Beranda blog Halaman 234

Berikut Nama Atlet yang Bawa 16 Medali untuk Dairi di Ajang Pekan Paralympic Provinsi II Sumatera Utara 2023

0
Berikut Nama Atlet yang Bawa 16 Medali untuk Dairi di Ajang Pekan Paralympic Provinsi II Sumatera Utara 2023

DAIRI – Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Dairi berhasil membawa 3 medali Emas, 4 medali Perak dan 9 medali Perunggu ke Kabupaten Dairi, dalam ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Sumatera Utara Tahun 2023 yang berlangsung Rabu-Minggu (10-14/5/2023) lalu.

Hal itu disampaikan Ketua NPCI Kabupaten Dairi Asmen Sihotang, Senin (22/5/2023), usai menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Dairi.

Dikatakannya, 16 medali yang mereka torehkan pada ajang Peparprov ini, tidak terlepas dari dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Dairi

“Kita sangat senang diperhatikan seperti ini, karena dengan diperhatikan seperti ini, kami merasa tidak berbeda dari yang lainnya dan menambah semangat kami untuk mengikuti event-event berikutnya. Untuk itu, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu,” ujarnya.

Adapun nama-nama peraih medali pada ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Sumatera Utara Tahun 2023 yaitu 1. Asmen Sihotang, Cabor Panahan, meraih 1 Medali Emas, 1 Medali Perak, 1 Medali Perunggu. 2. Fauzy Angkat, Cabor Atletik, meraih 3 yaitu 2 Medali Emas, 1 Medali Perak. 3. Martina Napitu, Cabor Atletik, meraih 1 Medali Perak, 1 Medali Perunggu.

Selanjutnya, 4. Darwin Lumban Batu, Cabor Atletik, meraih 1 Medali Perak. 5. Juwi Syifa Ginting, Cabor Atletik, meraih I Medali Perunggu. 6. Michael Yoga Hasugian, Cabor Atletik, meraih 2 Medali Perunggu. 7. Lianter Pangihutan Sinaga, Cabor Atletik, meraih 1 Medali Perunggu.Sarma Uli Simamora, Cabor Lawn Balls, meraih 1 Medali Perunggu. 9. Rosminta Muttara Manalu, Cabor Panahan, meraih 1 Medali Perunggu dah, 10. Andrini Sinaga, Cabor Panahan, meraih Medali Perunggu. (Nid)

Bawa 16 Medali, Bupati Eddy Berutu Beri Uang Pembinaan untuk Atlet NPCI Dairi

0
Bawa 16 Medali, Bupati Eddy Berutu Beri Uang Pembinaan untuk Atlet NPCI Dairi
DAIRI- Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada atlet berprestasi Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Dairi.

NPCI Kabupaten Dairi ini, berhasil membawa 16 medali ke Kabupaten Dairi, dalam ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Sumatera Utara Tahun 2023 yang berlangsung Rabu-Minggu (10-14/5/2023) lalu.

Mengetahui kabar gembira tersebut, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi serta dukungan Pemerintah Kabupaten Dairi, Bupati Eddy langsung menyambut para atlet dan memberikan uang pembinaan kepada mereka, Senin (22/5/2023) di halaman kantor Bupati Dairi.

“Kita sangat senang dan bangga atas prestasi yang ditorehkan para atlet NPCI kita untuk Kabupaten Dairi. Semoga NPCI tetap semangat dan semakin gigih, untuk mengikuti event-event selanjutnya. Kita sebagai pemerintah akan selalu ada dan mendukung kebutuhan mereka,” ujarnya.

Selanjutnya, penasehat NPCI Kabupaten Dairi Abdul Kadir Angkat mengakui bahwa sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Dairi hadir untuk memberikan dukungan kepada para atlet.

Diakuinya, dukungan tersebut menambah semangat para atlet untuk mengikuti event-event selanjutnya

“Sejak adanya NPCI, kita harus mengakui bahwa kita mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah. Walaupun belum maksimal, namun perhatian itu sudah ada dan kita minta jika bisa agar lebih ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Dairi Rahmat Syah Munthe S.STP, M.Si mengatakan bahwa sebagai bentuk dukungan kepada NPCI Kabupaten Dairi, Pemerintah Kabupaten Dairi telah memberikan dana hibah kepada NPCI Kabupaten Dairi.

