Senin, Februari 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 234

Oknum DPRD Sumut Lakukan Penganiayaan, Ini Kata Ketua BPH Pemuda Batak Bersatu

0
Oknum DPRD
Paul JJ Tambunan SH.MH
Medan – Penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Anggota DPRD Sumut dan juga menjabat Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan terhadap rekannya Riduwan Putra mendapat kritikan dari Badan Perbantuan Hukum Pemuda Batak Bersatu, Dewan Pimpinan Daerah (BPH PBB DPD) Sumut.

Paul JJ Tambunan SH.MH menilai tindakan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sumut itu mempertontonkan arogansi yang terkesan kebal hukum, akan menjadi presiden buruk bagi masyarakat.

Sehingga apatis terhadap anggota DPRD yang seharusnya menjadi tempat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi bukan menimbulkan kegaduhan terhadap masyarakat itu sendiri.

“Kasus begini nantinya bisa menjadi presiden buruk bagi masyarakat, sehingga apatis terhadap anggota DPR, yang seharusnya menjadi tempat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, “kata ketua Badan Perbantuan Hukum Pemuda Batak Bersatu, Dewan Pimpinan Daerah (BPH PBB DPD) Sumut.

Paul mengatakan, kasus serupa bukan sekali ini terjadi di lingkungan DPRD khususnya di Sumut ini.

“Bukan sekali ini terjadi di lingkungan DPRD khususnya di Sumatera Utara, anggota DPR harusnya jangan arogan, “pintanya.

Ketua BPH PBB DPD Sumut itu juga mengatakan akan terus mengikuti jalannya kasus ini sampai akhir.

“Ya, kami minta segera diproses, kami juga akan mengawasi kasus ini sampai dengan selesai.” Terangnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Maria Marpaung mengatakan kasus penganiayaan tersebut sudah ditindak lanjuti dan masih dalam tahap lidik.

“Untuk proses masih tahap Lidik ya Pak,”katanya melalui pesan WhatsApp

Dia mengatakan, sampai saat ini saksi yang sudah diminta klarifikasi sudah 5 (lima) orang termasuk pelapor.

“Saksi yang sdh kita Klarifikasi sebanyak 5 org termasuk pelapor, “jelas Kasat.

Kasat Reskrim juga mengatakan bahwa terlapor inisial AF Oknum DPRD SU itu, saat ini belum ditahan, karena masih mengundang saksi dari panitia yang ada di lokasi kejadian untuk memberi keterangan dan klarifikasi.

“Belum, karena kami masih mengundang saksi dari panitia yang ada di lokasi kejadian setelah itu kami akan undang untuk memberi keterangan klarifikasi”, katanya.

Diketahui, dugaan penganiayaan itu terjadi saat Musyawarah Wilayah (Muswil) salah satu organisasi di sebuah hotel di Kota Padang Sidempuan pada Jumat (17/2/2023) malam. Saat itu, keduanya tengah menghadiri acara tersebut

Akibat penganiayaan itu oknum Anggota DPRD Sumut dan juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauza jadi terlapor dengan Laporan Polisi bernomor: STTLP/B/67/II/2023 SPKT/Polres Padangsidimpuan/Polda Sumut tertanggal 18 Februari 2023. (Ps/As)

 

Bupati Dairi Eddy Berutu Menjenguk Rama Matanari Karena Sakit

0
Bupati Dairi
Dairi – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama Ketua DPD AMPI Dairi Budi Tarigan menjenguk Rama Matanari, anak Ketua Satgas AMPI Desa Pegagan Julu 7 Ramon Matanari, yang sedang sakit, Minggu (19/2/2023).
Rama Matanari mengalami penyakit tidak bisa berjalan dan harus menggunakan tongkat untuk menggerakkan kakinya.
Kepada keluarga khususnya Rama, Bupati mengatakan kehadirannya di hari libur ini untuk memberikan semangat kepada Rama. Eddy Berutu berpesan untuk melihat betapa solidnya persaudaraan ini dengan kehadiran jajaran AMPI dan jajaran pemerintah.
“Semoga nanti dalam melanjutkan pengobatan, seluruhnya dapat berjalan dengan baik. Saya dengar Rama akan dibawa ke Medan. Saya hadir di sini sebagai simbol untuk pererat persaudaraan kita. Kepada keluarga tetap semangat dalam merawat anak kita ini,” ujar Eddy Berutu didampingi Camat Sumbul Tetap Lingga dan Kepala Desa Pegagan Julu VII Juara Purba.
Sementara itu, Rama Matanari mengatakan tidak menyangka akan kehadiran Bupati Dairi di hari minggu ini. “Saya sudah mulai hampir depresi dengan penyakit yang saya alami ini.
Kehadiran Pak Bupati menambah semangat dan motivasi khususnya kepada saya. Kami sangat terharu, ini hari libur, hari minggu, namun Pak Bupati menyempatkan waktu untuk melihat kami warganya,” ujar Rama dengan rasa haru.
Hadir juga dalam pertemuan tersebut mendampingi Bupati Dairi pengurus Partai Golkar Dairi Bonar Butar Butar. (Anida)

