Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 220

Pelanggan Sesalkan Sistem Tagihan WiFi Indihome, Meskipun Tidak Dipakai Wajib Bayar

0
Wifi Indihome
Foto Istimewa
BINJAI | Diana (33) seorang pelanggan mengeluhkan sistem Tagihan WiFi Indihome, pasalnya meskipun tidak dipakai atau diputus, jumlah tagihan tetap berjalan.

Ia menjelaskan, sejak diputusnya jaringan WiFi internet pada 21 Februari 2023 kemarin dan akan disambungkan Kembali di tanggal 21 Maret, jumlah tagihan terus berjalan meskipun tidak ada pemakaian internet.

“Saya diwajibkan harus membayar tagihan dan denda selama dua bulan sebesar Rp 700 ribu, disitu saya terkejut, padahal satu bulan itu tidak ada pemakaian internet akibat diputus, kok harus dibayar,” katanya dengan nada kesal, Selasa (21/03).

Terkait hal tersebut, sambungnya dengan tagihan sebesar itu jelas dirinya merasa dirugikan.

“Jelas saya rugi, tidak dipakai kok disuruh bayar. Siapa yang mau, uda jaringan sering lelet, lewat satu hari langsung didenda dan diputus, disuruh wajib bayar lagi,” ungkapnya.

Selain itu, pemasangan awal WiFi Indihome ini saya dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu termasuk pembayaran satu bulan di awal, dan bulan depannya pembayaran selanjutnya. Tapi begitu saya telat dan langsung diputus, dan mau saya bayar, malah dibebankan tagihan selama dua bulan, padahal diputus, jelas saya merasa di bodohi oleh Indihome,” cetusnya.

Wifi Indihome
Foto Istimewa

Sementara itu, salah seorang petugas customer service Indihome Binjai saat dikonfirmasi awak media mengatakan, benar pak, sistem peraturannya memang tagihan tunggakan wajib dibayarkan dua bulan, meskipun tidak ada pemakaian atau akses internet diputus, itu sudah peraturan disini,” kata petugas customer service Indihome.

“Sistem peraturan kita disini, sambungnya sama seperti di PLN, pakai tidak pakai harus bayar,” ucapnya. (Surya Turnip)

Dandim 0203 Langkat Bantu Korban Kecelakaan Tunggal di Megawati

0
Dandim
Binjai | Kondisi jalan rusak di Jalan Megawati Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, menyebabkan satu pengendara terjatuh hingga tak sadarkan diri.

Insiden ini terjadi pada hari Selasa (21/03) sekitar pukul 09.35 Wib, dan korban diketahui bernama Gian Agung Lorenza Laia.

Menurut saksi Budi (28), mengatakan, pada saat korban melintasi jalan Megawati dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat BK 6131 AFT datang arah dari Binjai menuju Tandam, dan tiba tiba diperjalanan, korban hendak mengelakan jalan yang berlubang, dan akhirnya korban terjatuh dari motornya.

“Korban pada saat itu ingin hendak mengelakan jalan yang rusak, dan akhirnya terjatuh dari motornya,” kata Budi.

Sementara itu, Dandim 0203/Lkt Letkol Inf Mohammad Eko Prasetyo bersama ajudan dan sopir melintas, dan melihat korban sudah jatuh, sehingga secara spontan Dandim 0203/Lkt memerintahkan supir bersama ajudan untuk mengangkat korban untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Kebetulan kami melintas, dan melihat ada seorang pengendara mengalami kecelakaan, dan saya perintahkan sopir dan ajudan untuk membawa korban ke Rumah Sakit terdekat,” ucap Dandim 0203/Lkt Letkol Inf Mohammad Eko Prasetyo.

Kemudian, sambung Letkol Eko Prasetyo, korban dinaikan oleh Serka Doris Purba dan Koptu Bambang dibantu masyarakat yang melintas dengan menggunakan mobil Pickup menuju ke Rumah Sakit Latersia.

“Korban saat ini sudah dirawat di RS Latersia dengan kondisi tidak sadarkan diri, dan semoga korban tidak terjadi apa-apa,” ujar Letkol Eko Prasetyo.

Dalam insiden kecelakaan tunggal ini, sekitar pukul 10.00 wib pihak kepolisian Satlantas Polres Binjai tiba di rumah sakit Latersia Binjai untuk dilakukan pendataan korban. (S.Turnip)

Kenali Pemicu dan Tanda-tanda Remaja Menggunakan Narkoba

0
Remaja Narkoba
Ilustrasi Remaja Menggunakan Narkoba
Dampak buruk narkoba tidak perlu diragukan lagi. Namun, kasus penyalahgunaan narkoba pada remaja justru semakin meningkat tiap tahunnya.