Selain itu kata Rahmat, pada saat pemberangkatan NPCI untuk mengikuti Peparprov ini, Pemerintah Kabupaten Dairi juga memfasilitasi para atlet untuk cek kesehatan dan rontgen

“Pemerintah hadir di tengah-tengah mereka dan pemerintah tidak pernah membedakan-bedakan para atlet. Karena mereka telah berkontribusi mengharumkan nama Kabupaten Dairi pada event-event yang mereka ikuti,” katanya. (Nid)

Harkitnas ke -115, Bupati Eddy Berutu: Ini Momentum Tepat Bangkit Pascapandemi

0
Harkitnas ke -115, Bupati Eddy Berutu: Ini Momentum Tepat Bangkit Pascapandemi
DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115, Senin (22/5/2023) pagi.

Upacara dipimpin langsung Bupati Dairi Dr.Eddy Keleng Ate Berutu dan diikuti para ASN, TNI, Polri, sekolah mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi di Dairi.

Dalam upacara tersebut, Bupati Eddy Berutu membacakan sambutan tertulis Menko Polhukam Mahfud MD.

Dalam sambutan tertulisnya, Mahfud MD mengajak semua pihak untuk bersama-sama memaknai dan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-115 ini.

“Mari bersama kita berjuang, belajar, bertumbuh, dan terus melangkah maju dengan semangat untuk bangkit, membangun dan membawa kemajuan untuk Indonesia lebih baik, dan semua kita awali dari kampung kita sendiri Kabupaten Dairi,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan tema peringatan 115 tahun hari kebangkitan Nasional tahun 2023 yakni “Semangat untuk Bangkit” menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk bangkit.

Dijelaskan Eddy Berutu tema ini sangat baik dan relevan pascapandemi Covid-19, secara khusus bagi Kabupaten Dairi.

“Saya ambil satu contoh. Kita sudah 9 kali menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Pencapaian ini tentu dihasilkan atas kerja keras serta rasa tanggung jawab besar dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Bupati pun menyampaikan harapannya pencapaian ini jadi pemacu semangat meraih yang terbaik, mendorong pengelolaan keuangan yang transparan, dan akuntabel di tahun-tahun mendatang.

“Kiranya WTP ini dapat lebih memacu untuk disiplin dan patuh pada peraturan, serta lebih termotivasi menghasilkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel sehingga visi misi kita mewujudkan Dairi Unggul bisa kita capai. Dengan semangat ini pula, saya mengajak masyarakat Dairi untuk bersama-sama mengobarkan semangat mewujudkan Dairi Unggul mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman. Semangat untuk Bangkit!,” katanya mengakhiri.

Usai upacara, Bupati Eddy Berutu memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada atlet berprestasi Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Dairi yang telah berhasil membawa 16 medali dalam ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Sumatera Utara Tahun 2023 yang berlangsung Rabu-Minggu (10-14/5/2023) lalu.

Hadir dalam upacara ini, unsur-unsur Forkopimda, Sekda Budianta Pinem, para asisten, staf ahli dan kepala OPD. (Nid)

Hadiri Pentas Seni SMP Negeri 3 Sidikalang, Bupati Dairi: Merdeka Belajar Wujudkan Generasi Tangguh dan Unggul

0
Hadiri Pentas Seni SMP Negeri 3 Sidikalang, Bupati Dairi: Merdeka Belajar Wujudkan Generasi Tangguh dan Unggul
DAIRI – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan Indonesia memiliki generasi di masa mendatang yang lebih bertalenta dengan hadirnya program merdeka belajar.

Oleh karena itu, Eddy Berutu mengajak untuk menyambut program tersebut untuk menciptakan generasi emas, yang tangguh dan unggul serta berjiwa Pancasila.

“Hal itu sejalan juga dengan misi Pemkab Dairi, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Kalau kita ingin gemilang, maka pendidikan adalah gerbangnya. Selagi masih muda, raihlah cita-citamu, jangan pernah lelah belajar dan berkreasi,” kata Eddy Berutu dalam acara pentas seni dan pelepasan siswa kelas 9 SMP Negeri 3 Sidikalang, Senin 22 Mei 2023.

Bupati Dairi mengatakan dalam mengemban pendidikan, tidak hanya cukup dengan ilmu pengetahuan saja. Namun, skill atau keahlian juga harus dibutuhkan. Saat ini seluruh dunia memiliki kecemasan yang sama, yaitu takut akan pelajaran matematika.

