Beranda blog Halaman 216

Viral Video Guru SMPN 15 Medan Diintimidasi Kepala Sekolah dan Gaji Ditahan

0
Gaji guru
Viral video yang menunjukkan sejumlah guru SMP Negeri 15 Medan mengeluh karena diduga diintimidasi oleh kepala sekolah, Tiurmaida Situmeang

Dalam video itu para guru mengaku gajinya ditahan oleh kepala sekolahnya sembari menangis. Mereka yang sedang berada di ruangan guru itu terlihat memegang amplop putih yang berisikan sebuah surat.

Seorang guru dalam video menceritakan jika mereka mendapat surat panggilan, namun menurutnya panggilan tersebut tidak mendasar

Kenapa kami dipanggil Pak Kabid, gaji kami ditahan sampai saat ini kami belum gajian,” sebutnya dalam video.

Seorang guru bernama Cony Jeany Francis menuturkan Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Medan, Tiurmauda Situmeang, melakukan penahanan gaji karena sentimen pribadi.

“Kalau sejauh ini yang saya tahu dia karena sentimen pribadi. Ibu itu tidak suka dibongkar keburukannya. Dia mencari cara lagi bagaimana menekan saya. Dibuat lah itu menahan gaji,” kata Cony kepada wartawan, Sabtu (16/9/2023).

Cony juga menuturkan Tiurmaida kerap melakukan perbuatan perploncoan terhadap guru di depan murid dan orang tua murid. Bahkan Tiurmaida pernah memanggil pengawas dari dinas pendidikan secara tiba-tiba untuk mempermalukan para guru.

“Oh kami dipermalukan. Di depan murid-murid. Di depan orang tua siswa. Pengawas sengaja ditelepon untuk datang untuk mensupervisi kami tiba-tiba. Kami dipermalukan. Kata-kata kasar, hinaan, ejekan,” jelasnya.

Selanjutnya, Tiurmaida diduga melakukan penggelapan dengan menyewakan kantin dengan harga Rp 7,5 juta per tahun. Dari penuturan Cony, sebanyak 6 orang menyewa kantin itu. Dari uang sewa itu, Tiurmaida mendapatkan Rp 45 juta. Namun pengalihan uang tersebut tidak diketahui para guru.

Padahal, lanjut Cony, sistematis uang sewa kantin selama ini diurus oleh koperasi sekolah yang telah berbadan hukum. Sebelum itu, pihak penyewa kantin hanya perlu membayar Rp 25 ribu per hari.

“Ada kantin di sini. Tiga lokasi kantin. Biasanya itu kantin dikelola oleh koperasi (sekolah). Nah tapi sejak ibu itu di sini, di bulan Juni. Beliau sudah memberi aba-aba sama pengelola kantin bahwasannya uang kantin itu tidak lagi diserahkan kepada pengurus koperasi.

Beliau yang ambil alih. Ada tiga lokasi, tiap lokasi itu ada dua orang. Jadi satu orang dia kutip Rp 7,5 juta. Untuk ketiganya dia terima Rp 45 juta per satu Juli, untuk satu tahun.

Sebelumnya sewa kantin itu hanya dilakukan hanya ketika hari sekolah. Kalau hari libur nggak dikutip,” akunya.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 15 Medan, Suhartini, pun menyebutkan memang ada keterlambatan gaji. Seluruh guru di SMPN 15 Medan tertahan gajinya karena Tiurmaida tak mau menandatangani persetujuan gaji.

“Gaji, yang satu gaji itu memang semuanya terlambat. Karena bendahara kami memang ada urusan pindah kerja, pindah tugas ke Palembang, dan SK-nya itu baru turun tanggal per 1 September. Apakah karena itu saya juga kurang tahu,” kata Suhartini.

Kemudian Suhartini pun mengaku terkait intimidasi tersebut benar adanya. Dirinya sendiri pun bahkan menyaksikan intimidasi tersebut. Bahkan Suhartini mempersilakan bertanya kepada guru yang diintimidasi.

“Ya intimidasi itu dalam artian, masing-masing mereka yang merasakan dan kami juga melihat,”katanya. (As/dt/red/kmp)

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Lakukan Sidak di Polres Binjai

0
Polda
Binjai – Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Muji Ediyanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Penyelenggara Admistrasi SIM (Satpas) Polres Binjai, Jumat (15/9/2023) siang.