Anggota Intel Kodim Deli Serdang Babak Belur Dibuat Ormas PP

0
Anggota Kodim
Anggota Intel Kodim 0204/DS
Deli Serdang – Anggota Intel Kodim 0204/DS babak belur dikeroyok oknum anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) di Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.

Serka Amosta Bangun di keroyok di warung cafe Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Jumat, (18/2/2023) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.

Saat ini Polisi masih meringkus satu orang pelaku utama penganiayaan disebut-sebut Ketua PP Desa Limau Manis, Insanul Afwa.

“Satu sudah kita amankan. Nanti rencana akan kita rilis,” ujar Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji Senin, (20/2/2023).

Dari informasi yang diperoleh korban datang ke warung cafe yang berada di Gang Pancasila Pasar 15 Desa Limau Manis pada Kamis, (16/2/2023) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Sebelumnya pengakuan korban, pagi harinya Serka Amosta Bangun baru saja melaksanakan monitor di wilayah Kecamatan STM Hilir. Sepulang dari memonitor di wilayah tersebut barulah ia singgah ke warung cafe milik warga bernama Subhan tersebut.

Di tempat itu ia bersama Udin Perangin-angin dan Jhon, kemudian ketika mereka sampai di situ 11 orang anggota PP sudah tiba terlebih dahulu di lokasi dan dipimpin oleh Insanul Afwa.

Sebelum terjadi keributan, Serka Amosta Bangun beserta 2 rekannya itu sempat memesan minuman.

Belum sempat meminum minuman yang dipesan, rekan Serka Amosta Bangun yakni Udin Perangin Angin meminta untuk bernyanyi kepada pihak anggota PP.

Saat itu dijawab oleh anggota PP hanya Udin saja yang boleh bernyanyi. Mendengar hal tersebut Serka Amosta Bangun sempat menjawab kenapa hanya Udin saja yang boleh bernyanyi.

Disitulah momen anggota PP mulai menjawab dengan jawaban “terserah kamilah”.

Tidak lama berselang terjadi keributan mulut dan kemudian anggota PP langsung emosi dan membalikkan meja di tempat itu.

Untuk menghindari keributan Serka Amosta Bangun hendak keluar dari cafe tersebut.

Melihat Serka Amosta Bangun akan pergi maka anggota PP atas nama Insanul Afwa mengejar Serka Amosta Bangun langsung memukul menggunakan botol minuman keras bersama sama 11 orang anggota PP lainnya.

Akibat pukulan tersebut Serka Amosta Bangun terjatuh di lantai dan kembali dikeroyok oleh 11 orang pelaku.

Dikarenakan kalah jumlah Serka Amosta Bangun sempat melarikan diri menggunakan mobil miliknya menuju ke rumah sakit Patar Asih lubuk Beringin.

Pada saat pemeriksaan di rumah sakit didapati luka pada bagian kelopak mata kiri serta tidak dapat melihat (gelap).

Ia pun kemudian dirujuk ke rumah sakit Mata Medan. Saat ini posisi Serka Amosta Bangun sudah di rumah sakit Sumatera Eye Center Hospital (SEC Hospital) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

 

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu Menjenguk Rama Matanari

0
Edy Keleng ate

Dairi – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama Ketua DPD AMPI Dairi Budi Tarigan menjenguk Rama Matanari, anak Ketua Satgas AMPI Desa Pegagan Julu 7 Ramon Matanari, yang sedang sakit, Minggu (19/2/2023).

Rama Matanari mengalami penyakit tidak bisa berjalan dan harus menggunakan tongkat untuk menggerakkan kakinya.

Kepada keluarga khususnya Rama, Bupati mengatakan kehadirannya di hari libur ini untuk memberikan semangat kepada Rama. Eddy Berutu berpesan untuk melihat betapa solidnya persaudaraan ini dengan kehadiran jajaran AMPI dan jajaran pemerintah.