Belajar matematika saat ini, kata Eddy Berutu, sangat dibutuhkan untuk bisa bersaing di masa yang akan datang.

“Untuk matematika, di Dairi sudah dilakukan pelatihan gasing (gampang, asyik, menyenangkan). Saya mencanangkan bulan September tahun ini sebanyak 33.000 siswa sudah ikut pelatihan gasing. Salah satu pelajar dari Dairi, Alena Pardosi sedang mengikuti pelatihan untuk ajang olimpiade. Selain kepada pelajar, pelatihan gasing juga akan diberikan kepada para guru,” ujar Eddy Berutu yang didampingi Bunda Literasi Dairi Romy Mariani Eddy Berutu.

Eddy Berutu juga mengajak para pelajar untuk memanfaatkan fasilitas gedung perpustakaan yang telah diresmikan. Hal tersebut untuk peningkatan indeks literasi dengan belajar sesuai dengan minat siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dairi Fatimah Boang Manalu mengatakan sebanyak 224 orang siswa kelas 9 akan dilepas.

“Tugasmu belum selesai, isi waktumu dengan kegiatan yang bermanfaat. Tugas pendidikan tidak cukup jika hanya tenaga pendidikan yang bekerja. Kepada orang tua diharapkan untuk terus melanjutkan pendidikan anak-anak. Semua anak bisa pintar jika ditangani guru yang bijak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sidikalang Asima Simarmata katakan pentas seni yang dirangkai dengan pelepasan siswa kelas 9 tahun ajaran 2022/2023 sudah yang kedua kali terlaksana. Asima juga menyampaikan bahwa capaian yang sudah diraih sekolah ini untuk tahun 2023 di antaranya beberapa siswa lulus masuk SMA Soposurung, ada yang sedang mengikuti seleksi sekolah kehutanan di Pekan Baru serta seluruh kegiatan di SMP Negeri 3 Sidikalang sudah berbasis online. (Nid)

Bawa Sabu 75 Kg Oknum TNI Dituntut Mati, Minta Maaf Kepada Rakyat Indonesia

0
Oknum TNI
2 oknum TNI dituntut hukuman mati, Sertu Yalpin Tarzun dan Pratu Rian Hermawan terlibat kasus narkoba dengan berat 75 kilogram dan 40 ribu ekstasi.

Oditur Mayor Chk R Panjaitan menyatakan keduanya bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) Jo ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan kedua oknum TNI itu yakni telah merusak nama institusi TNI dan membuat rusaknya kesehatan fisik generasi muda bangsa.

“Bagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan pasal tersebut yang berhubungan dengan perkara ini kami memohon agar para terdakwa dijatuhi hukuman pidana mati,” kata Mayor Chk R Panjaitan di Pengadilan Militer Medan, Rabu (16/5/2023) lalu.

Mendengar tuntutan dari oditur, Yalpin Tarzun yang berada di kursi roda terlihat menangis sembari menyeka air matanya dan suara tangisnya sesekali terdengar saat oditur membacakan tuntutannya.

Kemudian, setelah oditur membacakan tuntutannya, hakim ketua Kolonel Asril Siagian, hakim anggota Mayor Chk Arif Rahman dan Mayor Chk Wiwid Arianto memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui penasihat hukum untuk mengajukan pembelaan.

Penasihat hukum keduanya, Mayor Chk D Hutasohit dan Serka Ahmad Zaini menyatakan bahwa mereka akan mengajukan pembelaan pada pekan depan.

“Siap Yang Mulia, kami penasihat hukum akan mengajukan pembelaan,” kata Serka Ahmad Zaini.

Tuntutan hukuman mati yang diberikan oleh oditurat militer serupa dengan tuntutan jaksa Andalan Zalukhu dan Tomy Eko yang sebelumnya menuntut rekan mereka Yogi dan Syahril dengan pidana mati di PN Medan.

Sidang Pembelaan

2 oknum TNI, Sertu Yalpin Tarzun dan Pratu Rian Hermawan menyampaikan pembelaan atas tuntutan pidana mati kasus 75 kilogram sabu dan 40 ribu ekstasi.

Pada pembelaan itu Yalpin dan Rian meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Sertu Yalpin Tarzun mengaku bersalah atas perbuatannya yang membawa sabu seberat 75 kilogram dan 40 ribu ekstasi.

