Kamis, Februari 29, 2024
KPU SUMATERA UTARAspot_img
KPU SUMATERA UTARAspot_img

Seorang ASN di Sidikalang Tewas Ditikam Pisau

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Tonny Edison Samosir (52) warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi tewas ditusuk pisau, Kamis (1/6/2023) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat ini, pelaku berinisial BMS (40) warga Desa Panji Dabutar, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo telah diamankan ke Polres Dairi.

Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto Jayanegara Purba mengatakan, dari keterangan saksi di lapangan, bahwa sebelum kejadian, tepatnya sekitar pukul 08.30 WIB korban datang ke rumah saksi Saurtua Sinabutar menggunakan sepeda motor untuk mengajak saksi bersama dengan istrinya Henni Silvia Situmorang bekerja di lahan perladangan milik korban yang akan di doser.

“Setelah itu, korban berangkat dengan menggunakan motornya ke ladang dan sekitar lima menit kemudian saksi dan istrinya menyusul dengan menggunakan mobil,” ungkapnya, Jumat (2/6/2023).

Sesampainya di ladang korban, saksi mendengar ada suara sepeda motor terjatuh dan melihat korban sedang dikejar oleh pelaku BMS sambil berulang kali berteriak minta tolong.

ASN Tewas
Polisi Sedang Melakukan Olah TKP

“Seketika itu juga saksi melihat pelaku melakukan penikaman terhadap korban hingga pisau belati yang digunakan pelaku terjatuh,” jelasnya.

Melihat pisau tersebut jatuh, saksi Saurtua Sinabutar lalu mengambilnya dan mencampakkannya ke arah perladangan warga. Saat itu juga pelaku langsung berjalan menuju ke arah perkampungan.

Singkat cerita, Rismanto mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait peristiwa tersebut, personil Sat Reskrim langsung melakukan pencarian terhadap pelaku.

“Pada saat diamankan pelaku cukup kooperatif dan membenarkan telah melakukan kekerasan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui nekat menghabisi nyawa korban karena memiliki permasalahan terkait hal yang bersifat pribadi dan menyangkut harga dirinya.

Sehingga pada saat pelaku dan korban bertemu di ladang, pelaku langsung emosi dan menusukkan pisau ke arah dada korban secara berulang hingga korban meninggal dunia.

“Oleh karena itu, terkait peristiwa ini kami menghimbau masyarakat agar dalam menghadapi setiap permasalahan hendaknya tidak diselesaikan secara emosional.

Karena akan berdampak pada timbulnya masalah baru yang lebih serius dari permasalahan sebelumnya dan memiliki konsekuensi hukum yang berat, sehingga akan merugikan diri sendiri dan juga keluarga,” ungkapnya. (As/Tr/Red)

BERITA TERKAIT

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA LAIN