“Semoga nanti dalam melanjutkan pengobatan, seluruhnya dapat berjalan dengan baik. Saya dengar Rama akan dibawa ke Medan. Saya hadir di sini sebagai simbol untuk pererat persaudaraan kita. Kepada keluarga tetap semangat dalam merawat anak kita ini,” ujar Eddy Berutu didampingi Camat Sumbul Tetap Lingga dan Kepala Desa Pegagan Julu VII Juara Purba.

Sementara itu, Rama Matanari mengatakan tidak menyangka akan kehadiran Bupati Dairi di hari minggu ini. “Saya sudah mulai hampir depresi dengan penyakit yang saya alami ini.

Kehadiran Pak Bupati menambah semangat dan motivasi khususnya kepada saya. Kami sangat terharu, ini hari libur, hari minggu, namun Pak Bupati menyempatkan waktu untuk melihat kami warganya,” ujar Rama dengan rasa haru.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut mendampingi Bupati Dairi pengurus Partai Golkar Dairi Bonar Butar Butar. (Nid)

Personil Satlantas Polres Sergai Laksanakan Kegiatan Police Go To School

0
Polres Sergai
Sergai – Personil Satuan Lalulintas Polres Serdang Bedagai melaksanakan kegiatan ‘Police Go To School’ di Sekolah Yayasan Kartini Utama Sei Rampah, Senin 20/2/2023.

Pelaksanaan kegiatan ‘Police Go To School’ di Sekolah Yayasan Kartini Utama Sei Rampah, dikemas dalam kegiatan Upacara Bendera dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Sergai IPTU Iman Muliadi sebagai Inspektur Upacara di Sekolah Yayasan Perguruan Kartini Utama Sei Rampah.

Dalam arahannya, Kanit Tur Rajawali Iptu Iman Muliadi memberikan himbauan serta pembinaan tentang Tertib Berlalu Lintas kepada peserta upacara, para pelajar, guru dan kepala sekolah.

Dalam kesempatan itu, Satlantas Polres Sergai melakukan sosialisasi Event Internasional F1H2O yang dilaksanakan di Balige Danau Toba yang akan digelar 24 Februari s/d 26 Februari 2023.

Turut serta mendampingi Kanit Kamsel AIPTU Hendra.S, Bripka Juparto dan SH, Bripka Rojak.S.

Selain sosialisasi, sambung Iptu Iman Muliadi, kegiatan ini dalam rangka mempererat dan mendekatkan diri Polri dan para guru serta pelajar yang ada di sekolah Kartini Utama Sei Rampah.

Sehingga nantinya dapat menyampaikan langsung beberapa hal yang penting seperti masalah keamanan,keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta pencegahan terhadap perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan narkotika, ungkapnya.

Diakhir kegiatan, Iptu Iman Muliadi mengatakan bahwa kegiatan Police Go To School berjalan dengan aman dan lancar. Dan kami juga mengucapkan atensi para guru serta pelajar yang telah mengucapkan terima kasih kepada Sat Lantas Polres Sergai. (Ari)

Pj Walikota Tebingtinggi Harapkan Pengembangan SIM ASN Dapat Digunakan Pemko Tebingtinggi

0
Wali Kota
Tebing Tinggi – Menjalin Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Penjabat (Pj.) Walikota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi., S.Sos., M.TP. berharap pengembangan SIM ASN (Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara) yang telah dilakukan dan dikembangkan oleh Pemkot Tangerang dapat digunakan oleh Pemko Tebing Tinggi.

“Kami melihat bahwa SIM ASN Kota Tangerang cukup baik, sehingga perlu kiranya bagi kami untuk membangun kerjasama dengan pemko Tangerang untuk pengembangan SIM ASN yang telah dikembangkan Kota Tangerang agar di gunakan oleh Pemko Tebing Tinggi,” harap Pj. Walikota Tebing Tinggi.

Hal tersebut disampaikan Pj. Wali Kota Tebing Tinggi saat memberikan sambutan dalam acara Penandatangan Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama Antara Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Senin (20/02/2023) di Balai Kota Tangerang, Jl. Satria, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Menurut Pj. Wali Kota Tebing Tinggi, manfaat terjalinnya MoU ini, selain dari penggunaan SIM ASN di Pemko Tebing Tinggi, banyak hal bisa dikembangkan setelah MoU ini nantinya, yang sangat bermanfaat dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor, khususnya bagi Kota Tebing Tinggi.