“Saya Sertu Yalpin Tarzun meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, maaf kami kepada rakyat Indonesia. Kemudian saya juga meminta maaf kepada institusi TNI atas perbuatan saya,” kata Yalpin Tarzun di Pengadilan Militer Medan, Senin (22/5/2023).

Selanjutnya giliran Pratu Rian yang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan kesatuannya di TNI AD. Rian mengaku bahwa ia tidak mengetahui bahwa barang yang dibawanya bersama Yalpin adalah sabu dan ekstasi.

“Saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan juga institusi TNI. Saya sendiri tidak tahu kalau yang dibawa itu adalah narkoba dan ekstasi. Saya hanya diajak oleh terdakwa Yalpin ketika itu,” ucap Pratu Rian.

“Dari itu saya meminta dan memohon kepada majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman kepada saya,” sambungnya.

Sebelumnya Pratu Rian dan Sertu Yalpin dituntut hukuman mati atas ulahnya. Tuntutan mati itu dibacakan Oditur Mayor Chk R Panjaitan.

R Panjaitan mengatakan perbuatan Sertu Yalpin dan Pratu Rian terbukti secara sah melanggar pasal 114 ayat (1) Jo ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. Sehingga dia menilai keduanya layak dijatuhi hukuman mati.

“Dengan pasal tersebut yang berhubungan dengan perkara ini kami memohon agar para terdakwa dijatuhi hukuman pidana mati,” katanya saat membacakan tuntutan di Pengadilan Militer Medan, Rabu (16/5) lalu.

Menurut dia tidak ada hal yang meringankan perbuatan kedua terdakwa. Perbuatan Sertu Yalpin dan Pratu Rian dinilai Oditur telah merusak nama institusi TNI dan membuat rusaknya kesehatan fisik generasi muda bangsa.

“Merusak nama institusi TNI dan merusak generasi muda,” ungkapnya. (As/Dt/Red)

 

Viral Janda Anak 5 Ditahan Jaksa di Nias Selatan, Anak Minta Bantu Ke Presiden

0
Janda Anak 5
Viral sebuah video lima orang anak menangis di depan sebuah rumah, kelima anak itu disebut menangis karena ibunya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan, Senin (22/5/2023).

Pada potongan video pertama terlihat lima orang anak sedang berada di depan sebuah rumah. Ada tiga orang perempuan dan dua laki-laki yang tampak masih anak di bawah umur.

Mereka terlihat duduk sambil menangis histeris. Salah seorang dari anak itu tampak memeluk adiknya. Anak-anak tersebut terdengar meminta tolong.

Kelima anak itu merupakan anak dari Erlina Zebua, seorang janda yang menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh tetangganya ke Polres Nias Selatan.

Potongan video lain, seorang anak perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah mengaku dirinya adalah anak sulung dari Erlina Zebua. Dia menyebut saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

“Saya dan adik saya empat orang lagi tidak ada yang menolong, hanya ibu kami harapan kami. Bapak saya meninggal lima tahun lalu, mamaku janda miskin, tidak ada yang menolong kami. Tolong kami,” ujarnya sambil menangis.

Anak tersebut meminta bantuan kepada presiden dan pihak kepolisian agar ibunya mendapatkan keadilan. Dia mengaku kasus tersebut direkayasa oleh Polres Nias Selatan.

“Bapak Presiden, Kapolres, Kapolda Sumut, ke mana lagi mengadu untuk mendapatkan keadilan. Ibu saya Erlina Zebua ditersangkakan karena kasus yang direkayasa oleh oknum Polres Nias Selatan, tolong pak,” sebut anak itu.

Kasi Humas Polres Nias Selatan, Bripda Aydi Mashur menyebut bahwa Erlina Zebua dilaporkan oleh tetangganya atas dugaan penganiayaan ke Polres Nias Selatan. Berkas perkara itu pun sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan dan telah dinyatakan
lengkap atau P21.

Setelah berkas dinyatakan lengkap, penyidik lalu melakukan pelimpahan Erlina Zebua, selaku tersangka dalam kasus itu, ke Kejari Nias Selatan.

“Polres Nias Selatan tidak melakukan penahanan dalam perkara ini terhadap Erlina Zebua. Namun, setelah dilimpahkan ke Kejari Nias Selatan, tersangka dilakukan penahanan oleh JPU,” kata Bripda Aydi.

