Beranda blog Halaman 229

Pemko Medan Harus Jemput Bola Pastikan Buruh Mendapat Uang THR

0
Negara melalui Permenaker-RI No. 6 Tahun 2006 Tentang THRR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, menjamin bahwa : Pengusaha wajib memberikan memberikan THR Keagamaan kepada Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih paling lama 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Menindaklanjuti regulasi tersebut, beberapa hari yang lalu Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan membuat kebijakan membuka 7 nomor layanan pengaduan untuk para pekerja yang mengalami masalah dalam mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Menyikapi kebijakan Pemko Medan tersebut, Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kota Medan Tony Rickson Silalahi SH, mengatakan Pemko Medan harusnya membuat kebijakan jemput bola.

Hal itu dilakukan untuk memastikan Pekerja/Buruh di Kota Medan mendapatkan uang THR Keagamaan/Lebaran sesuai ketentuan bukan menunggu bola melalui membuka 7 nomor layanan pengaduan untuk pekerja yang mengalami masalah dalam mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Saya yakin kebijakan ini tidak akan efektif, karena persoalan uang THR Keagamaan ini merupakan persoalan klasik bagi kawan-kawan Pekerja/Buruh yang status hubungan kerjanya outsourcing, kontrak, harian lepas dan borongan”.

“Saya yakin Pekerja/Buruh dengan status outsourcing, kontrak, harian lepas dan borongan tidak akan berani membuat pengaduan ke Pemko Medan/Dinas Ketenagakerjaan tentang soal uang THR Keagamaannya.

Mereka takut karena akan mendapatkan intimidasi, mutasi atau bahkan di PHK oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.

Bahkan mirisnya lagi, ada pengusaha-pengusaha “hitam” yang menggunakan modus tidak memperpanjang kontrak kerja atau merumahkan Pekerja/Buruhnya 30 hari menjelang hari Raya Keagamaan untuk menghindari pembayaran hak atas uang THR Keagamaan Pekerja/Buruhnya, setelah Hari Raya Keagamaan berlalu, mereka pun dipanggil lagi bekerja.

Mereka ini hanya bisa pasrah karena takut kehilangan pekerjaan atau tidak dipanggil lagi bekerja sedangkan mereka sangat butuh pekerjaan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya sehari-hari. Jumlah mereka ini sangat besar, hampir 80% Pekerja/Buruh di Kota Medan statusnya outsourcing, kontrak, harian lepas dan borongan” ujar Tony yang juga Aktivis Buruh FSPMI-KSPI Kota Medan.

Lanjutnya, “Pada tanggal 22 April 2023 nanti umat Muslim akan merayakan Lebaran, Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan harusnya membuat kebijakan “jemput bola” dengan membentuk Tim Satgas THR Keagamaan.

Satgas itu terdiri dari Pegawai Pemko Medan Dinas Ketenagakerjaan, Pegawai Pemprov Sumut Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, para pimpinan Serikat Pekerja/Buruh, dan para intelektual maupun instansi-instansi terkait turun ke perusahaan-perusahaan.

Dan melakukan investigasi dan mencari informasi untuk memastikan seluruh Pekerja/Buruh di Kota Medan mendapatkan hak atas uang THR Keagamaan dan cuti sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan sanksi yang tegas dank eras terhadap para pengusaha yang melanggar aturan tentang THR Keagamaan.

Kebijakan ini akan lebih efektif, dampaknya dan dipastikan seluruh Pekerja/Buruh di Kota Medan dapat membeli kebutuhan-kebutuhan Lebaran. serta merayakan Lebaran dengan khidmat dan suka cita bersama sanak keluarga famili dirumah maupun di kampung halamannya masing-masing” ; ujar Tony mengakhiri (As/Rls/Red).

Ini Besaran Biaya Kuliah di USU Jalur Mandiri Tahun Ini

0
Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) telah mengumumkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang perlu dibayarkan mahasiswa pada setiap semester.