“MoU ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembangunan daerah dari berbagai sektor. Banyak hal bisa dikembangkan setelah MoU ini nantinya. Dan dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama dengan OPD masing – masing,”

“Terima kasih kepada Wali Kota Tangerang Bapak H. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes.
yang telah menyambut dengan luar biasa dan berkenan menjalin kerja sama dengan kami,” demikian disampaikan Pj. Wali Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes. mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan Pemko Tebing Tinggi ke Pemko Tangerang. Diungkapkan Wali Kota Tangerang, bahwa dirinya beserta jajaran Pemko Tangerang siap menjalin kerja sama dalam rangka semangat mendukung pembangunan daerah Kota Tangerang dan Kota Tebing Tinggi.

“Terima kasih telah berkunjung ke Kota Tangerang. Kami sangat siap menjalin Kerjasama, tentunya dalam rangka semangat mendukung pembangunan daerah kita. Banyak hal yang kiranya dapat dikerjasamakan. Dan tentunya kami juga nantinya ingin berkunjung ke Kota Tebing Tinggi, kiranya ada hal yang perlu kami pelajari dari kota Tebing Tinggi,” ujar Wali Kota Tangerang.

Masih ujar Walikota Tangerang, bahwa banyak aplikasi – aplikasi yang sudah dikembangkan oleh Kota Tangerang, salah satu diantaranya ialah SIM ASN, yang dapat melihat informasi kepegawaian serta banyak fitur lain yang dikembangkan di dalamnya.

“Silahkan nantinya jika ada lagi yang akan dikerjasamakan, kita lakukan dan semuanya gratis untuk Pemko Tebing Tinggi menggunakannya,”

“Kini SIM ASN Kota Tangerang sudah dapat melihat segala informasi kepegawaian, banyak fitur yang dikembangkan dan ini sangat efektif bagi kita selaku pimpinan dalam manajemen kepegawaian,” tutup Walikota Tangerang.

Usai sambutan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama) antara Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dan berfoto bersama.

Adapun ruang lingkup MoU antara Pemko Tangerang dan Pemko Tebing Tinggi meliputi, Pengembangan Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Replikasi Aplikasi Layanan Publik, Pengembangan Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Kemudian, Promosi dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Industri, Perdagangan dan Investasi, Penataan Ruang/Wilayah dan Infrastruktur Perkotaan, Perencanaan Daerah dan bidang – bidang lain yang disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan para pihak.

Turut dihadiri jajaran Pemko Tebing Tinggi, diantaranya Kadis Kominfo, Kadis PUPR, Kepala BKPSDM, Kepala Bappeda, Kepala BPKPD, Kepala Inspektorat, Kabag Pembangunan, Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan, Kabag Organisasi, Kabag Protokol, Kabag Umum dan Kabidkom Diskominfo serta jajaran pejabat/ ASN di lingkungan Pemko Tangerang. (Ari)

Seorang Wanita Tewas Tanpa Kepala di Nias Selatan

0
Wanita Tewas nias
Ilustrasi pembunuhan
 Seorang wanita lanjut usia (lansia) berinisial SL (60) tewas tanpa kepala, diduga wanita itu korban pembunuhan.

Peristiwa penemuan mayat wanita tanpa kepala itu terjadi di Desa Mondrowe, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Jasad SL yang berprofesi sebagai petani itu ditemukan pada Sabtu (18/2/2023) malam, di sebuah kebun di Desa Mondrowe.

Berdasarkan pengakuan keluarga, korban pergi dari rumahnya pada Sabtu (18/2) pagi untuk pergi ke kebun. Saat itu, korban juga sempat berpamitan kepada suaminya.

Namun, hingga pukul 16.00 WIB korban tak juga kunjung pulang. Suami korban yang curiga dengan hal itu lalu meminta tolong kepada sejumlah warga untuk membantunya mencari korban.

Setibanya di lokasi kejadian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tanpa kepala.

“Pada pukul 19.00 WIB mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam kondisi terlentang dan kepala korban hilang,” kata PS Kasi Humas Polres Nias Selatan, Bripda Aydi Mashur, Minggu (19/2).

Wanita Tewas nias
Ilustrasi pembunuhan

Menurut pemeriksaan pihak kepolisian, korban diduga dibunuh bukan di lokasi awal korban ditemukan. Sebab, petugas tidak menemukan adanya bercak darah di lokasi tersebut.

“Dugaan para saksi korban dibunuh tidak di lokasi penemuan mayat, namun di lokasi lain,” sebutnya.