Aydi menyebut sebelum dilimpahkan ke kejaksaan, pihaknya sudah empat kali memediasi kasus tersebut. Namun, antara korban dan terlapor tidak menemui titik terang. Alhasil kasus tersebut tetap bergulir hingga berkas perkara diserahkan ke kejaksaan.

Ia mengaku kasus ini merupakan peristiwa saling lapor. Erlina Zebua melaporkan tetangganya atas dugaan penyerobotan tanah, sementara tetangganya melaporkan Erlina atas dugaan penganiayaan.

Dia mengaku hingga saat ini penyelidikan atas laporan Erlina Zebua itu masih terus dilakukan. Namun, polisi mengalami kendala karena pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum melakukan pengukuran tanah yang menjadi sengketa tersebut.

“Saling lapor, tetangganya ini yang dilaporkan EZ (Erlina) atas dugaan penyerobotan tanah. Saat ini, Polres Nias Selatan sedang memproses laporan polisi tentang penyerobotan tanah yang dilaporkan oleh Erlina Zebua,” ujarnya.

“Namun kendalanya adalah pengukuran ulang objek tanah yang menjadi sengketa, belum dilaksanakan oleh BPN, sementara penyidik telah mengirimkan surat sampai tiga kali dan berkoordinasi dengan pihak BPN Kabupaten Nias Selatan,” sambungnya.

Terkait penahanan Erlina Zebua yang dilakukan oleh Kejari Nias Selatan, Aydi menyebut pihaknya tengah menangani hal tersebut. Dia mengaku pihaknya telah mengajukan penangguhan penahan terhadap Erlina Zebua.

“Polres Nias Selatan mengajukan restorative justice atas penahanan yang dilakukan oleh Kejari Nias Selatan atas Erlina Zebua, penangguhan penahanan,” pungkasnya. (As/Dk/Red)

 

 

Pelatihan Gasing Dairi Tahap II Resmi Selesai, Seperti Ini Tanggapan Jajaran Kepolisian Resort Dairi

0
Pelatihan Gasing Dairi Tahap II Resmi Selesai, Seperti Ini Tanggapan Jajaran Kepolisian Resort Dairi

DAIRI– Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Dairi Wahyudi Rahman menyampaikan rasa bahagianya atas kesempatan untuk dapat terlibat dalam mewujudkan cita-cita bangsa yaitu turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wahyudi Rahman dalam sambutannya pada acara penutupan Pelatihan Belajar Matematika dengan Metode Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) Tahap II Kabupaten Dairi di Auditorium Gedung Perpustakaan Raja Naga Jambe Sidikalang, Sabtu (20/5/2023).

“Senang sekali rasanya, kami perwakilan dari Kepolisian Republik Indonesia, khususnya rekan-rekan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kepolisian Dairi, diberikan kesempatan untuk menjadi polisi pengajar, dengan segala kesibukan dan segala pekerjaan yang ada sehari-harinya, mereka dapat terjun langsung membina dan mengajarkan anak-anak kita,” ujar Wahyudi.

Disampaikan Wahyudi, kegiatan ini merupakan wujud dari community policing, yaitu upaya mendekatkan profesi kepolisian di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, Wahyudi juga menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu cara menularkan kebaikan.

Tidak lupa, Wahyudi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepadi Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, atas terlaksananya program ini dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Ronny M Yusuf Tumanggor, Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Kepolisian Sektor Sidikalang Kota, yang juga merupakan peserta Gasing Dairi Tahap II turut menyampaikan tanggapannya atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.

“Kami dari Polres Dairi dan Polsek Sidikalang Kota, atas perintah Kapolres Dairi, kami berempat mengikuti pelatihan gasing di SMK Anugerah selama kurang lebih dua minggu. Disana, kami mendapatkkan ilmu yang luar biasa, yaitu pembelajaran matematika yang gampang, asyik, dan menyenangkan,” ujar Ronny.

Mudah-mudahan, kata Ronny, ilmu yang diperoleh saat gasing ini dapat memberikan manfaat kepada anak-anak di Dairi, salah satunya melalui kegiatan police go to school.

“Kiranya kami sebagai Bhabinkamtibmas, dapat meneruskan ilmu yang kami dapatkan dari pelajaran gasing ini ke desa kami masing-masing, sehingga tercipta anak-anak cerdas yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, ” kata Ronny.