USU menerima mahasiswa melalui beberapa jalur, salah satunya jalur mandiri 2023.

Besaran UKT yang akan didapatkan mahasiswa ditentukan melalui dokumen-dokumen yang diberikan mahasiswa kepada perguruan tinggi saat daftar ulang.

Selain UKT, mahasiswa juga perlu membayar Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dibayarkan sekali selama masa studi.

Dilansir melalui laman website USU, berikut besaran UKT dan SPI jalur Mandiri tahun 2023 pada masing-masing jurusan yang dimiliki USU.

Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI):

-Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi: Rp 75.000.000.
-Fakultas Hukum, Pertanian, Teknik, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Budaya, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Psikologi, Keperawatan, Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, dan Kehutanan: Rp 15.000.000.

Uang Kuliah Tunggal (UKT):

-Program Studi Pendidikan Dokter: Rp 32.500.000.
-Program Studi Pendidikan Dokter Gigi: Rp 30.000.000.
-Program Studi Kewirausahaan, Farmasi, dan Ilmu Keperawatan: Rp 10.000.000. -Program Studi Arsitektur, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Ilmu Komputer, dan Teknologi Informasi: Rp 9.500.000.

-Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, Ilmu dan Teknologi Pangan, Keteknikan Pertanian, Manajemen Sumber Daya Perairan, Peternakan, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Kehutanan: Rp 9.000.000.

-Program Studi Ilmu Hukum, Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Sosiologi, dan Psikologi: Rp 8.500.000.

-Program Studi Etnomusikologi, Perpustakaan dan Sains Informasi, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra Batak, Bahasa Mandarin, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, dan Sastra Melayu: Rp 8.000.000. (As/Kmps/Red)

 

 

Didukung 22 PAC, Hendra Sucipto Sembiring Terpilih Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Deli Serdang

0

DELISERDANG – Hendra Sucipto Sembiring terpilih sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Deli Serdang, dengan dukungan 22 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Deli Serdang.

Penetapan tersebut dilaksanakan saat sidang Musyawarah Cabang Luar biasa (Muscablub) DPC Partai Hanura Kabupaten Deli Serdang yang diketuai oleh Khairuddin Aritonang didampingi Sekretaris Irawan SH beserta anggota Muhadik, Purwanto dan Irwan Ginting SH, Rabu (12/4/2029) di Tamora Golf Club Kiqani Alam Jaya.

Sidang Muscablub DPC Partai Hanura Kabupaten Deli Serdang ini dihadiri pengurus DPD Partai Hanura Sumut M Fajri Siregar SE, Ak, MSi ( Wakil Ketua), Fityan Hamdani (Wakil Sekretaris), Dedi SH (eks Plt Ketua DPC Partai Hanura Deli Serdang, mewakili Kadis Kesbangpol Deli Serdang Sigiatno, dan 22 pengurus PAC Partai Hanura se-Kabupaten Deli Serdang.

Seperti diketahui Musyawarah Cabang Luar Biasa ini dilaksanakan setelah ketua lama, Berngap Sembiring meninggal dunia beberapa bulan lalu. Sebelumnya DPP Hanura menunjuk Dedi SH selaku Plt Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Deli Serdang.
Hendra Sucipto Sembiring yang juga anak ketua lama almarhum Berngap Sembiring dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk seluruh pengurus DPD Sumut, DPC Deli Serdang dan 22 PAC se-Kabupaten Deli Serdang yang telah mendukungnya dan menyukseskan muscablub ini.