“Kegiatan kami di sini dalam rangka inspeksi mendadak untuk memastikan bahwa pelayanan di Satpas Satpas atau pelayanan SIM berjalan dengan baik,” ujar Muji.

Dia mengaku sudah melihat langsung setiap tahapan proses pembuatan maupun perpanjangan SIM. Muji menilai seluruh kegiatan di Satpas Binjai sudah berjalan dengan baik.

Papan petunjuk atau pemberitahuan tentang mekanisme pengurusan dan perpanjangan SIM terpasang dan dipajang di setiap dinding sehingga mempermudah masyarakat.

“Kita lihat tadi semua mekanisme berjalan baik sesuai dengan ketentuan. Kemudian, kita lihat ada besaran biaya ditempel di dinding. Jadi ada kepastian biaya dan ketepatan waktu,” katanya.

Menurut dia, perubahan ujian praktik dari angka 8 menjadi huruf S sangat membantu dan mempermudah masyarakat. Peralihan itu sudah berjalan, dan pemohon SIM dapat melaluinya dengan baik.

“Kita lihat sama-sama ujian praktik yang menggunakan huruf perubahan dari angka 8. Beberapa waktu yang lalu sudah kita mulai dan Alhamdulillah tadi kita lihat pemohon SIM bisa lulus. Artinya, 8 diganti S lebih mudah, tidak sulit,” tegasnya.

Disinggung soal praktik percaloan, Muji memastikan tidak ada. Dia berharap pelayanan maksimal dan bersih kepada masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.Kendati demikian, Muji tetap mengharapkan saran dan masukan dari semua pihak agar pihaknya bisa segera berbenah.

“Tidak ada calo. Mudah-mudahan nanti bisa kita pertahankan dan tingkatkan. Tapi, terima kasih juga tentunya, kami mengharapkan saran, kritikan dan masukan dari masyarakat supaya pelayanan kami lebih baik,” ucapnya.

Menjawab wartawan, Muji menyebut Satpas Binjai memiliki peralatan dan fasiltas terbilang baik karena sebagai percontohan, semua menggunakan sistem digital untuk memudahkan masyarakat.Dia mengaku, sidak itu berkaitan dengan menjelang Hari Lalu Lintas.

Dia bertekad untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tapi membutuhkan dukungan semua pihak.

“Sekaligus ini juga menjelang hari ulang tahun lalu lintas, tentunya kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan itu kami tidak bisa sendiri. Kami perlu saran, kritikan dan masukan dari semua pihak untuk perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.

Amatan wartawan, pada sidak tersebut Muji menyambangi setiap ruangan pelayanan di Satpas Polres Binjai untuk memastikan kemudahan bagi masyarakat. Muji juga sempat berinteraksi dengan masyarakat pemohon SIM.Salah seorang wanita pemohon SIM C, Mentari Aulia (26) menyebut, pelayanan di Satpas Polres Binjai berjalan baik dan maksimal.

“Petugasnya ramah-ramah kok, humanis dan proses pembuatan SIM tepat waktu, tidak lama. Saya lihat tidak ada calo,” ujar warga Binjai Utara. (Nik)

HUT Pramuka, Bupati Dairi: Momentum Wujudkan SDM Profesional

0

DAIRI – HUT Pramuka ke 62 Tahun 2023 ini menjadi momentum kita untuk mewujudkan SDM profesional dan berjiwa kewirausahaan yang berwawasan kebangsaan untuk mewujudkan semangat nasionalisme.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (Mabicab) Pramuka Kwartir Dairi, sekaligus Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat menghadiri peringatan HUT Pramuka ke-62, Jumat malam (15/9/2023), di Lapangan Merdeka, Bunturaja, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi.

Dijelaskan Bupati, berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Dairi guna meningkatkan kualitas SDM-nya. Program Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) menjadi salah satu program unggulan bidang pendidikan hingga saat ini.

Eddy Berutu juga menegaskan, anggota Gerakan Pramuka dituntut untuk meningkatkan kualitas SDM yang lebih profesional dan berjiwa enterpreneur. Selain itu dituntut pula memiliki wawasan kebangsaan untuk mewujudkan semangat nasionalisme.

“Peningkatan SDM dan wawasan kebangsaan mutlak dilakukan. Hal ini dikarenakan untuk mencermati kondisi SDM yang ada sekarang ini masih jauh dari yang diharapkan, Program Gasing menjadi unggulan kita saat ini dengan target 30 ribu. Melahirkan SDM cerdas, berwawasan kebangsaan dan berkarakter, itu tugas kita,” tegasnya.