Lebih lanjut, Ronny juga menyampaikan pengalamannya saat memperkenalkan metode gasing kepada anak-anak di Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang.

“Kapolres Dairi, Kepala Desa Bintang, Tim Gasing, dan Personil Bhabinkamtibmas telah melaksanakan kegiatan police go to school di Desa Bintang pada tanggal 19 Mei 2023. Disana kami mengimbas, ternyata metode gasing ini memang sangat berguna. Anak-anak menjadi lebih cepat memahami,” kata Ronny. (As)

Hadirkan Gasing di Dairi, Prof. Yohanes Surya Puji Inisiatif dan Inovasi Bupati Eddy Berutu

0
Hadirkan Gasing di Dairi, Prof. Yohanes Surya Puji Inisiatif dan Inovasi Bupati Eddy Berutu
DAIRI– Profesor Yohanes Surya, pencipta metode berhitung Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) memuji inisiatif yang dilakukan Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menghadirkan metode yang diciptakannya tersebut untuk para pelajar di Kabupaten Dairi.

“Ini luar biasa, semangat bupatinya sangat luar biasa. Bahkan Pak Bupati ingin secepatnya anak-anak didik di Dairi pintar berhitung. Target Bapak Presiden saja itu November, tapi Pak Bupati mau di bulan September semua sudah pintar berhitung. Saya sangat salut pada semangatnya,” kata Yohannes saat wawancara usai penutupan pelatihan.

Yohanes juga menceritakan sosok Bupati Eddy Berutu adalah pemimpin yang selalu punya inovasi. Dirinya mencontohkan, pelatihan metode Gasing tahap ke-2 yang melibatkan kepolisian, dalam hal ini personil Polres Dairi.

“Ini juga inisiatif dari Pak Bupati dan Pak Kapolres. Ini pertama kali di Indonesia. Ini yang perlu dicatat, tidak ada yang terpikir bagaimana melibatkan polisi dalam kegiatan ini, padahal dampak positifnya setelah ini Pak Polisi akan bisa ikut mengimbas kegiatan ini dan polisi menjadi sahabat masyarakat. Ide ini hebat sekali. Orang lain perlu tau dan tiru ide ini karena ini sesuatu yang baik,” tegasnya.

Perlu diketahui, penyelenggaraan pelatihan berhitung cepat metode Gasing tahap ke-2 ini resmi ditutup oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, pada Sabtu, (20/5/2023) di Gedung Perpustakaan, Raja Naga Jambe, Sidikalang, setelah berjalan selama 2 minggu.

Penutupan ini sendiri turut dihadiri oleh Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, Anggota DPRD Charles Tamba, Kepala Dinas Pendidikan Fatimah Boang Manalu, Camat Sitinjo Simon Tony Malau, para kepala sekolah dan guru SD dan peserta pelatihan SMP, Bunda Literasi Romy Mariani Simarmata, dan para orangtua siswa. (Nid)

Tutup Pelatihan Gasing Tahap 2, Bupati Dairi: Hasilnya Menggembirakan, Optimis Tahap 3 Segera Digelar

0
Tutup Pelatihan Gasing Tahap 2, Bupati Dairi: Hasilnya Menggembirakan, Optimis Tahap 3 Segera Digelar
DAIRI – Pelatihan metode berhitung cepat Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) yang diciptakan oleh Prof.Yohannes Surya resmi berakhir. Penutupan pelatihan yang sudah berlangsung selama 2 minggu ini ditutup oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, Sabtu (20/5/2023), di Auditorium Gedung Perpustakaan Raja Naga Jambe, Sidikalang.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan penyelenggaraan pelatihan tahap 2 ini sungguh menggembirakan. Ia menyebut antusias para orang tua melihat progres yang ditunjukkan para anak-anak peserta pelatihan sangat memuaskan. Progres itulah yang membuat Bupati optimis menyelenggarakan pelatihan tahap 3 dengan target sekolah-sekolah terjauh serta sekolah swasta.

“Saya gembira progresnya sangat baik. Dengan begini saya semangat. Kita rencanakan akan selenggarakan pelatihan tahap 3 kepada sekolah -sekolah SD dan SMP terjauh serta sekolah swasta,” katanya.