“Saya berharap dan menargetkan setiap Dapil di Kabupaten Deli Serdang ada satu kursi legislatif untuk Partai Hanura. Jadi, mari bekerja sama untuk membesarkan Partai Hanura yang kita cintai ini. Artinya, dengan pengurusan yang baru partai Hanura akan menjadi lebih baik dan sukses dalam memenangkan pemilu 2024 dengan kekompakan dan kesolidan yang terbangun,” ujar Hendra Sucipto Sembiring seraya mengatakan usai lebaran akan turun ke PAC-PAC untuk melihat perkembangan Partai Hanura di akar rumput.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumut M Fazri Siregar SE, Ak MSi berharap kepada ketua terpilih Hendra Sucipto Sembiring dapat membesarkan Partai Hanura kembali. Dulu, ada 4 orang anggota dewan yang duduk di Kabupaten Deli Serdang, dan kedepannya lebih dari itu yang duduk sebagai legislatif.

“Hendra Sucipto Sembiring sebagai Ketua terpilih kiranya jangan sampai jumawa tapi harus eksis terus menerus mengambil hati rakyat sehingga Partai Hanura besar dan dicintai rakyat. Terus sumbang pemikirannya memajukan Deli Serdang dan rakyatnya lebih sejahtera lagi,” ujar M Fazri dalam sambutannya.

Sebelumnya Plt Ketua DPC Dedi SH dalam sambutannya berharap Hendra Sucipto Sembiring yang terpilih sebagai Ketua definitif dapat bergandeng tangan dengan seluruh pengurus dan kader untuk membesarkan Partai Hanura di Deli Serdang.

“Saya yakin jika kader dan anggota Pemuda Pancasila dan Pemuda Merga Silima bergabung dan kompak tentunya akan menjadi modal dan kekuatan untuk membesarkan Partai Hanura yang kita cintai ini,” ungkap Dedi SH. (HERI)

Tim Terpadu Kabupaten Dairi Lakukan Penertiban Terhadap Pelaku Pengerusakan Hutan Lae Pondom

0
DAIRI – UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XV Kabanjahe bersama-sama dengan Dinas Kehutanan Sumut dan tim terpadu pencegahan dan pemberantasan pengerusakan hutan Lae Pondom Kabupaten Dairi, melakukan penertiban tanpa izin pengambilan getah Pinus dari kawasan hutan Lae pondom, Selasa (11/4/2023).

Dalam penertiban tersebut, seluruh tim yang turun langsung melakukan penertiban terhadap 2 gubuk yang dibangun pelaku sebagai tempat tinggal didalam hutan Lae pondom, guna melakukan aktivitas tanpa izin tersebut.

Ka UPT. KPH XV Kabanjahe, Drs. Sholahuddin Lubis menyampaikan seluruh tim turun untuk melakukan penyusuran ke hutan Lae Pondom dan akan melakukan penertiban karena, didalam hutan Lae Pondom tidak diperkenankan kegiatan apapun, jika tidak ada izin dari Pemerintah.

“Kita mendapat informasi bahwa ada yang melakukan aktivitas tanpa izin didalam hutan Lae Pondom, sehingga kami turun langsung dan melakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut, dengan menertibkan gubuk yang dibangun ditengah hutan, dan saat ini, pelaku yang melakukan aktivitas tanpa izin tersebut sudah ditangkap oleh Polres Dairi dan saat ini dalam proses hukum,” Ujarnya.

Selanjutnya, Sholahuddin mengatakan bahwa seluruh tim komitmen untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan terhadap adanya aktivitas tanpa izin di kawasan hutan Lae Pondom. Diakuinya, KPH XV sangat terbantu oleh tim terpadu dari Kabupaten Dairi, dimana kerjasama tersebut membuahkan hasil, dimana saat ini perambahan hutan dan penyadapan Pinus saat ini sudah sangat jauh berkurang dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Jika kita perhatikan, aktivitas tanpa izin ini sudah sangat jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya. Namun, kami tetap meminta dukungan dan kerjasama yang baik terutama tim terpadu Kabupaten Dairi,” Tuturnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kehutanan Sumut melalui Kepala Bidang Penatagunaan Hutan, Djonner E D Sipahutar menghimbau, agar jangan pernah melakukan aktivitas di kawasan hutan Lae Pondom tanpa izin dari Pemerintah. Dikatakannya, hutan Lae Pondom bisa dipergunakan apabila sudah melalui tahapan yang diberikan oleh Pemerintah.