Setelah menemukan jasad korban, pihak kepolisian dibantu warga lalu menyisir keberadaan potongan kepala korban. Alhasil, sekitar pukul 10.45 WIB, kepala korban ditemukan berjarak delapan meter dari lokasi penemuan jasad korban.

“Sekira pukul 10.45 WIB telah ditemukan potongan tubuh atau kepala dari jenazah inisial SL, yang diduga korban pembunuhan,” kata Bripda Aydi Mashur.

Selain itu, Sebelum menemukan kepala korban, warga juga menemukan sebuah parang yang tak jauh dari lokasi penemuan jasad korban.

“Salah satu warga setempat menemukan sebuah parang, sekitar 10 meter dari penemuan mayat korban,” ujar Aydi.

Bripda Aydi menyebutkan lokasi penemuan parang itu hanya berjarak sekitar dua meter dari tempat penemuan potongan kepala korban. Parang itu diduga menjadi alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Potongan kepala korban ditemukan sekitar dua meter dari tempat ditemukan parang,” ujarnya.

Setelah ditemukan, parang itu lalu diamankan oleh pihak kepolisian.

Wanita Tewas nias
Ilustrasi pembunuhan

Jasad dan potongan kepala korban dibawa menuju RSUD Thomson Gunung Sitoli untuk diautopsi. Autopsi itu dilakukan oleh Tim Forensik dari Polda Sumut.

“Kami sudah membawa jenazah korban serta potongan kepala korban ke RSUD Thomson Gunung Sitoli untuk persiapan autopsi,” ujar Aydi.

“Polres Nias Selatan sudah membuat timsus untuk melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengungkap kasus yang diduga pembunuhan itu,” ungkapnya.

Sampai saat ini Polisi belum mengantongi identitas pelaku. Namun, saat ini petugas telah memeriksa sejumlah saksi atas pembunuhan tersebut.

 

Oknum Penyidik Polsek Binjai Dilaporkan Ke Propam, Ini Kasusnya

0
Oknum Polsek
Binjai – Oknum penyidik Polsek Binjai dilaporkan ke Propam Polres Binjai. Menurut pengakuan kedua istri tersangka oknum penyidik tersebut terkesan dipaksakan duduk perkaranya sebagai penadah sawit curian milik perkebunan PTPN II Tandem Hulu.

 

“Awalnya suami kami di telepon oleh seseorang, yang mengaku akan menjual sawit. Lalu, suami kami disuruh datang untuk melihat buah,” ungkap Widia dan Dewi Didampingi kuasa hukumnya, Senin (20/02/2023).

Lanjutnya. “Pas sampai di lokasi belum lagi turun dari mobil, suami kami langsung ditangkap security perkebunan. Mereka meminta kepada suami kami untuk memuat buah sawit itu, “katanya lagi.

Lalu kedua tersangka, Andi dan Koko warga Dusun III jalan Sayur, Desa Tandem Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang dibawa security perkebunan dan diserahkan ke Polsek Binjai.

“Suami saya dituduh sebagai penadah buah sawit curian milik kebun dan dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak suami saya lakukan, saya sebagai istri tidak terima atas tuduhan dan dugaan paksaan kepada suami saya yang dilakukan pihak Polsek Binjai,” jelas Widia istri dari Andi.

Sementara itu, Andro Oky SH, mengaku sudah menerima kuasa dari kedua tersangka Andi dan Koko yang dituding sebagai penadah sawit hasil curian perkebunan. Menurutnya langkah pertama yang diambilnya, melaporkan penyidik Polsek Binjai ke Paminal Polres Binjai.

“Kita sudah melaporkan oknum penyidik tersebut dan kita masih menunggu gelar perkara. Digelar perkara itulah nanti perkembangannya menjadi kewenangan dari Polres Binjai, “ungkap Oky.

Dia juga menjelaskan, kalau perkara ini sudah sampai ke Kejaksaan. Dan kita juga menunggu dari pihak Kejaksaan, apa nanti dia P19 berkasnya belum lengkap kita kan belum tahu. “Intinya kita masih menunggu hasil dari Kejaksaan dan gelar perkaranya, ” jelasnya.

Adapun kronologi penangkapan kedua pria itu bermula saat mereka menerima telepon dari agen sawit berinisial AD alias Bodong untuk mengambil buah sawit di perkampungan pada hari Senin (23/01) sekitar pukul 20.00 wib lalu.