Di samping itu, katanya lagi, wawasan kebangsaan juga menjadi sangat penting agar nilai-nilai kebangsaan tidak luntur, tetap menanamkan nasionalisme, cinta tanah air dan semangat bela negara, terlebih sekarang akan menghadapi tahun politik. Maka persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka harus tetap solid dan menjadi garda terdepan untuk merajut persatuan dan kesatuan.

“Bonus demografi di 2045 menjadi modal besar bagi bangsa kita menjadi bangsa yang besar. Tidak hanya soal kuantitas SDM-nya namun yang paling penting adalah kualitasnya. Sekali lagi, ini tugas kita bersama,” katanya mengakhiri.Pada peringatan tersebut digelar kegiatan berkemah bersama seluruh anggota Pramuka tingkat penggalang dan penegak.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Eddy Berutu untuk mengunjungi tenda masing-masing peserta. Direncanakan kegiatan akan berlangsung selam 3 hari, 15-17 September mendatang.

Hadir dalam kegiatan ini, Kadis Pendidikan JW.Purba, Camat Siempat Nempu Marhaban Kudadiri, Ketua Kwarcab Dairi Binuar Malau, Ketua TP PKK Romy Mariani Simarmata, Ketua Pramuka Peduli Dinitria Tabitha, dan para pengurus Pramuka Kwarcab Dairi. (Nid)

Polda Sumut Ringkus 101 Tersangka Narkoba dan Sita Uang Tunai Rp 21 juta

0
Polda Sumut
MEDAN – Tim Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut bersama jajaran terus bergerak mengungkap jaringan pelaku narkotika di Sumatera Utara.

Dari pengungkapan kasus jaringan pelaku narkotika, terbaru sebanyak 101 orang berhasil ditangkap. Terdiri dari 11 orang pemakai narkoba dan 90 orang jaringan/sindikat narkoba.

“101 orang kita amankan pada Jumat 15 September 2023,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, Sabtu (16/9).

Dari tangan para pelaku dan bandar narkotika itu, Hadi mengungkapkan turut disita barang bukti berupa sabu seberat 587,7 gram dan ganja seberat 6,5 kg serta pohon ganja sebanyak 9 batang.

“Kali ini disita uang tunai senilai Rp.20.119.000, 21 unit sepeda motor, 38 unit handphone,” ungkapnya.

Hadi menegaskan, penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di Sumut itu sebagai wujud komitmen Polda Sumut dan jajaran dalam menciptakan Sumatera Utara bersih dan bebas narkoba. Sebab, peredaran narkoba ini menjadi faktor utama terjadinya tindak kriminalitas, 60% pelaku kriminalitas adalah pengguna Narkoba.

“Perintah Kapolda Bandar Jaringan kita miskinkan, yang membackingi kita setrika,” pungkas Hadi.

Oknum Kepsek di Tapteng Diduga Pekerjakan Siswa Buat Kosen, Diduga Memperkaya Diri

0
Kepsek
Mobil Pickup Bermuatan Kosen Yang Diduga Hasil Pekerjaan Siswa (Dokumentasi Jum'at, 15/9/2023)
Tapteng – Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), diduga mempekerjakan siswa untuk membuat Kosen dan ataupun sejenisnya.

Informasi yang diterima Aktiva.news dari sumber terpercaya mengungkapkan, hasil pekerjaan siswa tersebut nantinya dibawa oleh oknum Kepsek ke rumahnya, diduga dijual dan diduga untuk memperkaya diri.

“Itu dikerjakan di sekolah sama murid (siswa), baru dibawa kerumahnya, dari situlah dijualnya,” ungkap sumber, Jum’at (15/9/2023).

Aktiva.news kemudian melakukan penelusuran tentang informasi tersebut. Saat berada di sekitar lokasi yang diduga tempat tinggal oknum Kepsek, tampak satu unit mobil pickup warna putih, yang pada baknya terdapat tumpukan kosen dan ataupun sejenisnya.

Salah seorang pekerja yang sedang dilakukan pembangunan rumah di lokasi itu ketika ditanya mengatakan mobil pickup tersebut dibawa oleh oknum Kepsek.