“Jika ada masyarakat yang memang sangat memiliki ketergantungan hidup sebenarnya hutan ini bisa dipakai, namun harus melalui tahapan dari Pemerintah. Jadi, jika memang niat baik silahkan ikuti aturan dan prosedur yang berlaku,” Katanya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Pemerintah (DLH) Dairi, Amper Nainggolan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi akan selalu melakukan penertiban terhadap aktivitas tanpa izin di kawasan Lae Pondom. Dikatakannya, hal itu sesuai dengan perintah Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu agar penebangan liar ditertibkan.

“Pak Bupati sudah perintahkan agar penebangan liar ini agar kita tertibkan, sehingga hari ini, kita mendapati ada gubuk yang dibuat para pelaku sudah kita tertibkan, dan pelaku tersebut juga sudah ditahan di Polres Dairi dan sedang menjalani proses hukum,” Ucapnya. (Nid)

Santuni Anak Yatim Piatu dan Fakir Miskin, Bupati Eddy Berutu: Mari Tingkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

0
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan bulan Ramadhan sebagai bulan istimewa karena memiliki nilai-nilai keutamaan memberi peluang dan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan.

Selain itu juga menumbuhkan kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

“Kita diajak untuk peduli terhadap kondisi yang ada di sekitar kita. Cinta dan kasih antarsesama umat Islam, cinta dan kasih dengan sesama masyarakat, sebangsa, dan setanah air. Inilah sesungguhnya pesan yang harus kita maknai di bulan Ramadhan ini,” ucap Eddy Berutu, Senin (10/4/2023).

Dalam bulan yang suci ini, kata Bupati, pemerintah Kabupaten Dairi akan memberikan santunan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu. Santunan yang diberikan berupa sembako, yaitu beras 5 kg, gula pasir dan minyak goreng 1 kg, serta susu kental manis 2 kaleng.

Melalui pemberian santunan, Eddy Berutu berharap dapat membantu sedikit masalah ekonomi yang dihadapi fakir miskin dan anak yatim piatu.

“Mari kita isi Ramadhan ini dengan amalan-amalan sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan serta berlomba melakukan kebaikan sebagai kewajiban untuk menjalankan fungsi kekhalifahan dengan penuh kepatuhan. Dengan sinergi semua pihak, maka pembangunan di Dairi tercinta akan dapat berjalan lancar dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Eddy Berutu mengakhiri sambutannya.

Pemberian santunan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu diadakan di Masjid Al-Jamik Kampung Jawa, Desa Tanah Pinem, Kecamatan Tanah Pinem, diberikan kepada 2 kecamatan, yakni Tanah Pinem dan Gunung Sitember.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Dairi Romy Mariani Simarmata Ny.Eddy Berutu, Anggota DPRD Dairi Fraksi Golkar Carles Tamba, Pimpinan OPD, Camat Tanah Pinem Sion Sembiring, dan Camat Gunung Sitember Jonatan Ginting. (Nid)

Jalan Alternatif Medan-Berastagi Via Kutalimbaru Akan Dibuka Kembali

0
Deliserdang – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mencoba jalan alternatif Medan-Berastagi via Kutalimbaru, Selasa (11/4). Sekitar 9,75 Km jalan tersebut telah selesai diperbaiki dan dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut).

Jalur yang telah rampung dibangun berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang.

Saat ini masih dalam proses pembangunan membuka jalan baru di Dusun Tanduk Benua, karena di lokasi ini terdapat tanjakan yang sangat curam.

“Ini kita bangun untuk truk pengangkut logistik karena 60% logistik pangan kita dari Tanah Karo, sehingga bisa memotong cost (biaya) distribusi, makanya jalan ini harus kuat benar,” kata Edy Rahmayadi, saat meninjau jalan di Dusun Tanduk Benua, Selasa (11/4).