Hal ini sangat disayangkan karena narkoba tak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.

Tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Indonesia terus mengalami peningkatan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2018, setidaknya ada 2,2 juta remaja dari 13 provinsi di Indonesia yang menggunakan narkoba.

Ada banyak faktor tertentu yang dapat memengaruhi kemungkinan penyalahgunaan atau kecanduan narkoba pada remaja. Apa sajakah faktor itu?

Pemicu Remaja Menggunakan Narkoba
Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat membuat anak-anak dan remaja lebih berisiko terjerumus dan menjadi pecandu narkoba:

1. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan dari teman sebaya merupakan faktor risiko tertinggi penyalahgunaan narkoba pada remaja. “Ikut teman” atau “agar diterima di pergaulan” dapat memicu remaja untuk mulai mencoba narkoba hingga menjadi kecanduan.

Selain teman, anggota keluarga juga bisa menjadi faktor lingkungan yang membuat remaja kecanduan narkoba, terutama jika kondisi rumah tidak kondusif, misalnya karena tidak bisa menghadapi toxic parents atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan saudaranya.

2. Faktor psikologis
Remaja yang mengalami stres berat, gangguan perilaku, atau masalah psikologis, seperti depresi dan gangguan cemas, lebih berisiko mengalami kecanduan narkoba. Bagi mereka, mengonsumsi narkoba bisa menjadi salah satu cara atau bahkan solusi untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang mereka alami.

3. Faktor genetik
Faktor keturunan juga menjadi salah satu faktor risiko penyalahgunaan narkoba pada remaja. Seorang remaja berisiko besar menjadi pecandu narkoba jika ia memiliki orang tua atau saudara kandung yang juga mengalami kecanduan narkoba atau alkohol.

4. Rasa ingin tahu
Rasa ingin tahu juga bisa membuat remaja penasaran untuk mencoba narkoba hingga akhirnya menjadi seorang pecandu. Penelitian menunjukkan bahwa mencoba narkoba pada usia muda akan meningkatkan risiko menjadi pecandu di kemudian hari.

Penting untuk memahami berbagai faktor risiko tersebut, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya guna mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja.

Tanda-Tanda Remaja Menjadi Pecandu Narkoba

Remaja yang menggunakan narkoba bisa menunjukkan beberapa tanda dan gejala secara fisik maupun psikologis berikut ini:

Tanda fisik
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala fisik yang dapat dikenali dari seorang pecandu narkoba:

-Mata merah dan pupil mata yang mengecil atau membesar Perubahan pola makan atau pola tidur.
-Penurunan atau peningkatan berat badan yang drastis dalam waktu singkat
-Sering kelelahan atau justru sangat bertenaga dan tidak bisa diam.

-Sulit atau tidak bisa tidur.
-Perubahan pada penampilan fisik atau ketidakpedulian terhadap penampilan.
-Sering mimisan.
-Batuk yang tidak kunjung sembuh.
-Mengalami kejang tanpa adanya riwayat epilepsi.
-Tanda perilaku dan psikologis.

Selain gejala fisik, remaja atau orang dewasa yang menggunakan narkoba juga bisa menunjukkan beberapa tanda dan gejala psikologis atau perubahan perilaku, seperti:

-Lebih tertutup dan terlihat seperti merahasiakan sesuatu.
-Perubahan suasana hati secara tiba-tiba.
-Berkurangnya minat terhadap hal-hal yang disukai sebelumnya.
-Sulit konsentrasi.
-Tidak memiliki motivasi dan tampak lesu.
-Cemas, paranoid, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
-Sering bolos sekolah dan prestasi akademik menurun.

Tidak hanya gejala psikologis di atas, seorang remaja yang kecanduan narkoba juga sering kali berperilaku buruk, seperti mencuri atau menjual barang-barang hanya untuk membeli narkoba, kerap terlibat dalam perkelahian dengan teman, atau sering berselisih dengan keluarga dan guru.

