)

Angka Partisipasi Anak Masuk PAUD Rendah, Bunda PAUD Dairi Ajak Masyarakat Sekolahkan Anak di PAUD

0
Angka Partisipasi Anak Masuk PAUD Rendah, Bunda PAUD Dairi Ajak Masyarakat Sekolahkan Anak di PAUD
DAIRI– Rangkaian pelepasan siswa PAUD kembali berjalan. Pelepasan PAUD kali ini, adalah pelepasan gabungan PAUD se – Kecamatan Siempat Nempu yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Siempat Nempu.

Pelepasan PAUD ini diikuti 161 siswa dari 10 PAUD dari 8 desa di kecamatan ini dan dilepas langsung Bunda PAUD Kabupaten Dairi Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu, Selasa (20/6/2023), yang dirangkai dengan pentas seni dari para siswa dan tutor PAUD.

Dalam pelepasan siswa PAUD yang terdiri 6 PAUD desa dan 4 PAUD mandiri, Romy Mariani menjelaskan angka partisipasi keikutsertaan anak usia dini di Kabupaten Dairi masih rendah, yakni sekitar 30 persen.

“Angka partisipasi mengikuti PAUD baru 30 persen di Dairi. Ini saatnya kita sebagai orangtua ikut serta berpartisipasi mendorong anak kita menikmati pendidikan di PAUD ini juga jadi bentuk dukungan kita pada program satu desa satu PAUD yang sedang kita galakkan, termasuk telah menerbitkan perda PAUD,” katanya mengawali.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini jelang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SD.

Menurut Romy, masa usia sejak lahir hingga usia 6 tahun adalah masa keemasan (red: golden age) bagi anak, sehingga pada usia ini anak mendapatkan segala sesuatu yang diperlukan dalam tumbuh kembangnya termasuk pendidikan sesuai usianya.

Ditekankan Romy, konsep bahwa masa transisi anak menuju SD harus sudah paham baca, tulis dan berhitung (Calistung) adalah konsep yang keliru.

“Sekarang, sebagaimana hasil pertemuan dengan menteri pendidikan bersama seluruh bunda PAUD provinsi, kabupaten/kota se Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta, bahwa transisi PAUD menuju SD harus menyenangkan. Tidak lagi diharuskan anak harus mampu calistung saat masuk SD. Ciptakan bermain yang bermakna bagi anak,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Romy, yang juga bunda Literasi ini, bahwa saat ini guru di SD-lah yang paling besar tanggung jawabnya, karena mendapatkan siswa dari berbagai kemampuan yang berbeda, semasa PAUD-nya

“Masuk SD, anak-anak butuh masa orientasi, demikian sebaliknya guru butuh pengenalan lebih jauh terhadap karakter, kemampuan paling dominan dari anak didik.Tidak salah jika guru SD banyak belajar dari para tutor PAUD,” ungkapnya mengakhiri

Berikut PAUD yang menggelar pelepasan gabungan PAUD se Kecamatan Siempat Nempu, PAUD Smart, PAUD Sejahtera, PAUD Cerdas, PAUD Cahaya Bunda, PAUD Kasih Bunda, PAUD Peduli Anak, PAUD Cinta Damai, PAUD Yobel, PAUD Bersama, dan PAUD Bersinar.

Hadir juga dalam pelepasan PAUD ini, Camat Siempat Nempu Marhaban Kudadiri, dan Bunda PAUD kecamatan, para kepala sekolah PAUD, SD dan SMP di Kecamatan Siempat Nempu, Kepala desa dari 8 desa beserta bunda PAUD desa, tutor, orang tua dan para peserta didik. (Nid)

Baru 20 Persen Anak Nikmati PAUD di Kecamatan Berampu, Bunda PAUD Dairi: Perlu Dukungan Orang Tua

0
Baru 20 Persen Anak Nikmati PAUD di Kecamatan Berampu, Bunda PAUD Dairi: Perlu Dukungan Orang Tua
DAIRI – Disadari atau tidak, keberhasilan upaya mengoptimalkan perkembangan anak tidak hanya dilihat dari sisi lembaga yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini (PAUD) tersebut, namun perlu didukung sepenuhnya oleh kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendidikan awal bagi anak usia dini.

Demikian disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Dairi Romy Mariani Eddy Berutu boru Simarmata usai mendengar laporan dari Camat Berampu Ramadhani Berampu saat pelepasan gabungan PAUD dan TK se-Kecamatan Berampu di Aula Kantor Camat Berampu, Senin (19/6/2023).

Camat Berampu saat itu menjelaskan bahwa dari sekitar 500 anak usia PAUD di Kecamatan Berampu, baru sekitar 100 orang anak yang menikmati pendidikan di tingkat PAUD.

“Dari 500 anak usia PAUD di kecamatan ini, baru sekitar 100 orang yang mendapat pembelajaran di tingkat PAUD. Ini artinya baru 20 persen anak mendapat pendidikan PAUD ini. Untuk itu kami meminta, kesadaran dan peran bapak ibu orang tua untuk memberi kesempatan yang sama seperti anak yang akan menjalani pelepasan hari ini,” kata Ramadhani.