Total jalur alternatif via Kutalimbaru ini sekitar 55,87 Km, lebih pendek dari jalur utama (jalan nasional) 76 Km. Selain itu, jalur ini juga lebih landai dari jalan nasional, sehingga akan mempercepat waktu tempuh antara Medan-Berastagi.

“Kalau ini bisa tembus tiga jam saja, kalau sekarang (menggunakan jalan utama) bisa delapan jam, berapa bisa kita potong cost-nya, harga buah-buahan, sayuran dari Karo akan lebih murah,” kata Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sumut Bambang Pardede mengatakan pembangunan jalan ini memakan biaya yang tidak sedikit. Ini karena beberapa ruasnya harus dibangun kembali karena jalur yang ada terlalu curam.

“Untuk proyek ruas ini saja sepanjang 21 Km nilainya mencapai Rp75 miliar, karena sebagian kita harus membuka jalan dan saat ini pembangunan yang sedang berjalan, masih sampai Bumi Perkemahan Sibolangit,” kata Bambang Pardede.

Kepala Desa Suka Makmur Bahtiar Ginting sangat bersyukur jalan di desanya telah dibangun dan diperbaiki. Namun, dia berharap agar tanah di desanya bisa disertifikasi, karena saat ini sebagian besar kawasan desanya merupakan kawasan hutan.

“Saya mewakili rakyat di sini sangat berterima kasih karena jalan di desa kami sudah sangat bagus walau belum seluruhnya selesai, ini berpengaruh besar pada aktivitas warga kami, tetapi kami mohon agar tanah kami disertifikasi, agar ada kepastian hukum bagi masyarakat,” kata Bahtiar Ginting. (As/Red)

Pengemis Buta Pulang Naik Mobil Mewah, Ini Kata Warganet

0
Video yang menunjukkan aksi pengemis buta naik mobil setelah mengumpulkan uang. Video ini pun jadi ramai diperbincangkan warganet Malaysia.

Video viral itu diunggah oleh pengguna Twitter bernama Addam Dharshan, (@AdwinWidanta) pada Minggu (9/4/2023).

Hingga Selasa (11/4/2023) siang, video tersebut sudah ditayangkan sebanyak 1,4 juta kali.

Video viral itu awalnya menunjukkan bagaimana pasangan pengemis (laki-laki dan perempuan) pergi ke restoran untuk meminta sumbangan kepada orang-orang yang berada di sana.

Setelah selesai meminta-minta, keduanya kemudian terlihat berjalan menuju persimpangan jalan sebelum berbelok ke kanan dan kamera terfokus pada sebuah mobil putih yang diparkir di persimpangan tersebut.

Kemudian adegan beralih ke jalan yang berbeda.

Nah, di sana, pasangan pengemis itu terlihat masuk ke mobil putih yang tampak telah menunggu mereka di pinggir jalan.

Pria itu duduk di kursi depan sementara perempuan itu duduk di belakang.

“Dengan asumsi terbaik, mungkin mereka masuk ke mobil Grab,” tulis Dharshan.

Posting video ini banyak dikomentari oleh warganet “Negeri Jiran”.

Beberapa menduga pengemis itu terlibat dalam sebuah sindikat.

“Eh, ketika mereka jauh dari orang-orang, tiba-tiba mereka terlihat baik-baik saja dan bisa berjalan cepat,” tutur seorang pengguna Twitter sebagaimana dikutip dari World of Buzz.

Ada juga pengguna Twitter yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

“Ini pernah terjadi pada saya, setelah para pengemis pergi, mereka menyeberang jalan dengan normal dan naik mobil mahal,” bebernya.

Pengguna Twitter lain tidak yakin jika pengemis itu naik Grab seperti yang disampaikan Dharshan.