Gejala Spesifik dari Jenis Narkoba yang Dikonsumsi

Selain gejala fisik dan psikologis, gejala yang lebih spesifik juga dapat muncul tergantung jenis narkoba yang dikonsumsi. Berikut ini adalah tanda dan gejala spesifik akibat efek narkoba berdasarkan jenis narkoba yang digunakan:

Obat golongan stimulan
Beberapa contoh narkoba yang termasuk golongan stimulan meliputi kokain, ekstasi, dan amfetamin. Narkoba jenis ini dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, sulit tidur, tidak bisa diam, sering lapar, dan mudah lupa.

Obat golongan depresan
Narkoba yang termasuk obat golongan depresan, seperti obat penenang, heroin, dan ganja, akan membuat penggunanya merasa lebih rileks, mengantuk, napas melambat, tekanan darah menurun, detak jantung melemah, dan proses berpikir menjadi lebih lama.

Obat halusinogen
Obat halusinogen terkadang juga disebut sebagai obat psikedelik. Contoh narkoba yang termasuk dalam golongan obat halusinogen adalah magic mushroom, LSD, ketamine, ekstasi, dan ganja.

Narkoba jenis ini dapat menimbulkan halusinasi, perubahan suasana hati, mual, pusing, dan muntah-muntah.

Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba pada Remaja

Peran orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan mengenai bahaya narkoba adalah sangatlah penting. Dengan informasi yang jelas dan akurat, anak-anak dan remaja akan mengerti dan memahami bahaya narkoba.

Saat menjelaskan perihal bahaya narkoba pada remaja, hindari penggunaan kalimat yang cenderung menakut-nakuti. Sebaliknya, berikan informasi yang jelas mengenai efek dan konsekuensi dari penggunaan narkoba.

Jika anak sudah terlanjur atau terbukti menggunakan narkoba, tetap hadapi dengan bijak dan terbuka. Sebagai orang tua, Anda mungkin sangat kecewa dan emosi Anda mudah terpancing. Namun, cobalah untuk berbicara dengan tenang agar anak merasakan adanya kepedulian, empati, dan kasih sayang.

Dengan mendengarkan dan memberikan ruang kepada anak untuk berbicara, mereka bisa menjadi lebih jujur untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi dan alasan mereka menggunakan narkoba.

Jika anak Anda menjadi salah satu korban penyalahgunaan narkoba pada remaja, Anda dapat membawanya ke psikiater untuk menjalani konsultasi dan pemeriksaan psikologis.

Setelah melakukan pemeriksaan, psikiater mungkin akan menyarankan anak untuk menjalani sesi psikoterapi, rehabilitasi narkoba, dan memberikan pengobatan untuk menangani kondisi anak Anda yang mengalami ketergantungan narkoba.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

 

Ketua PKK Dairi Romy Mariani Serahkan Bantuan Kepada Warga Korban Musibah Kebakaran

0
DAIRI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Romy Mariani Eddy Berutu menyerahkan bantuan kepada keluarga Bukti Bintang/Boru Rajagukguk yang mengalami musibah rumahnya pada 14 Maret 2023 lalu.

Bantuan diserahkan langsung Romy Mariani mewakili Bupati Dairi di Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Senin (20/3/2023).

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan juga Bapak Bupati Dairi, turut prihatin dan merasakan musibah yang menimpa Bapak Bukti Bintang, Ibu Boru Rajagukguk,” kata Romy.

“Tadi kami sudah izin ke Bapak Bupati untuk mewakili beliau melihat Bapak di sini, dalam hal ini untuk menunjukkan bahwa Pemerintah hadir ke masyarakat dalam keadaan apapun,” ujar Romy melanjutkan.

Seperti diketahui, rumah Bukti Bintang/Br Rajagukguk warga Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, mengalami musibah kebakaran pada Selasa 14 Maret lalu, diakibatkan korslet arus listrik.

Romy menambahkan bahwa bantuan dari dinas sosial, pemerintah kecamatan, dan juga Bupati Dairi Eddy Berutu yang diberikan sebagai bentuk rasa kepedulian serta untuk sedikit meringankan keluarga yang pastinya sangat bersedih dan akan membangun tempat tinggalnya kembali.

“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Kelurahan Bintang Hulu ini, yang sudah ikut membantu keluarga Bapak Bintang saat mengalami musibah seperti ini. Ini sangat bagus di mana kita harus saling membantu kepada sesama,” kata istri Bupati Eddy Berutu.

Dia menambahkan kita memang kadang diberikan ujian oleh Yang Maha Kuasa, untuk melihat kesetiaan kita kepada-Nya. “Tetap kuat, tetap berdoa Bapak Bintang dan keluarga. Semoga di balik semua musibah ini ada rencana indah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Bantuan yang diberikan seperti bahan bangunan dan santunan kepada keluarga korban.