Dalam sambutannya, Eddy Berutu menyampaikan hampir semua disiplin ilmu bertumpu pada matematika sebagai ilmu dasar. Hal ini juga yang menjadi motivasinya untuk menghadirkan Profesor Yohanes Surya ke Dairi disamping keinginannya ingin melihat anak-anak Dairi menempuh ilmu di luar negeri kelak.

“Dulu saya bercita-cita ingin kuliah di luar negeri, di universitas terbaik dunia tentunya, tapi tak kesampaian. Sekarang, saya ingin anak-anak Dairi yang melanjutkan kuliah saya yang tertunda itu nanti. Dan metode Gasing ini adalah langkah awalnya,” ucapnya lagi.

Tidak lupa Bupati Eddy menyampaikan terima kasih kepada Profesor Surya yang telah membagikan ilmu berharga yang juga menjadi incaran negara-negara lain.”Kami berterima kasih pada Prof. Surya yang telah membagi dan menerapkan ilmu yang dimiliki pada kita dan anak-anak di Dairi. Semoga anak Dairi akan menjadi anak hebat,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, Pdt.Ronal Solin, salah seorang orang tua siswa peserta pelatihan juga membenarkan, progres dan perkembangan anaknya sebelum dan setelah mengikuti pelatihan telah menunjukkan progres yang positif.

“Kami sebagai orang tua, dalam proses ini kami rasakan secara khusus anak saya telah saya lihat mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan setiap hari setelah latihan selalu menunjukkan apa yang dia peroleh dalam latihan. Jadi sangat terasa sekali pak,” katanya penuh bangga.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, Anggota DPRD Charles Tamba, Kadis Pendidikan Fatimah Boang Manalu, para kepala sekolah dan guru, orang tua, dan tentunya para siswa SD dan SMP peserta latihan. (Nid)

Dinkes Dairi Himbau Puskesmas Lakukan Sosialisasi Pencegahaan DBD

0
Dinkes Dairi Himbau Puskesmas Lakukan Sosialisasi Pencegahaan DBD
DAIRI– Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi (Dinkes) Kabupaten Dairi, dr. Henry Manik menghimbau kepada seluruh Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Dairi untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu disampaikan, dr. Henry Manik, Jumat (19/5/2023) di Sidikalang.

Disampaikan dr. Henry, sepanjang Tahun 2022 ada 73 Kasus DBD di Kabupaten Dairi. Diantara 73 kasus, kasus yang tertinggi ada di Kecamatan Sidikalang sebanyak 45 Kasus. Selanjutnya, Januari – Mei Tahun 2023 ditemukan kasus sebanyak 10 Kasus dan kasus tertinggi di Kecamatan Sidikalang.

“Untuk mengatasi DBD tersebut kita sudah menghimbau kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penularan penyakit DBD dengan menerapkan 3 M yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang),” Ujarnya.

Dijelaskan Henry, Pencegahaan DBD dengan menguras merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.

“Setelah menguras, dilakukan tindakan menutup, yang merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk,” Tuturnya

Selanjutnya dikatakan Henry, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

“Selain itu, sebagai bentuk upaya pencegahan tambahan pencegahaan DBD ini yaitu memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.

Gotong royong membersihkan lingkungan juga perlu dilakukan, periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras. Kita juga harus memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer dan menanam tanaman pengusir nyamuk,” Ucapnya.

Henry, juga mengajak seluruh stakeholder yang terkait dan juga masyarakat Kabupaten Dairi, untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan DBD dengan 3M agar kasus DBD di Kabupaten Dairi tidak meningkat demi kesehatan masyarakat yang ada di Kabupaten Dairi “Kita akan himbau dengan menerapkan 3M, karena tindakan fogging saja pada DBD bukanlah menjadi solusi, namun demikian Dinkes Dairi akan tetap melakukan fogging di wilayah tempat tinggal penderita DBD. Untuk itu dibutuhkan informasi manakala ada masyarakat yang terkena DBD,” Katanya.

Selanjutnya, sebagai info, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah bentuk demam berdarah (DF) yang parah, yang dapat mengancam jiwa. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Negara beriklim tropis dan subtropis beresiko tinggi terhadap penularan virus tersebut.

Hal ini dikaitkan dengan kenaikan temperatur yang tinggi dan perubahan musim hujan dan kemarau disinyalir menjadi faktor resiko penularan virus dengue. (As)