“Jika mereka benar-benar menggunakan Grab, maka bisa melihat sisi baiknya. Tapi mereka berjalan cepat seolah-olah dia tiba-tiba tidak memiliki kemampuan visual yang berbeda, bagaimana cara berpikir yang terbaik?” ungkap warganet Malaysia lainnya.

(*/Sumber kompas.com)

Pengurus PWI Sumut Dibegal di Bawah Jembatan Layang Amplas

0
Medan – Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Sugiatmo, menjadi korban begal bersenjata tajam celurit di seputaran bawah jembatan layang simpang Amplas, Rabu dini hari sekitar pukul 03:00 WIB.

Akibatnya, sepeda motor korban berjenis Honda Vario BK 5839 AIV raid dibawa kabur begal.

Sugiatmo mengatakan, awalnya dia berkendara seorang diri menggunakan sepeda motornya hendak pulang ke rumahnya di Bandar Setia melalui Jalan Letjend Jamin Ginting, Jalan Tritura, lalu Jalan Sisimangaraja.

Setibanya di bawah fly over Amplas, hendak berbelok kiri dikejar empat pria berboncengan dua sepeda motor.

Kemudian dia dipepet, diminta berhenti dan menyerahkan sepeda motornya.

Bahkan salah satu pelaku mengacungkan celurit ke Sugiatmo karena ia terus melaju. Sampai akhirnya ia berhenti dan mencabut kunci speed motornya.

Nahas, ketika dia berlari membawa kunci sepeda motornya dan dikejar, ia terjatuh hingga akhirnya terluka di bagian tangan dan kedua lututnya.

“Sepertinya memang sudah diikuti dari simpang Indogrosir, sampai di fly over baru dipepet dan salah satu pelaku menodongkan senjata tajam,” kata Sugiatmo, Rabu (12/4/20230.

Berdasarkan yang dilihatnya, pelaku diperkirakan masih berusia remaja belasan hingga 20 tahun.

Berselang 30 menit setelah kejadian, barulah lewat rombongan patroli Sabhara Polda Sumut mengendarai motor trail, kemudian korban diarahkan melapor ke Polsek Patumbak.

Korban berharap Polisi bisa segera menangkap komplotan begal ini karena ia meyakini di lokasi banyak terpasang rekaman kamera Cctv.

“Mudah-mudahan ketangkap. Kayaknya bisa cepat karena ada banyak kayaknya kamera di jalan”

Terpisah, Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan sedang menyelidiki kasus ini. Ia mengklaim telah mengidentifikasi para pelaku.

Faidir tak menampik wilayah tersebut menjadi rawan begal karena di lokasi atau di simpang amplas minim lampu penerangan jalan.

Ia mengaku sudah berulang kali berkoordinasi dengan Dishub Medan dan Kecamatan Soal penerangan, namun hingga kini tak digubris.

“Sedang kira selidiki dan sudah kita identifikasi pelaku.” (As/Trn/Red)

Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati Setelah Ajukan Banding

0
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan hukuman mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terhadap mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo mengajukan banding usai divonis hukuman mati dalam kasus pembunuhan berencana terhadap mantan ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Menguatkan putusan pengadilan negeri jakarta selatan nomor Nomor: 796/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel yang dimintakan banding tersebut,” ujar Ketua Majelis Hakim Singgih Budi Prakoso dalam persidangan di PT DKI Jakarta, Rabu (12/4/2023).

“Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan,” ucapnya.

Dalam kasus ini, terdapat lima terdakwa. Selain Ferdy Sambo, ada tiga terdakwa lainnya yang juga mengajukan banding atas putusan PN Jakarta Selatan.

Mereka adalah Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo), Ricky Rizal atau Bripka RR (ajudan Ferdy Sambo), dan Kuat Ma’ruf (asisten rumah tangga sekaligus sopir Ferdy Sambo).

Terdapat satu terdakwa lainnya, yaitu Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E yang tidak mengajukan banding.