Sebagai informasi, keluarga korban saat ini sedang tinggal di rumah saudara sembari menunggu tempat tinggal mereka dibangun kembali.

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas sosial, Camat Sidikalang, Lurah Bintang Hulu. (Nid)

 

Kenalan Lewat Medsos, Pelajar SMP Kota Padang Dibunuh Lalu Dikubur di Rumah Kosong

0
Pelajar SMP
Ilustrasi
Seorang pelajar perempuan ditemukan tewas dikubur di sebuah rumah kosong di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (17/3/2023).

Pelajar itu pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah yang kebetulan datang membersihkan rumahnya.

Saat masuk ke rumah, pemilik rumah itu curiga melihat ada darah di dapur dan melihat ada bekas gundukan tanah dan berbau amis.

Karena curiga, pemilik rumah kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga lain dan polisi.

Sebelumnya mereka kenalan lewat media sosial (medsos) 5 bulan lalu. YS (14) merupakan siswi SMP di Kota Padang yang dibawa kabur seorang remaja, berinisial AJ (17) yang merupakan pacarnya.

YS ini dibawa ke Tanah Datar, YS disetubuhi di rumah kosong, lalu dibunuh karena pelaku takut korban hamil. Jasad korban diseret ke dapur dalam keadaan telanjang lalu dikubur dengan kedalaman 40 sentimeter

Antara korban dengan pelaku kenalan lewat media sosial Instagram sekitar 5 bulan yang lewat,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Istiqlal dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/3/2023).

Sekitar bulan Februari, korban kemudian dibawa kabur dari Padang ke Tanah Datar.

Awalnya, korban dibawa ke rumah orangtua AJ, namun orang tua AJ menyuruh pelaku untuk membawa pulang korban ke Padang.

Pelajar SMP
Ilustrasi

“Namun bukannya dibawa balik ke Padang, pelaku malahan membawa korban ke sebuah rumah kosong,” jelas Istiqlal.

Di rumah itu, korban disetubuhi lalu dibunuh karena pelaku takut korban hamil.

“Dibunuh dengan cara dibekap dan dipukul kepala dengan palu atau alat penumbuh beras,” jelas Istiqlal.

Setelah itu korban diseret ke dapur lalu dikubur dengan kedalaman 40 sentimeter. Jasad korban akhirnya ditemukan pemilik rumah yang kebetulan datang untuk membersihkan rumah.

 

Mahasiswi STIH Graha Kirana Medan Juara II di Nommensen Games Taekwondo

0
Mahasiswi Kirana STIH Graha Kirana
Nadia Irlasya Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana Medan meraih juara II.
Medan – Nadia Irlasya (21) Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana Medan meraih juara II di ajang Nommensen Games Taekwondo Championship 2023.

Mahasiswi Semester VI jurusan hukum ini mempertaruhkan jiwa dan raganya di atas ring aula fakultas Kedokteran Universitas Nommensen, jalan Perintis Kemerdekan Medan, Minggu (19/03/2023).

Mahasiswa STIH
Nadia Irlasya Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana Medan meraih juara II.

“Alhamdulillah banyak ilmu yang didapat di karate ini, bukan cuman ilmu bela diri tapi juga psikologis, kesehatan dan juga mental diri, kita bisa terbentuk di olahraga karate,” ujar Nadia.

Selama perjalanan meraih prestasi tersebut, Nadia mengaku telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya dengan rutin berlatih, menjaga pola makan, hingga menjaga pola tidur.

“Untuk persiapan, saya berusaha berlatih 5 kali dalam seminggu, beruntung jelang saya tampil dalam kejuaraan tersebut, oleh pelatihku memberi saya vitamin, dan itu sangat terbantu dalam setiap performance menghadapi sang lawan,” ungkap Nadia, Senin (20/03/2023) siang

Nadia pun mengatakan, terdapat banyak tantangan selama persiapan hingga pelaksanaan Nommensen Games Taekwondo Championship 2023 tersebut.

Mahasiswi STIH
Nadia Irlasya Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana Medan meraih juara II.

Namun, baginya sebagai seorang atlet ia harus bisa mengendalikan semuanya agar berjalan dengan semestinya.