“Iya bapak itu (oknum Kepsek) yang bawa mobil ini tadi. Sengaja disini di parkirnya. Mungkin dirumahnya bapak tu,” kata pekerja bangunan yang memakai kaos hitam.

Aktiva.news telah berupaya mengonfirmasi oknum Kepsek berinisial SS via WhatsApp sejak Jum’at (15/9/2023) dan Sabtu (16/9/2023). Sayangnya, tidak diperoleh keterangan resmi meski pesan WhatsApp telah dibaca (ceklis biru) hingga berita ini diterbitkan.

Untuk diketahui, pada dasarnya, anak di bawah umur dilarang untuk dipekerjakan. Hal ini diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 pasal 68 tentang Ketenagakerjaan. Berdasarkan ketentuan undang-undang, batas usia minimal tenaga kerja di Indonesia adalah 18 tahun.

Kemudian menurut UU Nomor 20 Tahun 1999 juga berisikan tentang kewajiban untuk menghapuskan praktik mempekerjakan anak dan meningkatkan usia minimum untuk diperbolehkan bekerja. (Syaiful)

 

Kepala Desa Muda Ini Ditangkap Karena Ingin Bakar Polisi di Langkat, Seram!!!

0
Kepala Desa Sitepu
Asri Nurmala Sitepu merupakan Kepala Desa Lau Mulgap yang ditangkap polisi karena telah melakukan penyerangan hingga ingin membakar 4 personel Polres Langkat.

Kepala Desa termuda Langkat bernama Asri Nurmala Sitepu ini melakukan penyerangan pada saat polisi mau menangkap suaminya berinisial E.

Awalnya Polres Langkat ingin menangkap tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Ketua PAC IPK, Simson Sembiring (41). Salah satu tersangka itu adalah E.

Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander mengatakan, perbuatan Asri sangat membahayakan anggotanya. “Tersangka (Asri Nurmala) ini adalah istri dari tersangka E,” ujar Rio, Kamis (14/9/2023).

Ketika dilakukan penangkapan terhadap E, ada sekitar 27 personel polisi yang diturunkan dengan mengendarai 6 mobil ke Desa Lau Mulgap. Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas dibagi dua tim.

Ada tim yang hendak menangkap E dan tim lainnya menggerebek kantor FKPPI di depan rumah E.

Pada saat itu, ada 12 orang yang diamankan dari dalam kantor FKPPI dan dibawa ke Polres Langkat. Sedangkan E melarikan diri. Penyerangan terhadap polisi pun dimulai ketika tim yang ingin menangkap E hendak bergegas meninggalkan lokasi.

“Tiba-tiba ibu si E ini meneriaki petugas dengan sebutan rampok. Teriakan itu membuat massa berdatangan. Ibu E ini coba menghalangi petugas untuk pergi dengan cara menarik tali senjatanya,” ujarnya.

“Di momen itu pula, Asri memprovokasi warga. Ia mengucapkan kata tidak senonoh dan meminta massa agar menghadang petugas pergi,” tambahnya.

AKBP Rio menyampaikan situasi saat itu mulai mencekam. Mobil seorang polisi dikepung dan dilempari batu sehingga mengalami kerusakan. Tak berhenti di situ, ada beberapa warga yang menyiram badan 4 personel polisi dengan minyak pertalite.

“Di situ, Asri dan temannya memaksa petugas untuk membebaskan tersangka yang sudah ditangkap. Asri mengatakan kalau tidak mereka akan membakar mobil dan petugas,” ucapnya.

Alex mengungkapkan saat itu petugas lainnya hendak menyelamatkan 4 personel yang disekap. Namun warga memalang jalan menuju ke lokasi dengan membakar ban dan meletakkan dua unit sepeda motor di tengah jalan.

Kepala Desa
Asri Nurmala Sitepu merupakan Kepala Desa Lau Mulgap yang Mengenakan Baju Tahanan Dengan No 01

“Tapi terakhirnya, petugas dapat menyelamatkan 4 petugas yang ditahan warga. Lalu, 4 petugas itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan atas luka penganiayaan yang dilakukan para pelaku,” tutupnya.

Ada pun dari peristiwa itu, selain Asri, ada tersangka lain yang sudah ditangkap, yakni ES, JS, dan JPB. Saat ini, empat tersangka ini ditahan di Polres Binjai dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kepala Desa Lau Mulgap, Asri Nurmala Sitepu ditangkap karena penyerangan hingga ingin membakar 4 personel Polres Langkat.