Hakim Kelima terdakwa dinilai majelis hakim telah melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Mereka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J dengan rencana terlebih dahulu.

Terkait perkara ini, Ferdy Sambo juga terlibat obstruction of justice atau perintangan penyidikan bersama anak buahnya dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J.

Dalam putusan PN Jakarta Selatan, hanya Richard Eliezer yang divonis paling rendah daripada para terdakwa lainnya.

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menuntut Bharada E pidana 12 tahun penjara.

Namun, majelis hakim menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan.

Sementara itu, Ferdy Sambo divonis pidana mati dari tuntutan jaksa yang meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara seumur hidup.

Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, dan Ricky Rizal juga divonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang meminta majelis hakim memvonis ketiganya selama delapan tahun.

Istri Ferdy Sambo itu divonis 20 tahun penjara, Kuat Ma’ruf divonis 15 tahun penjara, dan Ricky Rizal divonis 13 tahun penjara.

 

Sumber Kompas.com

Geger Warga Limau Mungkur Ditemukan Tewas dengan Mengenaskan

0

BINJAI | Warga Kelurahan Limau Mungkur Binjai Barat dihebohkan terjadinya pembunuhan yang diduga dilakukan Agus Ujung (26) di kediaman Rosda Situmeang Warga Jalan Ismail, Kelurahan Limau Mungkur Kecamatan Binjai Barat, Rabu (12/4/2023) Pukul 03.00 Wib.

Akibat kejadian itu korban Rosda Situmeang, (43), mengalami luka tusuk di bagian leher dan meninggal dunia, sedangkan Oskar Simbolon (19 ) mengalami luka bacok pada bagian lengan tangan sebelah kiri dan sebelah kanan dan bagian kaki kanan.

Evi Kristin (16) mengalami luka bacok pada bagian kepala dan lengan tangan kiri dan keduanya masih menjalani perawatan di RSU Djoelham Binjai.

Diceritakan kronologis kejadian, Korban Oskar Simbolon menelpon pamannya di Kecamatan Sidikalang Kabupaten, Dairi yang merupakan adik Rosda Situmeang Serli Situmeang bahwa mereka mengalami penganiayaan dengan cara pembacokan.

Karena posisi Serli Situmeang yang tinggal jauh di Kecamatan Sidikalang, Kab. Dairi, sehingga menelpon saksi bernama Suwandi Naibaho yang merupakan tetangga korban.

Kemudian Serli Situmeang menelpon Togar Nadeak ” Lae tolong lihat kakak saya yang sudah dibacok oleh si Agus dan tolong bawakan ke rumah sakit, sama si Suwandi Naibaho sudah kutelepon juga, ” kata Serli Situmeang.

Setelah mendapat informasi Kedua saksi mendatangi TKP dan menggedor pintu rumah korban dan anak korban Oskar Simbolon membuka pintu kemudian menyampaikan bahwa kami kena bacok menggunakan satu bilah pisau dapur oleh Agus Ujung dan saat ini sudah melarikan diri.

Kemudian kedua saksi melihat TKP sudah berlumuran darah dan melihat korban Rosda Situmeang sudah meninggal dunia ,lantas kedua saksi memberitahu kepada masyarakat sekitar dan pihak Polsek Binjai Barat.

Lalu membawa korban kedua korban yang masih selamat ke RS Djoelham Binjai untuk dilakukan pengobatan secara intensif. Sedangkan korban meninggal dunia masih berada di ruang instalasi RSU Djoelham Binjai dan lokasi dipasang garis police line pihak Polsek Binjai

Hingga saat ini Kepolisian Resor Binjai dan Polsek Binjai Barat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku sementara motif peristiwa tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian.

Hingga saat ini Kapolsek Binjai Barat AKP Pasta Sitepu dan Tim Opsnal Kepolisian Resor Binjai masih melakukan olah TKP terkait kasus yang telah membuat salah satu anggota keluarga meninggal dunia. (Surya Turnip)