“Kesibukan kuliah tidak menjadi penghalang, namun kadang menjadi dilema antara mencukupi kebutuhan dan mengembangkan talenta bidang olahraga, begitulah bang kehidupan yang saya alami alias kehidupan pas pas,” keluhnya. (As/dtks/ls/red)

 

Megawati Prihatin Jokowi Kurus Kering Urus Negara

0
Jokowi
Ketum PDIP sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri turut prihatin dengan kondisi Presiden Joko Widodo.Dia menilai badan Jokowi makin kurus.

Menurut Mega, Jokowi mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mengurus negara.

Hal itu dikatakannya saat memberikan pengarahan di acara HUT ke-9 UU Desa di kawasan Gelora Bung Karno, Minggu (19/3) kemarin.

Tidak hanya itu, Sejumlah hal disinggung Megawati dalam pidatonya, mulai dari demonstrasi hingga kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dalam pidatonya, Megawati mengaku prihatin melihat masih banyak aksi unjuk rasa atau demonstrasi. Termasuk yang dilakukan oleh kepala desa.

Menurutnya, para pemimpin daerah harusnya bisa menemui warga secara langsung. Sehingga warga tidak perlu memaksa dengan melakukan aksi demo.

“Ibu suka mikir, prihatin loh, ngapain hari gini masih demo-demo? kan ini ada, katanya pimpinan?” kata Megawati.

“Suruh baik-baik datang menghadap (masyarakat). Nah ini juga dari DPR, dateng baik-baik. Ngapain kalian (demo)?” lanjut politisi PDI-Perjuangan itu.

Jokowi

Ketum PDIP itu mengatakan, ia bukannya membungkam demokrasi. Hanya saja menurutnya cara menyampaikan pendapat yang benar bukan dengan cara demo apalagi membuat kerusuhan.

Acara yang dihadiri Megawati hari ini juga merupakan salah satu ajang penyampaian pendapat. Para perangkat desa yang hadir menyampaikan 6 poin tuntutan kepada Presiden Jokowi. meskipun dalam acara kali ini Jokowi tidak hadir.

Adapun beberapa poin tuntutan yang disampaikan para massa aksi adalah meminta pemerintah memfokuskan pembangunan desa dengan mengalokasikan 10 persen dari APBN setiap tahunnya. Lalu meminta agar pemerintah menetapkan 15 Januari sebagai hari desa nasional.

Dalam pidatonya, Megawati juga menanggapi tuntutan para perangkat desa. Dia menyebut, boleh saja meminta, tetapi harus melihat sisi keuangan negara.

Dia mengatakan, semua harus sadar bahwa tak semuanya bisa dikabulkan. Salah satu tuntutan aparatur desa hari ini adalah APBN 10 persen untuk UU Desa.

“Presiden kita itu, tadi kan (pada teriak) Pak Jokowi banyak kan. Pak Jokowi surveinya tinggi. Saya cuma ketawa lihat itu, boleh idola namanya itu,” jelas dia.

“Persoalannya kasihanin dong, badannya kan makin kering ya, makin kurus. Karena ini (nunjuk kepalanya) pusing loh ngurus negoro (negara),” kata Megawati.

Ia juga meminta semua pihak termasuk aparat desa menahan diri. Apalagi di situasi sekarang yang serba tak menentu.

Megawati juga menyoroti banyaknya kasus pemimpin daerah yang membeli suara rakyat. Ia tidak menyebut siapa sosok yang dimaksudnya.

“Ya, karena saya tahu, apa yang akan diperbuat, karena diam-diam banyak yang menyayangi saya, loh, mau, loh, jadi mata saya. Jadi jangan kebawa arus,” katanya.

Ia mengatakan saat ini ia memilih untuk diam bukan karena tidak peduli. Namun ia ingin melihat apakah oknum tersebut akan berakhir ditahan KPK atau tidak.

“Kenapa ibu diam? saya kepingin lihat akhiran orang ini apa, nanti paling tidak bisa kena 3 huruf, tau nggak apa itu? lah iya, KPK,” tuturnya.

Untuk itu, ia meminta agar mengikuti arahan dirinya dalam menentukan pemimpin. Menurut Presiden ke-5 RI itu kunci memilih pemimpin adalah memilih yang baik.

Jokowi

“Saya bilang politik sekarang itu seperti orang berdansa, tahun-tahun ini nih politik. Kenapa? aku melu no kono atau melu dua-duane (aku ikut yang sana, atau ikut dua-duanya) pusing akhirnya pingsan dewe,” tuturnya.