Disaat sampai di lokasi, belum sempat turun dari mobil pick up, pihak security PTPN II kebun Tandem Hulu datang dan langsung mengamankan keduanya. Mereka dipaksa untuk memuat buah sawit kedalam mobil pickup.

Dibawa tekanan akhirnya, mereka berdua memuat buah sawit tersebut. Sedangkan pada saat itu Bodong yang menawarkan buah kelapa sawit malah melati diri.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Binjai Ipda Alex Pasaribu ketika dikonfirmasi mengatakan, terduga pelaku A dan K sebelumnya pernah mengakui mengambil buah sawit milik kebun PTPN II Tandem Hulu, dan terkait kejadian ini, A dan K jelas terlibat karena buah sawit yang mau diambilnya milik kebun, meskipun demikian, A dan K belum ada melakukan transaksi tapi mereka berdua tetap teribat,” jelas Alex saat dikonfirmasi di ruangannya. (Surya Turnip)

Helikopter Rombongan Kapolda Jambi Terjatuh, Alami Cedera Luka dan Patah

0
Helikopter
Ilustrasi Helikopter Jatuh
Helikopter yang membawa rombongan Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono terjatuh di kawasan hutan area bukit Tamiai Kerinci, Jambi. Dalam pristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Helikopter Polri jenis Bell 412 SP dengan nomor registrasi P- 3001 itu terjatuh di kawasan hutan, tepatnya berada di lereng gunung Kerinci. Heli itu dilaporkan berangkat dari Jambi pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa itu mengakibatkan tangan Kapolda Irjen Rusdi patah.

“Iya alami patah di tangannya,” kata Komandan Basarnas Kerinci Jambi, Bambang Hermawan, Minggu (19/2/2023).

Selain Kapolda Jambi yang alami cedera, anak buahnya yang ikut dalam rombongannya itu juga alami luka-luka, salah satunya Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta yang alami luka di bagian kepala.

“Iya ada juga yang luka-luka rombongan yang ikut,” ujar Bambang.

Helikopter
Ilustrasi Helikopter Jatuh

Rombongan Kapolda Jambi Terjatuh
Sejauh ini, proses evakuasi masih dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Jarak lokasi yang jauh itu juga dianggap menjadi kendala apalagi cuaca hujan yang turun saat ini.

“Jaraknya itu jauh ya di dalam hutan. Kalau saat ini anggota belum ada yang bisa dihubungi karena sangat sulit sinyal di dalam hutan itu ya,” sebut dia.

Selain Kapolda Jambi, helikopter Polri jenis Super Bell 3001 itu juga ditumpangi, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Andri Ananta Yudistira, Dirpolairud Polda Jambi Kombes Michael Mumbunan, Koorspri Kompol Ayani dan ADC.

 

Kampung Beguldah Kembali Diserang Dengan Tembakan Kembang Api

0
Kampung beguldah
Ilustrasi penyerangan
BINJAI | Kembali terjadi penyerangan oleh sekelompok orang tidak dikenal di kampung desa Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (18/02) sekura pukul 10.00 Wib.

Penyerangan ini dipicu permasalahan lahan Eks HGU PTPN II yang mengatasnamakan kelompok tani. OTK ini menyerang dengan menggunakan busur panah, batu, dan bahan peledak seperti kembang api.

YN (40) salah satu warga beguldah menyebutkan, penyerangan ini sudah sering terjadi di kampung Beguldah, bahkan rumah dan warga menjadi korban atas penyerangan sekelompok orang yang tidak dikenal.

“Sekitar pukul 10.00 wib saya melihat sekitar ratusan orang mendekati kampung beguldah sambil melemparkan batu, busur panah serta kami ditembaki menggunakan kembang api, kami masyarakat desa beguldah memohon kepada aparat penegak hukum agar segera menangkap otak pelaku dari penyerangan desa kami,” ungkapnya

M.Ridho Wibowo,S.H selaku penasehat hukum masyarakat desa beguldah angkat bicara

Terpisah. “Peristiwa ini jika semakin lama dibiarkan akan semakin banyak korban yang berjatuhan, tentunya disini yang harus berperan aktif adalah pemko Binjai serta instansi terkait harus cepat mengambil sikap terkait permasalahan yang ada di desa beguldah ini, sudah banyak juga laporan polisi masyarakat desa beguldah yang sampai saat ini para pelaku nya belum juga tertangkap,” ucapnya

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP. Hendrick Situmorang saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp mengatakan, “nanti kita coba komunikasikan ke Pemko terkait dengan tuntutan warga untuk segera diselesaikan bang, “ucapnya. (Surya Turnip)