Asri Nurmala Sitepu merupakan salah satu dari 165 Kepala Desa yang terpilih dalam Pilkades serentak di Kabupaten Langkat pada tahun 2022.

Asri Nurmala Sitepu (25) adalah istri dari Ketua Rayon FKPPI Kecamatan Sirapit yang sering disapa Ketua Ebi merupakan Kades termuda dari semua yang dilantik di Kabupaten Langkat.

Asri Nurmala Sitepu Kades termuda di Kabupaten Langkat dilantik di Aula Jentra Malau, Kamis (4/8/2022)

 

Polisi Lepas Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Positif Narkoba

0
DPRD Narkoba
Ilustrasi
Oknum anggota DPRD Labuhanbatu berinisial APR positif narkoba, namun ia bebas dari tahanan meski sempat dibawa ke Polres Labuhanbatu.

Anggota DPRD itu ditangkap Satresnarkoba Polres Labuhanbatu dan Denpom 1/1-2 Rantau Prapat ketika didalam sebuah KTV di Kecamatan Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, Rabu (13/9) malam.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu Iptu Parlando Napitupulu membenarkan bahwa APR memang tidak ditahan. Parlando menyebut APR mengajukan permohonan rehabilitasi.

“Tidak ditahan, APR mengajukan permohonan rehab dan menunggu pelaksanaan asesmen medis oleh BNNK Labura,” kata Parlando, Jumat (15/9/2023).

Iptu Parlando Napitupulu juga mengungkapkan APR diamankan bersama 5 orang lainnya.

“Jadi dia di tempat karaoke, lagi nyanyi-nyanyi lah. Dirazia, dites urine, positif narkoba ternyata,” kata Parlando.

Meski begitu, Parlando mengatakan saat razia, pihaknya tidak menemukan barang bukti di sana. (As/kmp/dt/red)

 

Kapolres Mengaku Tidak Ada Pungli Pembuatan SIM di Polres Binjai

0
BINJAI | Dengan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Polres Binjai terus berupaya untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun Kota Binjai yang lebih baik dan berkembang.

Kapolres Binjai, AKBP Rio Alex Panelewen menegaskan tidak ada pungutan liar (Pungli) pada pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Binjai seperti pemberitaan di salah satu media online.

Dia juga meminta jajaran Polres Binjai memberikan pelayanan yang Humanis, Prosedural dan Akuntan.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Polres Binjai saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM, Pada Jumat, (15/09/23).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Binjai langsung mendatangi dan memeriksa satu demi satu ruangan pelayanan. Tak hanya itu, Ia juga sempat berdialog atau berkomunikasi langsung dengan pemohon SIM sambil menanyakan terkait pelayanan pembuatan SIM.

“Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, humanis, prosedural dan akuntabel,” kata Rio

Rio menyebut, pelayanan yang baik adalah hak setiap warga negara. Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang SIM dan hal-hal terkait lainnya.

Menurut Kapolres, polisi tidak untuk dilayani masyarakat, tetapi sebaliknya harus menjadi pelayan bagi masyarakat. Selain pimpinan, masyarakat juga bisa melakukan pengawasan.

“Silahkan laporkan jika ada anggota (Polisi) yang melakukan pelanggaran,” pintanya Kepada salah satu pemohon SIM, sembari Kapolres menanyakan terkait dengan pelayanan personel Satlantas Polres Binjai dan besaran biaya pembuatan SIM.

Setelah melakukan Sidak, Kapolres kepada seluruh petugas pelayanan penerbitan SIM dan Satlantas Polres Binjai mengingatkan agar tidak main-main dalam pelaksanaan tugas termasuk tidak melakukan pungli.

“Untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, Satlantas harus bersih dari Pungli. Mari lakukan pelayanan kepada masyarakat dengan baik dan humanis,” ungkap AKBP Rio Alex Panelewen.

Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Binjai AKP Agus Ita Br Ginting membantah tentang pemberitaan yang menyebutkan ada pungli pembuatan SIM di Polres Binjai.

“Itu tidak benar pak, bersangkutan (wartawan) tersebut tidak ada konfirmasi ke kita, itukan berita sepihak saja, tidak ada bukti bisa disebut fitnah, kita sudah coba memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat dalam pengurusan SIM,” pungkasnya.