“Jadi jangan terbawa arus, pilih orang yang baik, seperti Pak Jokowi itu kan saya pilih, karena saya yakin beliau orang baik, oke saya jadikan, bisa atur pemerintah,” sambungnya.

Megawati kembali memberikan tanggapan terkait tuntutan 10 persen APBN untuk Bangun Desa.

“Kalau kalian hanya bicara mesti dibagi duitnya segini, mesti gini. Kerja dulu, ya dong,” kata Megawati.

Megawati pun meminta ribuan anggota asosiasi desa yang hadir untuk kembali ke daerahnya dan tidak melakukan aksi unjuk rasa lagi. Ia berjanji akan mengagendakan pertemuan untuk mencapai mufakat.

“Ini pulang langsungkan, kapan-kapan ketemu, enggak usah ngamuk-ngamuk, percaya sama Ibu”pungkasnya.

 

Rasa Takut Berlebihan di Kesendirian, Mengenal Kondisi Autophobia

0
Rasa Takut
Ilustrasi
Autophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap kesendirian. Ketakutan ini umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis di masa kecil. Jika tidak segera diatasi, autophobia bisa berdampak negatif pada produktivitas dan kehidupan sosial penderitanya.

Autophobia atau monophobia diartikan sebagai perasaan cemas atau takut berlebih yang dirasakan seseorang saat sendirian.

Tidak hanya sendiri secara fisik, tidak jarang rasa takut ini juga muncul ketika penderitanya merasa diabaikan atau tidak dicintai oleh orang di sekitarnya.

Dalam kondisi serius, penderita autophobia memerlukan pendampingan khusus. Namun, ada pula yang hanya membutuhkan keberadaan orang lain dalam satu ruangan yang sama atau di dalam rumah agar tidak merasa sendiri.

Mengenal Penyebab Autophobia
Autophobia termasuk dalam jenis fobia spesifik. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu:

1. Pengalaman traumatis
Pengalaman traumatis yang dialami saat masih kanak-kanak bisa menjadi pemicu seseorang mengalami autophobia. Pengalaman tersebut bisa berupa kematian orang tersayang, perceraian orang tua, atau sering diabaikan oleh orang tua. Rasa trauma yang dialami bisa berbekas dalam pikiran dan terbawa hingga dewasa.

2. Gangguan kepribadian
Gangguan kepribadian tertentu juga bisa menjadi pemicu autophobia. Misalnya, orang yang memiliki gangguan kepribadian dependen sangat takut jika ditinggalkan atau mengalami penolakan. Hal ini membuat perasaan tidak berdaya dan tidak mampu kerap muncul ketika penderitanya sendirian.

3. Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan umum adalah kondisi ketika seseorang cemas secara berlebihan terhadap situasi tertentu, seperti takut memikirkan masa depan atau cemas akan kematian. Orang dengan gangguan ini memiliki kecenderungan mengalami autophobia karena pikiran tersebut kerap muncul saat sendiri.

4. Faktor genetik
Tidak bisa dihindari, kecenderungan untuk merasa takut dan cemas berlebihan dapat diwariskan dari orang tua. Ini karena selama hidup, manusia akan belajar dari orang-orang di sekitarnya.

Ketika melihat anggota keluarganya memiliki ketakutan terhadap situasi tertentu, seperti kesendirian, tanpa sadar anggota keluarga lainnya bisa mengembangkan rasa takut akan hal yang sama.

5. Faktor biologis
Autophobia juga dapat disebabkan oleh faktor biologis pada sistem saraf di otak. Saat ada ancaman, otak akan secara alami membantu tubuh untuk menghindari malapetaka, misalnya dengan meningkatkan denyut jantung dan kontraksi otot guna menyiapkan tubuh untuk berlari.

Nah, situasi atau benda tertentu yang sebenarnya aman dan tidak berbahaya bisa saja dianggap sebagai ancaman oleh sebagian orang saat sendirian hingga akhirnya memicu kecemasan berlebihan.

Gejala Autophobia
Sama halnya dengan beberapa penderita fobia lain, penderita autophobia juga menyadari bahwa ketakutan dan kecemasan yang dirasakan tidaklah masuk akal.