Menanggapi hal tersebut Romy Mariani menegaskan perlunya keterlibatan orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Faktor pendukung kesadaran orang tua dan dukungan dari masyarakat sekitar ini menjadi langkah penting dalam mencapai yang memiliki generasi Kabupaten Dairi yang baik dan unggul.

“Pendidikan PAUD sangat berperan bagi pembangunan manusia kedepan. PAUD adalah investasi bagi perwujudan manusia Indonesia yang berakhlak mulia, berkarakter, produktif, dan berdaya saing. Inilah strategi pengembangan SDM yang berkualitas karena perkembangan anak yang diperoleh pada usia dini sangat mempengaruhi perkembangan pada tahap berikutnya,” katanya.

Namun, kata Romy Mariani lagi, memberikan pendidikan pada saat usia dini sebagai masa keemasan (red ;Golden Age) juga harus memperhatikan faktor-faktor pendukung lainnya. Di masa transisi PAUD menuju Sekolah Dasar (SD), kata Romy, harus disajikan lebih menyenangkan. Konsep yang mengharuskan bahwa trsansisi PAUD ke SD harus sudah mengerti baca tulis dan berhitung (Calistung) adalah konsep pemahaman yang keliru.

“Karena pendidikan usia dini merupakan pendidikan yang penting bagi perkembangan berikutnya, maka pembelajaran yang diberikan kepada anak adalah pendidikan yang menyenangkan, bermain yang berkualitas dan bermanfaat. Kiranya, anak-anak yang dilepas hari ini, menjadi generasi yang membanggakan. Saya berpesan, anak-anak kita juga harus dibekali dengan pondasi nilai agama dan budi pekerti, bertata bahasa dan bersosialisasi yang baik,” katanya mengakhiri.

Hadir dalam pelepasan gabungan yang terdiri PAUD Karing, PAUD An-Nur Pasi, PAUD Kasih Banjar Toba, dan TK, YBTI Berampu ini, unsur Forkopimca, Babinsa, M.Manik, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal Merlin Sitanggang, Bunda PAUD Kecamatan, Maria Sihombing, para kepala desa dan bunda PAUD dari 4 desa, guru dan tutor PAUD, dan orangtua. (Nid)

Dinilai Arogan, Kepala Sekolah SMK Negeri I Biru Biru Didesak Mundur Dari Jabatannya

0
Kepala Sekolah

DELISERDANG – Puluhan siswa dan perwakilan orang tua SMK Negeri I Biru Biru Kecamatan Biru Kabupaten Deli Serdang melakukan aksi demo, Selasa (20/6/2023) menuntut Kepala Sekolah Normauli Simbolon SSi, MM segera dicopot dari jabatannya.

Dalam orasinya, siswa menuntut agar kepala sekolah segera mundur dari jabatannya karena dinilai sangat Arogan dan otoriter selama memimpin di SMK Negeri I Biru Biru.

Masa aksi bergerak dengan membawa alat peraga seperti pengeras suara dan spanduk bertuliskan keluhan mereka.

Beberapa tuntutan yang tertara dalam aksi siswa ini antara lain : 1. Kepala sekolah tidak pernah ikut melaksanakan upacara bendera.
2. Kepala sekolah selalu datang terlambat dan jarang datang kesekolah dengan alasan rapat dan urusan dinas.
3. Tidak ada pembelian alat dana bahan praktek selama menjabat.
4. Tidak ada transparasi anggaran dana BOS.
5.Siswa yang ikut lomba menggunakan dana pribadi tanpa ada dukungan dari sekolah.
6. Siswa keberatan atas pemecatan guru secara sepihak.
7.Selama kepala sekolah belum diganti siswa keberatan mengikuti pelajaran.
8.Banyak siswa yang tidak pernah masuk sekolah tapi boleh mengikuti ujian asal membayar uang sekolah.
9.Kepala sekolah sangat Arogan dan diktator.
10.Bagi siswa yang berprestasi disekolah, untuk mengalirkan sertifikat atau surat penghargaan terhadap siswa harus bayar.
11. Selama pembelajaran seni budaya siswa tidak belajar karena guru seni budaya tidak ada.
12.Kepala sekolah tidak tidak mendukung biaya pertandingan atau perlombaan Paskibra tapi piala di duplikat.
13. Guru kewirausahaan mengajar produktif tata kulit dan rambut.
14.Guru honor komite mengeluh masalah gaji yang tidak dibayar hingga beberapa bulan.
15. Siswa sering kebersihan selama 1 les mata pelajaran setiap hari karena tukang kebun dipecat dan mata pelajaran les pertama terganggu.
16.Tidak pernah mengikut sertakan guru (khusunya guru produktif) saat membeli alat/bahan praktek, sehingga bahan yang dibeli salah.
17.Orang tua siswa mengeluh karena semenjak era kepala sekolah yang sekarang uang sekolah tidak turun.

Siswa juga menyoroti tindakan pemecatan guru atas nama Herdina Simbolan SPd yang merupakan guru tata kecantikan kulit dan rambut. Pemecatan terhadap guru ini dinilai siswa secara sepihak dan semena mena.