(Surya Turnip)

Tekan Angka Stunting di Dairi, Bupati Eddy Berutu Bagikan Bantuan Ibu Hamil dan Balita

0

DAIRI– Untuk menurunkan angka stunting khususnya di Desa Pegagan Julu VII, Kecamatan Sumbul, Pemerintah Kabupaten Dairi membagikan bantuan kepada ibu hamil dan anak yang rentan terkena stunting, Jumat (15/9/2023).

Pemberian bantuan tersebut diadakan di kediaman Kepala Desa Pegagan Julu VII Juara Purba yang diserahkan langsung Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu.

Eddy Berutu mengatakan era reformasi pembangunan saat ini sudah dipusatkan ke desa secara bertahap. Sehingga anggaran untuk pembangunan desa langsung ditransfer ke masing-masing desa oleh Pemerintah Pusat.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Dairi tentunya akan mendukung program tersebut, seperti yang dilakukan Desa Pegagan Julu VII, yakni memberikan bantuan untuk mencegah stunting kepada ibu hamil, balita, dan anak yang rentan terkena stunting.

“Indonesia sudah bertekad untuk menjadi negara maju. Hal ini bisa terjadi jika generasi muda saat ini mendapatkan perhatian melalui penyediaan kesehatan yang baik. Hal itu dimulai sejak bayi berada dalam kandungan, agar tidak terjadi stunting dalam melewati tumbuh kembangnya. Para ibu disarankan untuk mengunjungi posyandu secara rutin dan memonitor perkembangan bayi,” ujar Bupati Dairi Eddy Berutu.

Selain memberikan bantuan untuk pencegahan stunting, Bupati Dairi juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terkena bencana alam di desa tersebut pada beberapa waktu lalu. (Nik)

Tinjau Pembangunan Jalan Kuta Buluh – Lau Perimbon, Bupati Dairi Harapkan Adanya Peningkatan Ekonomi Masyarakat

0

DAIRI – Pembangunan jalan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur tapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, perlu bagi kontraktor yang bertanggungjawab untuk memberdayakan masyarakat setempat selama proses pembangunan sehingga pendapatan mereka juga meningkat.

Demikian disampaikan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat melakukan pemanatauan pembangunan Jalan Kuta Buluh-Lau Perimbon, Kecamatan Tanah Pinem, Rabu (13/9/2023). Dalam kunjungan tersebut, Eddy memantau bagaimana progres yang dihasilkan sejak ditandatanganinya kontrak pada 13 Juli 2023 silam.

Disampaikan Eddy, pembangunan infrastruktur memberikan peranan yang sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur mengingat ketersediaan infrastruktut merupakan pendukung kegiatan ekonomi dan pertumbuhan dunia usia.

“Kami selaku aparatur pemerintah terus berupaya dalam melakukan komunikasi dengan pimpinan yang ada di provinsi maupun pusat untuk membantu penyediaan infrastruktur di Dairi, baik melalui hibah, program kerja, dan lainnya. Dikarenakan keterbatasan anggaran, maka kita harus melakukan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Untuk itu kami harapkan dukungan dari seluruh masyarakat Dairi untuk bersabar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eddy Berutu menyampaikan seusai pembangunan jalan selesai, maka Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi harus memasang rambu-rambu di sepanjang jalan, memasang lampu penerang tenaga surya, dan memasang mata kucing sebagai penanda batas agar pengendara tidak keluar dari jalur.

Menanggapi pernyataan tersebut, Jeki Purba selaku pengawas lapangan menyampaikan pembangunan jalan senilai Rp. 3.675.123.000,45 tersebut telah memberdayakan masyarakat setempat dalam selama proses pembangunannya.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memperkerjakan masyarakat dalam proyek ini, melalui pekerjaan-pekerjaan ringan seperti konstruksi penggalian, pengadukan semen, dan sebagainya. Sementara untuk pekerjaan yang berat, kita tetap menggunakan tenaga kerja yang terkualifikasi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Tohap Sihombing selaku konsultan proyek menyampaikan dana pengerjaan jalan Jalan Kuta Buluh – Lau Perimbon bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Dairi dan direncanakan rampung pada 9 Desember 2023 atau sekitar 150 hari kalender.

“Jalan ini akan dibangun menggunakan hotmix dengan lebar tiga meter. Pada sisi jalan, kita juga akan memasang rigid atau beton bertulang, sehingga total lebar jalan 4.2 meter. Jadi nanti mobil mini bus bisa lewat dengan nyaman,” ucapnya. (As)