Namun, penderitanya tetap tidak bisa mengendalikan reaksi fisik yang muncul ketika berada dalam situasi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa gejala fisik yang muncul pada penderita autophobia:

Berkeringat
Gemetar
Menggigil
Sesak napas
Detak jantung meningkat
Nyeri dada
Mual
Sakit perut
Pusing atau pingsan
Telinga berdenging
Kebingungan

Mengatasi Autophobia
Tidak hanya gejala fisik, ketakutan yang muncul akibat autophobia juga bisa berdampak pada kemampuan penderitanya menjalani aktivitas fisik, misalnya ketika pergi ke sekolah dan bekerja. Namun, tidak perlu khawatir, autophobia umumnya dapat diatasi dengan psikoterapi.

Ini adalah jenis penanganan yang sering digunakan untuk mengatasi autophobia:

Terapi pemaparan
Ketika melakukan terapi ini, psikiater akan membantu penderita autohobia untuk menghadapi sumber ketakutan. Awalnya, penderita akan diajak untuk berjalan beberapa meter keluar rumah dan berdiri sejenak di luar.

Kegiatan ini dilakukan berulang kali hingga tingkat toleransi terhadap ketakutan bertambah. Selanjutnya, jarak dan waktu akan ditingkatkan secara perlahan seiring dengan berkurangnya rasa takut penderitanya terhadap kesendirian.

Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif adalah perpaduan dua jenis terapi, yaitu terapi perilaku dan terapi kognitif. Pada sesi terapi ini, psikiater akan mencari tahu masalah dan faktor pemicu dari rasa takut yang dialami penderita autophobia.

Setelah itu, psikiater akan membantu mencari jalan keluar untuk mengatasi dan mengubah pandangan penderita terhadap fobia yang dimiliki.

Obat-obatan
Penggunaan obat biasanya diperlukan untuk mengendalikan gejala autophobia yang muncul selama sesi terapi. Beberapa jenis obat yang dapat diresepkan dokter meliputi antidepresan dan obat penenang. Namun, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter.

Hidup dengan kecemasan dan ketakutan berlebihan akan kesendirian tentu tidaklah mudah. Bagi penderita autophobia, kebahagiaan dan produktivitasnya sangat tergantung dengan keberadaan orang lain.

Namun, tidak perlu khawatir jika Anda merasa memiliki gejala autophobia dan jangan ragu untuk mencari bantuan ke psikolog atau psikiater. Hal terpenting adalah yakinlah bahwa Anda bisa pulih bila menjalani terapi dengan baik

Ditinjau oleh : dr. Airindya Bella

Mantan Kapolda Sumbar Ini Sebut Anggota Polri “Pakai” Narkoba Dari Barang Bukti

0
Anggota Polri
Mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Teddy Minahasa
Mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Teddy Minahasa “bernyanyi” dalam sidang kasus peredaran narkoba yang menjerat dirinya. Ia mengungkapkan fakta baru dalam persidangan.

Teddy Minahasa menyebutkan anggota Polisi sering menyisihkan barang bukti narkoba. Ia mengakui kepada hakim ketua bahwa sering menjumpai anggotanya menyisihkan barang bukti untuk dikonsumsi pribadi.

Pengakuan Teddy Minahasa itu dikatakannya saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (16/3/2023) lalu.

“Saya juga sering mendapatkan bahkan anggota saya sendiri, setiap ada penangkapan dia sisihkan sebagian untuk hisap-hisap sendiri,” ungkap Teddy, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (20/3/2023).

Fakta di lapangan banyak anggota Polri yang menyalahgunakan barang bukti hasil penangkapan, terang Teddy.

Anggota Polri

Teddy Minahasa sebelumnya juga mengaku bahwa dirinya memberikan perintah kepada mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, untuk mengganti barang bukti sabu dengan tawas.

“Benar yang mulia, namun mungkin saat itu saya typo, tetapi itu yang benar memang tawas,” ungkap Teddy.

Ia menjelaskan bahwa saat itu ia bermaksud untuk menguji Dody karena ada kejanggalan saat perhitungan.

Dalam persidangan tersebut Teddy pun mempertanyakan keluarnya hasil tes laboratorium yang menyatakan dirinya positif narkoba.

Menurutnya, dirinya dites narkoba pada 14 Oktober 2022 lalu. Harusnya hasil tes keluar pada 27 Oktober, bukan 14 Oktober pada hari yang sama.

“Saudara tadi mengatakan tanggal 13 Oktober saudara menghadap Kapolri kemudian diarahkan ke Kadiv Propam untuk diambil sampel berupa urine, rambut dan darah apakah saudara masih ingat kapan hasilnya keluar,” tanya penasihat hukum di persidangan.