Kepala Sekolah SMK I Biru Biru Romauli Simbolon SSi, MM ditengah aksi demo menyampaikan kalau dirinya tidak pernah melakukan pemecatan terhadap guru yang dimaksud.

Guru kecantikan atas nama Herdina Simbolon SPd keluar dari sekolah menurut keinginan dirinya sendiri ” dia yang mengundurkan diri, itu disaksikan olah bendahara saya” ungkap Normauli dihadapan siswa.

Sementara salah seorang orang tua murid yang diminta keterangan mengatakan kalau semenjak kepala sekolah Normauli Simbolon menjabat di SMK I Biru Biru, tidak ada lagi subsidi untuk uang sekolah,

Dijelaskan Juli br Ginting wali siswa kelas XI, bahwa sebelum Romauli menjadi kepala sekolah uang sekolah di SMK I Biru Biru hanya 45 ribu/bulan, dan sejak dijabat oleh Normauli menjadi 70 ribu/bulan.

“Saat itu kami hanya diberi pilihan besaran biaya sekolah 70 ribu atau 80 ribu, tidak ada pilihan lain” ujar Juli br Ginting. (Heri)

Rutan Kelas I Medan Bersama PT Asia Karet Sentosa Ikuti Pameran di PRSU

0

Rutan Kelas I Medan Kanwil Kemenkumham Sumut Bersama PT Asia Karet Sentosa Mengikuti Kegiatan Pameran Di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Sabtu (17/06/2023).

Stand Rutan Kelas I Medan bersama PT Asia karet Sentosa dibuka dengan menampilkan beberapa karya produk Warga Binaan Rutan Kelas I Medan.
Kasubsi Bimbingan Kerja (Bimker) Tiopan Situmorang terjun langsung bersama petugas membawa hasil karya terbaik buatan tangan warga binaan untuk dipamerkan dan diperkenalkan kepada masyarakat agar produk buatan warga binaan semakin dikenal.

Dalam kesempatan terlihat Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi berserta rombongan mengunjungi Stand Rutan Kelas I Medan, melihat hasil produk warga binaan dan sekaligus membeli 7 (tujuh) pasang sandal produk warga binaan.
Gubernur Sumatera Utara mengapresiasi Stand Rutan Kelas I Medan yang telah ikut berpartisipasi dengan membawa hasil terbaik karya Warga binaan dipekan Raya Sumatera Utara, dimana hasil dari produk warga binaan yang dipamerkan sangat bagus dan juga telah dipasarkan kepada masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara menyampaikan “semoga petugas rutan semakin bisa menciptakan manusia mandiri dan berakhlak serta lebih terampil lagi” ujarnya.
“sampaikan salam hormat saya kepada kepala Rutan kelas I Medan beserta pejabat dan seluruh petugas, tetaplah semangat dan menjadi pendidik membawa perubahan perilaku warga binaan” tambahnya

Harapan dari kegiatan ini dapat memperkenal produk – produk hasil karya warga binaan yang membuktikan bahwa program pembinaan manusia mandiri yang kreatif di Rutan Kelas I Medan terlaksana dengan baik dan dapat menginpirasi warga binaan lain untuk serius dalam menjalankan program – program pembinaan yang ada di Rutan Kelah I Medan. (As)

Bunda PAUD Kabupaten Dairi Lepas 226 Siswa TK Pembina Sidikalang

0
Bunda PAUD Kabupaten Dairi Lepas 226 Siswa TK Pembina Sidikalang
DAIRI – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Dairi Romy Mariani Simarmata Eddy Berutu melepas 226 siswa TK Pembina Sidikalang, Kamis (16/6/2023).

Acara yang dirangkai dengan pentas seni ini berlangsung meriah dan seru. Dalam sambutannya, Romy Mariani menyampaikan terima kasih pada guru dan tutor yang sudah berhasil mendidik anak-anak hingga melepas siswa menuju Sekolah Dasar (SD). Tidak lupa, Ia juga menyampaikan selamat pada orang tua anak didik telah sampai pada titik ini.

“Ini anugerah terbesar bagi para orang tua. Saya hanya ingin sampaikan tentang transisi PAUD ke SD yang harus dibuat menyenangkan,” katanya mengawali.

Kata Romy lagi, hal yang sama sudah disampaikan pada guru-guru SD saat pelepasan siswa di TK Pembina Sumbul.

“Kami sampaikan kepada para guru SD agar menghadirkan pola belajar yang menyenangkan. Karena selama ini terjadi miskonsepsi. Di Indonesia seolah-olah diharuskan anak anak PAUD sudah harus bisa baca, tulis, dan berhitung (calistung) saat masuk SD. Calistung jadi barometer kemampuan anak kita. Ini konsep yang salah, yang harus kita ubah,” katanya mengakhiri.

Hadir dalam pelepasan siswa TK Pembina ini, Camat Sidikalang, Kepsek Nurliani Manik Spd, guru dan tutor, orangtua dan para siswa. (As)