“Mohon maaf saya ralat kalau malam itu hanya urine sama darah tapi rambutnya besok paginya.”

“Itu berarti tanggal 14 Oktober secara administratif dikirim ke laboratorium forensik tanggal 15 Oktober, sementara hasilnya dikirim dari laboratorium kepada penyidik tanggal 27 Oktober dirilisnya tangga 14 Oktober,” jawab Teddy Minahasa.

Teddy Minahasa mengatakan karena secara administratif hasil laboratorium atas urine darah dan rambut dirinya itu tanggal 27 Oktober. Saat tanggal 14 Oktober keluar hasilnya, ia mengaku tidak paham landasan hukumnya.

Mantan Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa Mengaku Tidak Bersalah

Mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa menyampaikan dirinya tak bersalah dalam kasus jaringan peredaran gelap narkoba.

Hal itu dikatakan Teddy kepada Ketua Majelis Hakim saat menjalani sidang ke-12 di PN Jakarta Barat, Kamis.

“Ini sudah persidangan kita yang ke-12 kategorinya maraton, artinya serius dalam proses persidangannya.”

“Proses yang sudah dijalani sejauh ini, apakah saudara merasa bersalah? Apakah saudara ada merasa menyesal?” tanya Ketua Majelis Hakim di persidangan.

Anggota Polri
Mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Teddy Minahasa

“Sama sekali tidak (merasa bersalah), Yang Mulia,” jawab Teddy.

Teddy melanjutkan ia hanya menyesal karena telah memperkenalkan Linda Pujiastuti kepada mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara.

Teddy sekali lagi menyangkal dirinya menjadi otak jaringan peredaran gelap narkoba.

Bahkan, ia mengaku tidak pernah mengetahui tentang barang terlarang tersebut serta kapan transaksinya.

“Saya pun tidak pernah mengetahui barang itu, sama sekali tidak tahu.”

“Saya juga tidak tahu dan tidak mengatur kapan transaksi mereka dan yang paling terpenting adalah saya juga tidak ikut bagi-bagi uang itu, Yang Mulia,” jelas Teddy dalam persidangan.

 

Universitas Terbaik di Sumut Bukan Lagi USU Versi UniRank, Cek Kampusmu Diurutan Berapa

0
USU
Ilustrasi
Bagi siswa lokal khususnya Provinsi Sumatera Utara sudah mulai bisa melirik tempat yang ingin melanjutkan pendidikan perguruan tinggi, harus tahu universitas terbaik di Sumatera Utara.

Menurut versi UniRank tahun 2023 ada 20 universitas terbaik di Sumatera Utara (Sumut). Namun, Universitas Sumatera Utara (USU) bukan urutan pertama di Sumut, ia terletak di urutan 39 pada tingkat nasional.

Berikut daftar 20 Universitas terbaik di Sumatera Utara:

1. Universitas Medan Area.
Peringkat Nasional: 24
2. Universitas Sumatera Utara.
Peringkat Nasional: 39
3. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Peringkat Nasional: 66
4. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Peringkat Nasional: 87
5. Universitas Negeri Medan.
Peringkat Nasional: 101

6. Universitas Potensi Utama.
Peringkat Nasional: 163
7. Universitas Islam Sumatera Utara.
Peringkat Nasional: 177
8. Universitas Prima Indonesia.
Peringkat Nasional: 189
9. Universitas HKBP Nommensen.
Peringkat Nasional: 204
10. Universitas Pembangunan Panca Budi.
Peringkat Nasional: 236

11. Universitas Methodist Indonesia.
Peringkat Nasional: 266
12. Universitas Asahan.
Peringkat Nasional: 309
13. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.
Peringkat Nasional: 320
14. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.
Peringkat Nasional: 327
15. Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Peringkat Nasional: 335

16. Universitas Katolik Santo Thomas.
Peringkat Nasional: 337
17. Universitas Dian Nusantara.
Peringkat Nasional: 339
18. Universitas Dharmawangsa.
Peringkat Nasional: 392
19. Universitas Darma Agung.
Peringkat Nasional: 403
20. Universitas Simalungun.
Peringkat Nasional: 409

Perlu diketahui UniRank adalah pemeringkatan perguruan tinggi terbaik. Program ini dicetuskan oleh lembaga pemeringkatan perguruan tinggi 4 International College and Universities (4ICU).

Hasil pemeringkatan terakhir, tepatnya pada 2023, terhimpun sekitar 570 perguruan tinggi mulai dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).